Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Opioid?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Opioid adalah obat pereda nyeri yang memiliki efek sangat kuat di tubuh sehingga tidak boleh digunakan sembarangan. Opioid juga suka disebut sebagai narkotik. Ada banyak merek obat-obatan jenis opioid yang ditemui di pasaran seperti Percocet, Norco, Vicodin atau Tylenol dengan nama generik oxycodon atau hydrocodone. Lantas, apa jadinya kalau ibu menyusui minum obat opioid? Apa boleh?

Untuk apa sebenarnya obat opioid?

obat maag harus dikunyah

Pil opioid biasanya diresepkan untuk mengurangi nyeri dari tingkat sedang hingga berat setelah seseorang mengalami operasi caesar atau karena robekan di daerah vagina saat persalinan.

Jika Anda baru selesai operasi, ada obat opioid yang diberikan melalui suntikan lokal (epidural) di hari pertama setelah operasi.

Setelah mendapatkan suntikan opioid, selanjutnya biasanya diberikan opioid berbentuk pil. Akan tetapi, tidak semua kasus penghilang nyeri akan dibeirkan obat opioid. Pada kasus tertentu, ada juga dokter yang memberikan obat nonopioid. Ini tergantung kondisi ibu tersebut.

Bagaimana cara kerja obat opioid ini? Setelah memasuki aliran darah, maka akan menempel pada reseptor bernama opioid di sel-sel otak. Sel-sel inilah yang akan memberikan sinyal untuk meredam rasa sakit dan meningkatkan perasaan senang. Dengan efek ini, maka rasa nyeri terasa lebih ringan.

Bagi orang yang melahirkan normal melalui vagina tanpa komplikasi, biasanya tidak memerlukan obat opioid ini setelahnya. Kalaupun ada rasa nyeri, kemungkinan rasa nyeri ini hanya diberikan dengan obat penghilang rasa sakit generik seperti ibuprofen dan paracetamol (acetaminophen), atau kompres panas dan dingin.

Apakah obat opioid aman untuk ibu untuk bayi?

minum obat hipertensi

Sebagian besar ahli meyakini bahwa minum obat opioid, untuk jangka pendek saat menyusui biasanya aman-aman saja. Namun, para ahli juga percaya bahwa ibu menyusui harus membatasi paparan bayi terhadap opioid karena obat-obatan ini dapat menyebabkan masalah pernapasan meskipun tidak banyak kasus ini terjadi.

Obat ini harus dibatasi juga karena belum diketahui bagaimana efek obat ini terhadap perubahan fungsi otak dalam jangka panjang.

Saat ibu menyusui minum obat opioid, ada sedikit kadar opioid yang akan tercampur dalam air susu ibu, campuran ini diduga akan menyebabkan kantuk bahkan memperlambat pernapasan atau detak jantung bayi.

Maka itu, saat ibu menyusui sedang menggunakan obat opioid dari dokter, harus lebih waspada dengan tanda-tanda pada bayinya. Jika ini terjadi, segera konsultasikan ke dokter:

  • Bayi tidur terus lebih lama dan lelap dari biasanya, susah dibangunkan
  • Tidak bisa mengisap sebaik biasanya (isapan lemah)
  • Feses yang keluar kecil dan keras (sembelit)

Jadi bolehkah ibu menyusui minum obat opioid?

tips menyusui

Obat opioid masih boleh diminum oleh ibu menyusui, tentunya dengan pengawasan penuh dari dokter. Dosis yang digunakan harus serendah mungkin, dan waktu penggunaannya harus paling singkat.

Obat opioid biasanya digunakan selama kurang lebih 4 hari atau sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Sebab, jika terlalu lama dan terlalu tinggi dosisnya, bukan hanya akan membahayakan bayi yang disusui melainkan juga bisa membuat ibu menyusui kecanduan dengan obat ini.

Cara agar lebih aman minum obat opioid

cara minum obat

Jika Anda memang harus minum opioid, untuk meminimalisir paparan bayi terhadap obat ini sebaiknya susui dahulu bayi Anda, kemudian setelah selesai menyusui minum obat opioid. Efek puncak obat opioid biasanya muncul setelah 1-2 jam setelah diminum. Maka itu, sebaiknya susui dahulu selanjutnya baru minum obat.

Selain itu, hilangkan rasa takut Anda untuk menyusui. Jangan takut untuk tetap menyusui meskipun sedang minum obat opioid. Menghentikan pemberian ASI pada bayi Anda justru menurunkan kemampuan tubuh Anda untuk memproduksi ASI, ini lebih merugikan kesehatan Anda maupun bayi.

Ingatlah, manfaat menyusui lebih besar daripada efek negatif dari obat opioid, jadi jangan sampai menghentikan proses menyusui.

Selalu konsultasikan kondisi pada dokter dan ikuti petunjuknya. Jika Anda baru saja melahirkan bayi, dokter akan menyesuaikan jenis dan kadar obat yang akan diberikan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca