Berapa Kalori yang Harus Dipangkas Supaya Berat Badan Anak Obesitas Dapat Turun?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/01/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak gemuk tidak selalu menandakan ia tumbuh sehat. Bisa jadi anak malah memiliki obesitas, yaitu kelebihan berat badan. Anak dengan kondisi ini harus ditangani lebih dini, supaya tidak menimbulkan penyakit yang membahayakan kesehatannya di masa depan. Salah satunya dengan mengurangi asupan kalori anak per hari. Lantas, seberapa banyak kalori anak harus dikurangi supaya berat badan anak obesitas bisa turun? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Kapan si kecil dibilang obesitas?

Jika Anda menanyakan berapa berat badan yang ideal untuk anak, jawabannya pasti berbeda-beda. Berat badan anak yang ideal harus disesuaikan dengan tinggi badan dan usia anak. Untuk mengetahui berat badan anak yang ideal dan obesitas, perhatikan tabel di bawah ini:

Berdasarkan tabel di atas, Anda dapat mencocokkan berat badan anak yang nomal. Namun, Anda perlu menghitung indek masa tubuh atau BMI (Anda bisa mengeceknya di sini). Cara menghitung BMI adalah membagi berat badan anak dalam kilogram dengan tinggi badan anak dalam meter kuadrat.

Jika hasil perhitungan menunjukkan angka 23 sampai 24,9, maka anak Anda masuk dalam kategori gemuk. Sementara jika hasilnya menunjukkan angka di atas 30, si kecil masuk dalam kategori obesitas.

Lalu, seberapa banyak kalori yang harus dipangkas untuk anak obesitas?

Pada dasarnya, kelebihan berat badan terjadi karena kalori yang masuk digunakan lebih sedikit. Untuk itu, salah satu untuk mengatasi obesitas pada anak dilakukan dengan mengurangi asupan kalori per hari. Namun, pengurangan kalori tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, anak butuh makanan tinggi nutrisi sebagai penunjang pertumbuhannya.

Lalu, berapa banyak kalori yang perlu dikurangi supaya berat badan anak obesitas dapat menurun? Menghitung besarnya kalori yang harus dikurangi tidak mudah. Anda perlu menyesuaikan usia, berat badan, tinggi badan, dan kesehatan tubuh anak secara menyeluruh. Oleh karena itu, konsultasikan lebih lanjut pada dari dokter anak atau ahli gizi anak.

obesitas anak

Namun, patokan asupan kalori per hari anak, bisa Anda ikuti dari panduan Angka Kecukupan Gizi yang ditetapkan oleh Kemenkes RI lewat Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2013, berikut ini:

  • Usia 0-6 bulan: 550 Kkal per hari
  • Usia 7-11 bulan: 725 Kkal per hari
  • Usia 1-3 tahun: 1125 Kkal per hari
  • Usia 4-6 tahun: 1600 Kkal per hari
  • Usia 7-9 tahun: 1850 Kkal per hari

Jika usia anak sudah 10 tahun atau lebih, kebutuhan kalorinya akan dibedakan menurut jenis kelamin, antara lain:

Anak laki-laki

  • Usia 10-12 tahun: 2100 Kkal per hari
  • Usia 13-15 tahun: 2475 Kkal per hari
  • Usia 16-18 tahun: 2675 Kkal per hari

Anak perempuan

  • Usia 10-12 tahun: 2000 Kkal per hari
  • Usia 13-15 tahun: 2125 Kkal per hari
  • Usia 16-18 tahun: 2125 Kkal per hari

Cara lainnya supaya berat badan anak obesitas dapat turun

Selain mengatur kembali pola makan anak, langkah selanjutnya adalah menyeimbangkan dengan aktivitas fisik, seperti olahraga. Coba perhatikan kembali bagaimana aktivitas harian anak, apakah anak cenderung mager alias malas gerak atau aktif bergerak.

Ada beberapa langkah yang bisa Anda terapkan supaya anak jadi lebih aktif bergerak, seperti:

  • Mengajak untuk olahraga bersama, bermain bersama di taman, atau jalan bersama binatang peliharaan kesayangan bersama anak
  • Tidak melewatkan sarapan dan membatasi makanan camilan yang bisa mengandung kalori
  • Membatasi waktu anak main video game atau nonton tv di rumah
  • Perbanyak minum air putih dan hindari juga minuman ringan yang mengandung tinggi kalori.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

Hampir serupa dengan diet Atkins, diet south beach menekankan pola makan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan perbanyak protein.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 5 menit

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 14 menit

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan foto Adele yang terlihat langsing di akun Instagramnya. Nyatanya, penyanyi terkenal ini menjalani sirtfood diet.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Berita Luar Negeri, Berita 12/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
pembagian porsi makan

Seperti Apa Porsi Makan yang Tepat Agar Diet Cepat Berhasil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit