9 Hal untuk Diingat Saat Memberi Jus Pada Anak Anda

Oleh

Saat Anda berencana memasukkan jus ke dalam pola makan anak Anda, kami menyarankan pendekatan berikut:

  1. Pastikan itu merupakan jus buah asli. Minuman buah yang bukan 100% sari buah biasanya mengandung gula dan/atau pemanis tambahan yang dapat meningkatkan karang gigi dan kalori.
  2. Jangan mengenalkan anak ke jus hingga usia satu tahun dan jangan menyediakannya dalam botol.
  3. Hindari memperbolehkan anak Anda meminum jus (atau cairan yang mengandung gula lainnya) dalam jangka waktu yang lama. Entah menggunakan botol, gelas balita, atau gelas biasa, karena memaparkan gigi terlalu lama pada cairan bergula dapat menyebabkan pembusukan gigi yang serius.
  4. Pertimbangkan untuk mengencerkan jus dengan air.
  5. Dorong anak Anda untuk memakan buah-buahan segar utuh setiap saat tersedia.
  6. Kapanpun memungkinkan, sediakan jus dengan bulir (pulp) untuk serat tambahan.
  7. Pastikan jus tidak menghilangkan ketertarikan anak Anda pada susu dan air.
  8. Beli hanya produk yang sudah dipasteurisasi (jus yang dapat ditaruh di rak, konsetrat beku, atau jus di pendingin yang sudah ditandai ) untuk menghindari infeksi yang menyebabkan diare.
  9. Ketahuilah bahwa baik untuk memberikan jus dalam batasan usia yang sesuai (jangan beri jus pada anak di bawah usia 6 bulan, dan tidak lebih dari 120-180 ml sehari untuk balita dan anak-anak)
  10. Perhatikan tanda-tanda konsumsi jus berlebih seperti pembusukan gigi dan “diare balita”. Anak-anak yang cenderung mengonsumsi jus berlebihan berisiko untuk mengalami pembusukan  gigi yang baru tumbuh karena meminum jus dalam jangka waktu yang lama, dan anak-anak diantara usia 2-3 tahun cenderung memiliki konsumsi jus yang paling tinggi. Pada beberapa kasus bahkan mengakibatkan diare yang berkepanjangan.

Yang juga perlu Anda baca