backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Orchidopexy, Pembedahan untuk Testis Anak yang Belum Turun

Ditinjau secara medis oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A · Kesehatan anak · Rumah Sakit EMC Pekayon


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 12/12/2023

Orchidopexy, Pembedahan untuk Testis Anak yang Belum Turun

Alat reproduksi pria terdiri dari beberapa organ, salah satunya adalah testis. Orangtua perlu mengetahui bahwa testis akan turun secara alami ke skrotum pada anak laki-laki usia 3–6 bulan. Apabila tidak juga turun, kemungkinan perlu melakukan prosedur orchidopexy. Prosedur apakah ini? Berikut ulasannya.

Apa itu orchidopexy (orchiopexy)?

bayi kelebihan zat besi

Orkidopeksi (orchiopexy) adalah prosedur operasi untuk memindahkan atau menurunkan testis ke skrotum secara permanen.

Testis terbentuk pada abdomen bayi laki‐laki saat berada dalam rahim.

Biasanya, testis sudah turun ke area skrotum pada minggu ke‐35 saat kehamilan atau hingga usia si Kecil mencapai 6 bulan setelah lahir.

Namun terkadang, ada pula kondisi testis tidak turun dengan normal sehingga perlu melakukan tindakan atau prosedur tertentu pada si Kecil.

Mengutip dari My Cleveland Clinic, tak hanya untuk menurunkan testis, prosedur ini juga bermanfaat untuk mengatasi kondisi torsio testis.

Perlu Anda ketahui bahwa tingkat keberhasilan prosedur ini cukup tinggi.

Kapan anak perlu melakukan orchidopexy?

Operasi orkidopeksi atau orchiopexy kemungkinan perlu dilakukan jika testis tidak turun dengan sendirinya pada bayi yang telah berusia 6—8 bulan.

Prosedur ini tergolong operasi elektif sehingga setelah berkonsultasi dengan dokter, orangtua dapat menjadwalkannya sedini mungkin.

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, ada dua kondisi sehingga anak membutuhkan prosedur ini, yaitu ketika testis tidak turun dan torsio testis.

Umumnya, melakukan perawatan sejak dini pada anak dengan kondisi testis tidak turun bisa mencegah komplikasi, seperti infertilitas dan peningkatan risiko kanker testis.

Tak hanya itu, testis yang tidak turun juga mungkin akan berkaitan dengan kondisi hernia pada bayi sehingga ia perlu mendapatkan penanganan, seperti orchiopexy.

Apa yang harus diketahui sebelum menjalani orchidopexy?

sp.og onkologi adalah

Orangtua biasanya perlu membawa si Kecil sekitar 14 hari sebelum prosedur agar dokter bisa melakukan prapenilaian.

Ini akan dokter lakukan untuk menilai kondisi kesehatan secara umum serta kondisi lainnya yang berhubungan dengan organ intim.

Pastikan pula Anda memberitahu dokter jika si Kecil mempunyai kondisi kesehatan lainnya seperti:

  • katup jantung buatan,
  • alat pacu jantung, serta
  • infeksi MRSA.

Persiapan apa yang perlu dilakukan sebelum melakukan orchidopexy?

Apabila dokter telah menilai kondisi kesehatan anak secara menyeluruh, ia akan memberitahu bahwa si Kecil tidak boleh makan dan minum selama 6 jam sebelum operasi. Selain itu, perawat juga mungkin akan menghubungi orangtua untuk memberikan instruksi makanan serta minuman khusus untuk si Kecil berdasarkan usianya. Sebagai contoh, pada bayi usia di bawah 12 bulan, ibu tetap dapat menyusui si Kecil dalam jangka waktu 6 jam sebelum operasi.

Bagaimana proses orchidopexy berlangsung?

Si Kecil mungkin akan mendapatkan anestesi umum sehingga tidak akan sadar atau merasakan sakit selama operasi berlangsung.

Berikut adalah proses orkidopeksi atau orchiopexy yang kemungkinan memakan waktu sekitar 1 jam.

  • Dokter membuat sayatan kecil pada area selangkangan atas dekat testis.
  • Lalu, testis akan dipindahkan ke tempat dekat skrotum serta membuat sayatan kedua.
  • Jahitan kecil pada area bawah kulit sehingga testis tidak tertarik ke atas dan keluar dari skrotum.
  • Penutupan sayatan dengan balutan sederhana.

Apa yang harus orangtua lakukan setelah operasi?

cara menggendong bayi

Anak masih perlu tinggal di ruang pemulihan agar tetap berada dalam pengawasan dokter hingga sadar dan tanda vitalnya stabil.

Ketika prosedur selesai, dokter akan memberitahukan orangtua mengenai bagaimana dan kapan untuk mengganti balutan.

Lalu, dokter juga akan memberikan instruksi bagaimana memandikan anak setelah operasi serta memberikan resep seperti salep khusus.

Untuk anak yang lebih besar penting baginya agar tidak terlalu aktif selama beberapa minggu setelah operasi agar penyembuhan maksimal sehingga menghindari cedera.

Adakah komplikasi dari orchidopexy?

Anak Anda mungkin akan terlihat lemas selama 24 jam pertama setelah menjalani orkidopeksi karena pengaruh anestesi.

Setiap anak juga mungkin mengalami reaksi berbeda-beda pasca-operasi. Ia mungkin akan menangis, rewel, bingung, merasa mual, atau muntah.

Anda tak perlu khawatir karena reaksi-reaksi tersebut hal yang wajar dan akan mereda seiring pengaruh anestesi yang semakin berkurang.

Melansir situs University of Michigan Health, beberapa komplikasi yang mungkin terjadi dan perlu diwaspadai seperti:

  • infeksi,
  • perdarahan atau bercak darah pada skrotum,
  • kerusakan vas deferens dan aliran darah ke testis, dan
  • ukuran testis mengecil karena mengalami atrofi.

Meski begitu, tingkat risiko atau komplikasi dari operasi ini tergolong rendah. 

Apabila sayatan telah sembuh total, sebagian besar anak hanya akan memiliki bekas luka kecil dari hasil operasi.

Namun, saat anak mengalami demam tinggi, perdarahan, pembengkakan, atau bau pada area dekat sayatan segera hubungi dokter.

Dalam kasus yang langka, testis bisa keluar dari skrotum dan naik kembali (reascend) setelah operasi. Kondisi ini membutuhkan operasi ulang untuk mengembalikannya lagi.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A

Kesehatan anak · Rumah Sakit EMC Pekayon


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 12/12/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan