Bintik Merah Pada Kulit Bayi: Mana yang Wajar dan Mana yang Tidak?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/04/2020
Bagikan sekarang

Anda pasti merasa cemas dan khawatir melihat kemunculan bercak atau bintik merah pada kulit bayi yang tiba-tiba. Ruam berupa bercak atau bintik merah pada kulit si kecil belum tentu pertanda masalah besar. Meski begitu, kemunculan bercak atau bintik merah yang disertai gejala lain mungkin juga merupakan tanda suatu penyakit. Agar lebih jelas, yuk, pahami lebih dalam macam-macam penyebab bintik merah pada bayi di artikel ini.

Kondisi umum penyebab bintik merah pada bayi

Bintik merah umum muncul pada kulit pipi, lengan, kaki, bokong, maupun bagian tubuh bayi lainnya. Kulit bayi masih sangat sensitif dan perlu beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga perubahan luar sedikit saja dapat membuatnya merah.

Berikut ini adalah beberapa penyebab umum munculnya bintik merah di kulit bayi:

1. Biang keringat

biang keringat pada bayi

Biang keringat (miliaria) adalah penyebab paling umum munculnya bercak merah pada kulit bayi.

Bintik merah khas biang keringat terasa dan terasa panas, gatal, dan perih, serta tampak menyebar di sekitar leher, bahu, dada, ketiak, lipatan siku, dan lipatan paha. Biang keringat terjadi akibat keringat yang terjebak di bawah kulit dan menyumbat pori-pori kulit bayi.

Bayi sangat mungkin terkena biang kering akibat paparan cuaca panas, kondisi kamar yang panas, atau baju yang terlalu tebal dan tidak menyerap keringat.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Biang keringat ringan bisa sembuh tanpa pengobatan medis khusus. Ada banyak cara mudah mengatasi biang keringat pada bayi. Salah satunya adalah dengan merawat kulit bayi agar tetap kering, bersih, dan tidak lengket karena lembap.

Jadi, kenakan bayi pakaian yang longgar dan berbahan katun agar menyerap keringat. Pastikan juga bayi cukup minum untuk menggantikan cairan yang keluar dari tubuhnya melalui keringat. Jika bayi sedang mengalami biang keringat dan mudah menangis, jangan biarkan ia kehausan.

2. Ruam popok

Bintik merah yang khusus muncul pada sekitar kulit bokong bayi bisa disebabkan oleh ruam popok. Bercak merah akibat ruam popok juga dapat muncul pada kulit alat kelamin dan pangkal paha bayi.

Ruam popok dapat terjadi ketika kulit bayi terus-terusan lembap akibat tertutupi oleh bahan popok yang basah oleh feses dan urin. Selain karena basah, bintik merah pada kulit bayi juga dapat terjadi akibat sensitivitas terhadap kotoran dalam popok tersebut.

Jika popok yang kotor jarang diganti, kulit akan semakin lembap dan iritasi. Kulit yang terbuka karena iritasi bisa memungkinkan bakteri atau jamur untuk masuk dan membuat ruam popok menjadi lebih buruk.

Maka, Anda harus sering-sering mengganti popoknya. Lepas popok yang kotor kemudian bersihkan area bokong dan sekitarnya dengan lap basah atau tisu sebelum dikeringkan. Angin-anginkan bokong bayi sebentar, lalu pakaikan popok yang baru.

Untuk meringankan gejala dan mempercepat penyembuhan dari iritasi, Anda bisa mengoleskan krim untuk ruam popok tanpa resep.

3. Gigitan nyamuk

Gigitan Nyamuk

Jika Anda melihat bintik merah pada kulit wajah bayi, kemungkinan penyebabnya adalah gigitan nyamuk. Bayi menghabiskan banyak waktunya untuk tidur dan tidak aktif bergerak sehingga memudahkan nyamuk menggigit kulitnya.

Cukup mudah untuk membedakan mana bintik merah akibat gigitan nyamuk dan biang keringat pada kulit bayi. Bercak merah pada kulit bayi yang menandakan biang keringat tampak banyak dan menyebar, sementara bentol gigitan nyamuk hanya terdiri dari satu bintik merah yang kadang menonjol.

Bekas gigitan nyamuk memang menimbulkan rasa gatal. Untungnya, kondisi ini cepat membaik dan Anda tidak perlu khawatir.

Agar bayi tidak lagi digigit nyamuk, Anda mungkin perlu mengoleskan minyak telon bayi pada kulitnya menjelang tidur. Aroma minyak ini tidak disukai nyamuk sehingga cukup ampuh melindungi kulit dari gigitan nyamuk.

4. Jerawat

Jerawat bayi bukan seperti halnya jerawat yang muncul pada kulit remaja atau orang dewasa. Jerawat ini menyebabkan kemunculan bercak merah atau bintik putih kecil pada kulit di sekitar pipi, hidung, dan dahi bayi.

Bercak merah pada kulit bayi ini biasanya muncul sekitar dua sampai empat minggu setelah bayi dilahirkan. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Namun, periset percaya bahwa ini ada hubungannya dengan perubahan hormon bayi dan sang ibu.

Biasanya jerawat pada bayi akan hilang sendiri dalam tiga sampai empat bulan tanpa meninggalkan bekas.

Dengan mencuci muka bayi setiap hari dengan sabun lembut, tidak menggunakan losion sembarangan, dan tidak menggosok atau mencubit daerah munculnya ruam, bintik merah khas jerawat pada kulit bayi tidak akan bertambah parah dan lebih cepat hilang.

Kondisi serius penyebab bintik merah pada bayi

Bintik merah yang muncul pada kulit bayi umumnya tidak membahayakan. Namun, Anda harus memperhatikan beberapa hal yang menandakan kondisi tersebut adalah serius.

Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika bercak merah pada kulit bayi berubah jadi benjolan berisi cairan buram kekuningan (vesikula) atau bintik merah berubah menjadi ungu (petechiae).

Berikut beberapa kondisi serius penyebab munculnya bintik merah pada kulit bayi yang perlu diwaspadai:

1. Eksim

eksim pada bayi

Eksim menimbulkan ruam kulit kronis yang menyebabkan kulit menjadi bintik-bintik merah, terasa gatal, bersisik, dan terkadang terasa nyeri. Bila terus digaruk akan menyebabkan iritasi kulit atau bisa menyebabkan jaringan parut.

Eksim bisa terjadi pada bayi yang berumur sekitar enam bulan dan terus berkembang seiring bertambahnya usia. Bercak merah pada kulit bayi ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, namun cenderung lebih sering di bagian leher, pergelangan tangan, kaki, pergelangan kaki, lipatan siku atau lutut, dan pantat bayi.

Penyakit eksim pada bayi dipicu oleh hal-hal yang sifatnya alergen atau zat kimia yang mengiritasi kulit, contohnya seperti tungau, debu, detergen, atau bulu bintang peliharaan.

Pada bayi yang memiliki dermatitis atopik, kulit yang kering dan sensitif tidak dapat dihilangkan. Akan tetapi, gejala bisa dikurangi dengan menggunakan krim pereda gatal atau pelembap yang disarankan oleh dokter untuk menjaga kulitnya tidak kering.

Bila eksim dipicu oleh alergi, jauhkan bayi dari hal-hal yang dapat menimbulkan alergi.

2. Selulitis dan impetigo

impetigo pada bayi

Selulitis disebabkan oleh infeksi pada kulit oleh bakteri Streptococcus. Infeksi tersebut memunculkan bercak merah pada kulit bayi disertai dengan pembengkakan dan hangat ketika disentuh. Terkadang kondisi ini muncul disertai dengan demam. Ini harus segera diobati supaya infeksi tidak menyebar dengan cepat.

Selain selulitis, impetigo juga merupakan infeksi virus bakteri Streptococcus atau Staphylococcus yang masuk melalui pori-pori kulit yang terbuka akibat luka.

Awalnya akan muncul bintik merah pada kulit bayi yang kemudian membengkak membentuk lenting dan akan pecah bila terus digaruk. Cairan yang keluar ini bisa menyebarkan bakteri ke kulit sekitarnya.

Luka akibat lenting yang pecah akan berkembang selama empat atau enam hari menjadi kering dan membentuk koreng. Kondisi ini biasanya diobati dengan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

3. Cacar air

Penyakit cacar air disebabkan oleh virus varicella dan ditandai dengan bercak merah pada kulit bayi seperti gigitan nyamuk. Namun, dalam beberapa jam, bercak tersebut akan membentuk lenting berisi cairan dan menimbulkan rasa gatal dan menyebar ke seluruh tubuh.

Kemunculan bintik merah biasanya disertai dengan demam dan nyeri pada tubuh. Penyakit ini menular dari cairannya yang bisa pecah jika terkena goresan. Setelah lima atau tujuh hari, bekas luka akan mengering dan tidak akan menularkan penyakitnya pada orang lain.

Jika bayi Anda mengalami hal tersebut, segera konsultasi ke dokter untuk diberikan obat minum atau salep. Untungnya, cacar air bisa dicegah perkembangan penyakitnya maupun keparahan gejalanya dengan melakukan vaksin.

4. Penyakit kelima (fifth disease)

Penyakit kelima atau fifth disease adalah infeksi parvovirus B19 yang gejala awalnya ditandai dengan demam, hidung berair, sakit kepala, dan nyeri tubuh. Kemudian, bintik merah pada kulit bayi yang semakin memerah akan muncul setelah satu minggu kemudian pada daerah pipi dan pucat di sekitar mulut.

Kondisi ini memberi kesan seperti bayi habis ditampar (slapped cheek syndrome). Ruam bisa menyebar ke seluruh tubuh hingga telapak tangan atau bahkan telapak kaki. Ini bisa terjadi selama satu atau tiga minggu.

Cleveland Clinic menyebutkan bahwa tidak pengobatan khusus untuk mengobati penyakit ini. Dalam waktu dua minggu, virus akan hilang dengan sendirinya dalam tubuh. Dokter mungkin akan meresepkan acetaminophen untuk membantu meredakan demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh.

5. Meningitis

meningitis pada bayi
Sumber: Pinterest

Meningitis adalah salah satu penyakit yang dapat menimbulkan bintik merah pada kulit bayi. Kondisi ini menandakan adanya infeksi bakteri atau virus pada lapisan saraf tulang belakang. Bila diperhatikan, ruamnya cenderung keunguan dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Selain munculnya ruam di kulit, bayi mungkin akan mengalami demam menggigil, tangan dan kaki terasa dingin, lesu, muntah, diare, dan tidak mau makan. Gejala khas lain yang perlu Anda perhatikan adalah menonjolnya fotanel, yakni ubun-ubun bayi.

Bayi yang mengalami gejala di atas, segera periksa ke dokter. Pasalnya, penyakitnya dapat mengancam jiwa sehingga perlu perawatan dokter segera mungkin untuk menghentikan infeksi.

Cara menghilangkan dan mencegah bintik merah pada kulit bayi

kulit bayi

Untuk sebagian besar kasus, cara menghilangkan bintik atau bercak merah pada kulit bayi mudah hanya dengan perawatan sederhana.

Namun, tetap penting bagi Anda memahami cara mengatasi dan mencegah kemunculannya di lain waktu. Berikut ini ada beberapa tips merawat kulit bayi agar tidak mudah kemerahan:

1. Jaga kebersihan kulit bayi

Kulit bayi sangat sensitif sehingga perlu perhatian ekstra dalam menjaga kebersihannya. Anda harus memandikan bayi dengan benar dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk lembut sebelum dipakaikan baju.

Namun, ingat jangan terlalu sering memandikan bayi karena bisa membuat kulitnya kering. Idealnya, bayi cukup mandi dua kali sehari.

Jangan lupa mengganti popoknya bila sudah kotor atau basah. Setelah dipakaikan popok baru, bersihkan dulu area tersebut dengan tisu bebas pewangi dan alkohol.

2. Hindari produk yang bisa mengiritasi

Saat kulit bayi bermasalah, sebaiknya hentikan pemakaian produk yang tertentu, contohnya minyak telon atau bedak pada area tersebut. Pasalnya, produk ini bisa menimbulkan rasa perih di kulit atau meningkatkan risiko penyumbatan di pori-pori.

3. Hindari pakaian panas dan ketat

Kulit merah pada bayi dapat teriritasi bila ada gesekan dan tekanan berlebihan. Untuk itu, hindari pakaian atau popok yang terlalu ketat. Sesuaikan pakaian bayi dengan suhu udara di sekitarnya.

Bila cuacanya panas jangan biarkan bayi memakai jaket, selimut, atau penutup tubuh yang bisa membuatnya banyak berkeringat.

4. Jauhkan bayi dari orang sakit dan pastikan ia mendapat vaksin

Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Itulah sebabnya ia akan lebih mudah sakit atau mengalami gejala yang lebih parah ketika terserang penyakit.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, pastikan si kecil menerima vaksin campak tepat pada waktunya. Ini akan membuat sistem kekebalan tubuhnya lebih kuat dalam melawan infeksi karena sudah memiliki antibodi tertentu. Selain itu, hindari bayi dari paparan orang yang sakit supaya ia tidak tertular.

5. Minta bantuan dokter

Merah-merah pada kulit bayi pada beberapa kondisi tidak dapat diobati dengan perawatan rumahan, contohnya seperti campak, demam scarlet, atau penyakit kelima. Namun, biang keringat dan ruam popok juga perlu perawatan dokter bila kondisinya semakin memburuk.

Sebagai pertimbangan untuk membawa si kecil ke dokter, perhatikan tanda dan gejala berikut ini:

  • Ruam kemerahan tidak kunjung membaik walaupun Anda sudah melakukan pengobatan rumahan
  • Ruam menyebabkan pembengkakan kulit dan hangat ketika disentuh
  • Merah di kulit bayi disertai munculnya demam atau gejala lain yang menyerupai flu

Kemunculan bintik atau bercak merah pada kulit bayi adalah hal yang umum. Namun, bayi harus mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter mengenai penyebab pasti dari kemunculan bercak tersebut.

Dengan begitu, dokter dapar memberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab bintik pada kulit bayi. Pengobatan bercak merah pada kulit bayi dapat berupa pemberian krim atau salep antijamur, antibiotik, bedak atau lotion pereda gatal, dan obat pereda demam, seperti paracetamol.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Anak menjadi kecanduan belanja atau shopaholic memang merepotkan. Kita harus mencegahnya agar tidak terbiasa hingga dewasa. Berikut tips mencegahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Muncul Ruam dan Gatal Sebelum Melahirkan? Itu Adalah PUPPP

PUPPP atau PUPPS adalah masalah kulit yang sering terjadi pada ibu hamil. Namun, apa yang membuat kondisi ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Bagaimana Cara Agar Kulit Bayi Putih?

Warna kulit sebenarnya dipengaruhi oleh genetik, tapi ada cara yang bisa dilakukan agar kulit bayi putih. Simak cara untuk memutihkan kulit bayi berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kulit Bayi, Parenting 24/03/2020

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kulit Bayi, Parenting 14/03/2020

Direkomendasikan untuk Anda

obat untuk infeksi jamur kulit

Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
sabun untuk kulit bayi sensitif

Cara Memilih Sabun untuk Kulit Bayi yang Sensitif

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020
merawat kulit saat karantina

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
Dermatitis pada bayi

Penyebab Dermatitis pada Bayi dan Gejala yang Paling Umum Muncul

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020