×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Bekal Sekolah Anak, Kok, Tidak Habis? Ini yang Harus Orangtua Lakukan

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Membawakan bekal ke sekolah untuk anak merupakan hal yang bermanfaat. Selain lebih hemat, membawa bekal ke sekolah juga dapat mencegah anak dari jajan sembarangan, yang kemudian membawa pengaruh positif kepada kesehatan anak. Tak hanya itu, membawa bekal sekolah juga melatih anak untuk terbiasa tidak jajan dan mengonsumsi makanan rumah yang disediakan oleh ibu. Namun, kadang selera makan anak naik-turun. Bekalnya pun tidak dihabiskan. Lalu, apa yang mesti ibu lakukan jika bekal sekolah anak tidak habis?

Yuk, cari tahu alasan bekal sekolah anak tidak habis

Anak pasti memiliki alasan tersendiri mengapa ia tidak menghabiskan bekalnya. Sebaiknya tanya langsung ke anak. Bisa jadi bekal anak tidak habis karena anak tidak punya waktu banyak untuk makan.

Atau pada jam istirahat si kecil lebih suka bermain bersama teman-temannya, sehingga sampai lupa untuk menyisihkan sedikit waktunya untuk makan bekal.

Alasan lainnya adalah anak tidak selera makan, kurang suka dengan makanan yang dibawa, porsi makanan kebanyakan, dan lainnya. Jika Anda sudah mengetahui alasan anak, Anda kemudian bisa berpikir bagaimana caranya agar anak mau menghabiskan bekalnya.

Kalau anak tidak menjawab langsung mengapa ia tidak menghabiskan bekalnya, Anda bisa mencari tahu sendiri dengan melakukan berbagai percobaan. Misalnya kurangi porsi bekal anak, bawakan bekal yang anak suka, bentuk bekal menjadi lebih menarik, dan sebagainya.

Siasat jitu agar anak menghabiskan bekal sekolahnya

Ini dia beberapa strategi yang bisa orangtua terapkan agar bekal sekolah si buah hati selalu habis setiap hari. 

1. Libatkan anak dalam merencanakan bekalnya

Sebelum membawakan bekal, Anda bisa menanyakan dulu kepada si kecil, “Hari ini mau bawa bekal apa?”. Dengan begitu, anak lebih semangat dan berselera untuk menghabiskan bekalnya di sekolah. Pasalnya, ia sudah tahu bahwa bekalnya adalah makanan yang ia mau dan suka. Namun, jangan lupa selipkan menu yang ada sayur dan buahnya.

2. Bawakan bekal yang mudah dimakan

Terkadang, ada anak yang malas makan bekalnya karena susah dimakan. Contohnya kalau ayamnya masih ada tulangnya, daging keras dipotong, dan sebagainya. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa membawakan bekal yang mudah dimakan anak. Seperti ayam atau daging sudah dalam bentuk suwir, buah sudah dipotong, dan lainnya.

Jangan lupa, pastikan juga kotak bekal sekolah si kecil mudah dibuka dan dikemas lagi setelah ia selesai makan.

3. Sediakan makanan yang disukai anak

Hal ini dapat membantu meningkatkan selera makan anak, sehingga anak mau menghabiskan bekalnya sampai tuntas. Membawakan bekal makanan yang anak tidak suka cenderung membuat anak tidak akan memakan bekalnya.

4. Hias bekal sekolah anak jadi lebih menarik

Ada anak yang mungkin malu saat dirinya membawa bekal sementara teman-temannya yang lain tidak. Hal ini membuatnya menutup bekalnya dan memilih untuk jajan di luar bersama teman-temannya.

Untuk mencegah hal ini, ibu bisa membentuk dan menghias bekalnya semenarik mungkin. Anak pun jadi lebih tertarik untuk membuka dan memakan bekalnya. Siapa tahu setelah melihat bekal si kecil yang unuk, teman-temannya justru jadi ingin bawa bekal juga ke sekolah.

5. Apakah porsi bekal sekolah anak sudah pas?

Jangan-jangan alasan anak tidak menghabiskan bekalnya adalah karena porsinya yang terlalu besar sehingga ia tidak sanggup menghabiskannya. Untuk itu, sebaiknya Anda perhatikan seberapa banyak porsi anak saat ia makan.

Anak umumnya mempunyai porsi makan yang lebih sedikit dibandingkan orang dewasa. Sehingga saat Anda menyiapkan bekal untuk anak, porsinya tidak bisa disamakan dengan orang dewasa.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We’re excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca