Mengenal Perkembangan Psikologi Anak di Usia Sekolah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Salah satu perkembangan yang dialami oleh anak saat memasuki bangku sekolah adalah perkembangan psikologi. Memang benar, selain perkembangan fisik, bahasa, dan perkembangan lainnya, perkembangan psikologi pada anak termasuk salah satu kunci tumbuh kembang seorang anak. Lalu, bagaimana perkembangan psikologi anak dari tahun ke tahun? Simak penjelasannya berikut ini.

Perkembangan psikologi anak di usia sekolah

Anak memasuki usia sekolah saat berumur 6-12 tahun. Pada usia tersebut, anak dikategorikan sebagai anak-anak hingga remaja awal. Setiap tahunnya, anak mengalami perkembangan pada psikologinya. Berikut adalah perkembangan yang dialami anak secara emosional seiring dengan pertambahan tahun.

Perkembangan psikologi anak usia 6 tahun

Pada saat memasuki usia sekolah, anak sudah mulai merasa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung kepada orangtuanya. Artinya, pada saat anak usia 6 tahun, perkembangan psikologi yang cukup mencolok dari anak adalah mereka ingin dipandang sebagai anak yang sudah besar. Bahkan, hal ini berpotensi menyebabkan mereka melakukan hal-hal yang mungkin berbahaya.

Pada usia 6 tahun, anak laki-laki menjadi cenderung bermain dengan teman laki-laki. Begitu juga dengan anak perempuan, mereka lebih nyaman untuk bermain dengan teman sesama perempuan.

Di samping itu, perkembangan psikologi pada anak juga ditunjukkan dengan perasaan ingin diterima oleh teman sebayanya. Hal ini mendorong mereka untuk lebih mudah diajak bekerja sama dan jadi senang berbagi, termasuk dengan teman atau saudara.

Di usia ini pula, kondisi psikologi anak akan terlihat dari bagaimana ia mulai sadar akan penampilan, sehingga mereka cenderung memiliki pilihan tersendiri terhadap apa yang mereka pakai. Bebaskan anak Anda mengeksplorasi, tapi harus tetap dalam pengawasan Anda. Bahkan, Anda masih harus membantu anak-anak Anda pada saat-saat tertentu.

Namun, Anda mungkin akan mulai menemukan kebiasaan-kebiasaan yang sebaiknya tidak dipelihara, tapi akan menjadi bagian dari perkembangan psikologi anak. Sebagai contoh, anak mulai suka berbohong, berperilaku curang, atau anak bisa saja mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Saat anak Anda melakukan hal ini, beri tahu mereka mana yang baik dan boleh dilakukan, dan mana hal buruk yang tidak boleh mereka lakukan. Hal ini akan membantu perkembangan psikologi anak ke arah yang lebih baik. Jadikan hal tersebut bagian dari pembelajaran. Tidak perlu khawatir, karena anak akan menjadi lebih peka, baik terhadap perasaan yang dimilikinya maupun perasaan orang lain.

Anda bisa menjelaskan bahwa ada sikap yang tidak perlu dilakukan karena dapat menyakiti orang lain. Kepekaan yang mulai terbentuk ini pun akan membantu anak menjadi lebih berhati-hati dan menjaga perasaan orang lain.

Perkembangan psikologi anak usia 7 tahun

Perkembangan psikologi anak pada usia 7 tahun ditunjukkan kematangan emosi yang cukup berbeda daripada sebelumnya. Pada saat itu, anak akan lebih mudah menerima perubahan situasi atau kondisi yang dilakukan secara mendadak.

Meski begitu, bukan berarti anak usia 7 tahun benar-benar bisa mengontrol dirinya dengan baik. Terkadang, mungkin mereka masih menunjukkan rasa tidak nyaman dan sebagainya. Namun, anak usia 7 tahun masih mampu bertahan untuk mengikuti situasi yang membingungkan, maupun menghadapi situasi yang tidak terduga.

Hanya saja, demi menjaga psikologi anak usia 7 tahun tetap stabil, Anda tetap harus memberikan rasa nyaman melalui kebiasaan sehari-hari yang tidak berubah. Apalagi saat melihat dunia di sekitarnya berubah, anak akan mencari rasa aman dan nyaman dari rutinitas sehari-hari. Sebagai contoh rutinitas makan bersama keluarga setiap hari, rutinitas membaca sebelum tidur, dan masih banyak lagi.

Artinya, meski saat memasuki usia 7 tahun, sebagian besar anak-anak akan merasa khawatir dengan dirinya sendiri. Maka itu, saat anak tidak bisa mendapatkan hal yang diinginkan atau kalah dalam sebuah permainan, hal ini bisa berdampak buruk pada perkembangan psikologi anak tersebut.

Psikologi anak usia 7 tahun ditunjukkan dengan kecenderungan lebih suka menghabiskan waktunya sendiri, bermain sendiri, atau menghabiskan waktunya untuk membaca buku.  Meski begitu, sebagian besar masih banyak yang lebih suka bermain dengan teman sebaya. Dalam perkembangan psikologi anak, hal ini sebenarnya mampu membantunya lebih peka terhadap diri sendiri serta hubungannya dengan orang lain.

Hal ini bisa memberikan dampak positif maupun negatif. Dampak positif dari perkembangan psikologi ini, rasa empati yang dimiliki anak menjadi terbentuk. Bahkan, anak menjadi lebih peka terhadap nilai moral dan keadilan. Namun, hal ini juga membuat anak menjadi lebih peduli terhadap pendapat orang lain yang berpotensi membuat anak merasakan peer pressure atau tekanan dari teman sebayanya.

Perkembangan psikologi anak usia 8 tahun

Sementara itu, anak usia 8 tahun mengalami fase yang berbeda dalam perkembangan psikologi yang dialaminya. Anak usia 8 tahun menunjukkan sisi emosional yang lebih kompleks dibanding saat masih berusia 6-7 tahun. Sebagian besar anak pada usia ini sudah bisa menutupi perasaan yang dirasakannya demi menjaga perasaan orang lain. Sebagai contoh, saat tidak suka dengan makanan yang diberikan oleh teman, anak usia 8 tahun mungkin masih bisa berpura-pura menyukainya.

Melansir Center of Disease Control and Prevention, usia 8 tahun juga merupakan saat perkembangan psikologi menunjukkan bahwa anak semakin peka dengan keberadaannya di dunia. Hal-hal yang ada di sekelilingnya, termasuk hal yang disukai, kemampuan yang dikuasai, hingga hubungan dengan teman dan keluarga bisa membantu anak untuk lebih memahami identitas diri yang dimilikinya.

Hal ini bisa mendorong seorang anak memiliki rasa percaya diri sekaligus rasa ragu terhadap dirinya sendiri. Artinya, kedua perasaan tersebut bisa bergantian dirasakan oleh anak seiring perkembangan psikologi yang dialami mengenai identitas diri.

Sementara itu, dalam menjalin hubungan sosial dengan orang di sekitarnya, anak usia 8 tahun senang jika bisa menjadi bagian dari suatu kelompok sosial. Maka itu, ini adalah saat-saat di mana anak mulai menyukai pergi ke sekolah dan membentuk grup pertemanan atau biasa dikenal dengan geng.

Jika anak menunjukkan respon yang berbeda, misalnya justru semakin malas pergi ke sekolah, sebagai orangtua, Anda sebaiknya mulai memperhatikan apa yang terjadi pada anak Anda. Pasalnya, hal ini bisa mengindikasikan kesulitan belajar atau justru hasil tindakan bullying yang dialami di sekolah.

Anda juga tak perlu heran jika anak Anda sudah mulai suka meminta izin untuk menginap di rumah teman, atau mengajak teman-teman menginap di rumah. Meski begitu, anak Anda mungkin akan tetap menunjukkan sifat-sifat manja terhadap orangtua, khususnya terhadap seorang ibu. Artinya, masih akan sering terjadi perubahan yang tidak emosi yang belum benar-benar bisa anak Anda atasi sendiri menyangkut hal ini.

Perkembangan psikologi anak usia 9 tahun

Perkembangan psikologi di usia 9 tahun ditunjukkan melalui kemampuan seorang anak dalam mengatasi masalah yang dihadapinya. Saat ini, anak menjadi lebih mandiri, sehingga hal ini mendorongnya untuk membuat hubungan-hubungan yang lebih kuat di luar keluarga. Sebagai contoh, memperbanyak pertemanan.

Dengan usahanya untuk memperluas pertemanan, anak menjadi semakin fokus dengan pendapat teman-temannya. Bahkan, anak akan merasa tertekan jika tidak berhasil membuat teman-temannya kagum atau suka padanya. Hal ini disebabkan anak usia 9 tahun memiliki keinginan yang besar untuk berada di dalam suatu grup pertemanan.

Meski begitu, anak usia 9 tahun sedang dalam masa perkembangan psikologi yang sangat kompleks. Hal ini ditunjukkan dengan begitu besarnya kemauan seorang anak untuk memperluas lingkup sosialnya. Namun, saat anak merasa tidak nyaman, anak masih akan mencari rasa aman dan nyaman dari kedua orangtuanya.

Di usia ini, anak juga mulai memiliki rasa tanggung jawab, baik terhadap rumah maupun keluarga. Artinya, anak mungkin akan lebih banyak terlibat terhadap berbagai keputusan yang diambil mengenai rumah maupun keluarga.

Anak usia 9 tahun juga mulai memiliki pikiran yang lebih realistis, sehingga membuat rasa takut yang dimilikinya juga lebih nyata. Sebagai contoh, saat masih berusia 6-8 tahun, seorang anak mungkin masih merasa takut dengan hal-hal yang tidak nyata seperti monster atau zombie.

Sementara, memasuki usia ini, anak lebih takut terhadap bencana alam, kehilangan orang yang disayanginya, dan hal-hal nyata yang memang benar-benar mungkin dialaminya.

Di samping itu, anak usia 9 tahun juga memiliki kemungkinan besar untuk terpapar dengan penggunaan media sosial. Apalagi jika teman sebayanya juga melakukan hal yang sama. Hal ini mungkin akan memengaruhi pikirannya. Maka itu, Anda perlu mengawasi penggunaan gadget pada anak usia ini jika Anda sudah benar-benar terpaksa mengizinkannya menggunakan handphone atau tablet.

Perkembangan psikologi anak usia 10 tahun

Pada kondisi psikologi di usia 10 tahun, anak masih akan menunjukkan ketergantungannya pada orangtua. Namun, kedekatannya dengan teman-teman sebaya akan semakin menguat. Bahkan, tekanan dari lingkungan pertemanan yang dirasakannya akan semakin besar. Begitu pula dengan identitas dirinya dalam sebuah pertemanan.

Pertemanan yang menguat dibuktikan dengan kesetiaan terhadap teman satu grup atau geng, sehingga menghasilkan pertemanan yang lebih solid. Pada anak usia 10 tahun, perkembangan psikologi juga ditandai dengan  sisi kompetitif yang dimilikinya terhadap teman yang bukan termasuk di dalam perkumpulannya.

Sisi kompetitif tersebut bisa “dibawa” ke dalam rumah, sehingga jika anak memiliki saudara, ia bisa menjadikan saudara sebagai saingannya. Maka, timbullah pertengkaran-pertengkaran yang terjadi antara kakak beradik.

Di usia ini, anak perempuan akan lebih suka bermain dengan anak perempuan, begitu pula dengan anak laki-laki yang lebih nyaman bermain dengan anak laki-laki. Akan tetapi, anak akan mulai memberikan rasa ketertarikan pada lawan jenis, meski belum terlalu kentara.

Rasa ketertarikan itu bisa jadi pertanda dari masa puber. Dengan begitu, anak juga berpotensi mengalami perubahan suasana hati yang tak menentu. Hal ini juga didampingi dengan kepekaan terhadap bentuk tubuh dan penampilannya.

Meski begitu, pada usia ini anak masih akan menganggap orang dewasa memiliki kekuatan atau kekuasaan yang lebih besar daripadanya, sehingga ia masih akan mengikuti aturan dan prinsip yang ada di dalam rumah. Namun, Anda mungkin perlu mempersiapkan diri jika anak mulai menanyakan setiap aturan yang diberlakukan di rumah, mencontoh perilaku orang dewasa dan sebagainya.

Perkembangan psikologi  usia 11 tahun

Semakin bertambah usia, anak Anda akan lebih suka menghabiskan waktu bersama dengan teman dibanding dengan keluarga. Hal ini juga termasuk ke dalam perkembangan psikologi anak usia 11 tahun. Di usia ini, anak mulai berani untuk melanggar aturan yang Anda berlakukan kepadanya, sehingga konflik antara Anda dengan anak mungkin saja terjadi.

Pertemanan yang dimiliki anak Anda di usia ini mungkin mulai berubah. Sebagai contoh, anak Anda biasanya berteman dengan teman sebaya yang menyukai hal yang sama. Namun kini, anak Anda bisa saja berteman dengan teman sebaya dengan opini yang sama terhadap suatu hal. Di usia ini, anak mulai berani menunjukkan rasa ketertarikan pada lawan jenis.

Di saat yang bersamaan, anak Anda mulai peduli dengan penampilan serta tubuhnya. Hal ini biasanya terjadi karena perubahan alami yang dialami oleh tubuhnya. Namun jika tidak ditangani dengan baik, anak Anda mungkin mengalami masalah tertentu.

Jika anak Anda tidak suka dengan tubuhnya, misalnya ia merasa tubuhnya terlalu gemuk, anak Anda bisa saja melakukan diet sembarangan yang berujung pada gangguan makan. Hal ini juga bisa memengaruhi rasa percaya diri yang dimilikinya.

Pada usia 11 tahun, anak juga semakin menekankan identitas dirinya melalui pakaian yang digunakan, musik yang didengarkan, film yang ditonton, atau buku yang dibaca. Jika dilakukan tanpa pengawasan Anda, anak mungkin mulai berani mencontoh apa yang dilihatnya berdasarkan rasa penasaran.

Anak akan mulai melakukan hal-hal yang berisiko, sehingga Anda wajib mengajaknya berdiskusi mengenai hal-hal baru yang diketahuinya. Sampaikan apa akibat dari berbagai hal yang sudah atau hendak dilakukannya. Pasalnya, usia ini adalah usia di mana anak mulai ingin mencoba banyak hal. Bahkan, usia ini mungkin adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk mengenalkannya pada seks.

Perkembangan psikologi usia 12 tahun

Memasuki usia 12 tahun, anak Anda sudah bisa disebut sebagai anak yang beranjak remaja. Ya, masih dalam tahap menuju remaja dan belum sepenuhnya menjadi remaja. Namun, perkembangan psikologi yang dialami anak pada usia ini cukup signifikan.

Salah satunya terlihat dari perubahan suasana hati yang semakin menjadi-jadi. Satu waktu anak merasa bisa menaklukkan segalanya, di waktu lain anak merasa telah mengacaukan semuanya. Anak Anda mungkin akan mudah merasa di atas langit karena terlalu bahagia, tapi bisa juga merasa seolah dunia kiamat saking sedihnya. Hal ini akan berlangsung terus-menerus. Anda mungkin ingin mempersiapkan diri menghadapinya.
Perkembangan psikologi anak usia 12 tahun tidak selamanya buruk. Di usia ini sikap kepemimpinan anak mulai terbentuk. Anak Anda juga mulai belajar untuk berkontribusi pada cakupan yang lebih luas. Sebagai orangtua, cobalah untuk mendorong anak untuk lebih fokus terhadap hal-hal ini dengan cara membantunya membuat suatu keputusan dan mendukungnya untuk berpartisipasi di komunitas atau kegiatan di sekolah.

Share now :

Direview tanggal: Oktober 4, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 25, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca