Bolehkah Ibu Makan Makanan Pedas Selama Masa Menyusui?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Katanya, apa yang ibu makan saat menyusui akan dirasakan juga oleh si kecil karena rasa makanan tersebut masuk ke dalam ASI. Maka itu, ibu tidak boleh makan pedas saat menyusui karena takut sang buah hatinya juga merasakan rasa tersebut. Lantas, sebenarnya boleh atau tidak ibu makan pedas saat menyusui? Apakah rasa pedas juga akan dirasakan di kecil melalui ASI? Simak jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Bolehkah ibu makan pedas saat menyusui si kecil?

Ibu tidak boleh makan pedas saat menyusui itu hanya sekadar mitos dan anggapan masyarakat saja. Pasalnya, menurut Dr. Paula Meier, Ph.D, seorang direktur penelitian dan laktasi di Unit Perawatan Intensif Neonatal Rush University Medical Center sekaligus ketua International Society for Research in Human Milk and Lactation, mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada makanan yang harus dihindari oleh ibu saat sedang menyusui bayinya.

Sebenarnya, payudara ibu memiliki kemampuan untuk menyaring nutrisi penting dari tubuh ibu yang berguna dalam pembuatan air susu ibu (ASI), sehingga membatasi konsumsi makanan saat menyusui hanyalah mitos belaka karena apa yang Anda makan akan sangat bermanfaat sebagai simpanan nutrisi dalam tubuh. Anda hanya perlu menghindari jenis-jenis makanan yang sudah jelas bisa memberi efek tidak baik pada tubuh Anda, seperti alkohol.

Bahkan ternyata, ada manfaat baik jika ibu makan berbagai jenis makanan selama masa menyusui. Seorang psikolog spesialis nutrisi anak, Lucy Cooke, menyatakan bahwa bayi yang diberi ASI biasanya akan cenderung lebih mudah menyukai berbagai jenis makan saat dewasa kelak, karena mereka telah terbiasa menerima bermacam-macam rasa makanan sejak masa menyusui.

Lalu, apakah makan pedas saat menyusui bisa memengaruhi rasa ASI?

Pada dasarnya, rasa ASI tidak mudah berubah-ubah ketika ibu mengonsumsi berbagai jenis rasa makanan, misalnya manis, asin, pedas, asam, maupun pahit.

Meski begitu, dilansir dari Baby Centre, bila rasa ASI terkadang berbeda usai Anda menyantap makanan dengan rasa pedas, mungkin akan jadi pengalaman baru untuk si kecil. Para ahli menganggap ini merupakan salah satu cara bijak dalam memperkenalkan cita rasa makanan pada bayi.

Menurut Emma Pickett, seorang konsultan laktasi bersertifikat internasional, bahwa ketika ibu menyusui dan mengonsumsi beragam makanan dengan kandungan nutrisi dan rasa yang berbeda-beda, memang bisa membantu bayi untuk mengetahui beragam cita rasa makanan.

Akan tetapi tentu saja, apapun jenis makanan yang dimakan, rasa alami ASI tetap akan mendominasi.

Bagaimana cara mengetahui jika bayi sensitif terhadap makanan pedas?

Meski rasa ASI yang bersumber dari jenis makanan tertentu tidak secara langsung berpengaruh terhadap kesehatan bayi, tapi Anda perlu waspada bila kesehatan si kecil tiba-tiba memburuk. Sebab selama masa menyusui, tentu bayi hanya mendapat makanan dan minuman dari ASI ibu.

Menurut dr. Meta Hanindita Sp.A RSUD Dr. Soetomo Surabaya, mengungkapkan jika cabai mengandung zat capsaicin, sehingga ada sebagian bayi yang sensitif terhadap zat makanan yang satu ini dan kemudian mengalami diare.

Selain diare, reaksi lain yang mungkin terjadi bila si kecil sensitif terhadap makanan pedas saat menyusui yakni:

  • Rewel setelah selesai menyusui
  • Tidur lebih sebentar
  • Terlihat tidak nyaman
  • Munculnya reaksi pada kulit

Namun, reaksi tersebut tidak selalu menandakan sebagai respon bayi terhadap makanan pedas, mungkin saja ini disebabkan oleh faktor makanan lain.

Tugas Anda sekarang adalah lebih memperhatikan jenis makanan apa saja yang Anda konsumsi setiap harinya selama masa menyusui, dan amati jika ada perubahan kondisi kesehatan pada si kecil setelah Anda mengonsumsi makanan tersebut.

Baca Juga:

Sumber