Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Prosedur Operasi Hernia Umbilikalis pada Anak dan Bayi

Mengenal Prosedur Operasi Hernia Umbilikalis pada Anak dan Bayi

Anda mungkin sering mendengar istilah hernia, yakni kondisi ketika bagian dari organ atau jaringan dalam tubuh mendorong dinding otot di sekitarnya sehingga membentuk tonjolan. Hernia memiliki banyak jenis dan beberapa di antaranya merupakan salah satu masalah yang umum pada bayi dan anak, seperti hernia umbilikalis. Meski seringnya tak berbahaya, beberapa kasus hernia umbilikalis pada anak perlu mendapat prosedur operasi atau pembedahan. Lantas, bagaimana prosedur ini dan kapan seorang anak perlu menjalaninya?

Apa itu hernia umbilikalis?

Hernia umbilikalis terjadi ketika bagian dari usus, bersama dengan lemak atau cairan, mendorong dinding otot yang lemah di bagian perut.

Hal ini menyebabkan tonjolan di dekat pusar atau di pusar itu sendiri sehingga tampak seperti pusar yang bengkak.

Hernia umbilikalis umumnya timbul sejak lahir ketika saluran umbilikus (pusar) gagal menutup.

Biasanya, saluran ini akan menutup sebelum bayi lahir, tetapi sebanyak 1 atau 2 dari 10 bayi memiliki kondisi ini, terutama pada bayi prematur atau yang memiliki berat lahir rendah.

Adapun jenis hernia pada bayi ini umumnya tidak menyakitkan dan tak berbahaya.

Bahkan, hernia umbilikalis yang timbul sebelum usia bayi 6 bulan seringkali hilang dengan sendirinya pada usia 1 tahun atau seiring dengan tumbuh kembang anak.

Meski demikian, pada beberapa kasus, hernia umbilikalis bisa menimbulkan masalah baru, terutama jika bagian usus menjadi terperangkap di dalam lokasi hernia (incarcerated hernia).

Bila ini terjadi, organ atau jaringan yang terperangkap bisa terluka sehingga menimbulkan beberapa gejala, seperti sakit perut, muntah, hingga demam pada anak.

Pada kasus ini, operasi hernia umbilikalis pada bayi atau anak mungkin akan dokter sarankan.

Adapun operasi hernia umbilikalis dilakukan dengan mendorong tonjolan kembali ke tempatnya dan memperkuat dinding otot perut yang lemah.

Operasi hernia umbilikalis ini bertujuan untuk memperbaiki hernia di perut anak sehingga bisa mencegah komplikasi atau masalah baru seperti yang disebutkan di atas.

Kapan operasi hernia umbilikalis pada anak perlu dilakukan?

ttv normal pada anak

Cleveland Clinic menyebutkan bahwa sebanyak 90% kasus hernia umbilikalis dapat sembuh dengan sendirinya saat anak berusia tiga atau empat tahun.

Oleh karena itu, dokter umumnya akan menunggu hingga usia tersebut untuk menentukan apakah seorang anak membutuhkan operasi.

Namun umumnya, dokter akan menyarankan operasi perbaikan hernia umbilikalis bila anak memiliki kondisi tertentu.

Berikut adalah beberapa kondisi pada anak yang umumnya perlu menjalani operasi hernia umbilikalis.

  • Ukuran hernia besar dengan lebar sekitar 2 cm atau lebih.
  • Hernia dimulai setelah usia 6 bulan atau menjadi lebih besar setelah usia 1-2 tahun.
  • Perut anak terasa nyeri dan terlihat ada pembengkakan atau timbul gejala lain yang menjadi tanda dari incarcerated hernia.
  • Hernia masih ada hingga usia anak 5 tahun.
  • Hernia mengganggu penampilan anak Anda.

Perhatikan ini sebelum mulai prosedur operasi hernia umbilikalis

Sebelum menjalani operasi, pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai riwayat medis anak serta obat-obatan, suplemen, atau vitamin anak yang sedang dikonsumsi.

Beri tahu pula bila anak memiliki alergi tertentu, terutama obat-obatan.

Dokter mungkin akan meminta anak Anda untuk menghentikan sementara konsumsi obat, suplemen, atau vitamin tersebut.

Sebab, beberapa obat dapat memengaruhi proses pemulihan serta mengganggu pembiusan.

Selain itu, dokter akan menjelaskan prosedur operasi dan memberi instruksi lebih lanjut. Ikuti seluruh instruksi dokter, termasuk larangan makan dan minum sebelum operasi.

Umumnya, anak Anda harus berpuasa selama sekitar enam jam sebelum proses pembedahan dilakukan.

Namun, anak Anda mungkin masih boleh untuk minum, seperti air putih, teh, atau bahkan jus buah, hingga 2 jam sebelum prosedur operasi.

Bagaimana proses operasi hernia umbilikalis pada anak?

Operasi hernia umbilikalis umumnya berlangsung sekitar 30-60 menit.

Sebelum mulai prosedur, anak mendapat obat bius umum atau total sehingga ia akan tertidur dan tidak merasakan sakit selama proses pembedahan berlangsung.

Untuk memulai prosedur, dokter akan membuat sayatan kecil dan melengkung di kulit tepi bawah pusar.

Ini dilakukan agar bekas luka nantinya menyatu dengan tepi bawah pusar sehingga bekas luka operasi tidak begitu terlihat.

Setelah sayatan terbuka, dokter akan mendorong bagian usus yang menonjol ke tempat semestinya.

Dinding otot yang lemah pun akan diperkuat dengan jahitan untuk mencegah hernia baru terbentuk.

Jika sudah selesai, dokter kemudian akan menutup sayatan dengan jahitan yang tersembunyi di bawah kulit.

Apa yang terjadi setelah operasi selesai?

obat demam atau panas anak

Umumnya, operasi hernia umbilikalis pada bayi dan anak merupakan prosedur rawat jalan. Artinya, anak Anda bisa pulang ke rumah pada hari yang sama setelah prosedur.

Namun, bayi yang lahir secara prematur atau anak dengan kondisi medis tertentu mungkin perlu menginap di rumah sakit setelah prosedur agar tim medis dapat memantau kondisinya.

Meski umumnya bisa pulang pada hari yang sama, anak Anda mungkin memerlukan waktu beberapa hari atau bahkan seminggu sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.

Pada masa ini hingga sebulan lamanya, sebaiknya anak Anda menghindari aktivitas berat, meski ia terlihat baik-baik saja.

Apalagi, anak Anda mungkin masih akan merasakan nyeri pada bekas luka sayatannya setelah operasi.

Adapun untuk mengatasi rasa nyeri tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai obat pereda nyeri yang bisa anak konsumsi.

Selain itu, Anda perlu membantu mencegah sembelit pada anak yang bisa memicu rasa sakit di area bekas operasi.

Adakah risiko dari operasi hernia umbilikalis pada anak?

Operasi perbaikan hernia umbilikalis adalah prosedur yang aman. Namun, risiko atau komplikasi mungkin saja terjadi setelah operasi.

Berikut adalah beberapa risiko dari operasi hernia umbilikalis yang bisa terjadi pada anak Anda.

  • Infeksi pada area bekas sayatan dengan tanda kemerahan, pembengkakan, rasa sakit, atau keluarnya cairan.
  • Perdarahan.
  • Hematoma atau kumpulan darah di sekitar lokasi hernia.
  • Pusar anak terlihat berbeda.
  • Hernia muncul kembali.
Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hernias (for Parents) – Nemours KidsHealth. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 1 November 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/hernia.html

Pediatric Umbilical Hernia Repair. Facs.org. (2021). Retrieved 1 November 2021, from https://www.facs.org/~/media/files/education/patient%20ed/ped_umbilical.ashx#:~:text=An%20operation%20is%20the%20only%20treatment%20for%20a%20hernia%20repair.&text=Suture%20repair%20is%20the%20primary,used%20to%20close%20the%20muscle

Umbilical Hernia in Children | Michigan Medicine. Uofmhealth.org. (2021). Retrieved 1 November 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/tp17785

Umbilical hernia repair. nhs.uk. (2021). Retrieved 1 November 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/umbilical-hernia-repair/

Umbilical Hernia Surgery for Children: Cause, Repair, Recovery. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 1 November 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/6241-umbilical-hernia-surgery-for-children

Umbilical Hernia Surgery. Hopkinsallchildrens.org. (2021). Retrieved 1 November 2021, from https://www.hopkinsallchildrens.org/Services/Pediatric-General-Surgery/Conditions/Umbilical-Hernia

Umbilical Hernia: Should My Child Have Surgery? | Michigan Medicine. Uofmhealth.org. (2021). Retrieved 1 November 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/rt1510

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita