Pompa ASI: Jenis dan Cara Menggunakan Alat yang Tepat

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/07/2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Menyusui bayi langsung dari payudara menjadi cara yang paling banyak dipilih bagi banyak ibu. Namun, ada kalanya ibu tidak bisa menyusui langsung. Penggunaan tangan secara langsung maupun alat pompa ASI seperti elektrik maupun manual bisa sangat membantu mempermudah proses memerah ASI. Nah, bagaimana cara menggunakan alat pompa ASI yang benar agar lancar dan tidak sakit?

Kenapa harus memompa ASI dari payudara?

mitos ibu menyusui

Memompa ASI bayi dengan cara yang tepat dapat membantu memberikan manfaat ASI bagi bayi ketika Anda tidak bisa langsung menyusuinya.

Biasanya, para ibu menyusui menggunakan pompa ASI dalam beberapa kondisi tertentu.

Ambil contohnya jika bayi lahir prematur, saat ibu bekerja, adanya masalah ibu menyusui, atau agar ASI tidak menumpuk di payudara guna mencegah pembengkakan.

Selain bayi prematur, bayi baru lahir yang memiliki masalah kesehatan tertentu juga mungkin sulit menyusu langsung dari payudara (direct breastfeeding).

Kondisi inilah yang mau tidak mau membuat Anda harus menggunakan alat pemerah ASI agar bayi tetap bisa mendapatkan ASI, terutama selama 6 bulan pertama atau ASI eksklusif.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), alasan perlunya menggunakan alat pompa ASI adalah sebagai berikut:

  • ASI harus dikeluarkan karena kondisi payudara sudah bengkak, tetapi bayi belum mau menyusu.
  • Merangsang produksi ASI pada payudara.
  • Bayi belum bisa menyusu langsung dari payudara.
  • Puting payudara lecet bila bayi menyusu langsung.

Di sisi lain, memompa ASI dengan cara yang tepat juga dapat membantu menyediakan produksi ASI meski Anda sedang tidak berada di dekat si kecil.

Apa saja jenis alat pompa ASI?

Sesuai dengan namanya, pompa atau pemerah ASI adalah sebuah alat khusus yang berguna untuk memerah ASI agar keluar dari payudara.

Pemerah ASI juga dikenal dengan nama breast pump. Ada dua jenis alat pompa ASI yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan, yaitu:

Alat pompa ASI manual

pompa ASI manual

Manual breast pump atau alat pompa ASI manual adalah jenis pompa yang bekerja secara manual alias menggunakan tangan.

Sedikit berbeda dengan cara memerah ASI menggunakan tangan secara langsung, pemerah ASI manual melibatkan pemakaian alat.

Jadi, Anda tidak perlu repot-repot memerah ASI sendiri menggunakan tangan karena sudah ada bantuan dari alat

Alat pompa ASI elektrik

pompa ASI elektrik

Electric breast pump atau alat pompa ASI elektrik adalah jenis pompa yang bekerja dengan bantuan listrik maupun baterai.

Ada jenis elektrik yang harus selalu dicolokkan ke listrik terdekat selama digunakan, tetapi ada juga yang menggunakan baterai.

Alat pompa elektrik yang memakai baterai biasanya perlu melakukan pengisian daya setiap kali akan digunakan.

Alat pompa ASI elektrik cenderung menghabiskan waktu yang lebih singkat dan cepat ketimbang pompa manual.

Bagi ibu menyusui yang tidak punya banyak waktu tapi ingin memompa ASI, Anda bisa memilih penggunaan pompa elektrik.

Apa saja kelebihan dan kekurangan setiap alat pompa ASI?

Sumber: Nuvita Baby

Alat pemerah ASI elektrik dan manual hadir dalam berbagai kelebihan yang akan lebih memudahkan Anda saat menggunakannya.

Meski di satu sisi sebenarnya terbilang sangat membantu, tapi jenis pemerah ASI elektrik dan manual juga memiliki kekurangan.

Berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan dari pemakaian alat pompa ASI elektrik dan pompa ASI manual yang bisa Anda jadikan bahan pertimbangan:

Alat pompa ASI elektrik

Berbagai kelebihan dan kekurangan alat pompa ASI elektrik yakni:

Kelebihan alat pompa ASI elektrik

Penggunaan pompa elektrik biasanya dirasa sangat menguntungkan karena memiliki waktu memompa yang jauh lebih cepat ketimbang pompa manual.

Kecepatan pompa elektrik juga bisa diatur sesuai dengan keinginan dan kenyamanan Anda.

Karena menggunakan tenaga listrik, alat pompa elektrik ini bekerja secara otomatis sehingga bisa membantu menyimpan tenaga Anda.

Dengan begitu, Anda tidak perlu kelelahan selama proses memompa ASI berlangsung.

Dari semua penjelasan tersebut, berikut rangkuman kelebihan pompa ASI elektrik:

  • Waktu yang digunakan untuk memompa ASI lebih cepat.
  • Dilengkapi dengan fitur pengaturan tertentu yang membuatnya lebih nyaman saat digunakan.
  • Memiliki banyak model yang bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan. Ambil contohnya model yang mempunyai dua pompa untuk memompa kedua payudara Anda dalam satu waktu atau satu pompa saja. 
  • Membutuhkan usaha yang lebih kecil dalam menggunakannya sehingga tidak membuat Anda kelelahan berapa lama pun Anda memakai jenis pompa ini.

Kekurangan alat pompa ASI elektrik

Di balik beragam kelebihannya, ternyata pompa ASI elektrik juga memiliki kekurangan yang bisa jadi bahan pertimbangan Anda lebih lanjut.

  • Harganya lebih mahal dibandingkan dengan pompa manual.
  • Lebih sulit untuk dibersihkan.
  • Menimbulkan suatu berisik saat digunakan.
  • Lebih sulit untuk dibawa ke mana-mana.

Memang, berbagai manfaat lebih yang ditawarkan oleh pompa elektrik ini pasti memiliki konsekuensi harga yang juga lebih mahal dibandingkan dengan pompa manual.

Namun, jika Anda ingin lebih cepat dan lebih banyak menghasilkan ASI dalam sekali pompa, alat pompa ASI elektrik bisa dipertimbangkan untuk menjadi pilihan yang tepat.

Alat pompa ASI manual

Berbagai kelebihan dan kekurangan alat pompa ASI manual yakni:

Kelebihan alat pompa ASI manual

Berikut kelebihan alat pompa ASI manual untuk menyusui:

  • Bisa mengatur daya isap pompa secara manual karena digerakkan oleh tangan ibu sendiri.
  • Hadir dalam ukuran yang ringkas dan kecil.
  • Tidak membutuhkan listrik dalam penggunaannya.
  • Komponen alat yang lebih sedikit.
  • Harga lebih terjangkau ketimbang alat pemerah ASI elektrik.

Kekurangan alat pompa ASI manual

Berikut kekurangan alat pompa ASI manual untuk menyusui:

  • Kecepatan memompa agak lambat.
  • Membuat tangan ibu cepat lelah.
  • Sulit menemukan ritme memompa yang sama karena mengandalkan tenaga ibu.

Jika Anda tidak terlalu sering memompa ASI penggunaan pompa yang satu ini mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda.

Namun, Anda harus lebih sering menggunakannya sampai lebih terbiasa dengan sendirinya.

Ketika Anda memilih alat pompa ASI manual sebaiknya coba terlebih dahulu sampai menemukan pegangan pompa yang nyaman untuk Anda.

Ini karena proses memompa ASI yang terlalu lama berisiko membuat Anda kelelahan.

Bagaimana cara memompa ASI yang tepat?

memompa ASI

Anda dapat memompa atau mengeluarkan ASI dengan cara memijat payudara dengan tangan atau menggunakan pompa.

Cara menggunakan pijatan tangan

Cara memompa ASI melalui pijatan tangan bisa dilakukan dengan menekan kelenjar susu di bagian belakang puting dan bukan dengan meremas puting Anda.

Proses pengeluaran seluruh ASI yang ada di kedua payudara bisa lama ataupun cepat tergantung dari banyaknya ASI yang ada di payudara Anda.

Sebaiknya, kosongkan salah satu payudara dulu sebelum Anda beralih memerah ASI di payudara yang lain.

Cara memompa ASI dengan pijatan tangan

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan cara berikut saat memompa ASI menggunakan tangan:

  1. Siapkan wadah bersih untuk menampung ASI. Anda bisa menggunakan wadah dengan mulut yang lebar seperti mangkuk agar lebih mudah.
  2. Sebelum mulai menerapkan cara memompa ASI, sebaiknya cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat kemudian pijat payudara dengan lembut.
  3. Cari tempat dan posisi duduk yang paling santai. Duduk dengan badan dalam posisi menyusui sedikit condong ke depan sembari memangku wadah untuk menampung ASI.
  4. Pijat payudara dengan lembut dari bagian dasar ke arah puting susu untuk merangsang produksi hormon oksitosin (let down reflex).
  5. Rangsang puting dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk secara bersamaan. Anda juga bisa menggunakan kompres hangat atau mandi air hangat untuk membantu ASI lebih mudah keluar.
  6. Pegang payudara Anda tepat di belakang areola (daerah berwarna hitam pada payudara) dengan menggunakan ibu jari di bagian atas dan jari telunjuk di bagian bawah.
  7. Tekan jari Anda ke arah belakang dada kemudian pencet payudara di antara jari jempol dan telunjuk. Kemudian dorong ke arah puting seolah menyerupai gerakan bayi yang sedang mengisap.
  8. Hindari meremas puting Anda langsung karena akan membuat Anda kesakitan dan ASI tidak dapat keluar.
  9. Lepaskan tekanan, kemudian ulangi. Cobalah untuk tidak menggeser posisi jari Anda.
  10. Jika tetes ASI yang keluar cenderung lambat, gerakkan jari-jari Anda memutar sekitar payudara dan coba bagian yang berbeda dari payudara Anda.
  11. Ulangi cara memompa dengan tangan ini sampai payudara menjadi lembek dan terasa sudah kosong.

Mungkin awalnya hanya setetes dua tetes ASI yang keluar, tetapi jika terus dilakukan dapat membuat produksi ASI di dalam payudara lebih banyak.

Cara menggunakan alat pompa ASI (breast pump)

Jika Anda memilih menggunakan alat pemerah ASI yang lebih mudah, cukup meletakkan alat isapnya di payudara Anda.

Alat pemerah ASI akan menekan payudara Anda dan menyimpan ASI dalam botol yang terpasang. Supaya lebih jelas, berikut panduan cara menggunakan alat pompa ASI manual dan elektrik.

Cara menggunakan alat pompa ASI manual

Tahapan cara menggunakan pompa ASI manual yakni sebagai berikut:

  1. Siapkan alat pompa manual, kemudian pasang masing-masing alat sesuai tempatnya.
  2. Masukkan pompa di posisi yang tepat dengan puting dan payudara sampai dirasa sudah nyaman.
  3. Posisikan salah satu tangan memegang pompa dan tangan lainnya menopang payudara.
  4. Gerakkan tuas pompa secara perlahan dengan hitungan seperti isapan bayi saat menyusui.
  5. Ulangi gerakan tangan saat memompa sampai jumlah ASI dirasa sudah cukup atau payudara telah kosong.
  6. Cuci bersih tangan dan semua peralatan setelah selesai digunakan.

Cara menggunakan alat pompa ASI elektrik

Tahapan cara menggunakan pompaASI elektrik yakni sebagai berikut:

  1. Siapkan alat pompa elektrik, kemudian pasang masing-masing alat sesuai tempatnya.
  2. Letakkan pelindung payudara pada posisi yang tepat dan tidak terasa mengganggu atau sakit. Jika pelindung tersebut dirasa kurang pas, Anda bisa menekannya perlahan agar tidak mudah lepas nantinya.
  3. Colokkan pompa elektrik ke sumber listrik terdekat atau langsung digunakan saat baterai masih tersedia.
  4. Nyalakan tombol “on” dan atur ke intensitas pompa sesuai keinginan Anda.
  5. Jika Anda menggunakan pompa elektrik yang hanya memiliki satu pompa, ulangi tahapan sebelumnya di kedua sisi payudara.
  6. Lakukan proses memompa ASI dengan cara yang tepat sampai jumlah ASI yang diperoleh telah cukup atau payudara sudah kosong.
  7. Cuci bersih tangan dan semua peralatan setelah selesai digunakan.

Jika Anda memakai pompa untuk mengeluarkan ASI, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihannya. Sebaiknya cuci dengan air panas dan sabun sebelum dan setelah pompa digunakan agar pompa tetap steril.

Cara memompa ASI ini tidak hanya berlaku saat di rumah, ibu juga bisa menerapkan teknik pakai alat pompa ini saat sedang liburan (travelling) maupun di kantor.

Mulai dari persiapan sebelum memompa ASI, proses memompa, hingga membersihkan alat pompa setelah dipakai memiliki aturan yang sama seperti saat Anda berada di rumah.

Ibu hanya perlu membawa alat pompa manual maupun elektrik serta tempat penyimpanan susu selama tidak berada di luar rumah.

Jadi, terlepas dari ibu sedang di rumah, saat liburan, berada di kantor, maupun di tempat mana pun cara memompa ASI tersebut tetap bisa Anda terapkan.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum memompa ASI?

warna ASI bayi menyusui

Ada beberapa hal penting yang perlu Anda persiapkan dengan baik sebelum memompa ASI, entah dengan cara langsung menggunakan tangan maupun alat pompa.

Melansir dari American Pregnancy Association, berikut beberapa persiapan sebelum memompa ASI:

  1. Biasakan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memompa ASI.
  2. Pastikan seluruh komponen yang akan digunakan untuk memompa ASI sudah dalam kondisi bersih dan steril.
  3. Jika Anda menggunakan tangan secara langsung, pastikan tangan dan wadah penampung ASI sudah bersih. Jika Anda menggunakan alat pompa ASI manual maupun elektrik, pastikan seluruh komponen alat tersebut sudah steril.
  4. Cari ruangan atau tempat yang sepi dan nyaman untuk memompa ASI. Setelah ini, Anda siap untuk memompa ASI dengan cara yang telah dijelaskan sebelumnya.

Setelah selesai dipompa, Anda sebaiknya menerapkan cara menyimpan asi yang benar untuk menjaga kualitasnya.

Jangan lupa perhatikan juga jadwal menyusui bayi setiap harinya.

Bagaimana cara memompa ASI agar keluar lebih banyak?

tips pompa asi di tempat umum

Terdapat beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk mendorong let-down reflex (ASI keluar dengan lancar), sehingga ASI lebih banyak keluar ketika Anda memompa. Berikut ini merupakan caranya:

1. Cobalah untuk tenang

Cari tempat yang tenang, nyaman, dan hangat untuk memerah ASI. Bila Anda sedang berada di kantor, cari ruangan khusus menyusui agar proses memompa ASI lebih lancar. 

Ketika sedang mengeluarkan ASI, tariklah napas dalam-dalam secara perlahan.

Agar mendapatkan suasana tenang, Anda bisa menggunakan metode yang sesuai dengan Anda. Ambil contohnya, Anda bisa mendengarkan musik.

Anda juga bisa memberi kehangatan pada payudara Anda sebelum mengeluarkan ASI.

Sebagai gambaran, Anda bisa mandi air hangat atau mengompres payudara dengan air hangat sebelum mulai mengeluarkan ASI.

2. Pijat payudara dengan lembut

Menyentuh dan memijat payudara dapat memicu proses let-down reflex. Hal ini bertujuan agar nantinya ASI dapat keluar dengan lancar.

3. Minta dukungan dari orang-orang terdekat

Banyak ibu yang merasa sangat terbantu ketika orang di sekelilingnya mendukungnya untuk memberikan ASI kepada bayi. Anda bisa meminta dorongan dari suami, orangtua, mertua, atau teman sekalipun.

Dukungan ini membuat ibu semangat dan percaya diri untuk dapat memberikan ASI kepada buah hati.

Selain itu, ketika Anda mengalami keluhan dan tantangan menyusui apa pun, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Dokter dapat membantu mencari tahu penyebab, penanganan, bahkan memberikan obat yang aman untuk ibu menyusui.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI sesuai kebutuhan si kecil. Yuk, ketahui langkah-langkah manajemen ASI perah untuk ibu bekerja.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Bayi, Parenting, Menyusui 28/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ada beberapa tips peralihan susu ASI ke susu formula yang bisa dilakukan para ibu. Termasuk pemilihan susu formula yang tepat untuk kebutuhan si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
peralihan asi ke susu formula
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Pandemi COVID-19 memang meresahkan semua orang, termasuk ibu menyusui. Lantas, bagaimana dengan ibu yang positif terinfeksi coronavirus tetap menyusui?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 21/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

Tidak semua ibu menyusui dengan mudah. Pada beberapa ibu, ada yang bermasalah dengan putingnya dan membuat menyusui terasa sulit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Bayi, Parenting, Menyusui 23/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

asi dan mpasi

Agar Tidak Keliru, Begini Cara Menyeimbangkan Pemberian ASI dan MPASI Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit
rasa asi

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 4 menit
puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 4 menit