Undescended Testis (Testis Tidak Turun)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Pengertian undescended testis

Undescended testis atau dikenal sebagai testis tidak turun (kriptorkidisme) adalah kondisi testis yang belum pindah ke posisi yang tepat di dalam skrotum atau kantong kulit yang tergantung di bawah penis. Umumnya kondisi ini hanya terjadi pada satu testis saja, tetapi sekitar 10% dari kasus ini terjadi pada kedua testis.

Testis tidak turun sangat erat kaitannya dengan masalah kesuburan. Hal ini dikarenakan fungsi testis yang berkaitan dengan produksi sperma untuk proses kehamilan. Normalnya sesaat sebelum bayi lahir, testis akan turun ke skrotum atau kantong buah zakar. 

Jika mengalami undescended testis, maka testis akan tumbuh dan membesar di dalam perut, dekat ginjal. Testis harus turun ke dalam buah zakar, jika tidak maka ia berisiko menimbulkan masalah kesehatan seperti berikut.

1. Gangguan kesuburan

Penelitian menunjukkan, ketika hanya satu testis yang tidak turun, maka tingkat kesuburan seseorang akan turun menjadi 80 persen. Sementara jika kedua testis tidak turun, maka tingkat kesuburan hanya 50 persen.

Gangguan kesuburan akibat testis tidak turun disebabkan karena suhu di dalam perut lebih tinggi dari suhu kantong kemaluan. Akibatnya, proses pembentukan sperma akan terganggu dan mengurangi kualitasnya.

Apabila testis tetap berada di dalam perut hingga seseorang berusia 12 tahun dan tidak ditangani dengan semestinya, maka anak berisiko tidak bisa memproduksi sperma seterusnya alias mandul.

2. Tumor dan kanker

Bila testis tidak turun, hal ini akan lebih berisiko berkembang menjadi sel abnormal atau tumor testis. Sebab, pada kondisi normal, testis harus turun ke dalam skrotum atau kantong buah zakar.

Meski hanya satu testis saja yang tidak turun, kondisi ini juga bisa memengaruhi testis normal yang berada di skrotum. Adapula kemungkinan sel abnormal tersebut bersifat merusak dan ganas, sehingga meningkatkan risiko kanker testis

Seberapa umumkah kondisi ini terjadi?

Testis yang tidak turun biasanya terjadi pada bayi laki-laki yang lahir prematur atau lahir dengan kondisi tubuh sangat kecil. Dikutip dari National Health Service, diperkirakan ada 1 dari 25 kelahiran bayi yang mengalami kondisi undescended testis.

Hingga sekarang belum ada yang benar-benar tahu faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi ini. Oleh karena itu penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala undescended testis

Gejala testis tidak turun memang tidak mudah dideteksi. Bayi tidak akan merasa sakit dan tidak menimbulkan keluhan apa-apa, misalnya saat buang air kecil.

Umumnya setelah bayi laki-laki lahir, dokter akan memastikan apakan testisnya sudah turun atau belum. Hal ini harus dipastikan dan dokter juga akan memberitahukan kondisi ini pada orangtua bayi.

Sebagai orang tua, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan mandiri dengan cara melihat dan merasakan testis pada bayi. 

Dikatakan belum turun apabila skrotum tampak rata dan tidak terdapat tonjolan. Jika memang kecil atau rata, sebaiknya orang tua perlu curiga akan kemungkinan testis tidak turun.

Kapan harus periksa ke dokter?

Kondisi testis tidak turun pada bayi dapat langsung dideteksi oleh dokter sejak kelahirannya. Jika bayi mengalami kondisi ini, sebaiknya tanyakan seberapa sering kondisi ini perlu diamati.

Dokter juga akan memberi tahu bahwa testis bayi masih akan mungkin turun hingga usianya sekitar 9 bulan. Jika testis masih belum muncul, segeralah periksakan ke dokter.

Penanganan pada masalah undescended testis sejak bayi dapat menurunkan risiko penyakit pada organ reproduksi di kemudian hari, seperti gangguan kesuburan hingga kanker testis.

Penyebab undescended testis

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kriptorkidisme atau masalah testis tidak turun. Namun diduga ada dua penyebab utama, yakni karena kekurangan hormon dan timbulnya semacam serat atau jaringan yang menghambat turunnya testis.

Testis seharusnya mulai turun ke kantong buah zakar (skrotum) dalam kandungan saat janin berusia sekitar 7 bulan. Tetapi apabila tidak turun setelah bayi lahir, maka kondisi ini bisa ditunggu sampai bayi berusia 9 bulan atau sesuai saran dokter.

Secara fisiologis, testis masih bisa turun dengan sendirinya sampai bayi berusia 9 bulan. Umumnya bayi akan kembali diobservasi saat berusia 3 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan.

Hal ini bertujuan untuk melihat kondisi testis sudah turun atau belum. Jika hingga usia 9 bulan dan testis tidak turun juga, dokter akan merekomendasikan beberapa metode pengobatan.

Faktor risiko undescended testis

Beberapa faktor risiko di bawah ini dapat memengaruhi kemungkinan timbulnya kondisi undescended testis pada bayi, di antaranya:

  • Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
  • Bayi lahir prematur
  • Perokok aktif atau pasif selama masa kehamilan
  • Konsumsi alkohol selama masa kehamilan
  • Paparan bahan kimia, seperti pestisida selama kehamilan
  • Riwayat keluarga dengan kondisi undescended testis atau gangguan perkembangan kelamin lainnya
  • Kondisi lain yang memengaruhi perkembangan janin, seperti Down syndrome dan cacat dinding perut (gastroschisis)

Diagnosis & pengobatan undescended testis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis dokter?

Dokter secara umum akan langsung mendiagnosis kondisi undescended testis melalui pemeriksaan fisik dengan teknik palpasi atau meraba bagian skrotum. Hal ini untuk mengecek turun tidaknya testis setelah bayi dilahirkan.

Beberapa tes lanjutan lainnya yang dapat mendiagnosis kondisi ini, seperti:

  • Laparoskopi: suatu tindakan medis dengan memasukkan teleskop melalui sayatan kecil untuk melihat bagian perut dan organ di sekitar panggul. Selain melakukan diagnosis, prosedur ini juga dapat dilanjutkan dengan pembedahan apabila dibutuhkan.
  • Ultrasonografi (USG) dan CT scan: tes pencitraan untuk membantu dokter melihat bagian tubuh secara lebih jelas dan menentukan penanganan yang tepat.

Bagaimana cara mengobati undescended testis?

Pengobatan undescended testis sebaiknya dilakukan sebelum bayi berusia 12-18 bulan. Hal ini dapat menurunkan risiko komplikasi, seperti gangguan kesuburan dan kanker testis. 

Tujuan utama dari pengobatan ini adalah untuk mengembalikan testis pada posisi sebenarnya, yakni di dalam skrotum atau kantung buah zakar. Adapun metode yang umum dilakukan, yaitu terapi hormon dan operasi.

1. Terapi hormon

Penanganan undescended testis melalui terapi hormon dilakukan dengan menyuntikan hormon human chorionic gonadotropin (HCG). Hormon HCG ini dapat membantu proses turunnya testis ke dalam kantong skrotum.

Sayangnya, terapi hormon untuk mengatasi kondisi ini jarang direkomendasikan. Hal ini berkaitan dengan tingkat efektivitasnya yang rendah bila dibanding melalui pembedahan.

2. Operasi orchidopexy

Operasi untuk menurunkan testis ke kantong skrotum dikenal dengan istilah orchidopexy

Ahli bedah akan membuat sayatan pada pangkal paha dan sayatan kecil pada skrotum. Testis kemudian akan diturunkan pada skrotum. Jika ahli bedah menemukan testis kecil dan tidak berfungsi, umumnya akan dilakukan proses pengangkatan.

Operasi ini biasanya berlangsung selama 45 menit hingga 1 jam. Pemulihan prosedur orchidopexy berlangsung kurang lebih 1 minggu pasca-operasi.

Pengobatan untuk bantu atasi undescended testis

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat membantu mengatasi undescended testis?

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda memulihkan kondisi pasca-tindakan medis, seperti:

  • Selalu rutin mengecek kondisi testis bayi, misal saat mengganti popok atau mandi untuk memastikan perkembangannya berangsur normal.
  • Jika anak kian bertambah usia dan memasuki masa pubertas, ajari untuk selalu memperhatikan perkembangan tubuhnya. Terutama untuk memeriksa kesehatan testis sendiri untuk mendeteksi penyakit, seperti tumor atau kanker.

Tidak ada langkah khusus yang dapat mencegah undescended testis. Namun memastikan pola hidup sehat dan rutin melakukan kontrol selama kehamilan bisa menurunkan risiko terjadinya masalah kesehatan ini.

Bila ada pertanyaan, segera konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Ada Cara Membesarkan Penis yang Efektif? Cari Tahu di Sini!

Dari mulai krim, suplemen, pompa, hingga bedah plastik, diklaim bisa membesarkan ukuran penis. Namun, mana yang sebenarnya terbukti secara medis?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 10 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

4 Penyebab Penis Lecet dan Cara Mengatasinya

Sering kali penis lecet tak ada hubungannya dengan penyakit kelamin, tapi karena cedera atau gesekan tak disengaja. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Torsio Testis

Torsio testis adalah kondisi testis terpelintir sehingga timbul nyeri tiba-tiba. Ketahui penyebab, gejala, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 1 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ereksi Penis, Seperti Apa Kondisi yang Normal dan Sehat?

Benarkah ereksi pria dikatakan normal jika penis tidak mudah loyo? Simak artikel ini agar Anda tahu proses dan kondisi ereksi yang normal.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Impotensi 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara kerja obat kuat

Ragam Obat Kuat Pria di Apotek, Apakah Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
efek alkohol pada ereksi

Benarkah Alkohol Membuat Pria Sulit Ereksi?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
penyebab sperma cair dan encer

5 Penyebab Sperma Encer dan Cair, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit