Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Kebanyakan anak, baik laki-laki maupun perempuan, sering tak kenal waktu dalam bermain video game. Kalau sudah asyik bermain di depan layar televisi atau komputer, anak bisa jadi lupa makan, mandi, atau mengerjakan tugas-tugas sekolahnya.

Bermain video game memang mengasyikkan dan bermanfaat. Anak bisa belajar banyak hal baru, misalnya mengatur strategi, mengambil keputusan, dan berkompetisi secara fair. Maka, sah-sah saja kalau anak Anda senang main video game. Namun, kelamaan main video game bisa memberikan dampak negatif pada anak.

Lalu, berapa lama waktu bermain video game yang ideal untuk anak?

Berapa lama anak boleh main video game?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan para ahli di Oxford University, Inggris, anak sebaiknya tidak main video game lebih dari satu jam setiap harinya. Banyak orang tua yang takut anaknya jadi tidak belajar karena terlalu sibuk main video game sehingga anak hanya boleh main di akhir pekan. Sebenarnya, hal ini tidak perlu selama Anda bisa tegas membatasi waktu bermain video game bagi anak.

Perhatikan juga apabila anak Anda sering menghabiskan waktu di balik layar komputer, smartphone, atau televisi. Mungkin saja ketika sudah selesai main game favoritnya di komputer, anak akan pindah dan bermain di smartphone-nya. Maka, menurut para spesialis anak di The American Academy of Pediatrics, orang tua sebaiknya membatasi waktu yang dihabiskan anak dengan alat-alat elektronik hingga tak lebih dari dua jam sehari.

Apa yang terjadi jika anak terlalu lama bermain video game?

Menurut penelitian dalam jurnal Pediatrics tahun 2013, bermain video game selama berjam-jam setiap hari justru tidak mendatangkan manfaat bagi anak. Terlalu lama main di depan layar televisi dan komputer berdampak buruk pada kondisi psikologis anak. Berbagai masalah yang banyak ditemui pada anak yang terlalu sering main video game adalah hiperaktivitas, gangguan konsentrasi dan atensi (perhatian), serta kesulitan membangun empati dengan orang-orang di sekitarnya.

Dalam beberapa kasus parah, anak yang tidak dibatasi waktu bermainnya bisa mengalami dehidrasi dan penggumpalan darah. Kalau terlalu sering main video game di rumah, anak pun jadi kurang beraktivitas fisik. Risikonya pun bermacam-macam, mulai dari sistem kekebalan tubuh melemah, obesitas, dan depresi.

Tips mengendalikan dan membatasi waktu bermain video game

Agar Anda bisa mengendalikan waktu bermain video game anak Anda, silakan contek berbagai tips jitu berikut ini tanpa harus galak atau kejam dalam mendisiplinkan anak.

1. Tegaskan pada anak sebelum mulai bermain

Sebelum anak menyalakan permainannya, mintalah anak untuk melihat jam berapa sekarang. Kemudian tegaskan bahwa satu jam dari sekarang ia harus sudah mematikannya. Dengan begitu, anak jadi tidak bisa beralasan, “Tapi aku baru main sebentar, kok!”

Anda juga sebaiknya jangan terpancing rengekan anak seperti, “Lima menit lagi, deh. Lagi tanggung banget ini.” Jika anak mengeluarkan senjata tersebut, balas dengan ucapan seperti, “Kamu bisa save dan main lagi besok. Ayo matikan sekarang.”

2. Jangan taruh komputer atau televisi di kamar anak

Untuk memudahkan Anda atau pengasuh anak memantau waktu bermain video game, jangan menyediakan komputer atau televisi di dalam kamar tidurnya. Anak bisa saja mencuri waktu bermain tanpa sepengetahuan Anda. Kalau anak bermain game lewat tablet, smartphone, atau konsol game portabel, mintalah anak untuk menyimpan dulu alat-alat tersebut selama ia tidur, makan, atau mengerjakan tugas-tugas sekolah.

3. Lakukan kegiatan yang menyenangkan setelah bermain video game

Hindari main video game sebelum belajar, mandi, atau mengerjakan tugas. Anak akan jadi makin enggan berhenti ketika waktu bermainnya habis. Pasalnya, setelah bermain game ia harus melakukan hal-hal yang dipersepsikan bersifat tidak menyenangkan. Maka, usahakan agar anak sudah menyelesaikan berbagai kewajibannya sebelum main.

Anda juga menyiasati kegiatannya dengan menawarkan alternatif yang menyenangkan setelah waktu bermainnya selesai. Misalnya, setelah satu jam main video game, ajak anak untuk bersepeda di sekitar rumah atau berolahraga di sore hari.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Teens and Video Games: How Much is Too Much? http://www.livescience.com/22281-teens-video-games-health-risks.html Diakses pada 24 Desember 2016.

Scientists Discover the Ideal Amount of Time Kids Should Spend Playing Video Games. http://www.huffingtonpost.com/2014/08/05/amount-time-video-games-kids_n_5651027.html Diakses pada 24 Desember 2016.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 07/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x