home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Juicer vs Blender: Lebih Sehat Pakai yang Mana?

Juicer vs Blender: Lebih Sehat Pakai yang Mana?

Banyak dari kita mencari cara yang lebih praktis untuk makan buah dan sayur dalam jumlah banyak. Cara paling umum yakni membuat jus menggunakan juicer dan blender. Lalu, muncullah pertanyaan selanjutnya, mana yang lebih baik di antara kedua alat itu?

Hasil olahan juicer dan blender

Jus buah untuk diabetes

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, Anda dianjurkan untuk makan dua hingga tiga potong buah setiap hari. Dengan cara ini, Anda bisa menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga kanker.

Salah satu cara mendapatkan manfaat buah dan sayur yakni dengan mengolahnya menjadi minuman yang praktis. Banyak orang memilih menggunakan blender, tapi tidak sedikit juga yang telah beralih menggunakan juicer.

Perbedaan terbesar juicer dan blender yakni hasil akhirnya. Saat Anda menggunakan juicer, Anda juga membuang kulit buah dan hanya menyisakan cairannya saja. Hal ini tidak terjadi ketika Anda menggunakan blender.

Secara umum, di bawah ini perbedaan yang bisa Anda amati.

1. Kandungan gizi secara umum

Bila Anda menggunakan juicer, Anda akan mendapatkan sari buah dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena kandungan beragam mineral serta vitamin pada buah atau sayur biasanya terdapat pada airnya dan bukan pada seratnya.

Sementara itu, jus yang diolah menggunakan blender cenderung mengandung zat gizi yang sama seperti bahan bakunya. Kecuali bila Anda menambahkan gula tambahan atau air yang dapat mengubah konsentrasinya.

2. Kandungan serat

Hasil olahan juicer dan blender memiliki perbedaan dalam kandungan serat. Jus yang dibuat dengan juicer biasanya mengandung sedikit serat atau tidak mengandung serat sama sekali. Pasalnya, mesin ini memisahkan daging buah dan kulitnya.

Saat menggunakan blender, Anda bisa memilih untuk mengupas kulit buah atau turut menghaluskannya bersama daging buah. Makan buah dengan kulitnya cenderung lebih baik karena Anda mendapatkan lebih banyak asupan serat.

Sayangnya, serat bukan satu-satunya zat gizi yang hilang dari jus hasil juicer. Sebuah studi pada 2012 meneliti kandungan antioksidan pada anggur yang dijus dan di-blend. Hasilnya, kandungan antioksidan lebih tinggi pada anggur yang diolah dengan blender.

3. Kandungan gula

Salah satu sisi buruk dari buah yang dijus dengan juicer dan blender ada pada kandungan gulanya. Jus dan smoothies sama-sama bisa meningkatkan gula darah, tapi efek yang lebih dramatis dan cepat terdapat pada minuman hasil olahan juicer.

Sejumlah produk jus komersial bahkan mengandung lebih banyak gula dibandingkan minuman bersoda. Menurut sebuah studi pada 2014, jus buah bisa mengandung 45,5 gram fruktosa per liter, tidak jauh berbeda dengan soda sebesar 50 gram per liter.

Smoothie yang dibuat dengan juicer mungkin mengandung lebih sedikit gula. Meski demikian, hal ini tidak menyingkirkan fakta bahwa minuman hasil olahan juicer tetap dapat meningkatkan kadar gula secara signifikan dalam darah.

4. Rasa kenyang yang diberikan

Minuman yang diolah dengan juicer dan blender dapat memberikan rasa kenyang yang berbeda. Pada smoothie yang diblender, kandungan serat dan ampas buah membuat minuman ini jadi lebih bervolume sehingga Anda cenderung merasa lebih kenyang.

Sebaliknya, jus yang dibuat dengan juicer biasanya lebih encer karena hampir seluruh kandungannya berupa cairan. Jadi, tidak heran bila Anda tidak merasa kenyang setelah minum minuman ini.

Juicer vs blender, mana yang lebih baik?

Ketika Anda meminum jus hasil olahan juicer, Anda akan mendapat banyak keuntungan berupa konsentrasi zat gizi yang lebih tinggi. Anda juga bisa mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur karena jus hasil juicer tidak terlalu mengenyangkan.

Namun, Anda tidak akan mendapatkan serat dan antioksidan dalam jumlah yang sama. Pasalnya, sebagian besar kandungan serat dan antioksidan yang ada pada kulit buah biasanya hilang selama proses pengolahan dengan juicer.

Di sisi lain, mengolah buah dengan blender akan memberikan Anda semua kandungan yang ada pada buah dan sayur. Akan tetapi, tekstur minuman yang kental dan amat bervolume mungkin akan membuat Anda bosan atau begah.

Guna menentukan mana metode yang lebih baik, Anda perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan sehari-hari. Gunakan blender untuk mengoptimalkan kandungan gizi buah, tapi jangan ragu memakai juicer untuk memperbanyak asupan vitamin dan mineral.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to add more fiber to your diet – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 7 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983

Juicing vs. Blending – What’s the Difference? – The Whole U. (2015). Retrieved 7 June 2021, from https://thewholeu.uw.edu/2015/03/11/juicing-vs-blending/

Adults Meeting Fruit and Vegetable Intake Recommendations — United States, 2013 – CDC. (2021). Retrieved 7 June 2021, from https://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm6426a1.htm

Juicing vs. Blending: Which Is Better for Losing Weight? – Healthline. (2021). Retrieved 7 June 2021, from https://www.healthline.com/health/food-nutrition/juicing-vs-blending#overlaySources

Uckoo, R., Jayaprakasha, G., Balasubramaniam, V., & Patil, B. (2012). Grapefruit (Citrus paradisiMacfad) Phytochemicals Composition Is Modulated by Household Processing Techniques. Journal Of Food Science, 77(9), C921-C926. doi: 10.1111/j.1750-3841.2012.02865.x

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Priscila Stevanni Diperbarui 19/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro