home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Orchidopexy, Pembedahan untuk Testis Anak yang Belum Turun

Orchidopexy, Pembedahan untuk Testis Anak yang Belum Turun

Alat reproduksi pria terdiri dari beberapa bagian, salah satunya adalah testis. Orangtua perlu mengetahui jika testis akan turun secara alami ke skrotum pada anak usia 3 – 6 bulan. Apabila tidak juga turun, kemungkinan perlu melakukan prosedur orchidopexy. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Apa itu orchidopexy?

Orchidopexy adalah prosedur operasi untuk memindahkan atau menurunkan testis ke skrotum secara permanen.

Testis terbentuk pada abdomen bayi laki‐laki saat berada dalam rahim. Biasanya, sudah turun ke area skrotum pada minggu ke‐35 saat kehamilan atau hingga usia si kecil mencapai 6 bulan setelah lahir.

Namun, terkadang ada pula kondisi testis tidak turun dengan normal sehingga perlu melakukan tindakan atau prosedur tertentu pada si kecil.

Mengutip dari Cleveland Clinic, tak hanya untuk menurunkan testis, prosedur ini juga bermanfaat untuk mengatasi kondisi torsio testis.

Perlu Anda ketahui bahwa tingkat keberhasilan prosedur orchidopexy atau orchiopexy ini cukup tinggi.

Kapan anak perlu melakukan prosedur ini?

Operasi orchidopexy kemungkinan perlu dilakukan jika testis tidak turun dengan sendirinya pada bayi yang telah berusia 6 – 8 bulan.

Prosedur ini tergolong operasi elektif sehingga setelah berkonsultasi dengan dokter, orangtua dapat menjadwalkannya sedini mungkin.

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, ada dua kondisi sehingga anak membutuhkan prosedur ini, yaitu ketika testis tidak turun dan torsio testis.

Umumnya, ketika melakukan perawatan sejak dini pada anak dengan kondisi testis tidak turun bisa mencegah komplikasi seperti infertilitas dan peningkatan risiko kanker testis.

Tak hanya itu saja, testis yang tidak turun juga mungkin akan berkaitan dengan kondisi hernia pada bayi sehingga ia perlu mendapatkan penanganan seperti orchidopexy.

Apa yang harus diketahui sebelum orchidopexy?

Orangtua biasanya perlu membawa si kecil sekitar 14 hari sebelum prosedur agar dokter bisa melakukan pra-penilaian.

Ini akan dokter lakukan untuk menilai kondisi kesehatan secara umum serta kondisi lainnya yang berhubungan dengan organ intim.

Pastikan pula Anda memberitahu dokter jika si kecil mempunyai kondisi kesehatan lainnya seperti:

  • katup jantung buatan,
  • alat pacu jantung, serta
  • infeksi MRSA.

Persiapan sebelum melakukan orchidopexy

Apabila dokter telah mendiagnosis dan melakukan kondisi kesehatan secara menyeluruh, ia akan memberitahu bahwa si kecil tidak boleh makan dan minum selama 6 jam sebelum prosedur.

Selain itu, perawat juga mungkin akan menghubungi orangtua untuk memberikan instruksi makanan serta minman khusus untuk si kecil berdasarkan usianya.

Sebagai contoh, pada bayi usia di bawah 12 bulan, ibu tetap dapat menyusui si kecil dalam jangka waktu 6 jam sebelum orchidopexy.

Bagaimana proses orchidopexy?

Si kecil mungkin akan mendapatkan anestesi umum sehingga tidak akan sadar atau merasakan sakit selama operasi berlangsung.

Berikut adalah proses orchidopexy yang kemungkinan memakan waktu sekitar 1 jam, seperti:

  • Dokter akan memberikan sayatan kecil pada area selangkangan atas dekat testis.
  • Lalu, testis akan dipindahkan ke tempat dekat skrotum serta membuat sayatan kedua.
  • Jahitan kecil pada area bawah kulit sehingga testis tidak tertarik ke atas dan keluar dari skrotum.
  • Penutupan sayatan dengan balutan sederhana.

Apa yang harus orangtua lakukan setelah prosedur?

Anak masih perlu tinggal di ruang pemulihan agar tetap berada dalam pengawasan dokter hingga sadar dan tanda vitalnya stabil.

Ketika prosedur selesai, dokter akan memberitahukan orangtua mengenai bagaimana dan kapan untuk mengganti balutan.

Lalu, dokter juga akan memberikan instruksi bagaimana memandikan anak setelah operasi serta memberikan resep seperti salep khusus.

Untuk anak yang lebih besar penting baginya agar tidak terlalu aktif selama beberapa minggu setelah operasi agar penyembuhan maksimal sehingga menghindari cedera.

Adakah komplikasi dari orchidopexy?

Anak Anda mungkin akan terlihat lemas selama 24 jam pertama setelah orchidopexy akibat dari anestesi. Akan tetapi, Anda tak perlu khawatir dengan hal ini.

Apabila sayatan telah sembuh total, sebagian besar anak hanya akan memiliki bekas luka kecil dari hasil operasi. Tingkat risiko atau komplikasi tergolong rendah.

Namun, saat anak mengalami demam tinggi, perdarahan, pembengkakan, atau bau pada area dekat sayatan segera hubungi dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

http://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Orchidopexy/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x