Bintik Merah di Kulit Bayi, Mana yang Wajar dan Mana yang Tidak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum.

Munculnya ruam atau bintik merah pada kulit bayi pasti membuat Anda khawatir. Ini normal terjadi karena kulitnya masih sensitif dan bayi harus beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Walaupun umum terjadi, Anda harus mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter mengenai penyebab munculnya bintik merah tersebut. Sebab bintik merah tersebut bisa saja muncul sebagai tanda suatu penyakit.

Bintik merah yang muncul pada kulit bayi sulit dibedakan. Entah itu karena gigitan serangga, biang keringat, atau kondisi lain yang lebih serius. Bila bintik merah terjadi tanpa diikuti gejala lain, kemungkinan bayi mengalami ruam ringan dan akan hilang dengan perawatan kulit yang tepat. Namun, bila muncul gejala lain yang menyertai, sebaiknya segera periksa kesehatan bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Kondisi umum penyebab bintik merah pada kulit bayi

Kondisi ini umum terjadi namun tetap harus diperhatikan. Bila kondisinya semakin parah, tidak hilang, dan bayi semakin tidak nyaman dengan kondisinya tersebut Anda harus melakukan konsultasi ke dokter. Berikut kondisi umum yang menyebabkan munculnya bintik merah pada bayi, seperti:

1. Biang keringat

biang keringat pada bayi

Kondisi ini terjadi akibat keringat yang terjebak di bawah kulit karena pori-pori pada kulit bayi tersumbat. Ini bisa disebabkan paparan cuaca panas, kondisi kamar yang panas, atau baju yang terlalu tebal. Saat bayi mengalami kondisi ini, biasanya muncul bintik merah yang menyebar dan terasa gatal di sekitar leher, bahu, dada, ketiak, lipatan siku, dan lipatan paha.

Kondisinya akan menjadi lebih baik bila bayi tidak berkeringat karena kepanasan, menggunakan pakaian dari bahan katun yang longgar agar ruam terhindar dari goresan, dan tentunya dengan menyesuaikan suhu kamar bayi.

2. Ruam popok

Ruam popok terjadi di daerah sekitar pantat bayi atau daerah yang tertutupi popok. Popok yang kotor bila tidak segera diganti akan membuat kulit bayi memerah, lembap, dan menyebabkan iritasi. Kulit yang terbuka karena iritasi bisa memungkinkan bakteri atau jamur untuk masuk dan membuat ruam popok menjadi lebih buruk. Untuk itu, bayi harus rutin mengganti popoknya yang kotor. Kemudian, bersihkan dengan lap basah atau tisu sebelum memakaikannya dengan popok yang baru.

3. Jerawat bayi

Jerawat bayi bukan seperti halnya jerawat yang muncul pada kulit remaja atau orang dewasa. Jerawat ini menyebabkan adanya benjolan berwarna merah atau putih kecil di sekitar pipi, hidung, dan dahi bayi. Ini berkembang sekitar dua sampai empat minggu setelah kelahiran dan penyebabnya tidak diketahui.

Biasanya jerawat pada bayi akan hilang dengan sendirinya sekitar tiga sampai empat bulan tanpa meninggalkan bekas. Dengan mencuci muka bayi setiap hari dengan sabun lembut, tidak menggunakan losion sembarangan, dan tidak menggosok atau mencubit daerah munculnya ruam, jerawat tersebut tidak akan bertambah parah dan lebih cepat hilang.

Kondisi serius penyebab bintik merah pada kulit bayi

Dilansir dari WebMD, bintik merah yang muncul pada kulit bayi umumnya memang tidak membahayakan. Namun, Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut ini yang menandakan bahwa kondisi menjadi serius bila bintik merah menjadi vesikula (benjolan) yang berisi cairan buram kekuningan atau bintik merah berubah menjadi ungu (petechiae). Berikut beberapa kondisi serius penyebab munculnya bintik merah pada kulit bayi yang perlu diwaspadai.

1. Eksim

eksim pada bayi

Kondisi ini menimbulkan ruam kulit kronis yang menyebabkan kulit menjadi bintik-bintik merah, terasa gatal, bersisik, dan terkadang terasa nyeri. Bila terus digaruk akan menyebabkan iritasi kulit atau bisa menyebabkan jaringan parut. Ini bisa terjadi pada bayi yang berumur sekitar enam bulan dan terus berkembang seiring bertambahnya usia. Penyakit ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, namun cenderung lebih sering muncul di bagian leher, pergelangan tangan, kaki, pergelangan kaki, lipatan siku atau lutut, dan pantat bayi.

Penyakit eksim pada bayi  yang paling sering terjadi adalah dermatitis atopik. Ini dipicu oleh hal-hal yang sifatnya alergen atau zat kimia yang mengiritasi kulit, contohnya seperti tungau, debu, detergen, atau bulu bintang peliharaan. Tidak ada obat untuk kondisi ini. Namun, gejala bisa dikurangi dengan menggunakan krim atau pelembap yang disarankan oleh dokter untuk menjaga kulitnya agar tetap lembap.

2. Selulitis dan impetigo

impetigo pada bayi

Selulitis disebabkan oleh infeksi pada kulit oleh bakteri Streptococcus yang membuat kulit memunculkan bintik merah, bengkak, dan terasa panas. Terkadang kondisi ini muncul disertai dengan demam. Ini harus segera diobati supaya infeksi tidak menyebar dengan cepat.

Selain selulitis, impetigo juga merupakan infeksi virus bakteri Streptococcus atau Staphylococcus yang masuk melalui pori-pori kulit yang terbuka akibat luka. Awalnya akan muncul bintik merah yang kemudian membengkak membentuk lenting dan akan pecah bila terus digaruk. Cairan yang keluar ini bisa menyebarkan bakteri ke kulit sekitarnya. Luka akibat lenting yang pecah akan berkembang selam empat atau enam hari menjadi kering dan membentuk koreng. Kondisi ini biasanya diobati dengan obat antibiotik yang disarankan oleh dokter.

3. Cacar air

Penyakit cacar air disebabkan oleh virus dan ditandai dengan bintik merah seperti gigitan nyamuk. Namun, dalam beberapa jam, bintik tersebut akan membentuk lenting berisi cairan. Ini terasa sangat gatal dan biasanya disertai demam serta dalam waktu singkat dapat menyebar seluruh tubuh.

Penyakit ini menular dari cairannya yang bisa pecah jika terkena goresan. Jika bayi Anda mengalami hal tersebut, segera konsultasi ke dokter untuk diberikan obat minum atau salep. Setelah lima atau tujuh hari, bekas luka akan mengering dan tidak akan menularkan penyakitnya pada orang lain. Cacar air bisa dicegah dengan vaksin cacar air.

4. Penyakit kelima (fifth disease)

Penyakit kelima atau fifth disease adalah infeksi virus yang gejala awalnya ditandai dengan demam. Kemudian, bintik merah yang semakin memerah akan muncul setelah satu minggu kemudian pada daerah pipi dan pucat di sekitar mulut. Kondisi ini memberi kesan seperti bayi habis ditampar (slapped cheek syndrome). Ruam bisa menyebar ke seluruh tubuh hingga telapak tangan atau bahkan telapak kaki. Ini bisa terjadi selama satu atau tiga minggu.

5. Meningitis

Penyakit ini bisa memunculkan ruam keunguan pada kulit bayi. Gejala meningitis lainnya adalah demam, kulit pucat, muntah, dan tentu membuat bayi menjadi rewel. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi pada lapisan saraf tulang belakang oleh virus atau bakteri. Kondisi ini sangat serius dan membutuhkan pertolongan dokter secepatnya untuk menghindari komplikasi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca