Sama-sama Tidak Tinggi, Sebenarnya Apa Perbedaan Stunting dan Pendek?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sama-sama identik dengan tubuh yang tidak tinggi, membuat stunting dan pendek kerap disamaartikan. Bahkan bagi yang belum paham di mana letak perbedaan stunting dan tubuh pendek mungkin akan mengira bahwa keduanya sama saja.

Padahal sebenarnya, tubuh anak yang stunting dan pendek biasa memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Hal tersebut yang juga akan memengaruhi penanganan kedua kondisi ini.

Tampak sama, ini perbedaan stunting dan pendek

Selain dari berat badan, faktor lain yang turut menentukan nutrisi anak sudah sesuai atau belum dapat dilihat dari tinggi badannya. Seorang anak dikatakan bergizi baik ketika tinggi badan sesuai dengan berat badannya, atau tinggi badan setara dengan usianya.

Jika dua hal tersebut tidak terpenuhi, anak bisa saja digolongkan ke dalam stunting maupun tubuh pendek. Namun, tubuh yang pendek biasa dan stunting tidaklah sama. Untuk mengetahuinya, berikut serangkaian perbedaan antara stunting dan pendek biasa pada anak.

1. Beda penyebabnya

7 penyebab anak pendek

Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah masalah kurang gizi kronis pada anak karena kekurangan asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Akibatnya, anak mengalami gangguan pertumbuhan yang membuat tinggi badannya lebih rendah atau pendek dibandingkan teman-teman seusianya.

Bukan hanya karena asupan gizi yang kurang, stunting juga dapat disebabkan oleh adanya penyakit infeksi berulang dan berat badan lahir rendah (BBLR). Ibu hamil yang tidak memperhatikan asupan gizi diri dan bayinya selama kehamilan juga berisiko menyebabkan pertumbuhan anak terganggu, sehingga menyebabkan stunting.

Butuh waktu cukup lama sampai semua hal penyebab stunting tersebut memengaruhi tinggi badan anak. Dengan kata lain, anak yang mengalami stunting biasanya telah mengalami kondisi kurang gizi dalam masa pertumbuhannya untuk waktu yang tidak sebentar.

Sementara anak dengan tubuh pendek biasa berbeda dengan stunting, umumnya anak bertubuh pendek tidak dikarenakan kekurangan asupan gizi, penyakit infeksi, dan BBLR.

Tubuh pendek biasa mungkin disebabkan oleh faktor genetik alias keturunan dari orangtuanya yang juga bertubuh pendek. Pasalnya, tubuh pendek merupakan salah satu ciri fisik yang mudah diturunkan dari orangtua ke anak.

2. Beda gejala dan kondisinya

nutrisi untuk anak stunting

Dari segi fisik, sekilas tidak ada perbedaan yang cukup signifikan antara anak yang mengalami stunting dan bertubuh pendek biasa. Ini karena baik stunting maupun tubuh pendek sama-sama membuat ukuran tinggi badan cenderung berada di bawah rata-rata, bahkan susah bertambah tinggi.

Namun, ketika dilakukan pemeriksaan saat ini dan masa lampau, tumbuh kembang anak yang mengalami stunting sebenarnya sudah terhambat sejak dulu. Indikator yang biasanya dipakai untuk menilai kemungkinan stunting pada anak, dengan menggunakan tinggi badan berbanding usia (TB/U).

Anak dinyatakan memiliki tubuh stunting saat grafik pertumbuhan tinggi badan sesuai usianya berada di angka kurang dari -2 SD. Secara umumnya, gejala atau tanda-tanda stunting bisa meliputi beberapa hal, seperti:

  • Tinggi badan tidak setara dengan teman-teman seusianya.
  • Berat badan rendah dan sulit naik.
  • Mengalami hambatan pada pertumbuhan tulang.
  • Perkembangan tubuh anak terhambat, misalnya telat mengalami menstruasi untuk pertama kali (menarche).
  • Anak gampang terkena penyakit infeksi.

Ciri itulah yang menjadi perbedaan antara stunting dan pendek biasa pada anak. Jika tubuh anak hanya pendek biasa alias tanpa mengalami stunting, gejalanya tentu berbeda dengan stunting.

Anak yang bertubuh pendek biasa, hanya akan bertubuh pendek. Namun, berat badannya tidak selalu rendah, bahkan bisa saja lebih. Anak juga belum tentu telat saat menstruasi pertama kali, dan ia tidak selalu mudah terserang penyakit infeksi.

Jadi, untuk mengetahui apakah tubuh pendek yang anak Anda alami ini biasa atau mengarah pada stunting, sebaiknya periksakan ke dokter.

3. Beda dampak jangka panjangnya

stunting pada anak

Berdasarkan Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan dari Kemenkes RI, stunting bisa menimbulkan dampak jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek, stunting bisa menyebabkan anak mudah sakit, serta perkembangan kognitif, motorik, dan verbalnya akan kurang optimal.

Untuk jangka panjangnya, stunting dapat berujung pada risiko postur pertumbuhan anak tidak optimal saat dewasa, maupun meningkatkan kemungkinan mengalami obesitas dan penyakit lainnya.

Bukan itu saja. Stunting nantinya juga bisa berpengaruh pada kesehatan reproduksi, menurunkan kemampuan otak, hingga membuat produktivitas kerja menjadi kurang optimal.

Hal itu juga yang menjadi perbedaan antara anak dengan tubuh pendek biasa dan stunting. Umumnya, anak yang bertubuh pendek tidak terganggu kemampuan otaknya.

Anak yang tubuhnya pendek biasa, dampak jangka panjanganya biasanya hanya akan membuat tinggi badan anak tidak setara dengan teman-temannya.

Selain itu, memang anak memiliki risiko masalah kesehatan tertentu, Namun, tidak berpengaruh pada penurunan kemampuan kognitifnya.

4. Beda penanganannya

anak stunting

Pada anak dengan tubuh pendek biasa, sebenarnya tidak ada upaya khusus yang perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh anak yang pendek ini pada dasarnya tidak berbahaya atau mengancam kesehatannya.

Perbedaan penanganan inilah yang membuat orangtua perlu mengetahui bahwa stunting dan pendek bisa itu beda. Jika anak mengalami stunting dan terdeteksi sejak dini, orangtua dianjurkan untuk menerapkan pola asuh yang tepat.

Meliputi pemberian ASI esklusif selama 6 bulan penuh, dan makanan pendamping ASI (MPASI) sampai usianya genap 2 tahun. Intinya, anak yang stunting membutuhkan penanganan khusus. Selebihnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui perawatan apa saja yang dibutuhkan oleh si kecil.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 9, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 27, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca