backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Baiknya Dihindari, Ini 11 Contoh Jajanan Tidak Sehat untuk Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 25/07/2023

Baiknya Dihindari, Ini 11 Contoh Jajanan Tidak Sehat untuk Anak

Sudah menjadi hal yang normal jika anak-anak suka jajan makanan di luar. Namun sebagai orangtua, Anda harus bisa memilih jajanan sehat untuk anak dan membatasi atau bahkan menghindari yang tidak sehat. Ketahui jajanan apa saja yang tidak sehat untuk anak di bawah ini.

Ciri-ciri jajanan tidak sehat untuk anak

bahaya jajanan, jajanan anak sekolah

Jajanan yang tidak sehat untuk anak dapat dikenali dari beberapa ciri-ciri yang terdapat pada makanan ataupun minuman tersebut. Berikut di antaranya.

1. Berwarna mencolok

Makanan dengan warna yang terlalu mencolok bisa menandakan adanya kandungan pewarna yang berbahaya.

Biasanya, warna yang mencolok ini berasal dari pewarna makanan sintetis yang beberapa di antaranya tidak aman untuk dikonsumsi.

Misalnya pewarna Yellow 5 dan Yellow 6 yang diketahui mengandung senyawa karsinogen yang melebihi batas aman, berdasarkan studi oleh US Food and Drug Administration (FDA) dan pemerintah Kanada.

Bahkan ada juga makanan yang menggunakan pewarna tekstil, seperti Rhodamin B dan metanil yellow, yang disebut dapat menyebabkan iritasi mata, kerusakan hati, hingga kanker.

2. Memiliki rasa yang tajam, seperti terlalu asin, manis, atau asam

Perasa buatan sering digunakan untuk membuat rasa makanan menjadi lebih kuat.

Ini terutama dalam jajanan yang biasanya dimakan untuk dinikmati rasanya, bukan untuk mengenyangkan perut.

Padahal, banyak perasa buatan makanan yang mengandung bahan-bahan yang tidak sehat untuk tubuh.

Studi menunjukan pemanis buatan, seperti aspartam, acesulfame potassium, dan sucralose, diduga bisa meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan gangguan pembuluh darah lainnya.

3. Mempunyai aroma yang tidak enak

Selain membuat makanan terlihat menarik, pewarna sintetis juga sering digunakan untuk menutupi warna makanan yang kerap berubah dari hasil pengolahan dan penyimpanan.

Dengan begitu, makanan yang mungkin sudah tidak layak makan bisa tetap terlihat segar dan menarik.

Untuk menghindari makanan buruk tersebut, Anda bisa mengenalinya dari aromanya, seperti bau tengik atau asam.

Pewarna sintetis bisa mengubah warna makanan, tetapi umumnya tidak bisa mengubah aroma asli makanan.

4. Memiliki tekstur yang terlalu kenyal

Makanan yang terlalu kenyal bisa dicurigai mengandung asam borat (boraks).

Untuk membuat makanan, bahan ini sering disalahgunakan sebagai pengeras, pengenyal, dan juga pengawet.

Padahal, boraks merupakan zat berbahaya dan bersifat racun bila tertelan. Zat ini diketahui bisa menimbulkan kerusakan pada susunan saraf pusat, hati, dan ginjal.

Tahukah Anda?

Jajanan tidak sehat untuk anak identik dengan makanan cepat saji (junk food). Sayangnya, dilansir dari Healthy WA, sebanyak 41% asupan kalori anak berasal dari junk food. Padahal, makan terlalu banyak junk food bisa memicu gangguan kesehatan yang serius, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi setiap hari.

Contoh jajanan tidak sehat untuk anak

anak suka junk food

Untuk lebih memahami apa saja jajanan tidak sehat untuk anak, berikut beberapa contoh makanannya.

1. Jeli buah

Meski memiliki rasa buah-buahan, sebagian besar jeli jenis ini tidak mengandung buah asli sebagai perasa, melainkan menggunakan perisa buatan.

Sayangnya, perisa buatan mengandung kadar gula yang tinggi, tetapi tidak menambah nutrisi apa pun. Ini membuat makan makanan manis ini tidak menyehatkan.

Meski ada juga jeli yang diklaim mengandung buah asli, tetapi biasanya hanya mengandung bubur buah, bukan buah asli.

2. Jus buah

Banyak anak-anak yang menyukai jus buah. Namun faktanya, jus buah termasuk salah satu jenis jajanan yang tidak sehat untuk anak.

The American Academy of Pediatrics tidak menyarankan untuk memberikan jus buah kepada anak berusia kurang dari 1 tahun.

Ini karena jus buah tidak menambah asupan nutrisi apa pun serta mengandung kadar gula yang tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, jus buah bisa meningkatkan risiko gigi berlubang, obesitas, hingga gizi buruk.

3. Sereal

Sereal umumnya dipasarkan sebagai makanan sarapan untuk anak-anak dengan warna, rasa, dan bentuk yang unik agar lebih menarik.

Meski demikian, sereal termasuk jenis makanan atau jajanan yang tidak sehat untuk anak balita karena mengandung kadar gula yang tinggi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, sarapan dengan sereal tinggi gula tidak menambah asupan nutrisi apa pun untuk anak Anda.

4. Sosis

Sosis dan makanan olahan daging lainnya termasuk makanan yang tidak sehat untuk anak.

Namun sayangnya, sosis kini semakin sering dikonsumsi oleh anak-anak, baik sebagai jajanan atau camilan maupun lauk pendamping nasi.

Padahal, berdasarkan World Cancer Research Fund International, makanan olahan daging, seperti sosis, bisa meningkatkan risiko kanker.

5. Mie instan

Mie instan diketahui mengandung MSG atau penyedap rasa yang tidak sehat untuk dikonsumsi oleh anak.

Penyedap rasa dalam mie instan mengandung kadar natrium yang tinggi. Bahkan kadar dalam satu porsinya disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan asupan natrium harian si Kecil.

Selain itu, mie instan dilapisi zat kimia dan pengawet untuk membuatnya tahan lama, sedangkan kandungan nutrisi di dalamnya sangat rendah.

6. Yoghurt rasa

Yoghurt sebenarnya merupakan makanan yang sehat jika terbuat dari bahan-bahan alami.

Namun jika sudah ditambah dengan perisa untuk menambah rasa, yoghurt bisa menjadi minuman yang tidak sehat karena mengandung kadar gula yang tinggi dan zat kimia buatan.

Menurut suatu studi, yoghurt rasa termasuk jajanan yang tidak sehat untuk anak. Bahkan, yoghurt diketahui bisa memicu hiperaktif dan gangguan perilaku pada anak.

7. Popcorn instan

Popcorn instan memang mudah dibuat dibandingkan dengan membuat popcorn sendiri dari biji jagung.

Namun demikian, perlu diketahui bahwa bungkus popcorn yang digunakan sebagai wadah untuk memanaskan dan mematangkan popcorn mengandung zat kimia, seperti fluorinated.

Zat kimia ini bisa menghasilkan komponen berbahaya saat dipanaskan. Ini membuat popcorn yang terkandung di dalamnya menjadi tidak sehat.

8. Kentang goreng

Kentang goreng diketahui sebagai jenis makanan yang paling sering dikonsumsi oleh anak balita.

Sayangnya, kentang goreng yang dijual di restoran cepat saji termasuk jajanan yang tidak sehat untuk anak karena mengandung kadar garam yang tinggi.

Agar lebih sehat, Anda bisa membuat kentang goreng sendiri di rumah dengan bumbu atau garam yang lebih sedikit untuk anak Anda.

9. Keripik kentang

Selain kentang goreng, keripik kentang juga menjadi jenis jajanan dari kentang yang tidak sehat untuk anak.

Keripik kentang mengandung kadar lemak jenuh dan natrium yang tinggi.

Meski terlihat lezat, Anda harus bisa membatasi konsumsi keripik kentang untuk anak.

10. Pizza

Pizza termasuk makanan yang tidak sehat untuk anak-anak.

Saat makan pizza, anak akan mengonsumsi lebih banyak kalori, garam, dan lemak jenuh dari jumlah asupan harian yang disarankan.

Ini sama seperti saat anak mengonsumsi makanan cepat saji lainnya.

11. Permen

Permen keras, seperti lolipop, lebih sulit untuk dicerna. Ini bisa membuat anak lebih rentan tersedak.

Bukan hanya itu, permen juga mengandung kadar gula yang tinggi serta perasa buatan yang tidak disarankan untuk anak-anak.

Saat menempel di gigi, permen juga bisa menyebabkan kerusakan pada gigi anak. Makanya, permen termasuk jajanan yang tidak sehat untuk anak.

Setelah mengetahui makanan apa saja yang tidak sehat untuk anak, Anda bisa melarang atau membatasi anak membeli jajanan tersebut.

Dengan begitu, kesehatan anak bisa lebih terjaga serta penyakit atau gangguan medis yang tidak diinginkan pada anak bisa terhindar.

Jika setelah makan jajanan tertentu anak mengalami sakit, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapat pengobatan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 25/07/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan