Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Penyebab Pusar Bodong pada Orang Dewasa dan Komplikasinya

    Penyebab Pusar Bodong pada Orang Dewasa dan Komplikasinya

    Pusar bodong pada orang dewasa sebenarnya merupakan istilah awam untuk kondisi medis yang disebut hernia umbilikalis. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya bagian usus atau jaringan lemak ke arah perut sehingga bentuk pusar lebih menonjol.

    Pusar bodong umumnya memang terjadi pada anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Apa penyebabnya?

    Penyebab pusar bodong pada orang dewasa

    Pusar bodong pada anak biasanya muncul akibat lubang tali pusar yang tidak menutup sepenuhnya.

    Namun, ada perbedaan signifikan pada penyebab pusar bodong pada orang dewasa, berikut penjelasannya.

    1. Tindakan pembedahan di perut

    Saat pembedahan, dokter membuat sayatan di perut. Saat proses pemulihan luka, area sayatan akan menonjol sehingga pusar lebih menonjol daripada biasanya.

    Umumnya, pusar bodong yang disebabkan oleh operasi perut ini akan terlihat saat berdiri atau mengangkat beban berat.

    2. Pembengkakan prostat

    penyebab pusar bodong pada orang dewasa

    Prostat membengkak adalah salah satu penyebab pusar bodong pada orang dewasa.

    Pembengkakan prostat akan sering menimbulkan tekanan berleih pada perut, salah satunya ketika buang air kecil.

    Tekanan inilah yang akan mendorong otot perut ke arah luar dan menyebabkan pusar bodong.

    3. Obesitas

    Kondisi obesitas meningkatkan risiko pusar bodong pada orang dewasa. Pasalnya, lemak perut akan memberikan tekanan berlebih pada otot perut.

    Otot yang tertekan membuat dinding perut melemah sehingga usus akan terdorong ke depan.

    Dalam beberapa kasus, hal ini akan membuat usus terjebak di dalam jaringan otot perut sehingga menimbulkan nyeri tak tertahankan.

    4. Kehamilan

    Saat hamil, janin yang tumbuh di dalam rahim akan menekan perut bagian dalam Anda. Semakin besar janin, otot perut Anda akan semakin tipis dan melemah saat meregang.

    Tekanan dari janin dan lemahnya otot perut akan membuat pusar Anda terlihat menonjol. Pusar akan terlihat lebih besar jika Anda menjalani kehamilan kembar.

    5. Gerakan yang membuat otot perut tegang

    aerophagia bikin perut kembung

    Ada berbagai aktivitas yang membuat otot perut kaku dan mengencang sehingga otot perut tertekan dari dalam dan memberikan dorongan ke pusar.

    Berikut adalah beberapa hal yang membuat perut kejang.

    6. Komplikasi dialisis peritoneal

    Mengutip riset terbitan Therapeutic Apheresis and Dialysis (2018), pasien dialisis peritoneal (cuci darah) rentan mengalami pusar bodong.

    Prosedur cuci darah melalui perut membuat dinding otot perut menjadi rapuh. Selain itu, tekanan cairan dialisis dapat meningkatkan tekanan di dalam perut.

    Kondisi ini akan melemahkan otot dinding perut sehingga bagian bawah perut mengendur dan terdorong ke luar, mengakibatkan pusar bodong.

    7. Cairan berlebih di dalam perut

    Kondisi asites atau cairan berlebih di dalam perut ternyata bisa memicu pusar bodong pada orang dewasa.

    Cairan ini meningkatkan tekanan di dalam perut sehingga mendorong organ di dalam perut. Akhirnya, hal ini membuat bentuk pusar lebih menonjol.

    Umumnya, asites pada hernia umbilikalis adalah komplikasi dari penyakit sirosis hati.

    Komplikasi pusar bodong pada orang dewasa

    hernia insisional

    Inilah beberapa kondisi lain yang muncul bila Anda mengalami pusar bodong.

    1. Obstruksi

    Komplikasi pusar bodong pada orang dewasa bisa muncul ketika jaringan otot perut yang menonjol terjebak (obstruksi). Hal ini membuat otot perut tidak bisa kembali ke posisi semula.

    Obstruksi otot perut bisa menimbulkan berbagai gangguan pencernaan. Tak jarang, Anda akan mengalami mual, muntah, dan nyeri.

    Prosedur medis seperti intususepsi, yaitu mengalirkan udara melalui tabung ke dalam perut, dan operasi pemasangan stent yang memaksa usus terbuka dapat mengatasi penyumbatan di

    2. Strangulasi

    Kondisi pusar bodong pada orang dewasa bisa membuat usus terperangkap (strangulasi) sehingga aliran darah ke usus terhambat.

    Bila bagian usus ini benar-benar tidak mendapatkan suplai darah, hal ini menimbulkan kematian jaringan. Kerusakan jaringan usus berisiko mengakibatkan infeksi berat yang menyebar ke seluruh rongga perut.

    Salah contoh infeksi berat pada usus yang mungkin terjadi adalah usus buntu. Kondisi ini memerlukan pembedahan segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

    Cara mengobati pusar bodong pada orang dewasa

     cara menghilangkan pusar bodong pada orang dewasa

    Tidak semua kondisi pusar bodong berbahaya. Banyak orang dewasa yang memiliki pusar menonjol tetapi tidak memengaruhi kesehatan pencernaan.

    Pengobatan pusar bodong diperlukan ketika kondisi ini menyebabkan usus tertahan, kulit perut menipis, atau penumpukan cairan di di dalam perut yang tak terkendali.

    Menurut American College of Surgeons, inilah cara mengobati hernia umbilikalis yang terjadi pada orang dewasa.

    1. Perbaikan hernia umbilikalis terbuka

    Dokter akan membuat sayatan di dekat pusar yang bodong. Jaringan yang menonjol akan didorong perlahan kembali ke dalam perut.

    Terdapat dua metode untuk memperbaiki hernia umbilikalis.

    • Jahitan: pusar bodong akan diangkat, lalu jaringan di sepanjang tepi otot perut akan dijahit dan pusar akan dikembalikan di posisi semula. Prosedur ini biasanya dipilih untuk pusar bodong yang ringan.
    • Kasa khusus: hernia diangkat dan kasa diletakkan di area tonjolan. Lalu, kasa ini dijahit kebagian tonjolan dan pusar didorong kembali ke tempat seharusnya.

    2. Tindakan laparoskopi

    Prosedur laparoskopi dilakukan dengan membuat tusukan atau sayatan kecil di perut. Dokter lalu memasukkan alat bedah dan kamera ke dalam perut yang telah dipompa dengan gas karbon dioksida.

    Setelah itu, dokter menempel kasa khusus ditempel ke otot di sekitar hernia. Kasa kemudian ditempelkan ke bagian yang menonjol sehingga pusar terdorong kembali ke posisi normalnya.

    Pusar bodong pada orang dewasa sangat mungkin terjadi. Hal ini terjadi akibat tekanan berlebih pada perut dan organ pencernaan di dalamnya yang mendorong pusar sehingga nampak menonjol.

    Bila pusar cukup besar dengan posisi permukaan yang jauh lebih tinggi dan membuat Anda mengalami keluhan tertentu, segera konsultasikan dengan dokter.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Umbilical hernia repair. (2017). Retrieved 10 January 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/umbilical-hernia-repair/

    Umbilical Hernia: Should I Have Surgery? | Michigan Medicine. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.uofmhealth.org/health-library/abo5738

    Health System University of Michigan. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.med.umich.edu/1libr/Surgery/GenSurgery/HerniaObesity.pdf

    Banshodani, M., Kawanishi, H., Moriishi, M., Shintaku, S., Ago, R., & Hashimoto, S. et al. (2015). Umbilical Hernia in Peritoneal Dialysis Patients: Surgical Treatment and Risk Factors. Therapeutic Apheresis And Dialysis, 19(6), 606-610. doi: 10.1111/1744-9987.12317

    Cho, S., Bhayani, N., Newell, P., Cassera, M., Hammill, C., Wolf, R., & Hansen, P. (2012). Umbilical Hernia Repair in Patients With Signs of Portal Hypertension. Archives Of Surgery, 147(9), 864. doi: 10.1001/archsurg.2012.1663

    American College of Surgeons. (2022). Retrieved 10 January 2022, from https://www.facs.org/~/media/files/education/patient%20ed/adultumbilical.ashx

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Jan 19
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
    Next article: