Apa Itu Vaksin Japanese Encephalitis dan Perlukah Diberikan pada Anak?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020
Bagikan sekarang

Indonesia adalah satu dari banyak negara Asia yang menjadi daerah endemik infeksi Japanese encephalitis (JE). Penularan japanese encephalitis terjadi lewat gigitan nyamuk Culex tritaeniorhynchus yang terinfeksi virus tersebut. Japanese encephalitis bisa sebabkan kelumpuhan hingga kematian jika terlambat diobati. Langkah pencegahan yang sudah terjamin menekan penyebaran infeksi adalah lewat vaksin japanese encephalitis (JE). 

Apa itu japanese encephalitis (JE)?

umur berapa anak vaksin HPV

Japanese encephalitis adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan dalam situs resminya bahwa penyakit ini paling sering menyerang sebagian besar negara Asia, seperti Jepang, China, Korea, Thailand, termasuk Indonesia. 

Nyamuk Culex tritaeniorhynchus banyak terdapat di persawahan, area irigasi, dan peternakan babi. Risiko penyebaran japanese encephalitis pada manusia biasanya meningkat pada musim penghujan dan di malam hari.

Sebagian besar kasus japanese encephalitis tidak menunjukkan gejala spesifik. Pada beberapa orang, gejala penyakit ini dapat muncul 5-15 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi virus. Gejala awal yang muncul dapat  berupa demam, menggigil, sakit kepala, lemah, mual, dan muntah.

Jarang penderita infeksi japanese encephalitis hingga menunjukkan gejala parah. Meski begitu, gejala infeksi yang parah dapat ditandai dengan:

  • Peradangan otak (encephalitis)
  • Disertai dengan demam tinggi mendadak
  • Sakit kepala
  • Tengkuk kaku
  • Disorientasi (linglung atau kebingungan)
  • Koma
  • Kejang
  • Kelumpuhan.

Pada kasus yang sangat arah, penyakit ini bisa menyebabkan kematian. IDAI menjelaskan bahwa 67 ribu kasus JE setiap tahun, angka kematiannya sampai 20-30 persen. Bila bisa selamat, kemungkinan mengakibatkan gejala gangguan saraf sebesar 30-50 persen.

Japanese encephalitis paling tinggi menyerang anak-anak, terutama mereka yang usianya kurang dari 10 tahun. 

Mengapa vaksin japanese encephalitis penting?

Efek samping vaksin difteri

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasi penyakit ini, tapi bisa dicegah dengan menggunakan vaksin. Program vaksin japanese encephalitis (JE) terbukti efektif untuk mencegah dan menurunkan angka penularan penyakit ini. 

Beberapa negara di Asia yang melakukan program imunisasi japanese encephalitis adalah Jepang, Cina, Korea, Taiwan, dan Thailand. Mereka mengadakan program ini untuk anak-anak dan sudah menurunkan angka pengidap penyakit JE beberapa dekade terakhir.

Bagaimana dengan Indonesia? Pada tahun 2016, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional mengenalkan vaksin japanese encephalitis ke dalam program imunisasi nasional di daerah paling banyak kasus JE di Indonesia. 

Pengenalan vaksin JE dilakukan pada 2017 di Bali dengan menyasar anak usia 9 bulan sampai 15 bulan. 

Bagaimana cara kerja vaksin japanese encephalitis (JE)?

imunsasi untuk kanker

Sama seperti vaksin untuk penyakit menular lainnya, vaksin japanese encephalitis berfungsi melindungi Anda dari penyakit sebelum benar-benar terinfeksi. 

Vaksin ini terbuat dari virus japanese encephalitis yang dimatikan, bertujuan untuk memicu respon sistem imun tubuh dengan membentuk antibodi. Antibodi tersebutlah yang akan melawan virus sebelum menyebar dan menyebabkan penyakit.

Vaksin ini perlu diberikan 1 kali setelah usia 12 bulan jika Anda berada di daerah endemis atau turis yang akan berpergian ke daerah endemis. Selanjutnya diulang untuk perlindungan jangka panjang yaitu 1-2 tahun setelahnya. 

Siapa saja yang membutuhkan vaksin japanese encephalitis (JE)?

Bayi mendapatkan vaksin japanese encephalitis

WHO merekomendasikan pemberian imunisasi japanese encephalitis untuk wisatawan yang akan tinggal selama 1 bulan lebih di daerah endemis (daerah yang paling tinggi angka penderitanya). 

Namun berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin japanese encephalitis sudah bisa mulai diberikan pada bayi berusia 12 bulan (1 tahun) sampai 16 tahun. Jadwal imunisasi penyakit ini dibagi menjadi dua sesi dengan jarak 28 hari, berikut ketentuannya:

  • Orang dewasa berusia 18-65 tahun bisa mendapat vaksin kedua paling cepat 7 hari setelah vaksin pertama
  • Vaksin kedua diberikan setidaknya satu minggu sebelum bepergian ke daerah endemis
  • Vaksin booster harus diberikan bila anak sudah menerima dua vaksin sebelumnya 

Untuk imunisasi anak berusia tiga tahun atau lebih dan orang dewasa, dosis vaksin JE Ixiaro adalah 0,5 ml. Sementara untuk untuk anak usia 12 bulan sampai 2 tahun adalah 0,25 ml setiap pemberian vaksin.

Vaksin JE untuk turis

Penyakit japanese encephalitis memiliki risiko penularan yang rendah bila perjalanan dilakukan selama bukan musim transmisi virus JE. Peningkatan risiko terkena infeksi penyakit ini pada turis daerah endemis yaitu:

  • Waktu perjalanan yang lama
  • Bepergian selama musim transmisi virus JE
  • Mengunjungi daerah pedesaan
  • Berkegiatan di luar ruangan

Untuk mengurangi risiko penularan infeksi virus JE, turis yang berkunjung ke negara endemis harus berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan vaksin. 

Berikut adalah beberapa kelompok orang yang dianjurkan untuk melakukan vaksin japanese encephalitis:

  • Wisatawan dari luar negeri atau dari luar kota (non-endemik) yang akan tinggal selama lebih dari 1 bulan di daerah endemik tersebut.
  • Wisatawan yang menetap kurang dari 1 bulan dan sering berkunjung ke daerah yang menjadi tempat berkembangnya virus.

Pemberian vaksin japanese encephalitis sebaiknya dilakukan dalam 10 hari sebelum keberangkatan.

Akan tetapi, bila memang Anda dan keluarga tidak berencana untuk bepergian ke daerah endemis, maka sebenarnya tidak perlu melakukan vaksin ini. Wanita hamil juga tidak disarankan mendapatkan vaksin ini selama kehamilan.

Adakah kondisi yang membuat seseorang menunda vaksin japanese encephalitis (JE)?

vaksin kanker serviks

Vaksin Ixivaro mengandung protamine sulfate, senyawa kimia yang menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Konsultasikan ke dokter mengenai alergi yang dimiliki Anda atau si kecil agar petugas medis bisa melakukan penanganan yang tepat sesuai kondisi. 

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa pemberian vaksin JE pada ibu hamil ditunda terlebih dahulu karena belum ada penelitian apakah aman atau tidak.

Menunda pemberian vaksin pada si kecil berbeda dengan anak tidak diimunisasi, konsultasikan ke dokter bila anak memiliki masalah terhadap kandungan di dalam vaksin.

Apa efek samping setelah vaksin japanese encephalitis (JE)?

efek vaksin japanese encephalitis

Sama seperti jenis obat-obatan lain, vaksin japanese encephalitis memiliki efek samping yang mungkin saja terjadi, seperti:

  • Terasa sakit, kulit memerah, dan bengkak pada area yang disuntikkan vaksin
  • Demam, biasanya hal ini banyak dialami anak-anak. Namun, pada kebanyakan kasus, hal ini bukan hal yang berbahaya.
  • Kepala pusing dan sakit pada otot, biasanya hal ini terjadi pada orang dewasa.

Bila si kecil mengalami efek samping imunisasi yang berlebihan, maka segera periksakan ke dokter untuk diketahui lebih lanjut.

Pastikan juga Anda dan anggota keluarga Anda tidak memiliki alergi terhadap vaksin japanese encephalitis sebelum mendapatkannya. Namun, manfaat imunisasi JE lebih besar dibanding efek sampingnya, sehingga penting diberikan pada anak dan jangan sampai terlambat imunisasi.

Apa yang harus diperhatikan setelah melakukan vaksin JE?

kandungan body lotion

Hal yang perlu diingat bahwa vaksin japanese encephalitis (JE) hanya mencegah penularan, tidak bekerja secara 100 persen. Anda harus tetap melindungi diri dari gigitan nyamuk ketika pergi atau tinggal di daerah yang berisiko tinggi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari nyamuk yaitu:

  • Memakai baju berlengan panjang dan celana panjang
  • Menyemprot kamar dengan insektisida di sore hari untuk membunuh nyamuk yang masuk saat siang 
  • Memakai losion anti nyamuk mengandung diethyltoluamide (DEET) atau kayu putih

Saat memakai krim atau obat nyamuk, perhatikan hal-hal di bawah ini:

  • Hindari memakai di area luka atau kulit iritasi
  • Tidak memakai di dekat mata dan telinga
  • Hindari menyemprotkan obat nyamuk langsung ke wajah, aplikasikan di tangan dulu baru oleskan ke wajah
  • Pakai losion anti nyamuk setelah memakai tabir surya

Bila anak memiliki reaksi alergi terhadap beberapa produk anti nyamuk, hentikan penggunaannya.

Kapan harus ke dokter?

gejala asma pada anak ke dokter

Vaksin JE bisa dilakukan kapan saja, tidak seperti vaksin MMR atau vaksin hepatitis B yang memiliki jadwal tertentu. Namun Anda perlu memberitahu dokter atau petugas medis lain bila mengalami demam, sedang hamil, atau menyusui. Biasanya dokter akan menyarankan untuk menunda pemberian vaksin.

Anda harus ke dokter bila mengalami reaksi alergi yang sangat parah (anafilaksis) terhadap bahan dan kandungan di dalam vaksin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020