Mana Lebih Sehat, Membuat Jus Dengan Juicer Atau Blender?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak perlu diragukan lagi, buah dan sayur sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Sebuah tulisan yang diterbitkan oleh CDC menyarankan agar kita mengonsumsi ½ hingga 2 gelas buah dan 2 hingga 3 gelas sayuran setiap harinya. Dengan mengonsumsi sebanyak jumlah tersebut, maka buah dan sayur dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker, serta membantu menurunkan berat badan.

Karena begitu bermanfaat, maka tak heran jika kita mencari cara yang lebih praktis untuk mengonsumsi sayur dan buah dalam jumlah banyak. Cara yang paling banyak dipakai adalah dengan membuat minuman buah dan sayur menggunakan juicer dan blender. Lalu, timbulah pertanyaan selanjutnya, mana yang lebih baik diantara keduanya?

Perbedaan membuat jus dengan juicer dan blender

Salah satu hal yang membedakan membuat jus dengan juicer atau blende adalah hasil akhirnya. Saat Anda menggunakan juicer, maka secara otomatis Anda membuang semua kandungan serat yang terdapat dalam buah atau sayur, menyisakan hanya cairannya saja. Akan tetapi, jika Anda menggunakan blender, maka Anda tetap dapat mengonsumsi serat atau ampasnya.

Kandungan nutrisi

Saat Anda menggunakan juicer, maka Anda akan mendapatkan nutrisi dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena kandungan mineral dan vitamin pada buah atau sayur biasanya terdapat pada airnya dan bukan pada seratnya.

Di sisi lain, jus produksi juicer mengandung lebih sedikit atau bahkan hampir tidak mengandung serat sama sekali. Secara umum, terdapat dua jenis serat yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat larut biasanya ditemukan pada apel, wortel, kacang-kacangan, dan jeruk. Serat ini larut dalam air, memperlambat pencernaan, dan mengatur kadar gula dalam darah. Sementara itu, serat tidak larut dapat dijumpai pada kembang kol, kentang, dan sayuran berwarna gelap. Serat jenis ini memberi bentuk pada feses dan merangsang usus untuk bergerak.

Serat bukan merupakan satu-satunya kandungan yang tidak dimiliki oleh jus hasil juicer. Sebuah penelitian pada tahun 2012 meneliti kandungan antioksidan pada anggur yang dijus dan di-blend. Hasilnya kandungan antioksidan lebih tinggi pada anggur yang diolah dengan blender.

Kandungan gula

Salah satu sisi buruk terbesar dari buah yang dijus atau di-blend adalah jumlah gula yang terkandung di dalamnya. Jus dan smoothie sama-sama dapat meningkatkan gula darah, namun efek yang lebih dramatis dan cepat terdapat pada jus.

Saat Anda mengonsumsi smoothie yang dibuat dengan cara diblender, kandungan serat dan ampas ikut memberikan volume terhadap minum Anda. Oleh karena itu, Anda akan lebih cepat merasa kenyang dan total kalori yang Anda konsumsi menjadi terbatas. Namun, tidak demikian halnya jika Anda mengonsumsi jus hasil juicer. Karena kandungannya yang hampir seluruhnya berupa cairan, maka Anda akan dapat mengonsumsi minuman ini dalam jumlah banyak dan tidak merasa kenyang.

Beberapa produk jus komersil mengandung gula yang sama banyaknya atau bahkan lebih banyak dari minuma soda. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa jus buah mengandung 45.5 gram fruktosa per liter, angka ini tidak berbeda jauh dengan minuman soda, yaitu sekitar 50 gram per liter. Walaupun smoothie memiliki kandungan gula yang lebih sedikit, namun hal ini tidak menyingkirkan fakta bahwa jus dan smoothie sama-sama meningkatkan kadar gula secara signifikan dalam darah.

Jadi lebih baik pakai juicer atau blender?

Saat Anda meminum jus hasil juicer, maka Anda akan mendapat banyak keuntungan seperti mendapatkan konsentrasi nutrisi yang lebih tinggi dan dapat mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur. Namun, di sisi lain, Anda tidak akan mendapatkan serat dan komponen penting lain seperti antioksidan yang terkandung di dalam seratnya. Dengan blender, Anda akan mendapatkan semua kandungan yang terdapat pada buah atau sayur, namun teksturnya akan membuat Anda lebih sulit mengonsumsinya.

Sayangnya, kedua metode ini memiliki sisi buruk yaitu kandungan gula yang tinggi di dalam keduanya. Jika berat badan bukan merupakan masalah bagi Anda, maka blender mungkin akan lebih baik daripada juicer.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Alternatif Sehat Pengganti Kopi di Pagi Hari

Tahukah Anda bahwa minum kopi sebaiknya tidak dilakukan di pagi hari? Lalu apa yang bisa jadi alternatifnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sarapan

Nasi uduk atau donat mungkin menjadi pilihan sarapan Anda. Sayangnya,keduanya termasuk sarapan tidak sehat. Yuk, cek makanan yang harus dihindari pagi hari.

Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Resep Kreasi Kale yang Bukan Cuma Salad

Tertarik ingin mulai makan kale, tapi banyak restoran yang hanya menyediakan salad? Kenapa tidak coba buat sendiri kreasi lauk-pauk lezat di rumah.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Resep Sehat, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Daftar Makanan Sumber Energi yang Tak Akan Bikin Gemuk

Jika Anda masih ingin berdiet ria tanpa harus kehabisan tenaga, beragam pilihan makanan sumber energi ini tetap aman untuk dimakan tanpa harus takut gemuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Fakta Gizi, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
olahraga kardio dan angkat berat untuk menurunkan berat badan

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit