Apa yang Terjadi Jika Anak Sering Makan Mie Instan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selain mudah didapat, mudah disajikan, dan rasanya enak, mie instan menjadi salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Sayangnya, mie instan dikategorikan sebagai makanan tidak sehat karena banyak mengandung garam, pengawet, hingga pewarna. Bahan-bahan ini disebut-sebut dapat memberi efek buruk pada kesehatan, tetapi apakah efek yang sama juga dapat terjadi pada anak-anak?

Zat aditif dapat membuat anak lebih hiperaktif

Makanan instan merupakan salah satu jenis makanan yang mengandung berbagai macam zat aditif mulai dari pengawet hingga pewarna. Suatu penelitian di Inggris menemukan bahwa menghilangkan zat aditif (pengawet dan pewarna) dari makanan sekelompok anak usia 3 tahun dapat mengurangi tingkat hiperaktivitas anak. Orangtua melaporkan anaknya menjadi tidak terlalu hiperaktif, berbeda ketika makanan berpengawet disertakan kembali dalam makanan anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa jika tadinya terdapat 15% anak yang memiliki masalah terkait tingkah laku hiperaktif, menghilangkan zat aditif pada makanan akan mengurangi prevalensinya hingga sebesar 6%.

Konsep pola makan untuk mengurangi masalah perilaku pada anak mulai terkenal setelah pada tahun 1970, seorang ahli alergi Benjamin Feingold, MD, memperkenalkan diet yang membatasi lebih dari 300 jenis zat aditif untuk mengobati hiperaktivitas. Sejak itu penelitian terkait efek zat aditif dan perilaku terus dikembangkan.

Mie instan biasanya tinggi lemak lemak

Mie instan dan makanan instan lainnya biasanya tinggi akan lemak, terutama lemak jenuh. Anak sebenarnya membutuhkan lemak. Lemak berfungsi untuk membentuk jaringan saraf serta hormon. Tubuh juga membutuhkan lemak sebagai cadangan energi. Lemak pada makanan berfungsi untuk memberi rasa dan tekstur, tetapi lemak juga tinggi akan kalori. Jumlah lemak yang berlebih akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan peningkatan kadar lemak jahat dalam darah.

Anak-anak bukannya tidak mungkin memiliki kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi pada anak terutama dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang berhubungan dengan jantung di kemudian hari. Terlalu banyak kolesterol dapat menghambat aliran darah yang menuju ke jantung, sehingga kemudian menyebabkan jantung tidak mendapatkan cukup darah yang kaya akan oksigen. Penumpukan kolesterol ini tidak terjadi dalam waktu singkat. Sehingga jika sejak kecil anak sudah memiliki kadar kolesterol yang tinggi, bukan tidak mungkin serangan jantung dan stroke dapat terjadi pada usia relatif muda nantinya.

Anak-anak juga dapat mengalami hipertensi

Salah satu bahaya mie instan yaitu memiliki kadar garam yang relatif tinggi. Cobalah Anda periksa berapa persen kadar natrium atau sodium yang terdapat pada satu bungkus mie instan. Jika jumlah tersebut sudah cukup besar untuk orang dewasa, maka bagi anak jumlah tersebut bisa jadi melebihi kebutuhan natrium dan sodium dalam sehari. Menurut Center for Disease Control and Prevention, 1 dari 6 anak yang berusia 8 hingga 17 tahun memiliki tekanan darah yang tinggi. Meskipun efeknya tidak segera terlihat, tetapi tekanan darah yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Garam bekerja dengan cara membuat tubuh menahan air keluar dari tubuh. Kelebihan air ini kemudian mengakibatkan tekanan darah tinggi dan menimbulkan stres pada ginjal, pembuluh arteri, jantung, hingga otak. Terlalu banyak konsumsi garam dapat menyebabkan tegangan pada pembuluh arteri. Untuk mengatasi tegangan ini, otot-otot dalam pembuluh arteri kemudian akan menjadi lebih kuat dan lebih tebal. Hal tersebut menyebabkan ruang di dalam arteri semakin sempit dan berefek pada semakin meningkatnya tekanan darah.

Proses ini dapat terjadi selama bertahun-tahun hingga kemudian pembuluh arteri tidak sanggup mengatasi situasi tersebut, dan berujung pada pecahnya pembuluh darah atau terhambatnya aliran darah karena semakin sempitnya ukuran arteri. Jika hal ini terjadi, organ yang menerima darah dari pembuluh yang bermasalah tersebut akan kekurangan oksigen dan zat gizi yang diperlukan sehingga dapat menyebabkan kerusakan atau kegagalan kerja organ.

Bagaimana jika anak terpaksa makan mie instan?

Jika anak tidak memiliki pilihan makanan lain selain mie instan, siasati bahaya mie instan dengan menyertakan sayur-sayuran dan lauk lain dalam porsi makannya. Kurangi porsi mie instan yang disajikan, misalnya hanya setengah bungkus saja dan kombinasikan dengan sayuran yang direbus. Jangan terlalu sering memberi anak makan mie instan maupun makanan instan lainnya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

    Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Parenting, Nutrisi Anak 05/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

    Salah satu jenis protein yang juga ternyata dibutuhkan untuk pertumbuhan anak adalah whey protein. Apa saja manfaatnya dan apa saja sumber makanannya?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Parenting, Nutrisi Anak 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    protein susu soya

    Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
    nutrisi untuk anak aktif

    Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit