Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/07/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Pemberian imunisasi pada anak sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya, salah satu penyakit kulit yang mudah menular adalah cacar air. Namun, risiko penularan dengan kondisi yang lebih parah akan lebih tinggi pada anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin cacar air lewat program imunisasi. Maka, pemberian vaksin varisela bisa mengurangi risiko tertular cacar air. Berikut penjelasan lengkap seputar vaksin varisela.

Apa itu vaksin cacar air (varisela)?

Cara penularan cacar air

Imunisasi varisela adalah cara untuk mencegah penyebaran dan penularan penyakit cacar air yang paling sering terjadi pada anak. 

Manfaat imunisasi yaitu dapat mencegah meluasnya penularan cacar air. Semakin banyak orang yang mendapatkan vaksin, maka semakin sedikit peluang penularan penyakit ini.

Penularan cacar air dapat berlangsung dengan mudah melalui udara, paparan lendir yang dikeluarkan oleh penderita saat bersin atau batuk, dan kontak langsung dengan lenting cacar air.

Seseorang yang terinfeksi bisa terus-menerus menularkan virus mulai dari munculnya gejala demam di awal hingga lenting mengering dan mengelupas dari kulit.

Oleh karena itu, orang yang terjangkit cacar perlu di karantina dan membatasi interaksi sosial dengan orang lain sampai benar-benar sembuh.

Walaupun secara umum gejala penyakit cacar air tidak membahayakan, komplikasi penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian.

Sebelum ditemukannya vaksin, tercatat rata-rata angka kematian bisa mencapai 100 orang dari 11.000 pasien yang dirawat intensif di rumah sakit.  Dengan melakukan vaksinasi, Anda bisa memperkecil risiko tersebut.

Memang belum ada uji klinis yang menetapkan secara pasti lamanya efek perlindungan dari vaksin cacar air akan bertahan.

Dari beberapa penelitian yang dicatat oleh CDC, diketahui vaksin dapat memberikan perlindungan secara efektif (90-97 persen) selama 7 hingga 10 tahun. Akan tetapi, imunitas tubuh terhadap infeksi virus varicella-zoster (VZV) umumnya akan berlangsung seumur hidup.

Seseorang yang sudah pernah mendapat vaksin masih mungkin terkena cacar air meski kecil risikonya. Jikapun terinfeksi, gejala biasanya ringan dan tidak mengganggu.

Bagaimana cara kerja vaksin cacar air (varisela)?

bintik cacar air

Penyakit cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster (VZV). Vaksin cacar air terbuat dari virus VZV yang telah dilemahkan.

Artinya, komponen virus penyebab cacar air dimodifikasi dan dipastikan tidak melepaskan toksin berbahaya sehingga bisa membangun proteksi di dalam tubuh terhadap infeksi virus tersebut.

Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh akan memicu sistem imun untuk bereaksi membentuk antibodi.

Dalam artikel Varicella (Chickenpox) Vaccine yang dituliskan peneliti dari Harvard Medical School, vaksin cacar air dapat mengaktivasi sel limfosit, yakni sel T, yang berperan dalam melawan replikasi virus.

Rata-rata (78-90 persen) antibodi akan sepenuhnya terbentuk dalam waktu 4-8 minggu setelah pemberian dosis vaksin kedua. Sementara, setelah antibodi terbentuk vaksin memiliki efektivitas mencegah terjadinya infeksi virus sebesar 70 hingga 90 persen.

Imunisasi untuk cacar air sebenarnya telah gencar dilakukan sejak tahun 1995 guna menekan jumlah penderita penyakit kulit menular ini. Mulai tahun 2005, imunisasi cacar air tersedia dalam vaksin kombinasi yang juga mengandung komponen antigen virus lainnya.

Harga vaksin cacar air (varisela) bervariasi tergantung jenis vaksin yang diberikan, seperti:

  • Varicella: Rp400 ribu sampai Rp480 ribu
  • Varivax: Rp550 ribu sampai Rp630 ribu
  • Varilix: Rp460ribu sampai Rp520 ribu

Untuk jenis vaksin varisela bernama Varivax, bisa diberikan untuk bayi usia 12 bulan, remaja, dan orang dewasa. 

Siapa yang perlu mendapatkan vaksin cacar air?

vaksin pcv

Imunisasi cacar air (varisela) bisa diberikan pada bayi dan orang dewasa dengan waktu pemberian yang berbeda. Berikut rinciannya.

Bayi dan anak-anak

Berdasarkan jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian vaksin cacar air (varisela) pada bayi bisa dimulai sejak ia berusia 12 bulan atau satu tahun. Jadwal ini tetap sama meski si kecil sudah pernah terinfeksi virus varicella-zoster (VZV) sebelumnya.

Namun untuk anak usia di atas 12 tahun, IDAI menyarankan untuk diberikan dua kali dengan jarak 4-8 minggu. Berbeda dengan vaksin hepatitis B yang hanya dilakukan sampai bayi usia di bawah 1 tahun.

Mengingat sebagian besar kasus cacar air terjadi pada anak-anak di bawah umur 13 tahun, maka anak-anak berumur kurang dari 13 tahun dan belum pernah terinfeksi sangat direkomendasikan.

Namun, usia terbaik untuk memperoleh vaksin cacar air adalah sebelum usia sekolah.

Orang dewasa

Sementara itu untuk orang dewasa tidak ada patokan usia dan jadwal pemberian vaksin. Imunisasi varisela pertama bisa didapatkan dosis vaksin kapan saja, tapi sebaiknya sesegera mungkin.

Namun, vaksin pada orang dewasa baru akan efektif menghasilkan antibodi yang kuat untuk virus cacar air setelah imunisasi kedua yang dilakukan 4-8 minggu dari imunisasi pertama.

Orang dewasa sangat disarankan untuk melakukan imunisasi karena cacar air pada orang dewasa yang tidak pernah terinfeksi berpotensi menyebabkan gejala lebih parah.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan beberapa kelompok orang yang sangat penting mendapatkan vaksin varisela yaitu:

  • Petugas kesehatan
  • Guru
  • Remaja dan orang dewasa yang tinggal bersama anak-anak
  • Anggota militer
  • Wisatawan 
  • Petugas sosial (perawat panti jompo dan pengasuh anak)

Vaksin juga perlu diberikan sesegera mungkin pada orang yang baru saja terpapar oleh virus VZV.

Menurut Immunization Action Coalition, vaksin berpeluang 70-100 persen mencegah terjadinya infeksi apabila diberikan dalam waktu kurang dari 72 jam setelah terpapar virus.

Bisakah tetap vaksin cacar air meski sudah pernah tertular?

Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), Anda harus mendapatkan imunisasi cacar air dalam waktu 3-5 hari setelah terpapar. Vaksin masih disarankan meski seseorang sudah lebih dari 5 hari terpapar virus tersebut. 

Bila sudah pernah terkena cacar, Anda membutuhkan 2 kali vaksin dengan jeda pemberian minimal 28 hari. 

Siapa yang tidak bisa menerima vaksin cacar air?

Mengoleskan obat cacar air

Meski vaksin memiliki banyak manfaat, tapi ada juga orang-orang yang dianjurkan menunda vaksinasi atau bahkan tidak dianjurkan sama sekali.

Larangan imunisasi cacar air dilakukan lantaran vaksin bisa memicu terjadinya reaksi alergi yang mengancam keselamatan jiwa. Kelompok orang tersebut adalah:

  • Orang yang memiliki sistem imun yang lemah karena sedang sakit
  • Orang yang memiliki alergi terhadap gelatin atau antibiotik jenis neomisin
  • Orang yang mengalami alergi berat dari penggunaan vaksin sebelumnya
  • Perempuan hamil atau perempuan yang menjalani program kehamilan

Sebenarnya, belum diketahui secara rinci mengenai efek samping imunisasi ini pada ibu hamil yang terinfeksi cacar air maupun tidak. 

Kalau Anda atau anak termasuk orang dengan kondisi kesehatan di atas, sebelum melakukan imunisasi sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Apa efek samping vaksin cacar air?

akibat tidak diimunisasi

Satu hal yang mungkin menjadi kekhawatiran Anda adalah bahaya dari virus varicella-zoster yang hidup di dalam vaksin. Alih-alin mencegah, bukankah virus malah bisa turut menyebabkan penyakit?

Virus tersebut telah dilemahkan sehingga tidak akan berbalik menginfeksi tubuh Anda. Di samping itu, selayaknya konsumsi obat-obatan medis yang bisa mengarah pada dampak kesehatan tertentu, vaksin cacar air juga memiliki efek samping.

Akan tetapi efek samping yang ditimbulkan vaksin tidaklah terlalu berarti. Vaksin ini cukup aman dan dapat ditoleransi saat bereaksi di dalam tubuh. Gangguan kesehatan umumnya disebabkan oleh pemberian injeksi.

Injeksi vaksin dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan di kulit. Efek samping yang cukup kentara biasanya terjadi dari pemberian vaksin cacar air versi lama, yaitu demam dan munculnya ruam-ruam merah di kulit.

Dalam beberapa kasus efek samping yang dampaknya cenderung sedang, reaksi vaksin di dalam tubuh juga bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan. Namun, efek samping seperti ini sangat jarang ditemukan dalam penggunaan vaksin cacar air (varisela)

Kapan harus ke dokter?

imunisasi vaksin rotavirus

Vaksin bisa memberikan efek samping yang sangat serius apabila diberikan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Meskipun sangat jarang terjadi, efek samping vaksin yang parah dapat menyebabkan terjadinya:

  • penurunan jumlah sel darah
  • gangguan sistem pernapasan, termasuk pneumonia
  • kerusakan sel otak
  • sindrom Reye

Efek samping di atas sangat jarang terjadi, sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk memberikan vaksin pada si kecil. Anak yang tidak diimunisasi atau anak yang terlambat imunisasi memiliki efek samping lebih parah terpapar penyakit. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Obat oles seperti salep dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air. Bagaimana cara penggunaannya yang efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Obat Tradisional yang Membantu Penyembuhan Cacar Air Secara Alami

Selain pengobatan medis, obat tradisional yang berasal dari beberapa bahan alami turut membantu proses pemulihan cacar air. Bagaimana cara membuatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

imunisasi vaksin hib

Vaksin HiB: Manfaat, Efek Samping, dan Jadwalnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/07/2020 . Waktu baca 8 menit
vaksin pcv

Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 9 menit
vaksin rotavirus

Vaksin Rotavirus, Bermanfaat untuk Mencegah Diare Parah pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . Waktu baca 7 menit
tinggi anak, tumbuh kembang anak pandemi

Pentingnya Mengontrol Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 4 menit