backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

6 Tanda Sumeng pada Anak dan Cara Tepat Mengatasinya

Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

6 Tanda Sumeng pada Anak dan Cara Tepat Mengatasinya

Pernahkah Anda mendengar istilah sumeng? Biasanya, kondisi ini digambarkan dengan tubuh yang seperti demam. Sumeng adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak. 

Lantas, apa tanda sumeng pada anak dan bagaimana cara mengatasinya yang dapat dilakukan di rumah? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan berikut ini. 

Apa itu sumeng?

flu pada anak

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sumeng adalah istilah yang kerap digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh hangat atau panas seperti demam.  

Istilah sumeng memang sebenarnya tidak ada dalam kamus kedokteran. Akan tetapi, istilah ini kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia, sama seperti halnya istilah masuk angin

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.

Bila sumeng terjadi pada anak atau bayi, sebagian besar orangtua mungkin merasa cemas, terlebih biasanya si Kecil belum mampu mengungkapkan apa yang ia rasakan. 

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui beragam tanda sumeng atau demam pada anak. 

Apa penyebab anak tiba tiba panas?

Sumeng artinya tubuh yang terasa hangat atau panas seperti demam. Anak yang tiba-tiba mengalami demam bisa disebabkan oleh berbagai hal, termasuk berikut ini.
  • Penyakit infeksi. Infeksi virus atau bakteri adalah penyebab paling umum dari demam pada anak. Infeksi saluran pernapasan atas, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, dan infeksi lainnya dapat menyebabkan demam tiba-tiba.
  • Reaksi terhadap vaksinasi. Beberapa anak mungkin mengalami demam setelah menerima vaksinasi, tetapi ini biasanya bersifat sementara dan tidak berbahaya.
  • Reaksi alergi. Anak yang alergi terhadap makanan tertentu atau paparan alergen lainnya mungkin mengalami demam sebagai bagian dari respons alergi mereka.

Apa saja tanda sumeng pada anak?

Agar dapat segera memberikan pertolongan pertama pada si Kecil, orangtua perlu memahami terlebih dahulu tanda-tanda sumeng pada anak.

Merangkum Pregnancy Birth & Baby, berikut ini adalah beberapa tanda yang mungkin terjadi bila anak mengalami kondisi ini. 

1. Anak tidak seaktif biasanya 

Anak sumeng mungkin tidak akan aktif seperti biasanya karena kondisi ini dapat membuat mereka merasa tidak nyaman dan lemah. 

Apalagi, sumeng atau demam dapat membuat si Kecil merasa tidak nyaman akibat muncul gejala lain yang menyertai, seperti hidung tersumbat atau sakit kepala

2. si Kecil rewel 

Saat anak rewel, itu biasanya menjadi tanda bahwa mereka sedang merasa tidak nyaman.

Rewel adalah cara anak kecil untuk berkomunikasi dengan orangtuanya bila ada sesuatu yang mengganggu mereka. 

3. Panas ketika disentuh 

Ketika mengalami sumeng, tubuh si Kecil mungkin akan cenderung lebih hangat atau panas dari biasanya. Peningkatan suhu tubuh ini umumnya terjadi sebagai respons alami terhadap infeksi atau penyakit. 

Untuk memastikannya, Anda dapat mengukur suhu tubuh si Kecil menggunakan termometer di bawah ketiaknya.

4. Menangis terus-menerus 

Sumeng dapat membuat tubuh bayi merasa tidak nyaman. Hal ini tentu dapat membuat bayi menangis selama berjam-jam bahkan seharian. 

Apalagi, anak kecil, terutama bayi, belum memiliki kemampuan untuk mengungkapkan perasaan atau ketidaknyamanan mereka dengan kata-kata. 

5. Nafsu makan menurun 

Sumeng juga dapat menyebabkan nafsu makan anak menurun. Ini terjadi karena demam dapat meningkatkan metabolisme tubuh anak untuk melawan infeksi, yang dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan. 

Dehidrasi pada anak juga bisa terjadi bila ia tidak mendapatkan cukup cairan untuk menggantikan cairan yang hilang akibat keringat dan panas tubuh. 

6. Tubuh gemetar 

Pada beberapa kasus, sumeng dapat membuat tubuh anak menjadi gemetar atau mengigil.

Tubuh bayi akan berusaha untuk meningkatkan suhu tubuhnya sebagai respons terhadap infeksi atau penyakit. Inilah yang dapat memicu gemetaran atau menggigil. 

Cara mengatasi sumeng pada anak

anak kurang mineral kekurangan mineral pada anak

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi demam atau sumeng secara alami di rumah. 

1. Beristirahat 

Beristirahat penuh adalah cara mengatasi sumeng pada anak yang dinilai ampuh.

Bila anak masih terlihat aktif, Anda bisa membacakan cerita sambil rebahan di kasur agar ia bisa beristirahat dengan baik. 

2. Minta anak untuk mengonsumsi banyak cairan 

Cara menurunkan demam pada anak yang tidak boleh dilewatkan adalah memastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi.

Sebaiknya pastikan si Kecil untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Bila ia masih mengonsumsi ASI, pastikan asupan ASI-nya terpenuhi agar anak dapat terhindar dari dehidrasi.

3. Kompres hangat

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kompres hangat termasuk cara menurunkan panas pada balita yang tergolong efektif. 

Cobalah untuk kompres bagian ketiak dan selangkangan si Kecil selama 10–15 menit untuk mengeluarkan panas lewat pori-pori tubuhnya. 

4. Mandi menggunakan air hangat 

Selain menggunakan kompres, mandi menggunakan air hangat dianggap sebagai cara efektif untuk menurunkan demam pada anak. 

Namun bila anak tidak mau mandi, kompres hangat sudah cukup untuk membantu mengatasi sumeng. Anda bisa memberikan kompres di bagian keningnya untuk meredakan demam. 

5. Hindari mengenakan pakaian yang terlalu tebal 

Saat sedang mengalami sumeng atau demam, sebaiknya hindari memakaikan si Kecil baju yang terlalu tebal. Baju yang tebal bisa membuat anak berkeringat berlebihan yang justru dapat memicu dehidrasi. 

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan pakaian yang tidak terlalu tebal dan tutupi anak dengan kain tipis atau selimut. 

6. Mengonsumsi obat penurun demam 

Saat badan anak panas atau sumeng, orangtua boleh memberikan obat penurun demam. Obat ini biasanya dikenal dengan sebutan antipiretik. Ada beberapa obat antipiretik yang bisa dibeli di apotek, misalnya paracetamol. 

Namun, perlu diingat, jika anak masih berusia di bawah 3 tahun, hindari untuk memberikan obat-obatan apa pun sebelum mendapatkan izin dari dokter. 

7. Mengonsumsi air jahe

Cara mengatasi anak panas secara tradisional yang bisa dicoba adalah mengonsumsi air jahe. Rempah ini memiliki senyawa antibakteri yang dipercaya efektif melawan demam. 

Anda bisa membuatnya sendiri di rumah dengan memotong sedikit jahe dan merebusnya untuk dijadikan minuman jahe. 

Cara ini bisa diberikan pada anak di atas usia 3 tahun. Namun, perlu diingat tidak semua anak mungkin akan menyukai rasa jahe. 

Itulah beberapa gejala sumeng pada anak dan cara pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh orangtua di rumah. 

Bila si Kecil tidak kunjung sembuh atau bahkan suhu tubuhnya semakin tinggi, sebaiknya segera bawa ke dokter. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Fakta medis diperiksa oleh

Hello Sehat Medical Review Team


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan