Benarkah Ibu Menyusui Perlu Lebih Banyak Minum?

Oleh

Saat menyusui, Anda memang mengeluarkan cairan dari tubuh Anda. Bayi Anda mengisap payudara Anda untuk mendapatkan ASI. Mungkin Anda pernah berpikir bahwa Anda membutuhkan lebih banyak cairan karena cairan dari tubuh Anda keluar lebih banyak saat menyusui. Di sisi lain, beberapa ibu mungkin mempunyai anggapan bahwa produksi ASI-nya akan meningkat jika ia lebih banyak minum air. Beberapa ibu juga merasa lebih sering harus saat dirinya menyusui, sehingga membutuhkan lebih banyak cairan. Namun, apakah benar ibu menyusui perlu banyak minum dari biasanya? Berapa banyak kebutuhan cairan ibu menyusui? Apakah cairan yang dikonsumsi ibu berhubungan dengan produksi ASI?

Berapa banyak air yang harus saya minum saat menyusui?

Ternyata, Anda tidak butuh untuk minum lebih banyak saat menyusui. Yang benar adalah minumlah saat Anda merasa haus dan berhentilah saat dahaga Anda sudah hilang. Saat menyusui, mungkin Anda merasa lebih haus daripada biasanya, namun bukan berarti Anda butuh untuk minum sangat banyak.

Tubuh Anda sebenarnya sudah mempunyai mekanisme yang mengatur seberapa banyak cairan yang Anda butuhkan. Jika tubuh membutuhkan cairan, tubuh akan memberikan sinyal kepada Anda dengan merangsang rasa haus.

BACA JUGA: Let-Down Reflex: Kunci Keberhasilan Menyusui

Minumlah sesuai kebutuhan Anda. Kebutuhan cairan ibu menyusui berbeda-beda dan tidak ada angka pasti yang menggambarkan berapa kebutuhan yang harus Anda cukupi. Walaupun Institute of Medicine (IOM) merekomendasikan ibu menyusui untuk mengonsumsi cairan sebanyak 13 gelas, tetapi angka ini belum tentu menggambarkan kebutuhan cairan Anda. Kebutuhan cairan Anda tergantung dari metabolisme tubuh Anda, kondisi lingkungan, dan juga aktivitas yang Anda lakukan. Lagipula, tubuh Anda bisa mengambil cairan dari sumber lain selain air yang Anda minum, bisa dari sayuran, buah-buahan, sup, jus, dan minuman lainnya. Berdasarkan IOM, makanan yang Anda makan menyumbang sekitar 1/5 dari total cairan yang masuk ke tubuh.

Sebaiknya sediakan selalu botol minum atau gelas di dekat Anda. Hal ini bertujuan agar Anda lebih mudah menjangkaunya saat Anda haus dan bisa juga sebagai pengingat minum karena mungkin biasanya Anda lupa untuk minum. Berbagai aktivitas yang harus dikerjakan ibu menyusui terkadang membuat ibu menyusui lupa untuk minum, sehingga mengalami kekurangan cairan.

Jangan lupa untuk memerhatikan warna urin Anda. Warna urin Anda bisa menjadi penanda yang baik apakah Anda kekurangan cairan, cukup cairan, atau justru kelebihan cairan. Semakin bening warna urin Anda, artinya tubuh Anda sudah cukup terhidrasi. Kebalikannya, semakin keruh warna urin Anda, artinya Anda masih kekurangan cairan. Jika Anda kekurangan cairan, Anda juga akan mengalami sembelit.

Apakah jumlah cairan yang masuk ke tubuh ibu berhubungan dengan produksi ASI?

Jika Anda beranggapan bahwa semakin banyak ibu minum akan meningkatkan produksi ASI, maka anggapan Anda selama ini ternyata salah. Cairan yang masuk ke tubuh Anda ternyata tidak berhubungan dengan produksi ASI.

Penelitian telah membuktikan bahwa peningkatan jumlah cairan yang masuk ke tubuh ibu tidak memengaruhi ASI yang dihasilkannya. Jadi, minum sangat banyak saat Anda tidak haus sebenarnya tidak bermanfaat untuk Anda dan justru dapat membuat Anda merasa tidak nyaman atau perut kembung. Sebaliknya, penelitian juga menunjukkan bahwa kekurangan cairan tidak akan mengurangi produksi ASI Anda atau mengurangi pembengkakan pada payudara Anda.

BACA JUGA: 8 Zat Gizi Wajib Bagi Ibu yang Sedang Menyusui

Apakah saya boleh minum cairan lain selain air putih?

Air putih sangat baik untuk Anda. Air putih tidak mengandung gula, kalori, dan juga kafein. Sehingga, air putih tidak membuat Anda gemuk jika diminum sangat banyak dan juga tidak mengganggu metabolisme tubuh Anda.

Berbeda dengan kopi dan teh yang mengandung kafein, minuman bersoda, serta alkohol. Semua jenis minuman ini bersifat diuretik yang dapat menyebabkan Anda buang air kecil lebih sering, sehingga Anda akan lebih sering merasa haus. Selain itu, minuman tersebut biasanya juga mengandung gula yang dapat menghambat penyerapan air dan membuat Anda memiliki tambahan kalori. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi minuman ini, terutama untuk minuman beralkohol sebaiknya dihindari karena alkohol dapat menyebabkan produksi ASI terganggu.

Bagaimana dengan susu? Anda bisa mengonsumsi susu saat menyusui selagi Anda menginginkannya. Susu dapat menambah jumlah kalori yang Anda konsumsi. Namun, beberapa ibu mungkin tidak memerlukan susu karena asupan kalorinya sudah mencukupi. Ini tidak masalah dan merupakan pilihan bagi Anda, apakah Anda menginginkan susu atau tidak? Yang perlu Anda ketahui adalah susu juga tidak dapat meningkatkan produksi ASI Anda.

BACA JUGA: Berbahayakah Jika Ibu Minum Alkohol Saat Menyusui?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca