Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Imunisasi pada anak sangat penting untuk mencegah penularan penyakit sejak dini. Jenis imunisasi yang harus diberikan pada si kecil juga sangat banyak, salah satunya vaksin hepatitis A. Seberapa penting vaksin ini? Apakah harus tetap diberikan meski sudah melakukan imunisasi hepatitis B? Berikut penjelasannya.

Apa itu vaksin hepatitis A?

vaksin pcv

Imunisasi hepatitis A adalah cara untuk mencegah infeksi virus penyebab hepatitis A (HAV). Hepatitis A merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang sangat menular. Virus HAV menginfeksi bagian hati secara akut sehingga mengakibatkan peradangan.

Apa perbedaannya dengan hepatitis B? Mengutip dari Mayo Clinic, hepatitis B ditularkan lewat cairan tubuh, seperti darah, air liur, sperma, atau cairan vagina. Ibu yang memiliki hepatitis B akan menularkan kepada bayi di dalam kandungannya.

Sementara itu pada hepatitis A, penyebarannya bisa dengan mudah ditularkan melalui konsumsi makanan dan minuman, melakukan hubungan seksual dengan penderita, atau terpapar feses yang telah mengandung virus hepatitis A.

Perilaku hidup tidak bersih dan sehat seperti jarang mencuci tangan atau tinggal di lingkungan yang tidak higienis juga dapat menjadi faktor risiko seseorang untuk terkena penyakit hepatitis A.

Orang dewasa yang terinfeksi virus hepatitis A biasanya akan mengalami sejumlah gangguan kesehatan seperti merasa kelelahan, demam, mual, muntah-muntah, dan penyakit kuning (jaundice)

Sebaliknya, anak-anak memang secara umum justru tidak memperlihatkan gejala saat terkena infeksi virus hepatitis A. Namun, tetap menjadi carrier atau pembawa yang dapat menularkan virus. Kondisi ini justru jauh lebih berbahaya karena tidak terdeteksi.

Oleh sebab itu, pemberian imunisasi hepatitis A tidak hanya berdampak positif terhadap kesehatan pribadi saja. Namun juga bisa membasmi wabah penyakit yang merugikan banyak orang.

Bagaimana cara kerja vaksin hepatitis A?

umur berapa anak vaksin HPV

Mengutip dari WHO, ada dua tipe vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah infeksi virus hepatitis A. 

Pertama, Live attenuated vaccines, yang khusus diberikan untuk menghentikan wabah hepatitis A di India dan Tiongkok, dan vaksin HAV non-aktif (formaldehyde-inactivated vaccines), yang umum digunakan diberbagai negara lainnya.

Untuk orang dewasa biasanya terdapat vaksin kombinasi yang sekaligus dapat melawan infeksi virus hepatitis A dan B. Pada masing-masing pemberian, dosis imunisasi hepatitis A untuk anak-anak berumur 1 sampai 15 tahun adalah 0.5 ml.

Pada orang dewasa pemberian vaksin hepatitis A juga dilakukan sebanyak dua kali dengan rentang waktu 6 bulan setelah vaksinasi pertama. Dosis yang diberikan adalah 1 ml untuk setiap pemberian vaksin.

Namun untuk orang yang memiliki kondisi kesehatan dengan kekebalan tubuh yang tinggi, mendapatkan satu dosis vaksin sudah cukup efektif untuk menangkal infeksi virus hepatitis A.

Siapa yang membutuhkan vaksin hepatitis A?

Bayi akan divaksin pada jadwal imunisasi bayi

Meskipun strategi pencegahan melalui pemberian imunisasi hepatitis A sudah gencar dilakukan oleh pemerintah atau badan kesehatan internasional WHO, sekelompok orang masih berisiko terjangkit penyakit ini.

Bayi dan anak-anak

Berdasarkan jadwal pemberian imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak membutuhkan dua kali penyuntikan vaksin hepatitis A dengan jarak pemberian 6-12 bulan. 

Pemberian imunisasi hepatitis A sudah bisa dilakukan sejak si kecil usia 24 bulan atau dua tahun sampai 18 tahun. Sebagai contoh jeda pemberiannya seperti di bawah ini:

  • Usia 24 bulan untuk suntikan pertama
  • Usia 3 tahun untuk suntikan kedua

Imunisasi Hepatitis A bisa diberikan pada bayi mulai 6 bulan kalau akan bepergian ke tempat yang memiliki kasus hepatitis A yang tinggi. 

Orang dewasa

Pada studi yang dipublikasikan Frontline Medical Communications menunjukkan bahwa orang dewasa termasuk ke dalam kelompok orang yang rentan terhadap paparan virus hepatitis A.

Ini membuat vaksin hepatitis A masih perlu diberikan untuk meredakan epidemi. Berikut beberapa kondisinya:

  • Akan berpergian ke tempat yang mengalami wabah penyakit hepatitis A (vaksin hepatitis A sebaiknya diberikan 2-4 minggu sebelum keberangkatan)
  • Pulang dari tempat yang terjangkit epidemi hepatitis A
  • Memiliki penyakit hati kronis
  • Tinggal bersama orang yang terinfeksi virus hepatitis A
  • Menjalani pengobatan yang menggunakan jarum suntik
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Bekerja dalam penelitian virus hepatitis A
  • Merawat atau berinteraksi dengan hewan primata yang terinfeksi

Bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui? Apakah aman melakukan vaksin hepatitis A? Mengutip dari Mother to Baby, ibu hamil dan menyusui tetap bisa mendapatkan imunisasi hepatitis A. 

Vaksin ini tidak berdampak buruk pada proses menyusui dan tidak menyebabkan keguguran pada ibu hamil.

Siapa yang tidak boleh diberikan vaksin hepatitis A?

vaksin hepatitis A

Manfaat imunisasi yaitu menjadi salah satu cara untuk mencegah penyebaran dan penularan penyakit hepatitis A. Namun ada beberapa kondisi yang membuat seseorang harus menunda, bahkan tidak boleh diberikan vaksin. 

Memiliki alergi yang mengancam jiwa

Memiliki reaksi alergi kronis yang mengancam keselamatan jiwa. Biasanya reaksi dari alergi akan muncul setelah mendapatkan vaksin hepatitis A. Oleh karena itu, tanyakan terlebih dahulu pada petugas kesehatan komponen apa saja yang terkandung pada vaksin tersebut.

Sakit ringan

Biasanya Anda tetap diperbolehkan mendapatkan vaksin hepatitis A jika mengalami batuk pilek atau merasa tidak enak badan. Namun jika mengalami penyakit parah, misalnya demam tinggi, makan pemberian vaksin dapat ditunda sampai Anda seratus persen pulih.

Apa efek samping vaksin hepatitis A?

vaksin hepatitis A

Seperti obat lainnya, vaksin juga memiliki efek samping meski umumnya ringan. Menurut WHO, imunisasi hepatitis A umumnya bekerja dengan efektif tanpa menimbulkan efek samping berarti, tapi kemungkinan terjadinya reaksi yang berbahaya tetap ada.

Dilansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) ada efek samping imunisasi yang mungkin terjadi.

Efek samping ringan yang umum terjadi

Biasanya imunisasi hepatitis A hanya menimbulkan efek samping ringan yang tidak membahayakan, seperti:

  • Kemerahan di area yang disuntik
  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan

Kondisi di atas biasanya timbul segera setelah imunisasi selesai diberikan dan akan hilang sendiri 1-2 hari. Dokter akan menjelaskan reaksi ini lebih detail saat konsultasi.

Efek samping berat yang sangat langka

Pemberian vaksin dapat memicu terjadinya reaksi alergi yang cukup serius, meski sangat jarang terjadi. Rasio kemungkinan 1 diantara 1 juta dosis vaksin yang diberikan, tapi reaksi ini dapat berlangsung dalam beberapa menit saja setelah vaksin diberikan.

Reaksi yang muncul yaitu:

  • Pembengkakan di wajah
  • Tubuh menggigil
  • Kesulitan bernapas
  • Jantung berdegup kencang

Selain itu, beberapa orang bisa pingsan setelah menjalani vaksin. Untuk mengatasinya, berbaringlah selama 15 menit setelah melakukan imunisasi hepatitis A. 

Cara ini bisa membantu untuk mencegah pingsan dan terluka akibat terjatuh. Beritahu dokter bila mengalami pusing, pandangan kabur, atau telinga mendengung.

Namun hal yang harus diingat adalah efek samping anak yang tidak diimunisasi atau anak terlambat imunisasi lebih besar dibanding yang mendapat vaksin. Maka, penting untuk orangtua memberikan pencegahan agar si kecil tidak tertular dan menyebarkan penyakit berbahaya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali HBcAg, Tes untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Hepatitis B bisa merusak liver. Untuk mendeteksinya, orang yang berisiko perlu menjalani tes HBcAg. Apa itu HBcAg? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Kiat Menjaga Hati Tetap Sehat Bagi Pengidap Hepatitis C

Bagi pengidap hepatitis C, kesehatan hati adalah kunci untuk hidup sehat. Namun, bagaimana cara menjaga kesehatan hati? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Pencernaan, Health Centers 5 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit

Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

Pendonor darah harus selalu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Lantas, jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gangguan Pencernaan, Health Centers 9 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Penyakit Hepatitis B Bisa Sembuh Total?

Hepatitis B adalah salah satu penyakit hati yang umumnya berkembang lambat dalam waktu lama. Apakah penyakit hepatitis B bisa sembuh total?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gangguan Pencernaan, Health Centers 28 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

temulawak obat hepatitis

Benarkah Temulawak Bisa Dijadikan Obat Hepatitis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 15 April 2020 . Waktu baca 3 menit
pantangan bagi penderita hepatitis

7 Pantangan Penderita Hepatitis yang Penting Dihindari

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan untuk pasien hepatitis

Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
dampak toilet kotor

4 Masalah Kesehatan yang Rentan Muncul Saat Menggunakan Toilet Kotor

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2019 . Waktu baca 4 menit