Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Juli 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Mengonsumsi vitamin sering menjadi solusi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, baik anak balita juga orang dewasa. Tidak hanya dalam bentuk suplemen, sumber utama vitamin sebenarnya terdapat dalam makanan dan minuman sehat. Lantas, seberapa banyak kebutuhan vitamin untuk balita?

Mengapa vitamin sangat penting untuk balita?

Kalau diibaratkan, tubuh manusia seperti mesin kuat yang mampu melakukan segala hal sendiri dan mandiri. Namun, vitamin dibutuhkan sebagai bantuan ketika tubuh kekurangan sesuatu untuk bertahan dari bakteri dan penyakit.

Mengutip dari laman Kids Health, tubuh balita bisa mendapatkan vitamin yang dibutuhkan lewat makanan. Semakin banyak ragam makanan yang dikonsumsi, semakin beragam pula kandungan vitamin yang didapatkan.

Sebenarnya, bila si kecil mendapatkan asupan vitamin yang cukup dari makanan sehari-hari, ia tidak membutuhkan vitamin tambahan dalam bentuk suplemen.

Namun ada beberapa kondisi yang membuat balita perlu mengonsumsi suplemen, yaitu:

  • Balita tidak mendapatkan gizi seimbang dari makanan yang dikonsumsi.
  • Si kecil cenderung susah makan.
  • Anak-anak dengan kondisi kronis tertentu, seperti asma dan masalah pencernaan
  • Balita yang terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji dan olahan.
  • Anak-anak vegetarian yang memerlukan suplemen zat besi.
  • Balita terlalu banyak minum soda yang membuat tubuh melepaskan vitamin dan mineral dari tubuh.

Bila Anda ingin memberikan suplemen vitamin tambahan untuk balita, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini penting agar tidak memengaruhi kondisi kesehatan si kecil.

Seberapa banyak vitamin yang diperlukan untuk balita?

Ada banyak jenis vitamin yang dibutuhkan tubuh. Meski manfaatnya sangat banyak, bukan berarti harus mengonsumsi dalam jumlah banyak.

Ada takaran saji vitamin untuk balita agar kesehatan tubuhnya tidak terganggu. Berikut anjuran takaran vitamin berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) 2013:

 Balita usia 1-3 tahun

  • Vitamin A: 400 mcg
  • Vitamin B1: 0,6 mg
  • Vitamin B2: 0,7 mg
  • Vitamin B3: 6 mg
  • Vitamin B4 (kolin): 200 mg
  • Vitamin B5: 2 mg
  • Vitamin B6: 0,5 mg
  • Vitamin B7 (biotin): 8 mcg
  • Vitamin B9: 160 mcg
  • Vitamin B12: 0,9 mcg
  • Vitamin C: 40 mg
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 mg
  • Vitamin K:15 mcg

Balita usia 4-6 tahun

  • Vitamin A: 450 mcg
  • Vitamin B1: 0,8 mg
  • Vitamin B2: 1 mg
  • Vitamin B3: 9 mg
  • Vitamin B4 (kolin): 250 mg
  • Vitamin B5: 2 mg
  • Vitamin B6: 0,6 mg
  • Vitamin B7 (biotin): 12 mcg
  • Vitamin B9: 200 mcg
  • Vitamin B12: 1,2 mcg
  • Vitamin C: 40 mg
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 7 mg
  • Vitamin K:20 mcg

Ketika Anda dianjurkan oleh dokter untuk memberikan vitamin pada balita, pastikan melihat angka kecukupan gizi pada label di produk suplemennya.

Kemudian cocokkan dengan daftar di atas agar asupan vitamin untuk si kecil tepat sesuai dengan usianya. 

Jenis vitamin yang diperlukan untuk balita usia 2-5 tahun

Vitamin yang sudah dijelaskan sebelumnya dimasukkan ke dalam dua kelompok vitamin yang berbeda, yaitu vitamin larut air dan vitamin larut lemak. Apa itu? 

Vitamin larut air

Vitamin yang termasuk ke dalam kelompok ini yaitu vitamin B dan vitamin C. Mengapa vitamin perlu dilarutkan di dalam tubuh?

Pasalnya, bila vitamin tidak dilarutkan akan terbuang sia-sia karena tidak bisa dimanfaatkan oleh tubuh. Jenis pelarut yang berbeda manfaat yang Anda rasakan juga tidak akan sama.

Kelompok vitamin larut air merupakan jenis vitamin yang diproses lebih mudah di dalam tubuh. Ini karena tubuh akan langsung menyerap vitamin B dan C ke dalam peredaran darah. Setelah itu, vitamin ini akan langsung beredar bebas dalam darah.

Selain pelarutannya lebih mudah, kelompok vitamin larut air juga mudah dikeluarkan oleh tubuh melalui penyaringan di ginjal. Selanjutnya, ginjal akan menyalurkan sisa vitamin yang berlebihan ke dalam urine. 

Ada beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin B dan vitamin C, yaitu:

Makanan mengandung vitamin B

Kids Health menyebutkan, vitamin B penting untuk metabolisme anak balita sehingga memberikan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kelompok vitamin B dapat meningkatkan sel darah merah yang membawa oksigen dalam darah. Inilah yang membuat vitamin B memiliki tugas penting. 

Berikut jenis makanan yang kaya akan vitamin B:

  • Ikan dan makanan laut
  • Daging
  • Telur
  • Susu dan produk olahannya
  • Sayur berdaun hijau
  • Kacang-kacangan

Berikan porsi makan yang sesuai dan campurkan menjadi satu menu yang dapat menarik nafsu makan anak dan memenuhi kebutuhan vitamin untuk balita. 

Makanan mengandung vitamin C

Vitamin C bertindak sebagai penghalau infeksi di dalam tubuh. Selain itu, vitamin C juga menjaga jaringan tubuh seperti gusi, tulang, dan pembuluh darah agar tetap dalam kondisi baik. Bahkan, vitamin C juga membantu proses penyembuhan luka pada balita.

Berikut beberapa daftar makanan yang mengandung vitamin C:

  • Kelompok buah sitrus seperti jeruk dan lemon
  • Stroberi
  • Tomat
  • Brokoli
  • Kiwi
  • Sawi

Untuk buah, Anda bisa memberikannya sebagai makanan selingan atau camilan untuk balita agar tetap sehat.

Vitamin larut lemak

Kelompok vitamin yang satu ini terdiri dari vitamin A, D, E, dan K. Sistem kerjanya, setelah masuk ke dalam pencernaan, vitamin-vitamin ini akan masuk sistem limfatik, kemudian akan mengalir lewat darah.

Mengapa disebut vitamin larut lemak? Alasannya, bila lemak di tubuh balita kurang, penyerapan vitamin tersebut akan ikut terganggu.

Setelah vitamin terserap dalam tubuh, tahap selanjutnya adalah penyimpanan vitamin di sel lemak dan hati. Vitamin A, D, E, dan K disimpan dalam waktu lama karena bertindak sebagai persediaan untuk digunakan ketika tubuh membutuhkannya. 

Mengingat vitamin larut lemak disimpan lama di dalam tubuh, ketika balita mengonsumsi banyak jenis dari kelompok vitamin ini, bisa menumpuk dan membahayakan tubuh.

Bila seseorang mengalami kelebihan vitamin A misalnya bisa menyebabkan sakit kepala, mual, sakit perut, sampai gangguan penglihatan.

Beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin A, D, E, dan K yaitu:

Makanan mengandung vitamin A

Seperti yang diketahui bahwa vitamin A berperan penting dalam penglihatan. Bahkan, membantu Anda dan si kecil dalam melihat warna, mulai dari kuning yang paling terang sampai ungu yang sangat gelap. Vitamin A juga mampu melawan infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh balita.

Makanan yang mengandung vitamin A yaitu:

  • Buah dan sayuran berwarna orange (wortel, ubi, blewah)
  • Susu
  • Sayuran berdaun hijau tua (kangkung, seledri, bayam, sawi)

Sesuaikan semua menu di atas dengan kesukaan si kecil. Sajikan dengan porsi sedikit bila Anda ingin mengenalkan jenis makanan baru.

Makanan mengandung vitamin D

Vitamin D berperan penting dalam kekuatan tulang dan gigi termasuk untuk balita. Biasanya vitamin D berduet dengan mineral jenis kalsium untuk meningkatkan kekuatan tulang anak dan orang dewasa. Selain itu, vitamin D juga membuat kulit lebih cerah dan sehat.

Makanan yang mengandung vitamin D yaitu:

  • Susu 
  • Ikan
  • Kuning telur
  • Hati ayam dan sapi
  • Sereal

Makanan mengandung vitamin E

Setiap orang membutuhkan vitamin E, tidak hanya orang dewasa tetapi juga anak balita. Vitamin E berperan dalam menjaga agar tidak terjadi kerusakan sel. Berikut makanan yang kaya akan vitamin E

  • Gandum
  • Sayuran berdaun hijau
  • Minyak sayur (canola, zaitun, dan bunga matahari)
  • Kuning telur
  • Biji-bijian dan kacang-kacangan

Makanan mengandung vitamin K

Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah. Ketika asupannya tercukupi, pemulihannya saat kulit terluka berjalan lebih cepat. Vitamin K juga membantu dalam menghentikan perdarahan. Berikut makanan yang kaya vitamin K:

  • Sayuran berdaun hijau
  • Brokoli
  • Minyak kedelai
  • Produk olahan susu (keju dan yogurt)

Agar si kecil mau mengonsumsi berbagai makanan dan minuman sumber vitamin, kreasikan menu makannya setiap harinya. Dengan begitu, kebutuhan vitamin untuk balita bisa terpenuhi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Menambah Nafsu Makan, 3 Suplemen Ini Bisa Menaikkan Berat Badan

Selain mengatur porsi makanan, ternyata ada beberapa suplemen yang bisa digunakan sebagai penambah berat badan. Ini dia daftarnya!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 9 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Fungsi Vitamin D yang Bermanfaat Selama Puasa

Salah satu nutrisi yang baik selama menjalani sebulan penuh puasa adalah vitamin D. Mengapa? Seberapa penting vitamin D saat puasa.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hari Raya, Ramadan 30 April 2020 . Waktu baca 3 menit

10 Jenis Sayur dan Buah yang Bisa Jadi Sumber Vitamin C Saat Sahur

Kurangnya asupan makanan saat puasa membuat kebutuhan vitamin Anda tidak terpenuhi. Apa saja makanan atau minuman untuk memenuhi vitamin C saat sahur?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

osteoporosis

Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
vitamin d untuk menopause

5 Manfaat Vitamin D untuk Wanita Menopause yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit