Para Ibu Jangan Bingung, Begini Cara Menyusui Bayi yang Baik dan BenarIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sesudah buah hati yang telah dinanti-nanti selama 9 bulan lamanya telah lahir, kini saatnya Anda memasuki tahap menyusui. Akan tetapi, bagi beberapa ibu masa menyusui bisa terasa menakutkan. Mungkin Anda cemas bayi tidak bisa menyusui dengan lancar, atau khawatir bila jumlah air susu ibu (ASI) tidak begitu banyak. Sebenarnya, cara menyusui bayi yang benar itu tidak sulit untuk diterapkan, kok.

Ya, memberikan ASI pada dasarnya tidak sesulit yang mungkin ada di bayangan Anda. Pasalnya, begitu bayi lahir, ia sudah memiliki kemampuan untuk mengisap susu dan makan secara mandiri. Nah, langsung saja, simak panduan menyusui berikut ini supaya Anda paham mengenai apa saja yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah menyusui.

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menyusui bayi?

bantal menyusui

Sebagai bagian dari cara menyusui yang benar, Anda dituntut untuk mempersiapkan segalanya dengan baik. Termasuk sebelum benar-benar menyusui si kecil. Jauh sebelum masa menyusui tiba alias saat masih mengandung bayi, sebenarnya Anda sudah mulai bisa mempersiapkan agar bisa menyusui dengan lancar.

Persiapan menyusui saat masa kehamilan

Persiapan jauh-jauh hari ini tentu sedikit banyak akan membantu diri Anda lebih siap saat menyusui nantinya. Berikut berbagai persiapan menyusui yang bisa mulai Anda lakukan sejak masa kehamilan:

  • Banyak bertanya dan bertukar cerita dengan ibu yang telah mulai menyusui bayinya lebih dahulu. Misalnya cara menyusui ketika ibu sedang bekerja, mengatasi masalah pada payudara saat menyusui, dan lain sebagainya.
  • Banyak bertanya dengan dokter untuk mendapatkan jawaban mengenai kebingungan seputar cara menyusui yang benar.
  • Mencari banyak informasi dari buku, internet, maupun beragam sumber terpercaya lainnya.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai kondisi kesehatan tubuh Anda. Misalnya pernah menjalani operasi, mengalami cedera, maupun berbagai kondisi medis lainnya.
  • Bicarakan juga dengan dokter jika Anda mengalami depresi, atau sedang rutin minum suplemen maupun obat-obatan tertentu.
  • Persiapkan beberapa hal yang sekiranya akan Anda butuhkan nantinya untuk menyusui. Contohnya bra menyusui, penutup menyusui (cover atau nursing scarf), maupun bantal menyusui (nursing pillow).
  • Rutin melakukan teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam.

Persiapan sebelum mulai menyusui bayi

Setelah bayi lahir, tentu ini saat yang tepat untuk menerapkan segala hal terkait menyusui yang telah jauh-jauh hari Anda persiapkan dengan matang. Dengan begitu, Anda tidak merasa kaget karena sedikit banyak sudah cukup memahami mengenai tahapan yang satu ini.

Sebaiknya jangan terlewatkan, karena mempersiapkan segala halnya dengan baik tepat sebelum mulai menyusui bisa menjadi salah satu cara menyusui bayi yang benar. Baik itu sebelum mulai pertama kali menyusui atau sudah berkali-kali menyusui, berikut ini persiapan yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Dekatkan bayi Anda dan terapkan interaksi langsung antara kulit (skin to skin contact) tepat setelah bayi lahir.
  • Usahakan untuk tidak memberikan botol dot maupun puting buatan, sampai bayi bisa menemukan dan menempel dengan mudah pada puting payudara Anda.
  • Cari ruangan khusus menyusui, atau sudut maupun ruangan yang tenang untuk menyusui bila Anda sedang berada di luar rumah.
  • Gunakan bra menyusui untuk memudahkan Anda saat menyusui.
  • Gunakan atasan berupa kemeja, maupun baju atau dress yang didesain khusus untuk ibu menyusui. Pakaian ibu menyusui biasanya dilengkapi celah di bagian kanan dan kiri pada area dekat payudara, sehingga akan lebih memudahkan Anda saat menyusui.
  • Ada berbagai jenis bantal menyusui (nursing pillow). Pilih dan sediakan jenis bantal menyusui yang sekiranya nyaman untuk Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan.
  • Siapkan penutup menyusui atau nursing scarf, khususnya jika Anda hendak pergi ke luar rumah dan akan menyusui si kecil.

Dokter maupun tim medis biasanya memang akan langsung meletakkan bayi di atas perut Anda untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Selain bertujuan agar terjadi interaksi langsung antara kulit Anda dan bayi alias skin to skin contact, prosedur IMD juga akan membantu bayi agar bisa mencari puting payudara Anda dengan sendirinya.

Perlukah mengencangkan puting susu sebelum menyusui?

Pada dasarnya tidak perlu. Ini karena perubahan hormon yang meningkat selama kehamilan, akan membantu membuat puting susu lebih mudah untuk diisap bayi saat masa menyusui tiba.

Anda juga tidak perlu memakai krim untuk melembut area areola payudara, atau area gelap berwarna kecokelatan yang mengelilingi puting. Areola akan memproduksi minyak secara alami yang berfungsi untuk membantu melumasi puting payudara.

Minyak alami ini biasanya berbau seperti air ketuban. Dengan begitu, bayi bisa menyusui dengan lebih mudah dan tidak merasa asing dengan aromanya. Khususnya selama melakukan IMD, aroma air ketuban yang diproduksi oleh areola ini akan semakin memudahkan bayi untuk mencari puting susu Anda.

Bagaimana cara menyusui bayi yang benar?

lepuhan payudara

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pemberian ASI dapat dimulai langsung setelah proses melahirkan selesai atau inisiasi menyusui dini. Proses IMD ini mungkin memakan waktu yang tidak sebentar, karena menunggu sampai bayi menemukan puting ibu dengan sendirinya untuk mulai menyusui.

Dengan begitu, bayi bisa mulai segera menyusu langsung melalui payudara setelah dilahirkan. Dalam hal ini, dokter dan tim medis juga tidak akan memberikan bayi air putih, susu formula, maupun cairan lainnya. Kecuali, jika pemberian berbagai hal tersebut memang diperlukan karena kondisi medis yang dialami bayi.

Jika keseluruhan proses IMD sudah dilakukan, artinya Anda bisa menyusui bayi dengan langsung menggendong dan mengarahkan bibir bayi pada puting payudara. Tahapan ini akan terus Anda lakukan di sesi menyusui selanjutnya dalam beberapa bulan ke depan, terutama selama masa pemberian ASI eksklusif.

Cara menyusui bayi yang baik dan benar bisa Anda lakukan dengan menerapkan beberapa aturan, yakni:

Menerapkan perlekatan atau latch on sebelum menyusui

Sebelum mulai menyusui, penting untuk menempatkan bayi pada posisi perlekatan yang tepat (latch on). Latch on bertujuan agar tidak muncul rasa sakit atau tidak nyaman saat menyusui, dan bayi bisa menyusui dengan lancar.

Ini karena posisi yang tepat antara mulut bayi dengan puting payudara Anda bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, yang berujung pada nyeri dan sakit. Alhasil, kemudian timbul berbagai masalah pada payudara saat menyusui.

Tahapan perlekatan saat menyusui (latch on) yang tepat pada bayi sebagai cara menyusui yang benar adalah sebagai berikut:

  1. Usahakan untuk menjaga posisi telinga, bahu, serta pinggul bayi. Pastikan tubuhnya sejajar dengan tubuh Anda agar bayi bisa lebih mudah menelan selama menyusui.
  2. Usahakan agar posisi hidung bayi berhadapan langsung dengan puting payudara Anda, dan tidak tertekan.
  3. Pegang dagu bayi secara perlahan, kemudian bantu untuk membukanya sembari bibir bayi mendekati payudara untuk mulai menyusu.
  4. Arahkan puting payudara dan gesekkan atau sentuh perlahan bagian bibir bayi dengan menggunakan puting payudara Anda. Kemudian tunggu sampai bibir bayi terbuka lebar seola sedang menguap, sebagai pertanda telah siap untuk mengisap puting payudara.
  5. Bimbing bibir bayi menuju ke puting payudara, agar bayi bisa lebih mudah untuk mengisapnya.
  6. Usahakan bibir dan mulut bayi telah mengisap puting payudara Anda dengan baik dan benar. 
  7. Tarik puting dari mulut bayi dan ulangi lagi tahapannya dari awal, bila bayi tidak bisa mengisapnya dengan tepat. Jika latch on tidak dilakukan dengan benar, biasanya Anda akan merasa nyeri atau sakit pada puting.

Setelah perletakan saat menyusui (latch on) dilakukan dengan baik, kini bayi bisa mulai menyusui.

Berikut ini tanda perlekatan Anda sudah benar

  • Dagu bayi menyentuh payudara ibu
  • Bibir bawah bayi terpuntir keluar
  • Mulut bayi terbuka lebar
  • Aerola bagian bawah lebih banyak yang masuk ke mulut bayi dibanding bagian atas
  • Bayi yang menyusu dengan baik akan mengisap dengan pelan, berirama, tidak tergesa-gesa dan tidak terdengar bunyi berdecak. Pipi bayi akan menggembung dan ibu tidak terasa sakit.

Tahapan cara menyusui bayi yang benar

Ketika semua persiapan telah Anda lakukan dan paham mengenai cara latch on, kini masuk ke saat utama untuk menyusui si kecil. Secara keseluruhan, berikut ini cara agar dapat menyusui dengan baik dan benar:

  1. Bagi ibu menyusui, posisikan diri senyaman mungkin dan rilekskan diri Anda. Supaya lebih nyaman, Anda bisa bersandar atau ganjal tubuh dengan bantal.
  2. Setelah posisi ibu terasa nyaman, gendong dan pegang kepala bayi dengan satu tangan dan pertahankan posisi payudara ibu dengan tangan yang lainnya.
  3. Kemudian dekatkan wajah bayi ke arah payudara ibu. Pastikan tubuh bayi menempel sepenuhnya dengan tubuh ibu.
  4. Beri rangsangan pada daerah bibir bawah bayi dengan menggunakan puting susu ibu. Tujuannya agar mulut bayi terbuka lebar.
  5. Biarkan bayi memasukkan areola (seluruh bagian gelap di sekitar puting payudara ibu) ke dalam mulut bayi. Tahapan ini termasuk lacth on atau perlekatan saat menyusui.
  6. Bayi akan mulai menggunakan lidahnya untuk mengisap ASI. Ibu tinggal mengikuti irama menyedot dan menelan yang dilakukan bayi.
  7. Ketika ibu ingin menyudahi atau berpindah ke payudara yang lain, letakkan satu jari ibu ke sudut bibir bayi. Nantinya, bayi perlahan-lahan akan melepaskan isapannya.
  8. Hindari melepaskan mulut bayi atau menggeser payudara Anda secara tiba-tiba. Ditakutkan, hal ini malah akan membuat bayi rewel dan akan sulit menyusu lagi nantinya.
  9. Biarkan bayi mengatur sendiri kecepatannya saat menyusui. Perlu diingat, tidak ada batasan waktu yang pasti mengenai berapa lama bayi akan menyusui, karena masing-masing bayi memiliki waktu menyusui yang berbeda-beda. Hanya saja, memang biasanya bayi punya minimal waktu tertentu saat menyusu.
  10. Perpindahan payudara saat menyusui bisa Anda lakukan ketika payudara terasa lebih lunak setelah bayi menyusu. Ini karena ASI di dalam payudara tersebut telah diminum oleh bayi, sehingga terasa tidak lagi penuh. Tindakan menyusui secara bergantian dapat mencegah payudara yang belum dipakai untuk menyusui menjadi nyeri karena penuh terisi oleh ASI.

Cara yang benar untuk mengetahui bayi masih ingin menyusui

Biasanya, bayi tidak cukup menyusu hanya pada satu payudara. Jika masih merasa haus dan lapar, bayi akan menunjukkan berbagai tanda masih ingin menyusu.

Untuk memastikan dengan benar kalau bayi masih ingin menyusui, berbagai cara yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan langkah yang sama seperti langkah-langkah sebelumnya. Beri rangsangan pada daerah bibir bawah bayi dengan menggunakan puting susu ibu.
  2. Ketika bayi masih ingin menyusu bayi akan memasukkan areola ke dalam mulutnya dan kembali mengisap. Sedangkan kalau sudah kenyang, bayi akan berhenti dengan sendirinya.
  3. Biarkan bayi menentukan seberapa lama akan menyusu sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.

Bayi yang merasa telah cukup menyusu biasanya akan berhenti atau tertidur dengan sendirinya. Di saat inilah Anda bisa melepaskan puting susu dari mulut bayi.

Apa yang harus dilakukan setelah selesai menyusui?

jadwal menyusui bayi

Meski bayi sudah selesai menyusui, tapi tugas Anda belum selesai sampai di sini saja. Setelah bayi merasa kenyang, ada baiknya Anda menepuk-nepuk punggung bayi secara perlahan.

Hal ini bertujuan agar bayi mengeluarkan kelebihan udara dengan cara bersendawa setelah menyusui. Pasalnya, jika udara tersebut ada di dalam perut bayi terlalu lama, tentu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Bahkan, bayi bisa merasa begah dan sangat kekenyangan, sehingga cenderung malas untuk menyusui lagi di waktu selanjutnya, Itu sebabnya, bersendawa bisa membantu mengeluarkan kelebihan udara tersebut guna memberikan ruang di dalam perut bayi agar bisa meminum lebih banyak ASI.

Namun, tidak semua bayi perlu bersendawa saat menyusui telah selesai. Ada beberapa bayi yang tidak menelan terlalu banyak udara selama menyusui, sehingga tidak perlu bersendawa.

Akan tetapi, jika jumlah ASI yang diminum bayi cukup banyak, terlebih jika bayi menyusui dengan cukup cepat, kemungkinan bayi sudah menelan cukup banyak udara. Dalam kondisi ini, usahakan untuk membuat bayi bersendawa usai menyusui.

Nah, waktu yang tepat untuk bayi bersendawa yakni tepat setelah ia selesai menyusui. Perhatikan juga saat bayi tampak rewel selama menyusu, dan sering berhenti di tengah-tengah isapannya.

Kondisi ini menandakan bayi tidak nyaman karena ada cukup banyak angin di dalam perutnya. Pada saat seperti ini ada baiknya Anda membantu bayi untuk mengeluarkan angin tersebut melalui bersendawa.

Bagi bayi yang menyusui dari kedua sisi payudara, Anda bisa membantu bayi untuk bersendawa saat pergantian payudara dan setelah menyusui. Sementara jika hanya satu payudara yang dipakai untuk menyusu, bayi dapat bersendawa di akhir menyusu.

Berbagai hal penting lainnya yang perlu dicatat

mitos ibu menyusui

Selain memastikan cara menyusui bayi yang Anda lakukan sudah benar dan sesuai pedoman, ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan. Ini bertujuan agar proses menyusui tetap lancar dan terasa begitu bermakna. Berikut beberapa poin-poin penting tersebut:

  1. Tunda pemakaian botol dot untuk memberikan ASI bagi bayi. Alangkah lebih baiknya, pemakaian botol dot dilakukan setelah bayi mampu menyusu pada ibu dengan baik dan benar. 
  2. Lakukan perawatan pada puting ibu dan hindari pemakaian sabun yang mengandung terlalu banyak bahan kimia di daerah areola. Hal ini karena sabun bisa membuat kulit kering dan pecah-pecah.
  3. Asupan gizi ibu sangat penting untuk menjaga kandungan nutrisi ASI. Meliputi makan makanan bergizi dan minum cukup air. Jangan lupa, ibu menyusui juga perlu istirahat yang cukup.
  4. Hindari mengonsumsi obat-obatan yang tidak perlu atau memang tidak diresepkan oleh dokter untuk Anda maupun bayi.

Botol dot untuk bayi biasanya baru dianjurkan ketika bayi sudah berusia kurang lebih 4 minggu. Setelah mengetahui beragam hal yang sebaiknya dilakukan sebelum, selama, dan setelah menyusui, artinya Anda telah menerapkan cara menyusui yang benar. Jika ada pertanyaan maupun keluhan lebih lanjut terkait cara menyusui bayi

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca