Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Coba di Rumah, Ini 6 Cara Jitu Mencegah Sembelit pada Anak

Coba di Rumah, Ini 6 Cara Jitu Mencegah Sembelit pada Anak

Orangtua perlu mencegah sembelit atau konstipasi pada anak karena kondisi ini sering membuatnya tidak nyaman. Anak rentan mengalami sembelit karena tidak cukup makan serat atau minum air. Selain konsumsi serat dan air, cari tahu juga cara tepat mencegah sembelit pada anak.

Berbagai cara mencegah sembelit pada anak

IBS pada anak

Meski terkesan sepele, gejala sembelit lama-lama dapat mengganggu aktivitas harian anak. Salah satu penyebab sembelit pada anak adalah kebiasaan pilih-pilih makanan.

Anak kecil cenderung menghindari makan buah dan sayuran sehingga lebih memilih makanan yang tinggi lemak seperti fast food.

Padahal, serat dari buah dan sayuran itu penting untuk melunakkan sisa makanan agar nanti menjadi feses yang mudah anak keluarkan.

Sebaliknya, lemak jenuh dan protein lebih sulit dicerna oleh usus sehingga malah semakin menumpuk lebih lama dalam perut.

Ada banyak cara sederhana yang bisa orangtua lakukan untuk mencegah sembelit pada anak di rumah.

Pencegahan tersebut bisa mulai dari perubahan pola makan sampai menerapkan kebiasaan harian yang baik.

Agar lebih jelas, berikut beberapa cara untuk mencegah sembelit pada anak.

1. Membiasakan anak makan serat

Salah satu cara yang cukup ampuh cegah sembelit adalah menyediakan lebih banyak menu makanan yang kaya serat, seperti sayur dan buah-buahan segar.

Mengutip dari Kids Health, tubuh lebih cepat mencerna serat lebih sehingga usus anak tidak perlu bekerja terlalu keras saat mengejan.

Ayah dan ibu bisa memenuhi asupan serat anak dari beragam jenis sayuran berwarna hijau tua, seperti bayam dan brokoli.

Sediakan juga buah untuknya sebagai makanan pencuci mulut atau camilan, seperti potongan buah naga, apel, atau pir.

Bila anak bosan dengan bentuk buah, ayah dan ibu bisa membuatkannya jus buah, agar kebutuhan cairannya juga meningkat.

2. Mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri baik (probiotik)

Langkah selanjutnya untuk mencegah anak sembelit adalah menjaga jumlah bakteri dalam usus agar tetap seimbang.

Bakteri baik ini penting untuk membantu usus memproduksi asam lemak dan asam laktat yang mempermudah pergerakan sisa makanan agar tubuh lebih mudah membuangnya.

Makanan yang mengandung bakteri baik (makanan probiotik), misalnya tempe dan yoghurt, bisa menjadi cara mencegah sembelit pada anak.

probiotik untuk ibu hamil

3. Minum lebih banyak air

Selain memilih makanan yang tepat, orangtua juga bisa mencegah sembelit pada anak dengan memenuhi kebutuhan cairan.

Air membantu serat bekerja lebih cepat untuk melunakkan feses yang mengeras sehingga ampuh untuk mencegah si kecil sembelit.

Berdasarkan angka kecukupan gizi, rata-rata anak kecil butuh asupan air minimal 10–15 persen dari berat badannya.

Artinya jika berat badan anak 10 kilogram, ia harus mendapatkan asupan cairan paling sedikit 1-1,5 liter per hari.

Asupan air tidak melulu harus dari air putih, ayah dan ibu bisa juga memberikannya sayur atau buah potong yang mengandung banyak air, seperti semangka

Namun, hindari minuman yang berperisa dan berwarna karena dapat memperburuk sembelit anak.

4. Toilet training

Apabila anak sudah bisa berkomunikasi, ajarkan toilet training sedini mungkin.

Ini merupakan cara mencegah sembelit pada anak yang sering kali menahan BAB.

Minta si kecil untuk memberi tahu apabila perutnya terasa sakit dan ingin buang air besar sehingga bisa segera dibawa ke toilet.

Biasanya, sensasi ingin BAB akan datang setelah anak makan besar, seperti setelah sarapan, makan siang, atau makan malam.

Saat anak sudah mencoba buang air besar, hindari membuat anak buru-buru agar cepat selesai.

Ciptakan suasana yang tenang dan nyaman sehingga mendukung keinginannya untuk buang air besar.

5. Ajak anak untuk olahraga

Selain memperbaiki pola makan, ayah dan ibu juga perlu meningkatkan aktivitas fisik anak untuk mencegah sembelit.

Pasalnya, aktivitas fisik mendukung usus bergerak normal sehingga pencernaan anak terjaga dengan baik.

Tidak perlu olahraga yang sulit, ayah dan ibu bisa mengajak si kecil untuk jalan santai, bersepeda, berenang, atau permainan sederhana, seperti lempar tangkap bola.

6. Rutin periksa ke dokter

Apabila anak sembelit dengan gejala lain, sebaiknya segera periksakan lebih lanjut ke dokter.

Ini adalah cara agar dapat mengetahui adanya kemungkinan penyakit tertentu beserta rencana pengobatannya.

Anda juga perlu memantau perkembangan dan pertumbuhan si kecil setiap saat agar dapat mendeteksi masalah sejak dini.

Melansir dari Kids Health, sembelit pada anak bisa terjadi karena sindrom iritasi usus besar (IBS).

Perawatan dan kontrol ke dokter secara rutin menjadi cara terbaik mencegah anak dengan IBS agar tidak mengalami sembelit lebih parah.


Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


health-tool-icon

Pengingat Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak

Gunakan pengingat jadwal ini untuk mempelajari imunisasi apa yang dibutuhkan oleh anak Anda dan kapan waktu tepatnya.

Apa jenis kelamin anak Anda?

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rajindrajith, S., & Devanarayana, N. (2011). Constipation in Children: Novel Insight Into Epidemiology, Pathophysiology and Management. Journal Of Neurogastroenterology And Motility, 17(1), 35-47. doi: 10.5056/jnm.2011.17.1.35

Rajindrajith, S., Devanarayana, N., Crispus Perera, B., & Benninga, M. (2016). Childhood constipation as an emerging public health problem. World Journal Of Gastroenterology, 22(30), 6864. doi: 10.3748/wjg.v22.i30.6864

Constipation (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2022). Retrieved 25 January 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/constipation.html

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Feb 08
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita