Panduan Pemberian Susu untuk Bayi dan Anak Kecil yang Sedang Diare

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Orangtua tentu cemas mendapat bayi dan anak kena diare. Nah agar gejala diare yang dialami bayi dan anak bisa cepat sembuh, perawatannya di rumah harus tepat. Selain dengan obat, orangtua sangat perlu memperhatikan bagaimana cara yang tepat untuk menggantikan cairan tubuh bayi yang hilang. Salah satu caranya adalah dengan pemberian ASI atau susu formula untuk anak dan bayi yang diare.

Jenis susu yang aman untuk bayi dan anak kecil saat diare

Tidak hanya buang-buang air. Diare juga membuat bayi dan anak sering mulas serta muntah. Jika tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan tubuh anak kekurangan cairan alias dehidrasi. Dehidrasi pada bayi dan anak kecil dapat sangat membahayakan apabila terus berlanjut dan dapat mengancam nyawa.

Maka itu, menggantikan cairan tubuh yang hilang menjadi salah satu langkah utama dalam pengobatan diare secara umum. Pada orang dewasa, penggantian cairan tubuh bisa lewat konsumsi air putih, larutan oralit, dan makanan berkuah.

Pada bayi dan anak-anak balita kebanyakan, susu tetap menjadi pilihan cairan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat diare. Namun, susu seperti apa yang baik untuk mereka?

1. ASI

menyusui saat liburan

Bayi di bawah usia 6 bulan belum boleh minum air putih karena risiko keracunan akibat kontaminasi air masih tinggi. Hal ini tentu dapat memperparah diare mereka.

Ibu cukup terus susui si kecil di rumah seperti biasa, dan kalau bisa lebih sering. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun merekomendasikan demikian. Sekalipun bayi diare, ia harus mendapatkan ASI secara eksklusif setidaknya dalam 6 bulan pertama kehidupannya.

Mengacu pada laporan Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI, air susu ibu merupakan sumber energi dan cairan bagi anak di usia 6-23 bulan; memenuhi setengah kebutuhan energi anak usia 6-12 bulan dan sepertiga kebutuhan energi anak usia 12-24 bulan.

Air susu ibu (ASI) juga disebut sebagai sumber nutrisi dan antibodi penting untuk memperkuat daya tahan tubuh serta mempercepat penyembuhan dari penyakit.

2. Susu formula

susu formula terhidrolisa

ASI adalah pilihan susu yang utama untuk mengatasi gejala diare pada bayi dan anak-anak kecil. Sayangnya di sisi lain, tidak semua anak bisa mendapatkannya.

Oleh karenanya, pemberian susu formula akan disarankan bagi beberapa bayi yang tidak bisa minum ASI. Sebagai contoh bayi yang lahir prematur dengan usia kurang dari 32 minggu dan berat kurang dari 1,5 kg. 

Melansir dari situs About Kids Health, susu formula tetap perlu diberikan untuk bayi dan anak kecil yang diare dengan takaran serta jadwal seperti biasanya.

Kendati demikian, pemberian susu formula pada bayi dan anak sebaiknya mengikuti saran dari dokter untuk memastikan tumbuh kembangnya tetap optimal.

Satu hal yang penting untuk diingat: jangan melebihkan takaran air saat menyeduh susu formula bayi. Meski mungkin tujuannya untuk memperbanyak asupan cairan, tambahan air tersebut justru dapat mengurangi nutrisi susu. Alhasil, susu malah tidak memberikan manfaat yang maksimal.

Jangan berikan susu mentah untuk bayi dan anak diare

Susu mentah adalah susu yang tidak dipasteurisasi. Artinya, susu mentah tidak melewati proses pemanasan makanan yang bertujuan untuk membunuh bakteri.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) menyebutkan, daya tahan tubuh bayi dan anak-anak umumnya masih cukup lemah sehingga sangat berisiko jika diberi susu mentah.

Diare pada anak justru bisa menjadi lebih parah sehabis minum susu mentah.

Pasalnya, susu mentah yang berasal dari hewan mengandung bakteri, seperti BrucellaE. coli, CampylobacterCryptosporidium, Listeria, dan Salmonella. Salmonella dan E. coli adalah bakteri yang jadi penyebab diare.

Jadi, jangan berikan susu mentah untuk bayi maupun anak yang diare.

Konsultasi ke dokter untuk info lebih lanjut

Banyak ibu yang masih bingung bagaimana mencukupi kebutuhan cairan untuk bayi dan anak yang diare lewat susu. Jika ragu dan bingung, jangan sungkan untuk konsultasi ke dokter maupun ahli gizi mengenai masalah pemberian susu dan diare.

Bayi dan anak bisa mendapatkan asupan cairan dari larutan oralit. Namun, pemberian dosis obat diare ini harus disesuaikan dengan kondisi dan usia anak. Konsultasikan lebih lanjut pada dokter untuk menentukan dosis oralit yang tepat.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Penyebab Hingga Cara Mengatasi Diare pada Anak

Infeksi bisa memengaruhi pencernaan anak sehingga terjadi diare. Apakah ini normal atau bisa berbahaya? Simak penjelasan diare pada anak di artikel ni!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Ambeien (Wasir)

Ambeien (wasir) adalah membengkaknya pembuluh vena di anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan BAB berdarah. Bagaimana mengobati ambeien?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 30 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Salmonellosis

Salmonellosis adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella yang menyerang usus. Bagaimana mengatasi penyakit ini? Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Infeksi Bakteri E Coli

Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit