Cara Menyendawakan Bayi yang Nyaman Setelah Menyusui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Sendawa merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mengeluarkan gas berlebih di dalam tubuh dan sistem pencernaan sebagai bentuk perawatan bayi baru lahir. Tak hanya orang dewasa yang perlu sendawa, bayi yang baru lahir juga perlu sendawa. Biasanya kegiatan ini dilakukan setiap kali ibu selesai menyusui. Namun, tak sedikit orangtua baru yang bingung bagaimana cara yang tepat untuk membuat bayi sendawa. Sebelum membahas cara menyendawakan bayi, akan dibahas terlebih dahulu pentingnya sendawa bagi bayi setelah menyusui.

Pentingnya menyendawakan bayi setelah menyusui

bayi sendawa terus

Menyendawakan bayi setiap habis menyusui sangat penting dan memerlukan cara yang tepat. Pasalnya, saat menyusui bayi akan menelan udara yang bisa masuk dan terjebak di dalam sistem pencernaan.

Gelembung udara yang terperangkap ini jika tidak keluarkan akan membuat perut tidak nyaman sehingga bayi rewel sepanjang hari.

Selain itu, gas yang terperangkap juga bisa membuat bayi lebih cepat kenyang padahal sebenarnya rasa kenyang itu diakibatkan oleh banyaknya gas di perut.

Akibatnya, bayi tidak mendapat cukup gizi yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhannya.

Selain karena menelan udara ketika bayi menyusu, ada beberapa kondisi yang menimbulkan gas pada perut bayi:

  • Makanan mengandung gas yang ibu konsumsi (brokoli, kembang kol, minuman bersoda).
  • Reaksi alergi atau intoleransi makanan dari asupan ibu atau dari kandungan susu formula.

Tubuh bayi langsung bereaksi dengan menciptakan lebih banyak gas ketika ia memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu yang ibu konsumsi atau kandungan di susu formula.

Oleh karena itulah sendawa diperlukan untuk menyingkirkan sebagian udara yang tertelan saat proses menyusui berlangsung.

Pada banyak kasus, terlalu banyak gas yang masuk, terperangkap, dan tidak dikeluarkan akan membuat bayi kembung, rewel, dan merasa gelisah.

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyendawakan bayi juga dilakukan sebagai cara untuk mencegah gumoh pada si kecil.

Kapan bayi perlu bersendawa?

susu formula untuk bayi

Menurut American Academy of Pediatrics Anda perlu cara untuk menyendawakan bayi bahkan ketika mereka tidak menangis atau merengek akibat perut bayi kembung. Ada beberapa kondisi yang memerlukan bayi perlu bersendawa, yaitu:

Saat diberikan susu botol

Bila si kecil diberikan susu botol, baik berisi susu formula atau ASI perah, Anda harus membuat bayi sendawa setiap bayi selesai minum susu sekitar 60-90 ml.

Ini karena kapasitas lambung bayi yang kecil dan untuk menghindari bayi kembung dan muntah.

Saat pindah posisi menyusu

Jika bayi sedang diberikan ASI, Anda harus membuat si kecil bersendawa setiap ia pindah menyusu pada payudara satunya. Ketika Anda memindahkan posisi bayi dari satu payudara ke payudara lainnya, bayi biasanya akan menelan banyak udara.

Ini karena biasanya mulutnya masih terlihat seperti menyedot puting padahal telah dilepaskan sehingga membutuhkan cara untuk menyendawakan bayi. Si kecil yang sudah disendawakan akan merasa nyaman dan membuat jam tidur bayi lebih baik.

Saat bayi rewel setelah menyusu

Ketika bayi bangun tidur usai menyusui, kemungkinan ia merasa perutnya tidak enak. Hal ini biasanya terjadi saat Anda tidak membuatnya bersendawa tepat setelah menyusui, misalnya karena bayi telanjur tidur.

Untuk itu, Anda bisa coba untuk menyendawakan setelah ia bangun dari tidurnya.

Cara menyendawakan bayi

hemokromatosis hemochromatosis adalah

Untuk membuat bayi sendawa, Anda dapat melakukannya dengan cara menggendong bayi dan taruh kepala serta badannya di dada Anda, biarkan dagu bayi menempel pada bahu Anda.

Kemudian, pegang bagian belakang kepala dan bahunya dengan satu tangan. Sementara tangan yang lain menggosok dan menepuk bagian punggung bayi dengan perlahan serta lembut.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa cara menyendawakan bayi yang bisa Anda ikuti, mengutip dari Kids Health.

1. Cara menyendawakan bayi: gendong di dada atau bahu

Cara ini paling sering dilakukan oleh orangtua untuk menyendawakan bayi setelah menyusu. Ada dua posisi yang bisa dicoba, yaitu menggendong bayi di dada atau di bahu.

Posisi ini bisa disesuaikan dengan kenyamanan orangtua ketika ingin membuat bayi sendawa

Di dada

Cara yang satu ini paling mudah dan sering digunakan pada bayi baru lahir. Bagaimana cara menyendawakan bayi sambil digendong di dada? Ini langkah-langkahnya.

cara menyendawakan bayi

  1. Letakkan kain di atas bahu untuk melapisi dan melindungi pakaian yang Anda gunakan dari liur si kecil.
  2. Gendong dan letakkan bayi di dada sehingga dagunya bertumpu pada bahu Anda (lihat gambar).
  3. Pegangi si kecil dengan satu tangan.
  4. Di waktu yang bersamaan tangan Anda yang lain menepuk-nepuk dan mengusap lembut punggungnya untuk mengeluarkan gas dalam perutnya.

Bila Anda ingin melihat wajah si kecil ketika sedang sendawa, lakukan langkah di atas sambil berkaca di depan cermin sehingga bisa melihat posisi bayi sudah nyaman atau belum.

Di bahu

Cara menyendawakan bayi dengan menggendong di bahu biasanya dilakukan pada bayi yang usianya sudah cukup besar.

Setidaknya leher bayi sudah kuat untuk menopang kepalanya sendiri, berikut beberapa langkah yang bisa dicoba:

cara membuat bayi sendawa

  1. Letakkan kain atau handuk kecil di atas bahu Anda dan usahakan untuk menutupi separuh sisi punggung.
  2. Gendong dan pegang bayi di atas bahu. Posisikan perut bayi ada di bahu Anda dan sehingga perutnya agak tertekan.
  3. Pegangi si kecil dengan satu tangan.
  4. Di waktu yang bersamaan tangan Anda yang lain menepuk-nepuk dan mengusap lembut punggungnya agar udara keluar dari dalam perutnya.
  5. Pastikan bayi dapat bernapas dengan nyaman dan tidak merosot terlalu jauh dari bahu.

Saat menyendawakan bayi dengan cara digendong di bahu, Anda bisa melakukannya sambil bercermin. Hal ini untuk memeriksa posisi bayi sudah sangat nyaman dan si kecil bisa bernapas dengan baik.

2. Cara menyendawakan bayi: mendudukan di pangkuan

Mungkin sebagian orangtua ragu membuat bayi sendawa dengan cara ini, karena posisinya yang cukup sulit. Namun, Anda bisa mencobanya dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

cara menyendawakan bayi

  1. Pasangkan celemek atau kain di atas pangkuan Anda untuk mengantisipasi ludah yang mungkin dikeluarkan si kecil
  2. Dudukkan bayi di pangkuan, boleh menyamping atau menghadap ke arah Anda
  3. Gunakkan satu tangan untuk menopang tubuh bayi dengan meletakkannya di dada
  4. Jari-jari Anda memegangi dagu dan rahangnya dengan lembut. Pastikan tidak meletakkan jari di lehernya agar anak tidak tercekik
  5. Condongkan badan si kecil ke arah depan dan sembari menepuk-nepuk dan mengusap lembut punggungnya dengan tangan Anda yang lain

Bila ragu untuk membuat bayi sendawa dengan cara ini, Anda bisa minta bantuan pasangan atau orangtua agar lebih nyaman saat menyendawakan si kecil.

3. Cara menyendawakan bayi: membaringkan di pangkuan

Posisi yang satu ini juga bisa dicoba sebagai cara untuk membuat bayi sendawa, berikut langkah-langkahnya:

Sumber: Livestrong
  1. Letakkan kain di atas pangkuan Anda untuk mengantisipasi ludah yang mungkin dikeluarkan si kecil
  2. Baringkan bayi di pangkuan menghadap ke bawah, ke arah kaki Anda
  3. Pegang dagu dan rahangnya dengan lembut dengan satu tangan
  4. Usahakan agar kepala bayi tidak lebih rendah dari bagian tubuhnya yang lain untuk menghindari darah mengalir ke kepalanya
  5. Tepuk dan usap punggungnya dengan lembut untuk mengeluarkan udara di dalam perutnya

Di antara ketiga metode tersebut, pilihlah cara yang paling efektif untuk membuat bayi sendawa dan tentunya tetap membuat si kecil tetap merasa nyaman. Namun, jika dalam beberapa menit bayi tidak juga sendawa coba ulangi menggunakan dua posisi lainnya.

Jika tidak berhasil juga, tandanya bayi Anda memang tidak perlu bersendawa, mungkin karena gas yang tertelan sangat sedikit.

Bagaimana bila menyendawakan bayi tidak efektif membuang gas di perut?

Bila Anda sudah melakukan cara untuk menyendawakan bayi tapi gas masih mengumpul di perut si kecil, tentu ini tidak nyaman. Sebaiknya Anda memilih botol dan dot susu yang didesain khusus untuk usia bayi.

Biasanya dot pada botol susu bayi dikelompokkan sesuai usia, mulai dari untuk bayi prematur, baru lahir, usia 3 bulan, dan seterusnya.

Bila Anda memberikan susu lewat botol, pastikan untuk memilih dot yang sesuai dengan usia bayi. Ini untuk mengurangi udara yang tertelan saat proses menyusui.

Beberapa jenis botol susu juga memiliki desain khusus agar udara tidak masih ke dalam botol. Ada yang bentuknya miring untuk menjaga susu menuju dot tidak dimasuki udara.

Kondisi yang membuat bayi harus ke dokter

bayi konsultasi setelah tidak sendawa

Setelah melakukan banyak cara untuk menyendawakan bayi, kondisi apa yang perlu diperhatikan oleh orangtua? Bila bayi tidak dapat bersendawa atau jarang Anda buat bersendawa, jumlah udara yang ada di dalam perut bayi semakin banyak.

Hal ini yang kemudian membuat bayi semakin rewel dan dapat mengganggu kesehatannya. Anda sebaiknya segera membawa bayi Anda ke dokter bila ia mengalami:

  • Tidak bisa buang air besar, atau BAB berdarah
  • Muntah terus menerus
  • Sangat amat rewel dan tak bisa didiamkan
  • Mengalami demam berhari-hari hingga mencapai 38 derajat celcius

Dokter dapat menentukan apa yang menyebabkan si kecil tidak kunjung bersendawa, meski sudah melakukan banyak cara untuk membuat bayi sendawa.

Selanjutnya, dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Mungkin Anda berpikir Anda bisa bebas makan apa saja setelah melahirkan. Tapi jangan salah, masih ada pantangan makan setelah melahirkan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Melahirkan, Kehamilan 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Belum lagi cacingan diduga bisa jadi penyebab stunting pada anak. Cari tahu lebih jauh, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
penyebab stunting
Kesehatan Anak, Parenting 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
masalah ibu menyusui

10 Masalah Ibu Menyusui Beserta Cara Mengatasinya yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
bullying pada remaja

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit