Walaupun Sehat, Seberapa Banyak Anak Boleh Makan Buah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Orangtua tentu merasa senang bila mengetahui bahwa anaknya suka makan buah-buahan yang kaya vitamin dan mineral. Memang buah bisa jadi sumber serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk si kecil, tapi ternyata porsinya juga tidak berlebihan, lho. Lantas, berapa banyak porsi buah yang harus anak makan dalam sehari? 

Anjuran porsi buah yang harus anak makan

Mengacu pada Departemen Kesehatan RI, anak-anak berusia 1-9 tahun membutuhkan asupan serat sebesar 16-26 gram setiap hari. Kebutuhan serat dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, terutama dari sayuran dan buah-buahan.

Nah, supaya memenuhi kebutuhan serat tersebut, anak-anak dalam rentang usia itu dalam sehari disarankan untuk makan buah dengan jumlah berikut:

  • 2-3 tahun: 175 gram buah, atau setara dengan 1 potong besar pepaya.
  • 4-8 tahun: 175-260 gram buah, atau setara dengan 2 buah jeruk.
  • 9-13 tahun: 260 gram buah, atau setara dengan 4 buah stroberi berukuran besar.

Berikan si kecil buah-buahan dengan warna, bentuk, dan tekstur yang bervariasi sesuai usia dan jenis yang disukainya. Buah-buahan ini dapat berbentuk segar, beku, jus, atau kalengan. Akan tetapi, konsumsi buah dalam bentuk segar lebih disarankan.

Bolehkah anak makan buah lebih dari yang dianjurkan?

Buah-buahan kaya akan sejenis gula alami yang disebut fruktosa. Gula inilah yang menyebabkan buah-buahan memiliki rasa manis. Mengingat banyaknya kandungan fruktosa pada gula, Anda mungkin bertanya-tanya apakah konsumsi buah-buahan yang berlebihan bisa membahayakan kesehatan anak Anda?

Ternyata, tidak demikian. Walaupun kaya akan fruktosa, buah-buahan mengandung lebih banyak kandungan serat dan air sehingga lebih cepat menimbulkan rasa kenyang. Karena alasan inilah, hampir mustahil bagi seseorang untuk mengonsumsi buah-buahan secara berlebihan dalam satu hari.

Sebagai gambaran, anak Anda akan cepat merasa kenyang setelah makan satu buah apel berukuran besar. Apel mengandung 23 gram gula, dengan 13 gram berbentuk fruktosa. Coba bandingkan dengan sekaleng minuman bersoda.

Minuman ini mengandung 52 gram gula, 30 gram diantaranya berbentuk frutosa tanpa diimbangi dengan kandungan nutrisi lain di dalamnya. Akibatnya anak tidak merasa kenyang hanya dengan minum soda. 

Asupan gula yang berlebihan memang berbahaya bagi kesehatan. Namun, gula yang dimaksud adalah gula berbentuk sukrosa atau sirup fruktosa yang terdapat pada pemanis tambahan. Sedangkan gula fruktosa yang terkandung dalam buah lebih aman dikonsumsi dalam jumlah banyak. 

Tips makan buah untuk mengoptimalkan kesehatan anak

Anda dapat membiarkan si kecil mencoba berbagai jenis buah tanpa perlu merasa cemas konsumsinya akan berlebihan. Cukup pastikan bahwa ia mengonsumsi buah-buahan segar melalui tips berikut:

  • Berikan si kecil buah-buahan dalam bentuk utuh, bukan jus. Jus buah memang praktis dan terasa lezat, tapi minuman ini mengandung gula tambahan yang tidak diperlukan.
  • Jika anak Anda ingin mengonsumsi jus buah, maka buatlah sendiri tanpa memberikan gula ataupun krimer kental manis.
  • Cucilah buah-buahan sebelum dikonsumsi untuk mencegah kontaminasi bakteri dan pestisida.
  • Awasi anak balita saat makan buah, terutama bila buah bertekstur keras karena dapat memicu tersedak.
  • Simpanlah berbagai macam buah di rumah agar anak Anda bisa menjadikannya sebagai camilan sehat.

Semua jenis buah mengandung nutrisi yang menyehatkan. Maka dari itu, variasi sangatlah penting. Kenalkan anak Anda pada berbagai macam buah-buahan agar ia tidak hanya makan satu jenis buah yang sama. Hal ini juga berguna untuk menghemat biaya karena beberapa jenis buah memiliki harga yang mahal di luar musimnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca