Menyusui: Cara, Prosedur, dan Hal Penting yang Perlu Dicatat

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/06/2020
Bagikan sekarang

Saat buah hati yang telah dinanti-nanti selama sembilan bulan lamanya telah lahir, kini saatnya Anda memasuki tahap menyusui. Akan tetapi, bagi beberapa ibu masa ini bisa terasa cukup menakutkan.

Mungkin Anda cemas bayi tidak bisa menyusui dengan lancar atau khawatir bila jumlah air susu ibu (ASI) tidak begitu banyak. Sebenarnya, cara menyusui bayi yang benar itu tidak sulit untuk diterapkan baik saat bayi baru lahir maupun sudah berusia beberapa bulan.

Ya, memberikan ASI, termasuk ASI eksklusif, pada dasarnya tidak sesulit yang mungkin ada di bayangan Anda. Pasalnya, begitu bayi lahir, ia sudah memiliki kemampuan untuk mengisap susu dan makan secara mandiri.

Nah, langsung saja, simak panduan menyusui berikut ini supaya Anda paham mengenai cara atau teknik yang benar.

Persiapan sebelum menyusui bayi dengan cara yang benar

bantal menyusui

Menyusui bisa dilakukan sejak bayi baru lahir atau dikenal dengan nama inisiasi menyusui dini (IMD).

Pemberian air susu ibu (ASI) sejak bayi baru lahir ini idealnya terus dilanjutkan tanpa tambahan makanan dan minuman apapun alias ASI eksklusif.

Ini karena ada banyak manfaat ASI baik bagi bayi maupun ibu. Manfaat ASI untuk bayi di antaranya memenuhi kebutuhan gizi, meningkatkan kecerdasan, menjaga sistem imun bayi, dan lainnya.

Sementara untuk ibu, manfaat ASI mencakup mempercepat penyembuhan setelah melahirkan, mencegah ibu terserang penyakit, dan lain sebagainya.

Di samping manfaat, ada juga beragam mitos ibu menyusui dan pantangan ibu menyusui

Meski bayi dianjurkan menyusu ASI selama enam bulan, pemberian ASI campur susu formula (sufor) juga bisa dilakukan tergantung kondisinya.

Namun, bukan berarti Anda bisa mencampurkan ASI dan sufor ke dalam satu botol yang sama. Anda bisa memberikan ASI yang diselingi dengan sufor secara bergantian.

Bila bayi mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, di bulan selanjutnya ia tetap bisa memperoleh ASI dan sufor bersamaan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) bayi.

Untuk bisa menyusui dengan benar, Anda dituntut agar bisa mempersiapkan segalanya dengan baik. Bahkan, menerapkan menyusui dengan cara atau teknik yang benar sebaiknya dilakukan sebelum Anda memulainya.

Saat masih mengandung bayi, sebenarnya Anda sudah mulai bisa mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa menyusu dengan lancar nantinya.

Begini cara mempersiapkan proses menyusu saat masa kehamilan: 

Persiapan menyusu saat masa kehamilan

Persiapan jauh-jauh hari ini tentu sedikit banyak akan membantu diri Anda lebih siap sehingga bisa menyusui dengan cara yang benar.

  • Banyak bertanya dan bertukar cerita mengenai cara yang benar dengan ibu yang telah mulai menyusui bayinya lebih dahulu. 
  • Banyak bertanya dengan dokter untuk mendapatkan jawaban mengenai kebingungan seputar cara menyusui. Mencari banyak informasi dari buku, internet, maupun beragam sumber terpercaya lainnya.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai kondisi kesehatan tubuh Anda. Terutama jika Anda pernah menjalani operasi, mengalami cedera, maupun berbagai kondisi medis lainnya.
  • Bicarakan juga dengan dokter jika Anda mengalami depresi atau sedang rutin minum suplemen maupun obat-obatan tertentu agar nantinya dapat menyusui dengan cara yang benar.
  • Persiapkan beberapa hal yang sekiranya akan Anda butuhkan nantinya. Persiapan bisa berupa bra menyusui, penutup menyusui (cover atau nursing scarf), maupun bantal menyusui (nursing pillow).
  • Rutin melakukan teknik relaksasi

Persiapan sebelum mulai menyusu bayi

Setelah bayi baru lahir, ini saat yang tepat untuk menerapkan segala hal yang sudah Anda pelajari tentang cara menyusui.

Dengan begitu, Anda tidak merasa kaget karena sedikit banyak sudah cukup memahami mengenai cara menyusui yang benar.

Sebaiknya jangan ada yang terlewatkan karena mempersiapkan segala halnya dengan baik tepat bisa menjadi salah satu indikator keberhasilan menyusui.

Berikut persiapan yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Dekatkan bayi Anda dan terapkan interaksi langsung antara kulit (skin to skin contact) tepat setelah bayi lahir.
  • Usahakan untuk tidak memberikan botol dot maupun puting buatan sampai bayi bisa menemukan dan menempel dengan mudah pada puting payudara Anda.
  • Cari ruangan khusus menyusu atau sudut maupun ruangan yang tenang bila Anda sedang berada di luar rumah.
  • Gunakan bra khusus untuk memudahkan Anda saat menyusui.
  • Gunakan pakaian yang dilengkapi celah di bagian kanan dan kiri pada area dekat payudara untuk memudahkan proses menyusui.
  • Pilih dan sediakan jenis bantal menyusui yang sekiranya nyaman untuk Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan.
  • Siapkan penutup atau nursing scarf khususnya jika Anda hendak menyusui bayi di luar rumah dengan cara yang benar.

Dokter maupun tim medis biasanya memang akan langsung meletakkan bayi di atas perut Anda untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD).

Selain bertujuan agar terjadi interaksi langsung antara kulit Anda dan bayi alias skin to skin contact, prosedur IMD juga akan membantu bayi agar bisa mencari puting payudara Anda dengan sendirinya. 

Perlukah mengencangkan puting susu?

Agar bisa menyusui dengan benar, sebenarnya Anda tidak perlu mengencangkan puting terlebih dahulu.

Ini karena perubahan hormon yang meningkat selama kehamilan akan membantu membuat puting susu lebih mudah diisap bayi saat masa menyusui tiba.

Anda juga tidak perlu memakai krim untuk melembut area areola payudara atau area gelap berwarna kecokelatan yang mengelilingi puting.

Areola akan memproduksi minyak secara alami yang berbau seperti air ketuban dan berfungsi untuk membantu melumasi puting payudara. 

Dengan begitu, bayi bisa menyusu dengan lebih mudah dan tidak merasa asing dengan aromanya.

Khususnya selama melakukan IMD, aroma air ketuban yang diproduksi oleh areola ini akan semakin memudahkan bayi untuk mencari puting susu Anda.

Bagaimana cara menyusui bayi yang benar?

lepuhan payudara

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pemberian ASI dapat dimulai langsung setelah proses melahirkan selesai atau IMD.

Proses IMD mungkin memakan waktu yang tidak sebentar karena menunggu sampai bayi menemukan puting ibu dengan sendirinya untuk mulai menyusu.

Dengan begitu, bayi bisa mulai segera menyusu langsung melalui payudara setelah dilahirkan.

Dokter dan tim medis juga tidak akan memberikan bayi air putih, susu formula, maupun cairan lainnya.

Terkecuali jika pemberian berbagai hal tersebut memang diperlukan karena kondisi medis yang dialami bayi.

Jika keseluruhan proses IMD sudah dilakukan, artinya Anda bisa menyusui bayi dengan langsung menggendong dan mengarahkan bibir bayi pada puting payudara.

Cara atau teknik yang benar ini akan terus Anda lakukan di sesi menyusui selanjutnya dalam beberapa bulan ke depan, terutama selama masa pemberian ASI eksklusif.

Cara menyusui bayi yang baik dan benar bisa Anda lakukan dengan menerapkan beberapa aturan, yakni:

Menerapkan perlekatan atau latch on sebelum menyusui dengan cara yang benar

Sebelum mulai menyusui, penting untuk menempatkan bayi pada posisi perlekatan yang tepat (latch on).

Latch on bertujuan supaya tidak muncul rasa sakit atau tidak nyaman saat menyusui dan bayi bisa menyusui dengan lancar.

Ini karena posisi menyusui yang tepat antara mulut bayi dengan puting payudara bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang berujung pada nyeri dan sakit.

Alhasil, timbullah berbagai masalah ibu menyusui. Untuk melakukannya, berikut tahapan perlekatan saat menyusui (latch on) yang tepat pada bayi:

  1. Usahakan untuk menjaga posisi telinga, bahu, serta pinggul bayi. Pastikan tubuhnya sejajar dengan tubuh Anda agar bayi bisa lebih mudah menelan selama menyusu.
  2. Usahakan agar posisi hidung bayi berhadapan langsung dengan puting payudara Anda dan tidak tertekan sebagai upaya menyusui dengan cara yang benar.
  3. Pegang dagu bayi secara perlahan, kemudian bantu untuk membukanya sembari bibir bayi mendekati payudara untuk mulai menyusui dengan cara yang benar.
  4. Arahkan puting payudara dan gesekkan atau sentuh perlahan bagian bibir bayi dengan menggunakan puting payudara Anda.
  5. Kemudian tunggu sampai bibir bayi terbuka lebar seolah sedang menguap, sebagai pertanda telah siap untuk mengisap puting payudara, seperti dijelaskan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists.
  6. Bimbing bibir bayi menuju ke puting payudara, agar bayi bisa lebih mudah untuk mengisapnya.
  7. Usahakan bibir dan mulut bayi telah mengisap puting payudara Anda saat menyusu.
  8. Tarik puting dari mulut bayi dan ulangi lagi tahapannya dari awal, bila bayi tidak bisa mengisapnya dengan tepat. Jika latch on tidak dilakukan dengan benar, biasanya Anda akan merasa nyeri atau sakit pada puting.

Setelah perletakan (latch on) dilakukan dengan baik, kini bayi bisa mulai menyusu.

Tanda perlekatan menyusui sudah tepat

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini tanda perlekatan Anda sudah benar:

  • Dagu bayi menyentuh payudara ibu.
  • Bibir bawah bayi terpuntir keluar.
  • Mulut bayi terbuka lebar.
  • Areola bagian bawah lebih banyak yang masuk ke mulut bayi dibanding bagian atas.
  • Bayi yang menyusu dengan baik akan mengisap dengan pelan, berirama, tidak tergesa-gesa dan tidak terdengar bunyi berdecak. Pipi bayi akan menggembung dan ibu tidak terasa sakit.

Tahapan cara menyusui bayi yang benar

Ketika semua persiapan telah Anda lakukan dan paham mengenai cara latch on, kini masuk ke saat utama untuk menyusui bayi yang benar.

Secara keseluruhan, berikut ini cara agar dapat menyusui dengan baik dan benar:

  1. Bagi ibu, posisikan diri senyaman mungkin dan rilekskan diri Anda.
  2. Setelah posisi ibu terasa nyaman, gendong dan pegang kepala bayi dengan satu tangan sembari mempertahankan posisi payudara ibu dengan tangan yang lainnya.
  3. Kemudian dekatkan wajah bayi ke arah payudara ibu. Cara menyusui yang benar bisa terlihat saat tubuh bayi menempel sepenuhnya dengan tubuh ibu.
  4. Beri rangsangan pada daerah bibir bawah bayi dengan menggunakan puting susu ibu. Tujuannya agar mulut bayi terbuka lebar.
  5. Biarkan bayi memasukkan areola (seluruh bagian gelap di sekitar puting payudara ibu) ke dalam mulut bayi.
  6. Bayi akan mulai menggunakan lidahnya untuk mengisap ASI. Ibu tinggal mengikuti irama menyedot dan menelan yang dilakukan bayi.
  7. Ketika ibu ingin menyudahi atau berpindah ke payudara yang lain, letakkan satu jari ibu ke sudut bibir bayi supaya bayi melepaskan isapannya.
  8. Hindari melepaskan mulut bayi atau menggeser payudara Anda secara tiba-tiba karena akan membuat bayi rewel dan sulit menyusu lagi nantinya.
  9. Biarkan bayi mengatur sendiri kecepatannya saat menyusu. 
  10. Perpindahan payudara saat menyusu bisa Anda lakukan ketika payudara terasa lebih lunak setelah bayi menyusu. Ini karena ASI di dalam payudara tersebut telah diminum oleh bayi sehingga terasa tidak lagi penuh.

Ingat, tindakan menyusu secara bergantian dapat mencegah payudara yang belum dikeluarkan ASI-nya menjadi nyeri karena penuh terisi oleh ASI. 

Sebaliknya, menyusui dengan cara atau teknik yang benar harus dilakukan dengan bergantian menggunakan kedua sisi payudara.

Cara yang benar untuk mengetahui bayi masih ingin menyusui

Biasanya, bayi tidak cukup menyusu hanya pada satu payudara. Jika masih menunjukkan tanda lapar, bayi akan terlihat masih ingin menyusu.

Untuk memastikan dengan benar kalau bayi masih ingin menyusui, berbagai cara yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan langkah yang sama seperti langkah-langkah sebelumnya. Beri rangsangan pada daerah bibir bawah bayi dengan menggunakan puting susu ibu.
  2. Ketika bayi masih ingin menyusu, ia akan memasukkan areola ke dalam mulutnya dan kembali mengisap. Sementara kalau sudah kenyang, bayi akan berhenti dengan sendirinya.
  3. Dalam menerapkan cara menyusui yang benar, biarkan bayi menentukan seberapa lama akan menyusu sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.

Bayi yang merasa telah cukup menyusu biasanya akan berhenti atau tertidur dengan sendirinya. Di saat inilah Anda bisa melepaskan puting susu dari mulut bayi.

Apa yang harus dilakukan setelah selesai menyusui?

jadwal menyusui bayi

Meski bayi sudah selesai menyusui, tapi tugas Anda dalam menerapkan cara menyusui yang benar belum selesai sampai di sini saja. Setelah bayi merasa kenyang, ada baiknya Anda menepuk-nepuk punggung bayi secara perlahan.

Hal ini bertujuan agar bayi mengeluarkan kelebihan udara dengan cara sendawa setelah menyusui. Pasalnya, jika udara tersebut ada di dalam perut bayi terlalu lama, tentu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Bahkan, bayi bisa merasa begah dan sangat kekenyangan sehingga cenderung malas untuk menyusu lagi di waktu selanjutnya.

Itu sebabnya, bersendawa bisa membantu mengeluarkan kelebihan udara tersebut guna memberikan ruang di dalam perut bayi agar bisa meminum lebih banyak ASI.

Bersendawa juga membantu mengeluarkan kelebihan udara. Namun, tidak semua bayi perlu bersendawa.

Ada beberapa bayi yang tidak menelan terlalu banyak udara selama menyusu sehingga tidak perlu bersendawa. Akan tetapi, jika jumlah ASI yang diminum bayi cukup banyak kemungkinan bayi sudah menelan sejumlah udara.

Dalam kondisi ini, usahakan untuk membuat bayi bersendawa setelahnya sebagai cara menyusui yang benar. Perhatikan juga saat bayi tampak rewel selama menyusu dan sering berhenti di tengah-tengah isapannya.

Kondisi ini menandakan bayi tidak nyaman karena ada cukup banyak angin di dalam perutnya. 

Bagi bayi yang menyusu dari kedua sisi payudara, Anda bisa membantu bayi untuk bersendawa saat pergantian payudara.

Sementara jika hanya satu payudara yang dipakai untuk menyusu, bayi dapat bersendawa di akhir setelah ia merasa kenyang.

Berbagai hal penting lainnya yang perlu diketahui

mitos ibu menyusui

Selain memastikan cara menyusui bayi yang Anda lakukan sudah benar dan sesuai pedoman, ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan.

Hal ini bertujuan agar proses serta cara menyusui bayi yang benar berjalan dengan lancar dan terasa begitu bermakna.

Berikut beberapa poin-poin penting yang perlu diperhatikan:

  1. Tunda pemakaian botol dot untuk memberikan ASI bagi bayi. Alangkah lebih baiknya, pemakaian botol dot dilakukan setelah bayi mampu menyusui pada ibu dengan cara yang baik dan benar. 
  2. Lakukan perawatan pada puting ibu dan hindari pemakaian sabun yang mengandung terlalu banyak bahan kimia di daerah areola. Hal ini karena sabun bisa membuat kulit kering dan pecah-pecah.
  3. Asupan gizi ibu sangat penting untuk menjaga kandungan nutrisi ASI. Oleh karenanya, ibu dianjurkan makan makanan bergizi dan minum cukup air.
  4. Ibu menyusui juga perlu istirahat yang cukup.
  5. Hindari minum obat-obatan yang tidak perlu atau memang tidak diresepkan oleh dokter untuk Anda maupun bayi.

Jika bayi sudah selesai menyusu tetapi ASI masih menumpuk di dalam payudara, sebaiknya pompa dan kemudian simpan ASI.

Usahakan Anda menerapkan cara menyimpan ASI yang benar sehingga awet untuk jangka waktu tertentu.

Perhatikan juga jadwal menyusui bayi agar pemberian ASI lebih optimal.

Setelah mengetahui beragam hal yang sebaiknya dilakukan sebelum, selama, dan setelah menyusui, artinya Anda telah menerapkan cara yang benar.

Jika ada pertanyaan maupun keluhan lebih lanjut terkait cara menyusui bayi yang benar, silakan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Tak terkecuali jika Anda menyusui saat hamil, sebaiknya sampaikan kepada dokter apabila mengalami hambatan.

Bila masa pemberian ASI sudah selesai, Anda dapat menerapkan cara menyapih anak untuk menghentikan pemberian ASI.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ada beberapa tips peralihan susu ASI ke susu formula yang bisa dilakukan para ibu. Termasuk pemilihan susu formula yang tepat untuk kebutuhan si kecil.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

5 Tips Aman dan Nyaman Pompa ASI di Tempat Umum

Saat tidak bersama si kecil, Ibu bisa mengikuti tips pompa ASI yang aman dan nyaman di manapun Ibu berada, termasuk di tempat umum.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Parenting, Menyusui 01/04/2020

Bisakah Kandungan Susu Formula Menggantikan Manfaat ASI?

Kandungan susu formula tidak akan sama dengan ASI. Namun, apakah ada kandungan penting dalam susu formula yang bisa menggantikan manfaat ASI pada bayi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhan Optimal

Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Parenting, Menyusui 06/01/2020

Direkomendasikan untuk Anda

asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
rasa asi

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020
manajemen perah asi ibu bekerja

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020