4 Langkah Cegah Stunting di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kebutuhan nutrisi si Kecil perlu menjadi prioritas utama. Ibu dan ayah harus mulai memperhatikan asupan nutrisi sejak si Kecil masih di dalam kandungan hingga dilahirkan. Salah satu alasannya adalah untuk mencegah stunting pada si Kecil.

Mengapa Mencegah Stunting Itu Penting?

Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, stunting pada si Kecil merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada si Kecil yakni tinggi badan si Kecil lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Oleh karena itu, penting untuk Ibu mencegah stunting pada si Kecil sejak dini.

Si Kecil dapat mengalami stunting dalam 1000 hari pertama kehidupan, hal ini berhubungan dengan berbagai faktor. Di antaranya seperti:

  • Status sosial ekonomi
  • Asupan makanan
  • Infeksi
  • Status gizi ibu
  • Defisiensi mikronutrien
  • Penyakit menular
  • Lingkungan

Seribu hari pertama kehidupan dihitung sejak si Kecil masih dalam kandungan. Artinya, mencegah stunting harus sudah dimulai semenjak Ibu mengandung.

Di Indonesia, ketika seorang si Kecil memiliki tinggi yang pendek, sebagian besar orang menyalahkan faktor genetik (keturunan). Padahal, faktor genetik hanya berpengaruh kecil pada pertumbuhan si Kecil.

Faktor yang lebih besar dalam mempengaruhi stunting pada si Kecil adalah faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting pada si Kecil merupakan kondisi kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah.

Seorang individu membutuhkan setidaknya 40 jenis nutrisi dalam jumlah yang berbeda untuk dapat menjaga pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatannya. Oleh karena itu, peran ASI sangat vital sebagai sumber makanan si Kecil, terutama saat baru dilahirkan.

si Kecil yang menderita stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif. Dampak stunting pada si Kecil tidak hanya pada segi kesehatan tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan.

Mencegah stunting pada si Kecil

Tentu hal pertama yang dibutuhkan adalah bagaimana Ibu sebagai orangtua dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil. Selain itu, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah stunting pada si Kecil.

Sebelum konsepsi/mengandung

Sebelum memasuki masa kehamilan, Ibu dapat mempertimbangkan untuk melakukan beberapa rekomendasi berikut ini:

  • Menganut gaya hidup sehat, termasuk rutin melakukan aktivitas fisik
  • Tidak mengonsumsi alkohol dan nikotin (merokok)
  • Mengontrol kondisi kesehatan kronis, seperti diabetes dan hipertensi
  • Melakukan tes screeningmerawat, dan mencegah infeksi penyakit
  • Mendapatkan semua imunisasi yang dibutuhkan
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang (sayur, buah, protein, ikan laut, dan lemak penting)
  • Menambah asupan nutrisi dari suplemen, seperti asam folat

Selama masa kehamilan

Memasuki masa kehamilan, kebutuhan nutrisi Ibu semakin bertambah. Namun, perlu ditekankan bahwa Ibu tidak perlu menambah porsi makan. Daripada jumlah makanan yang dikonsumsi, memperhatikan keseimbangan dalam setiap menu makan lebih penting dan merupakan salah satu langkah mencegah stunting pada si Kecil.

Beberapa nutrisi penting ini seringkali perlu perhatian lebih, di antaranya:

  • Zat besi, yodium, kalsium, zinc, magnesium
  • Vitamin A, B6, B12, C, D, E, termasuk asam folat
  • Asam lemak omega-3

Memasuki periode menyusui

Meski sudah dilahirkan, si Kecil masih bergantung pada Ibu untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Nutrisi yang dimaksud ini berasal dari ASI dan merupakan pilihan terbaik sebagai sumber makanan untuk mencegah stunting pada si Kecil. Pemberian ASI eksklusif bahkan sangat direkomendasikan selama enam bulan pertama.

Komposisi dari ASI dapat secara optimal diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan membantu si Kecil dengan cara:

  • Mendukung daya tahan tubuh dan menjaga si Kecil dari infeksi
  • Mendukung pertumbuhan saraf secara optimal
  • Menurunkan risiko obesitas dan penyakit berbahaya seperti diabetes seiring bertambahnya usia

Ibu juga tetap perlu rutin melakukan kunjungan pada dokter si Kecil untuk mendapatkan rekomendasi tambahan asupan nutrisi jika dibutuhkan. Susu formula mungkin diberikan pada si Kecil, tapi Ibu perlu teliti dalam menentukan pilihan.

Formula hidrolisat ekstensif merupakan salah satu jenis dari susu formula yang mungkin diberikan pada si Kecil sejak usia dibawah enam bulan. Tujuan pemberian formula jenis ini adalah agar nutrisi lebih mudah diserap karena protein telah dipecah menjadi bagian lebih kecil. Formula ini diharapkan dapat membantu si Kecil mencegah masalah pada sistem pencernaan seperti kolik dan konstipasi.

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI)

Memasuki usia enam bulan, biasanya kebutuhan nutrisi si Kecil sudah tidak dapat terpenuhi hanya dari ASI saja. Oleh karena itu, Ibu harus mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) memasuki usia ini. MPASI diberikan secara bertahap dari mulai jenis, jumlah, frekuensi maupun tekstur dan konsistensinya.

Masa peralihan ini yang berlangsung antara 6 sampai 23 bulan dan merupakan masa penting pertumbuhan si Kecil. Bila tidak diberi makanan atau MPASI yang tepat, baik kualitas maupun kuantitasnya, si Kecil dapat mengalami malnutrisi.

Ibu pasti mau kan si Kecil memiliki tinggi dan pertumbuhan optimal? Untuk itu, lakukan langkah untuk mencegah stunting pada si Kecil. Mencegah stunting merupakan salah satu cara untuk mendukung dan mendorong tumbuh kembang si Kecil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pedoman Penting Mencegah Stunting Sejak Saat Hamil

Satu dari tiga anak Indonesia bertubuh pendek karena stunting. Namun, ada banyak cara mencegah stunting yang bisa dilakukan oleh ibu sejak hamil.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Februari 2018 . Waktu baca 7 menit

Mengenal Stunting, Kondisi Tubuh Anak Pendek yang Ternyata Berbahaya

Banyak orangtua yang tak terlalu memedulikan tinggi anaknya. Padahal, stunting adalah permasalahan gizi yang banyak dialami oleh anak-anak di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 8 Oktober 2017 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor

Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
beda stunting dan pendek

Sama-sama Tidak Tinggi, Sebenarnya Apa Perbedaan Stunting dan Pendek?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
anak stunting

Yuk, Kenali Tanda-Tanda Anak Stunting Sejak Dini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2018 . Waktu baca 3 menit