5 Nutrisi Terpenting untuk Menjaga Kesehatan Anak Stunting

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/09/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Stunting merupakan hambatan pertumbuhan yang membuat anak memiliki tubuh pendek. Salah satu penyebabnya adalah kekurangan asupan nutrisi sejak janin berada dalam kandungan. Stunting memang bersifat permanen, tapi perbaikan nutrisi akan sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan anak yang mengalaminya.

Kebutuhan nutrisi bagi anak stunting

Semua jenis nutrisi pada dasarnya penting bagi anak-anak yang mengalami stunting. Namun, berikut adalah beberapa nutrisi yang memiliki pengaruh paling besar bagi kesehatan anak-anak tersebut:

1. Protein

diet tinggi protein, apakah baik?

Tubuh membutuhkan protein untuk beragam fungsi. Di antaranya membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk sistem kekebalan, menjadi bahan baku dari enzim dan hormon, serta menunjang pertumbuhan tulang, otot, dan organ-organ vital.

Protein adalah nutrisi yang amat penting untuk anak stunting. Pasalnya, anak stunting yang kekurangan protein tidak hanya terancam gagal tumbuh, tapi juga lebih mudah kehilangan massa otot, mengalami patah tulang, serta terkena penyakit infeksi.

2. Zat besi

Zat besi adalah mineral yang penting bagi pertumbuhan anak. Mineral ini berikatan dengan sel darah merah untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Dengan begitu, setiap organ dan jaringan tubuh bisa berkembang sesuai fungsinya.

Kekurangan zat besi dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan anemia. Jika tidak ditangani, anemia berkepanjangan bisa menghambat perkembangan mental. Hal ini akan tentu akan berpengaruh pada proses belajarnya di sekolah.

3. Zinc

anak pintar

Nutrisi lain yang tak kalah penting untuk anak stunting adalah zinc. Zinc diperlukan untuk kelangsungan pertumbuhan, pembentukan sel, perkembangan sel menjadi jaringan dan organ tertentu, serta melindungi anak dari penyakit infeksi. 

Kurangnya asupan zinc dapat memperparah kondisi anak yang stunting. Tak hanya pertumbuhannya yang terhambat, kekurangan zinc juga dapat membuat mereka mengalami gangguan kognitif, seperti kesulitan dalam belajar, gangguan memori, serta sulit untuk memusatkan perhatian.

4. Kalsium dan vitamin D

Fungsi utama kalsium dan vitamin D adalah menjaga kesehatan tulang. Kalsium adalah komponen utama tulang, sementara vitamin D membantu proses metabolisme kalsium. Selain itu, kalsium pun dibutuhkan untuk kesehatan sistem saraf, otot, dan jantung.

Kedua nutrisi ini amat penting untuk anak stunting karena manfaatnya begitu luas. Tanpa asupan kalsium yang memadai, anak stunting sangat berisiko mengalami masalah perkembangan tulang, kulit, kuku, serta gigi.

5. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Dengan adanya energi yang cukup, anak-anak stunting dapat beraktivitas secara leluasa sehingga otaknya terus terpancing untuk belajar dan berinteraksi dengan orang lain.

Tubuh mereka juga memerlukan energi untuk menjalani berbagai fungsi, termasuk menguraikan dan menyerap beragam nutrisi penting untuk pertumbuhan. Sebaliknya, kekurangan karbohidrat bisa mengganggu metabolisme dan membuat anak cepat lesu.

Setiap nutrisi memiliki peran tersendiri untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan anak stunting. Anak-anak stunting membutuhkan semua jenis nutrisi, tapi protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, dan zinc adalah lima nutrisi yang tak boleh dilewatkan.

Meski tidak lagi bisa menambah tinggi anak-anak stunting, beragam nutrisi ini dapat membantu perkembangan dari segi lainnya. Mencukupi kebutuhan kelima nutrisi tersebut juga akan membuat anak-anak stunting lebih sehat dan mampu melawan penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 26/04/2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 22/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 7 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 7 tahun, anak mengalami berbagai tahapan perkembangan, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 21/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 6 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 6 tahun, anak masih mengalami berbagai perkembangan. Apa saja perkembangannya? Sudahkah sesuai dengan si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 20/04/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tahap perkembangan anak 6-9 tahun

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 18 menit
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 8 menit
perkembangan psikologi anak

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 10 menit
cara mengajari anak menulis

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 8 menit