Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Bayi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/05/2020
Bagikan sekarang

Ketika usianya 6 bulan, biasanya bayi mulai bisa diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Pemberian MPASI sebaiknya sesuai dengan jadwal dan diberikan secara bertahap.

Namun jangan lupa karena dikatakan sebagai pendamping ASI, pemberian makanan bayi ini tentu harus tetap dilakukan bersamaan dengan ASI. Supaya pemberian makanan bisa lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, berikut informasi lengkap yang perlu orangtua pahami.

Kenapa MPASI diberikan di usia 6 bulan?

mpasi instan untuk bayi

Idealnya, sejak baru lahir sampai usia 6 bulan bayi sebaiknya ia mendapatkan ASI eksklusif. ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama usia 6 bulan pertama secara penuh.

Dengan kata lain, selama masa ASI eksklusif, bayi tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman lainnya. Asupan makanan dan minuman lain bisa termasuk air putih, air gula, susu formula, teh, maupun lainnya.

Nah, saat usia bayi sudah di atas 6 bulan, baru Anda boleh memberikannya aneka makanan dan minuman lain tetapi masih dengan rutin menyusui ASI.

Pemberian makanan dan minuman lain kepada bayi di atas usia 6 bulan bersamaan dengan menyusu ASI dinamakan makanan pendamping ASI (MPASI).

Hanya saja, pemberian ASI di atas usia 6 bulan bersamaan dengan makanan bayi tidak lagi dikatakan sebagai ASI eksklusif.

Namun jika memungkinkan, Anda masih bisa memberikan ASI sampai usia bayi genap dua tahun atau 24 bulan.

Ada alasan khusus mengapa pemberian ASI eksklusif hanya berlangsung selama 6 bulan dan harus diberikan bersama dengan makanan pendamping ASI setelahnya.

Hal ini karena setelah usia 6 bulan, kebutuhan gizi harian bayi mengalami peningkatan sehingga menyusu ASI saja tidak mampu memenuhinya.

Itu sebabnya, di usia 6 bulan dibutuhkan MPASI guna mencukupi kebutuhan harian bayi yang tidak dapat dipenuhi oleh ASI saja.

Selain itu, pemberian MPASI juga berfungsi untuk melatih kemampuan otot oromotor (otot-otot di mulut) dan kemampuan motorik bayi.

Terlebih, MPASI akan semakin membantu melatih kemampuan bayi untuk menerima makanan dengan beragam rasa dan tekstur.

Kenapa pemberian MPASI harus tepat waktu?

resep mpasi oatmeal

MPASI pertama bayi di usia 6 bulan ini seolah-olah menjadi masa transisi dari asupan yang awalnya hanya ASI sampai akhirnya sekarang menjadi makanan padat.

Di masa ini bayi juga dapat belajar sedikit demi sedikit sampai nantinya benar-benar terbiasa untuk makan makanan padat sehingga tidak susah makan nantinya.

Pemberian MPASI sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan zat gizi, kemampuan serta kesiapan organ tubuh bayi untuk menerima makanan tambahan.

Jika MPASI diberikan terlalu cepat atau lambat berisiko membawa efek yang kurang baik bagi kesehatan bayi.

Berikut dampak yang mungkin terjadi bila pemberian MPASI pertama terlalu cepat:

  • Motorik bayi belum siap, sehingga meningkatkan risiko tersedak.
  • Sistem pencernaan bayi belum siap, dapat timbul gangguan pencernaan.
  • Pemberian MPASI terlalu cepat merupakan faktor risiko alergi, eksim, dan obesitas.

Sementara itu, dampak yang mungkin terjadi bila pemberian MPASI pertama terlalu lambat, yaitu:

  • Gangguan pertumbuhan, dikarenakan asupan nutrisi dari ASI eksklusif tidak mencukupi kebutuhan harian bayi.
  • Penolakan terhadap MPASI, bayi menjadi picky eater karena tidak dibiasakan dengan MPASI.

Bagaimana strategi pemberian MPASI?

mempersiapkan makanan bayi

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada empat strategi penting yang harus para ibu pahami saat memberikan MPASI di usia 6 bulan.

Berikut beberapa strategi pemberian MPASI untuk bayi:

1. Tepat waktu

Mengulang hal sebelumnya, makanan pendamping ASI memang ada baiknya diberikan di waktu yang tepat alias tidak terlalu cepat atau lambat.

Dengan catatan, hal ini disesuaikan kembali dengan kondisi kesehatan si kecil. Pasalnya, dalam beberapa kasus tertentu, dokter bisa saja menyarankan Anda untuk memberikan makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan.

Hal ini khususnya terjadi bila berat badan bayi masih kurang dari rentang normalnya. Pemberian makanan pendamping ASI di usia 6 bulan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bayi yang tidak dapat dilengkapi hanya dari ASI.

2. Memadai

Anda mungkin pernah mendengar bahwa menu MPASI bayi terbagi menjadi dua, yakni menu tunggal dan menu campuran.

Menu tunggal adalah MPASI yang hanya terdiri dari satu macam sumber, seperti buah saja, lauk saja, atau sayur saja.

Sementara menu campuran adalah MPASI yang terdiri atas berbagai macam sumber, contohnya daging, telur, buah-buahan untuk bayi, keju untuk bayi, sayuran untuk bayi, dan lainnya.

Singkatnya, menu campuran merupakan gabungan dari berbagai sumber makanan dan menu tunggal hanya mencakup satu bahan.

Dalam hal ini, makanan pendamping ASI (MPASI) sebaiknya memenuhi kebutuhan energi, protein, mineral, dan vitamin untuk bayi.

Itulah mengapa menu campuran lebih direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

3. Aman dan higienis

Segala proses dalam menyimpanan makanan bayi, mengolah, hingga menyajikan MPASI sebaiknya dilakukan secara aman dan higienis.

Artinya, Anda sangat disarankan untuk menggunakan, cara, bahan, serta peralatan MPASI yang aman dan bersih.

4. Pemberiannya secara responsif

Sama halnya seperti pemberian ASI, MPASI yang Anda sajikan untuk si kecil juga sebaiknya mengikuti tanda bayi lapar dan kenyang.

Jadi, ada baiknya untuk memberikan makanan saat bayi sedang lapar dan hindari memaksanya makan ketika ia sudah kenyang.

Apa tanda-tanda bayi saya bisa mulai diberi MPASI?

makanan bayi 6 bulan, makanan pertama untuk bayi

Sebelum memberikan MPASI, Anda perlu tahu tanda-tanda kesiapan bayi untuk makan. Beberapa tanda ketika bayi siap untuk dikenalkan dengan makanan pendamping ASI adalah sebagai berikut:

  • Bayi dapat duduk dengan posisi leher tegak serta mengangkat kepalanya sendiri tanpa dibantu.
  • Bayi memperlihatkan ketertarikan dengan makanan, seperti berusaha meraih makanan yang ada di depannya.
  • Bayi menunjukkan kemampuan motorik yang baik, seperti mampu menggenggam dan memasukkan makanan atau mainan ke arah mulut.
  • Bayi condong ke depan dan membuka mulut jika tertarik pada makanan, serta ke belakang dan menutup mulut jika tidak tertarik pada makanan atau tidak lapar.
  • Bayi terlihat lebih lapar dan tetap menunjukkan tanda masih lapar walaupun sudah diberikan ASI.

Ketika si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda ini ibu bisa mulai memberinya MPASI.

Pemberian MPASI yang baik sesuai usia bayi

makanan bayi 7 bulan

Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), menjabarkan bahwa kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi lagi dari ASI saat usia bayi menginjak 6 bulan yakni energi dan zat besi.

Kebutuhan zat besi bayi dari rentang usia 0-5 bulan masih terpenuhi dengan baik berkat adanya cadangan selama kelahiran. Namun, cadangan tersebut sudah habis setelah usia bayi masuk 6 bulan.

Terlebih lagi karena asupan ASI tanpa pemberian makanan lain tidak lagi mampu guna memenuhi kebutuhan zat besi harian untuk bayi usia 6 bulan.

Maka itu, bayi perlu mendapat MPASI sebagai asupan hariannya selain ASI maupun susu formula bayi bila ia sudah tidak menyusu ASI.

Pemberian MPASI di setiap rentang usia bayi tidak selalu sama. Agar lebih mudah dalam mengolah dan menyajikan MPASI bagi si kecil, berikut aturan yang perlu ibu pahami menurut WHO:

MPASI usia 6 bulan

Berikut panduan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) 6 bulan:

Frekuensi dan porsi makan

Anda mungkin hanya perlu memberikan makanan 2-3 kali dalam sehari dengan porsi sekitar 2-3 sendok setiap kali makan.

Selain makanan utama tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menganjurkan pemberian selingan sekitar 1-2 kali sehari.

Ketika memberikan MPASI di usia 6 bulan ini diselingi dengan ASI, sebaiknya susui bayi sebelum Anda memberikan makanan padat.

Menyusu sebelum makan merupakan cara yang baik untuk membantu menjaga transisi pemberian ASI ke makanan padat.

Dengan begitu, bayi tetap mendapatkan ASI yang masih ia butuhkan bersamaan dengan makanan padatnya. Jika bayi diberi makan terlebih dahulu baru diberi ASI, dikhawatirkan kemampuan menerima ASI-nya akan lebih sedikit.

Tekstur makanan

Di masa awal perkenalan dari ASI eksklusif ke makanan pendamping ASI (MPASI), sangat dianjurkan untuk memberikan bayi tekstur makanan yang lunak dan lembut.

Maka itu, haluskan bahan makanan bayi sampai benar-benar bertekstur seperti bubur tumbuk (puree). Hal ini dikarenakan susunan gigi bayi belum sempurna dan sistem pencernaannya masih beradaptasi untuk menerima makanan padat.

Tekstur makanan yang bisa diberikan di usia bayi 6 yaitu dimulai dengan makanan yang ditumbuk (puree).

MPASI usia 7 bulan

Berikut panduan pemberian MPASI usia 7 bulan:

Frekuensi dan porsi makan

Anda bisa memberikan makanan sebanyak 2-3 kali per hari dengan tetap rutin memberikan ASI. Pemberian makanan tersebut juga bisa Anda sesuaikan dengan nafsu makan bayi.

Bahkan, sah-sah saja untuk menawarkan camilan untuk bayi sebanyak 1-2 kali sehari di sela-sela waktu makan MPASI utama bayi 7 bulan.

Jika sebelumnya bayi hanya diberikan sekitar 2-3 sendok makan MPASI per hari, kini Anda bisa menambahkan secara bertahap.

Siapkan porsi MPASI sekitar ½ mangkuk atau ½ gelas air mineral ukuran 250 mililiter (ml) untuk usia 7 bulan.

Tekstur makanan

Anda bisa mengolah makanan dengan tekstur halus tapi lebih kental ketimbang sebelumnya. Selain bertujuan untuk melatih kemampuan makan, perubahan tekstur ini juga akan membantu melatih keterampilan bayi 7 bulan untuk mengunyah makanan.

Anda tak perlu khawatir meskipun bayi belum tumbuh gigi. Tekstur makanan pendamping ASI yang kental tapi cukup halus akan tetap memudahkan bayi usia 7 bulan saat mengunyah dan melumatnya di dalam mulut.

MPASI usia 8 bulan

Berikut panduan pemberian MPASI usia 8 bulan:

Frekuensi dan porsi makan

Frekuensi pemberian makanan pendamping ASI di usia 8 bulan yakni sekitar 2-3 kali per hari. Sementara untuk porsi setiap kali makan MPASI, bayi biasanya mampu melahap sekitar 2-3 sendok makan hingga ½ mangkuk ukuran 250 mililiter (ml).

Biasanya, di usia ini si kecil sudah lebih terbiasa untuk makan camilan. Maka itu, Anda bisa tetap memberikannya sebanyak 1-2 kali makanan selingan setiap hari di antara waktu makan utamanya.

Tekstur makanan

Bayi biasanya sudah terbiasa makan MPASI tekstur lembut di usia ini. Anda bisa melanjutkan dengan memberikan makanan lumat yang memiliki tekstur agak tebal (mashed food).

MPASI usia 9 bulan

Berikut panduan pemberian MPASI usia 9 bulan:

Frekuensi dan porsi makan

Frekuensi pemberian MPASI di usia 9 bulan yakni sekitar 3-4 kali per hari. Di usia bayi 9-11 bulan ini Anda bisa memberikan porsi sekitar ½ mangkuk ukuran 250 ml.

Anda juga bisa memberikan camilan di antara waktu makan utamanya sekitar 1-2 kali sehari sesuai dengan keinginan bayi.

Tekstur makanan

Sementara untuk tekstur dan jenis makanannya, Anda dapat menyajikan beberapa pilihan meliputi makanan yang dicincang halus, cincang kasar, dan finger foods.

Finger foods adalah makanan yang dipotong kecil-kecil sehingga seukuran dengan jari bayi agar lebih mudah saat digenggam.

MPASI usia 10 bulan

Berikut panduan pemberian MPASI usia 10 bulan:

Frekuensi dan porsi makan

Frekuensi makan bayi usia 10 bulan yakni sekitar 3-4 kali setiap harinya. Selain makanan utama, Anda juga bisa rutin memberikan makanan selingan atau camilan untuk bayi 10 bulan sebanyak 1-2 kali.

Secara perlahan, Anda dianjurkan untuk meningkatkan jumlah MPASI bayi 10 bulan menjadi 250 mililiter (ml) atau sekitar setengah mangkuk.

Tekstur makanan

Anda boleh memberikan berbagai macam tekstur MPASI bayi di usia 10 bulan. Ini karena gigi bayi di usia 10 bulan sudah mulai tumbuh sehingga akan lebih melatihnya saat makan beragam tekstur makanan pendamping ASI.

Beragam makanan mulai dari yang dicincang halus (minced), dicincang kasar (chopped), maupun makanan yang mudah digenggam (finger food).

MPASI usia 11 bulan

Berikut panduan pemberian MPASI usia 11 bulan:

Frekuensi dan porsi makan

Porsi MPASI bayi di usia 11 bulan ini sekitar setengah mangkuk atau 250 mililiter (ml). Sementara untuk frekuensi atau jumlah makannya bisa Anda berikan sebanyak 3-4 kali dalam sehari.

Jika ternyata masih kurang, Anda bisa menambahkan pemberian makanan selingan atau camilan sebanyak 1-2 kali per hari.

Tekstur makanan

Tekstur makanan yang bisa Anda berikan untuk bayi 11 bulan yakni dicincang halus (minced), dicincang kasar (chopped), dan makanan yang mudah digenggam (finger food).

MPASI usia 12 bulan

Berikut panduan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) usia 12 bulan atau 1 tahun:

Frekuensi dan porsi makan

Frekuensi pemberian MPASI di usia bayi 12-23 bulan yakni sekitar 3-4 kali per hari. Porsi makan bayi di usia 12-23 bulan ini sudah bisa mencapai ¾ hingga 1 mangkuk penuh ukuran 250 ml. 

Masih sama seperti usia di bulan-bulan sebelumnya, camilan untuk bayi bisa Anda berikan sekitar 1-2 kali sehari tergantung dari keinginannya.

Tekstur makanan

Pada usia ini, bayi sudah bisa makan makanan keluarga maupun makanan yang dicincang dan dihaluskan bila perlu.

Aturan makanan pendamping ASI usia 12 bulan atau 1 tahun juga berlaku untuk bayi yang berusia di atas ini sampai sekitar 23 bulan. 

Aturan pemberian makanan pendamping ASI bayi

menu MPASI tunggal

Pemberian makanan bayi sebenarnya tidak susah. Beberapa pilihan MPASI untuk bayi menurut WHO yaitu:

  • Sayuran yang dihaluskan (puree), seperti wortel, ubi, kentang, brokoli.
  • Buah-buahan yang dihaluskan (puree), seperti apel, pir, mangga, atau pepaya yang sudah dimasak (dikukus), atau alpukat dan pisang yang ditumbuk.
  • Bubur yang terbuat dari nasi, tepung beras, atau tepung beras merah, dan bisa ditambahkan dengan ASI atau kaldu ayam maupun kaldu daging.
  • Sereal khusus bayi yang telah difortifikasi dengan zat besi.
  • Makanan sumber zat besi
  • Telur bisa mulai diberikan pada bayi meskipun belum berusia 1 tahun.

Tidak ada urutan tertentu mengenai jenis atau bahan makanan yang sebaiknya diberikan terlebih dahulu pada bayi.

Setelah bayi sudah menerima makanan tersebut dengan baik, Anda bisa memberikan makanan lainnya yang lebih bervariasi. 

Berbagai jenis makanan yang bisa Anda berikan selanjutnya seperti daging, ayam, ikan, telur, hati sapi, dan lainnya.

Bolehkah menambahkan gula, garam, dan MSG?

msg micin bikin lemot

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperbolehkan penambahan gula dan garam untuk meningkatkan kelezatan rasa MPASI bagi bayi.

Begitu pula dengan MSG atau micin untuk MPASI bayi sebenarnya sah-sah saja. Dengan catatan, penambahan gula, garam, dan MSG ke dalam makanan bayi masih dalam batas wajar dan tidak terlalu banyak.

Penting juga untuk diperhatikan, saat mengenalkan makanan pendamping ASI kepada bayi usahakan satu per satu. Hal ini bertujuan agar Anda lebih mudah menilai apabila bayi mengalami alergi karena satu atau beberapa jenis makanan tertentu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

Berat badan bayi ideal merupakan patokan utama terhadap kualitas perkembangan dari bayi. Berapa seharusnya berat badan bayi di satu tahun pertamanya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak April 2, 2020

5 Masalah Gizi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Serta Cara Penanganannya

Asupan gizi harian bayi kadang bisa tidak sesuai dengan kebutuhannya. Jika ini terjadi dalam waktu lama dapat berisiko menyebabkan masalah gizi pada bayi.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak April 1, 2020

Panduan Menerapkan Jadwal MPASI Usia 6-24 Bulan Beserta Aturannya

Sejak dini bayi sebaiknya punya jadwal MPASI yang teratur. Agar lebih optimal, ortu perlu tahu seperti apa jadwal makan yang tepat untuk bayi.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak April 1, 2020

Aneka Macam Resep Makanan Bayi yang Sehat dan Menggugah Selera

Menyajikan menu makanan bayi dalam masa MPASI sebenarnya tidak sulit. Berbekal resep ini, mari buat aneka makanan yang sehat dan lezat untuk bayi yuk, Bu!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak April 1, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

kebutuhan lemak untuk bayi

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang April 10, 2020
kebutuhan protein bayi

Memahami Kebutuhan Protein Bayi dan Pilihan Sumbernya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang April 9, 2020
menu makanan bayi 7 bulan

Agar Lebih Bervariasi, Begini Cara Membuat Menu Makanan Bayi 7 Bulan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang April 5, 2020
jadwal makan bayi di bawah 6 bulan

Ketika Sudah Mulai MPASI, Ini Jadwal Makan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang April 4, 2020