backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Leher Bayi Merah dan Lecet? Ini Penyebab dan Perawatannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 19/12/2022

    Leher Bayi Merah dan Lecet? Ini Penyebab dan Perawatannya

    Kulit bayi memang sangat sensitif dan rentan terkena berbagai masalah kulit yang mengganggu. Kulit bayi lebih mudah terkena iritasi dan rentan terhadap kondisi tertentu, salah satunya leher merah dan lecet. Ruam pada leher bayi tersebut sering membuat bayi tidak nyaman sehingga bayi rewel dan menangis. Apa saja penyebab leher bayi mudah lecet dan merah ruam? Bagaimana cara mengatasinya? 

    Apa yang menyenyebabkan leher bayi merah?

    bintik bercak merah pada kulit bayi

    Ruam kemerahan yang tampak jelas di leher bayi sebenarnya kondisi yang umum terjadi pada bayi di rentang usia empat sampai lima bulan. 

    Bila Anda menemukan leher bayi merah, bahkan disertai lecet, berbau, hingga gatal, dan ini cukup mengganggu aktivitas si Kecil, beberapa hal ini mungkin jadi penyebabnya.

    1. Iritasi kulit

    Bayi yang gemuk dengan lipatan di lengan dan leher memang menggemaskan.

    Namun, lipatan tersebut bisa menjadi pemicu datangnya iritasi kulit dan membuat leher bayi merah bahkan sampai lecet bila digaruk.

    Lipatan di leher ini nantinya dapat memicu kelembapan, ditambah dengan gesekan terus-menerus ketika bayi menggerakkan kepala dan badannya.

    Semua hal ini lama-lama berperan dalam menimbulkan iritasi kulit bayi yang ditandai dengan munculnya rasa gatal dan kemerahan di leher si Kecil.

    2. Infeksi jamur

    Selain akan menyebabkan iritasi kulit, kondisi kulit yang lembap serta produksi keringat berlebih di area lipatan leher bayi juga akan menjadi tempat yang ideal bagi pertumbuhan jamur. 

    Infeksi jamur di kulit adalah salah satu penyebab paling umum ketika tiba-tiba leher bayi merah, gatal, berbau, hingga lecet karena sering digaruk.

    3. Biang keringat

    Miliaria atau biang keringat adalah kondisi yang bisa dialami oleh siapa saja dan dari usia bayi sampai dewasa. 

    Namun, biang keringat memang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak karena kelenjar keringatnya masih dalam perkembangan. Ini membuat biang keringat lebih sering dialami bayi. 

    Saluran keringat yang seharusnya berperan sebagai tempat pengeluaran keringat, justru tersumbat,

    Ini membuat keringat yang ada di bawah kulit tidak dapat keluar dengan lancar. Akhirnya, muncullah biang keringat bersama dengan rasa gatal dan kemerahan di leher si kecil.

    Mengutip dari Healthy Children, biang keringat pada bayi bisa berada area popok, kaki, dan siku.

    Bayi juga bisa mengalami ruam merah biang keringat di bagian leher dan pada kondisi parah bisa sampai lecet.

    Biang keringat biasanya terjadi ketika bayi berada di tempat yang cuacanya cenderung panas dan tropis. 

    4. Tanda lahir

    Berbeda dengan penyebab yang telah dijelaskan sebelumnya, penyebab leher bayi merah yang satu ini tidak menimbulkan gejala atau keluhan apa pun. 

    Anda hanya akan melihat corak abstrak berwarna kemerahan di kulit si Kecil, yang ternyata adalah tanda lahir.

    Jangan panik dulu, karena ini merupakan kondisi normal yang tidak perlu dikhawatirkan.

    Pelebaran pembuluh darah di bawah lapisan kulit yang memicu munculnya tanda lahir kemerahan. 

    Kondisi ini biasanya akan memudar dalam hitungan minggu atau bulan setelah kelahiran, meskipun ada beberapa bayi yang mengalaminya seumur hidup.

    5. Eksim

    Bila melihat leher bayi merah dan lecet, bisa jadi penyebabnya adalah eksim. Ini adalah masalah kulit yang ditandai dengan munculnya bercak merah, bersisik, kering, hingga mengelupas.

    Eksim pada bayi biasanya akan berlangsung sejak kelahiran sampai usianya menginjak satu tahun.

    Mengutip dari Mayo Clinic, bayi yang memiliki eksim biasanya diturunkan dari keluarga dengan riwayat penyakit eksim, asma, atau alergi rhinitis. 

    Mutasi gen yang diturunkan dari orangtua ke anaknya bisa berpengaruh pada kemampuan tubuh dalam perlindungan kulit.

    Penting untuk memerhatikan beberapa pemicu eksim, meliputi penggunaan produk perawatan kulit, bahan pakaian, air liur, serta kulit bayi yang kering.

    Cara mengatasi leher bayi merah dan lecet

    merawat kulit bayi

    Sebagian besar kasus kemerahan di leher bayi akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

    Namun, memang dalam masa-masa ini, Anda akan kewalahan karena si Kecil tampak sangat rewel dan tidak nyaman dengan kondisinya.

    Jika ini terjadi, sebaiknya mulai dengan melakukan beberapa hal, seperti berikut ini. 

    1. Gunakan krim khusus

    Anda bisa memakai krim khusus bayi yang mengandung lanolin dan zinc oxide untuk meredakan kemerahan serta melindungi kulit bayi dari iritasi atau ruam pada leher bayi.

    Oleskan krim ini pada area kulit lainnya yang mengalami kemerahan.

    Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak bila berencana menggunakan krim atau lotion guna meredakan kemerahan dan gatal di leher bayi, apalagi bila usia si Kecil masih kurang dari enam bulan.

    Sebab, tidak menutup kemungkinan bayi memiliki alergi yang justru dapat memperparah masalah kulitnya. 

    Anda bisa membantu menenangkan peradangan di kulit bayi dengan memberinya kompres dingin di area kulit yang bermasalah.

    Selanjutnya, tepuk-tepuk hingga area tersebut kering setelah selesai kompres dingin.

    2. Usap dengan air dingin

    Saat kulit area leher bayi berwarna merah sampai lecet, sebaiknya tubuh si Kecil tetap dibersihkan dan gunakan air dingin. 

    Memandikan bayi memakai air dingin bisa membantu pori-pori terbuka dan membersihkannya dari sumbatan keringat yang memicu ruam dan benjolan. 

    3. Memakai kipas angin

    Saat bayi sedang pemulihan dari kondisi kulit merah dan lecet pada leher karena biang keringat, usahakan menjaga sirkulasi udara tetap baik. 

    Hindari cuaca udara panas dan lembap dengan ventilasi yang membuat udara di dalam dan luar ruangan bisa bertukar.

    Anda bisa menggunakan kipas angin atau AC untuk bayi guna menjaga tubuhnya agar tetap kering. 

    4. Pakai baju tipis saat leher bayi merah dan lecet

    Pakaian juga berpengaruh pada kondisi kulit bayi. Pilih pakaian bayi yang longgar agar tidak menggesek kulit si Kecil. 

    Anda bisa memilih pakaian bahan katun yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan menyerap keringat.

    Pertimbangkan juga untuk menggunakan detergen khusus baju bayi saat mencuci semua pakaiannya.

    5. Jaga kebersihan area leher bayi yang merah dan lecet

    Hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan kulit si kecil. Pastikan rajin memandikannya secara teratur. 

    Orangtua juga perlu mengganti seluruh pakaiannya, menggunakan perawatan kulit yang tepat, serta hal-hal lainnya yang bisa membantu merawat dan mencegah masalah pada kulit leher bayi dan bagian tubuh mana pun.

    Kesimpulan

    Itu adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi leher bayi yang kemerahan, gatal, dan lecet. Gejala yang dialami bayi pada kondisi ini bisa sangat mengganggu bayi, sehingga tidak jarang bayi menjadi rewel. Dengan melakukan cara di atas, Anda bisa meredakan gejala yang timbul dengan lebih cepat.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 19/12/2022

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan