5 Langkah Cermat Jaga Asupan Natrium Anak Agar Tidak Berlebihan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/11/2018
Bagikan sekarang

Hampir semua anak kecil suka camilan kemasan yang memiliki rasa yang gurih dan sedap. Namun, tahukah Anda berapa banyak kandungan natrium yang terdapat di dalam satu kemasan camilan itu? Kandungan natrium pada makanan kemasan ringan bisa jadi melebihi kebutuhan harian si kecil.

Jika dibiarkan, si kecil bisa mengalami berbagai masalah kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke ketika memasuki usia dewasa. Tak hanya dari camilan saja, ada banyak makanan sumber natrium yang tak Anda sadari berbahaya bagi si kecil.

Lalu, bagaimana ya memantau asupan natrium pada anak supaya tidak berlebihan?

Tips memantau kandungan natrium pada makanan anak

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika, diketahui bahwa ada lebih dari 2.100 anak usia 6 sampai 18 tahun mengonsumsi makanan yang mengandung natrium berlebihan. Faktanya, mereka rata-rata mengonsumsi 3.256 mg natrium setiap hari. Padahal takaran yang dianjurkan hanya 1.200 sampai 1.500 mg natrium per hari.

Untuk memantau kembali asupan natrium anak, perlu peran dari orangtua, yaitu memperhatikan kembali kandungan natrium pada makanan anak. Caranya mudah, ikuti beberapa langkahnya berikut ini.

1. Pilih makanan buatan sendiri

kebanyakan makan daging

Makanan kemasan atau olahan, cenderung mengandung natrium lebih tinggi. Untuk itu, membatasi makanan ini perlu Anda lakukan. Sosis, daging asap, nugget, abon, atau makanan lainnya yang sering Anda sajikan sebagai bekal atau menu makanan, bisa Anda ganti dengan daging buatan sendiri. Selain bisa mengurangi takaran garam, makanan buatan sendiri bebas dari pengawet.

Kemudian, jangan terlalu sering membeli makanan cepat saji (junk food) atau makan di luar rumah. Meski praktis, makanan gurih yang Anda pesan cenderung pasti mengandung banyak natrium. Jadi, atur kembali jadwal makan di luar rumah.

2. Baca label kemasan

makanan ringan

Makanan camilan kesukaan anak, seperti keripik kentang, keripik jagung, atau snack asin lainnya boleh dikonsumsi anak. Namun, sebelum membeli baca selalu label nutrisi pada kemasan. Cari tahu dan pilih mana yang lebih sedikit kandungan natriumnya.

Ingat membelinya jangan terlalu banyak. Apalagi sampai menyimpan persediaan camilan asin di kulkas. Anak tentu bisa makan camilan tersebut diam-diam. Jadi, jangan turuti kemauan anak untuk beli banyak camilan asin. Cukup beli satu atau dua bungkus saja, namun kombinasikan dengan camilan sehat lain, seperti yogurt, susu, puding, atau biskuit gandum.

3. Kurangi garam, tambahkan rempah-rempah

menjaga kesehatan otak

Keuntungan membuat makanan sendiri adalah racikan bumbu dan oenyedap bisa Anda takar sesuai keinginan. Untuk mengurangi asupan natrium pada makanan yang berlebihan, Anda tentu perlu mengurangi penggunaan garama pada masakan.

Jangan khawatir, meski garam dikurangi rasanya akan tetap sedap jika Anda menggunakan lebih banyak rempah, seperti bawang putih, bawang merah, lada, serai, daun jeruk, dan rempah lainnya.

4. Biasakan makan makanan rendah garam

agar anak mau makan

Menjalani diet rendah garam untuk memang perlu dibiasakan. Semakin cepat Anda menerapkan diet sehat ini, akan semakin baik hasilnya pada kesehatan tubuh anak. Terbiasa makan makanan rendah garam bisa menekan keinginan anak untuk makanan camilan asin atau makanan asin lainnya.

5. Konsultasi ahli gizi

Konsultasikan pada dokter lebih dulu sebelum Anda menerapkan diet rendah garam untuk si kecil. Kemudian, rutin cek kesehatan dan kecukupan gizi anak pada ahli gizi. Anda bisa tanyakan lebih jauh mengenai asupan nutrisi lainnya yang baik untuk anak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu manfaat dari nutrisi adalah untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Jika asupannya tidak mencukupi, berbagai gangguan kesehatan dapat terjadi.

Ditulis oleh: Roby Rizki

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

susu formula whey protein untuk anak

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
agar bab lancar dan tidak keras

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020