Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kaldu untuk MPASI, Mulai dari Bahan, Cara Membuat, Sampai Menyimpannya

Kaldu untuk MPASI, Mulai dari Bahan, Cara Membuat, Sampai Menyimpannya

Saat bayi sudah berusia 6 bulan, ia mulai masuk fase baru yaitu menyantap makanan pendamping ASI (MPASI). Dalam proses memasak MPASI, Anda membutuhkan kaldu untuk menambah rasa dan memenuhi kebutuhan gizi bayi. Apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan MPASI? Bagaimana cara membuat dan menyimpan kaldu untuk MPASI? Berikut penjelasannya.

Bahan untuk membuat kaldu MPASI

Dalam pembuatan kaldu untuk makanan pendamping ASI, bahan yang paling sering digunakan adalah tulang sapi, ayam, dan ikan.

Mengapa harus bagian tulang bukan dagingnya? Ini ulasannya.

Kandungan tulang sapi dan ayam

Penelitian yang ditulis dalam Journal of Osteoporosis, tulang sapi dan ayam kaya akan kalsium, magnesium, kalium, dan fosfor.

Berbagai mineral tersebut bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan tulang dan gigi bayi.

Ceker ayam termasuk bahan yang sering digunakan sebagai kaldu karena mengandung banyak tulang lunak.

Tulang tersebut mengandung kolagen yang membantu menguatkan dan memadatkan kesehatan tulang serta gigi bayi.

Kandungan tulang ikan sebagai kaldu untuk MPASI

Sementara itu, ikan juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan tulang sapi dan ayam.

Dalam jurnal Reviews in Fisheries Science and Aquaculture, tulang ikan mengandung iodine yang membantu meningkatkan kesehatan fungsi tiroid dan metabolisme bayi.

Semua bagian tubuh ikan, ayam, dan sapi mengandung protein kolagen yang sangat tinggi asam amino ketika sudah dimasak.

Cara membuat kaldu untuk MPASI

Membuat kaldu MPASI sangat simpel dan mudah dilakukan. Meski bahan utama pembuatan kaldu adalah tulang sapi, ayam, dan ikan, bukan berarti hanya memakai tulang-tulangan tersebut.

Anda bisa menambahkan sayuran dan berbagai rempah-rempah untuk menambah aroma dan cita rasa di dalam kaldu.

Berikut cara membuat kaldu untuk MPASI.

Bahan-bahan:

  • 1-2 liter air
  • Ayam utuh, tulangan sapi, ceker, atau ikan (sesuaikan dengan selera)
  • 2 buah wortel dipotong menjadi 3 bagian
  • 2 buah bawang bombay dibagi dua
  • 1 siung bawang putih sudah dimemarkan
  • 2 batang seledri
  • 3 lembar daun salam
  • 1 buah serai dimemarkan

Cara membuat:

  1. Cuci semua bahan untuk membuat kaldu MPASI.
  2. Masukkan seluruh bahan ke dalam panci dan tambahkan air.
  3. Panaskan dengan api besar sampai mendidih.
  4. Setelah mendidih, pakai api kecil dan masak kaldu selama 4-5 jam.
  5. Dalam proses memasak, buang sisa lemak yang mengambang.
  6. Setelah masak, saring kaldu sampai jernih.
  7. Kaldu siap dipakai.

Setelah memegang daging mentah pascamengolah kaldu, jangan lupa cuci tangan pakai sabun untuk mencegah penyebaran bakteri.

Saat ini memang sudah banyak kaldu instan untuk MPASI dalam bentuk bubuk yang dijual dipasaran. Kaldu bubuk memudahkan Anda dalam memasak.

Namun, tidak ada salahnya juga berkreasi dengan membuat kaldu untuk makanan pendamping ASI si kecil agar lebih terjamin kualitasnya.

Cara menyimpan kaldu untuk MPASI

Ada beberapa cara menyimpan MPASI dan kaldunya yang membuatnya tetap awet, berikut di antaranya.

1. Bagi kaldu menjadi satu porsi makan bayi

Setelah membuat kaldu dalam satu panci penuh, waktunya Anda menyimpan dan membaginya per porsi sesuai dengan jadwal makan bayi.

Pembagian kaldu per porsi makan bayi ini memudahkan Anda saat membuat menu makanan pendamping ASI untuk si kecil.

Ada dua cara yang bisa dilakukan, pertama menggunakan cetakan balok es (ice cube), kedua memakai plastik ziplock ukuran kecil untuk menghemat ruang

2. Tulis tanggal pembuatan

Setelah membagi kaldu dalam satu porsi makan bayi, tulis tanggal pembuatan kaldu dan tempelkan di permukaan plastik atau kotak balok es.

Menulis tanggal pembuatan membantu Anda dalam mengetahui masa aktif dari kaldu tersebut.

3. Simpan di dalam freezer kulkas

Setelah kaldu untuk MPASI dibagi per porsi, simpan di dalam freezer untuk membuatnya bertahan lebih lama.

Bila dalam keadaan beku, kaldu bisa bertahan 3-6 bulan. Namun, jika ditaruh di kulkas bawah biasanya hanya bertahan 3-4 hari.

Membuat kaldu untuk MPASI bayi tidak sesulit yang dibayangkan.

Untuk memudahkan, ibu bisa membuat kaldu setiap hari libur seperti sabtu atau minggu, agar tidak mengganggu kesibukan di hari kerja.

Meski sudah bisa makan, Anda tetap perlu menjaga keseimbangan pemberian ASI dan MPASI agar kebutuhan gizi bayi tetap terpenuhi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Publishing, H. (2021). What’s the scoop on bone soup? – Harvard Health. Retrieved 22 January 2021, from https://www.health.harvard.edu/healthy-eating/whats-the-scoop-on-bone-soup

Karpouzos, A., Diamantis, E., Farmaki, P., Savvanis, S., & Troupis, T. (2017). Nutritional Aspects of Bone Health and Fracture Healing. Journal Of Osteoporosis2017, 1-10. doi: 10.1155/2017/4218472

Nutritional Value of Fish: Lipids, Proteins, Vitamins, and Minerals. (2021). Reviews In Fisheries Science & Aquaculture. Retrieved from https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/23308249.2017.1399104

Singh, J., Noorbaloochi, S., MacDonald, R., & Maxwell, L. (2015). Chondroitin for osteoarthritis. Cochrane Database Of Systematic Reviews. doi: 10.1002/14651858.cd005614.pub2

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x