home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Pengertian|Gejala|Penyebab|Faktor risiko|Diagnosis dan Pengobatan|Pengobatan rumahan dan gaya hidup
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Pengertian

Apa itu penyakit ISPA?

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah sekumpulan infeksi yang menyerang saluran pernapasan.

Infeksi saluran pernapasan ini merujuk pada kondisi yang mendadak muncul dan bisa saja memburuk dengan cepat.

Biasanya, ISPA dapat sembuh sendiri, tanpa perawatan apa pun.

ISPA dibagi menjadi dua, yaitu infeksi saluran pernapasan atas (Upper Respiratory Tract Infection/URTI) dan infeksi saluran pernapasan bawah (Lower Respiratory Tract Infection/LRTI).

Saluran pernapasan dimulai dari lubang hidung ke pita suara di laring, termasuk sinus paranasal dan telinga tengah.

Sementara itu, saluran pernapasan bawah merupakan kelanjutan saluran udara atas, mulai dari trakea, bronkus, bronkiolus, sampai ke alveoli.

Seberapa umum kondisi ini?

ISPA adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja di segala usia dan umum terjadi.

Kondisi ini pun cenderung lebih banyak terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala

Apa saja gejala penyakit ISPA?

Beberapa gejala umum yang ditimbulkan dari ISPA adalah:

  • Batuk yang mungkin mengandung dahak
  • Bersin
  • Hidung berair
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sesak napas
  • Mengi
  • Demam
  • Merasa tidak enak badan

Kapan sebaiknya ke dokter?

Anda sebaiknya segera ke dokter jika mengalami gejala, seperti:

  • Demam tinggi
  • Batuk terus menerus dan mulai kehilangan indra penciuman atau perasa
  • Jika Anda mengalami gejala lain yang Anda khawatirkan

Penyebab

Apa penyebab penyakit ISPA?

Dikutip dari buku yang diterbitkan Oxford University Press, berikut adalah berbagai penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA):

1. Infeksi saluran pernapasan atas (URTI)

Infeksi saluran pernapasan atas akut adalah penyebab yang paling umum.

Kondisi yang termasuk dalam infeksi saluran pernapasan atas adalah flu, pilek, sinusitis, infeksi telinga, faringitis akut, hingga laringitis.

Sebagian besar infeksi saluran pernapasan atas akut disebabkan oleh virus, yaitu:

  • Rhinovirus
  • Respiratory syncytial virus atau RSV
  • Virus parainfluenza dan influenza
  • Metapneumovirus manusia
  • Adenovirus
  • Coronavirus
  • Virus influenza

2. Infeksi saluran pernapasan bawah (LRTI)

Pneumonia dan bronkiolitis adalah dua jenis infeksi saluran pernapasan bawah akut yang paling umum.

Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah respiratory syncytial virus atau RSV.

Sementara itu, penyebab lain yang juga sering ditemukan pada infeksi saluran pernapasan bawah akut adalah parainfluenza.

Meskipun lebih sering disebabkan oleh virus, ISPA bagian bawah juga bisa disebabkan oleh bakteri, seperti:

  • Streptococcus pneumoniae (pneumokokus)
  • Haemophilus influenzae
  • Staphylococcus aureus atau streptokokus lainnya

Faktor risiko

Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko saya terkena ISPA?

Beberapa faktor di bawah ini bisa meningkatkan risiko Anda kena ISPA, yaitu:

  • Bayi dari usia 6 bulan atau anak di bawah 1 tahun
  • Anak-anak yang lahir prematur atau yang memiliki riwayat penyakit, seperti jantung bawaan atau penyakit paru-paru
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Orang dengan sistem imun yang lemah, termasuk orang-orang dengan transplantasi organ tertentu

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan pengganti nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menduga adanya virus dalam tubuh Anda.

Dalam pemeriksaan ini, dokter mungkin akan mendengarkan paru-paru melalui stetoskop untuk mengecek mengi atau suara abnormal lainnya.

Tes laboratorium dan pencitraan biasanya tidak diperlukan.

Meskipun begitu, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini:

  • Tes darah untuk memeriksa jumlah sel putih atau untuk mencari kuman lainnya
  • Rontgen dada untuk memeriksa adanya peradangan pada paru-paru
  • Tes dahak untuk memeriksa tanda virus
  • Oksimetri nadi terkadang diperlukan untuk mendeteksi kadar oksigen yang lebih rendah dari normal di dalam darah

Bagaimana cara mengobati ISPA?

Tidak ada cara khusus yang digunakan untuk mengobati ISPA karena penyakit ini umumnya bisa sembuh dengan sendirinya.

Pengobatan ISPA di rumah sakit mungkin dibutuhkan jika gejala yang parah muncul.

Dokter mungkin akan memberikan Anda resep obat untuk ISPA sebagai berikut:

  • Acetaminophen (Tylenol, lainnya) untuk mengurangi demam
  • Obat semprot hidung untuk membersihkan hidung tersumbat
  • Antibiotik jika ada komplikasi bakteri, seperti pneumonia bakteri

Jika ISPA disebabkan pneumonia, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan di bawah ini:

  • Kotrimoksazol atau amoksisilin untuk pneumonia
  • Penicillin intramuskular atau kloramfenikol untuk pneumonia berat

Jika Anda dirawat di rumah sakit, Anda mungkin akan mendapatkan perawatan sebagai berikut:

  • Cairan intravena (IV)
  • Alat bantu pernapasan

Pengobatan rumahan dan gaya hidup

Pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ISPA?

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah kondisi yang bisa sembuh dengan perawatan mandiri di rumah.

Berikut adalah langkah sederhana atau perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ISPA:

  • Menjaga kelembapan udara. Ciptakan udara yang hangat, tetapi tidak terlalu panas di tempat tinggal Anda. Pastikan juga untuk selalu menjaga kebersihan udara untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.
  • Minum banyak air. Anda perlu minum banyak air agar pulih dari gejala yang mengganggu. Cairan hangat, seperti sup ayam, juga bisa dijadikan pilihan untuk melonggarkan saluran pernapasan.
  • Hindari asap rokok. Tak hanya aktif, merokok pasif juga bisa memperburuk gejala ISPA.
  • Cuci tangan. Biasakan mencuci tangan Anda dengan benar untuk menghindari penularan dari satu orang ke orang lainnya.
  • Jangan berbagi peralatan makan dan minum. Gunakan peralatan Anda sendiri, terlebih jika anggota keluarga Anda sedang sakit.
  • Kurangi kontak dengan orang lain. Kurangi kontak Anda dengan orang lain yang sedang sakit, bayi, atau bayi prematur.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Simoes, E., Cherian, T., Chow, J., Shahid-Salles, S., Laxminarayan, R., & John, T. (2006). Acute Respiratory Infections in Children. The International Bank For Reconstruction And Development / The World Bank. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK11786/

Brenzel, L., Wolfson, L., Fox-Rushby, J., Miller, M., & Halsey, N. (2006). Vaccine-preventable Diseases. The International Bank For Reconstruction And Development / The World Bank. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK11768/

Mizgerd, J. (2008). Acute Lower Respiratory Tract Infection. New England Journal Of Medicine, 358(7), 716-727. doi: 10.1056/nejmra074111

Respiratory tract infections (RTIs) . (2017). Retrieved 2 July 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/respiratory-tract-infection/

Respiratory syncytial virus – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 2 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/respiratory-syncytial-virus/symptoms-causes/syc-20353098

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 2 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.