Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perkembangan Anak di Usia 14 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan Anak di Usia 14 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Walaupun setiap anak mempunyai tahapan perkembangannya masing-masing, ada beberapa perubahan yang bisa terjadi di usia 14 tahun. Hal ini bisa terjadi karena pada masa remaja, ada pula fase growth spurt atau percepatan pertumbuhan. Apa saja yang perlu orangtua ketahui di perkembangan anak usia 14 tahun? Simak penjelasannya di bawah ini!

Berbagai aspek perkembangan anak usia 14 tahun

Setelah melewati perkembangan anak di usia 12 serta 13 tahun, pada fase ini anak mulai memilih akan seperti apa jati dirinya nanti.

Pilihan itu mencakup apakah akan menjalani proses perkembangan remaja yang bertanggung jawab atau mencoba keluar dari batas.

Dikutip dari Healthy Children, di usia 14 tahun ini, otak anak mengalami perubahan dan sudah cukup matang. Namun, masih ada perbedaan apabila dibandingkan dengan orang dewasa.

Perubahan juga berkaitan dengan growth spurt, yaitu percepatan pertumbuhan yang berkaitan dengan fisik. Salah satu hal yang menjadi contoh, adanya peningkatan yang cukup terlihat pada tinggi serta berat badan.

Berikut beberapa perkembangan yang terjadi pada anak usia 14 tahun:

Perkembangan fisik anak

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di usia ini anak sudah memasuki masa puber. Pada perkembangan anak usia 14 tahun, laki-laki maupun perempuan kemungkinan berada di fase akhir pubertas.

Berikut beberapa perkembangan fisik yang biasanya terjadi:

  • Payudara membesar bagi perempuan dan penis memanjang pada laki-laki.
  • Tinggi badan bertambah begitu pula dengan berat badan.
  • Perubahan pada suara. Suara remaja laki-laki berubah menjadi lebih berat.

Di usia ini, laki-laki maupun perempuan masih mengalami pertumbuhan tinggi badan serta kenaikan berat badan karena faktor growth spurt.

Namun, hal ini bergantung pada faktor genetik yang dialami masing-masing anak. Perubahan ini sebaiknya disikapi dengan baik oleh orangtua karena ada kemungkinan anak merasa tidak percaya diri.

Bagi remaja perempuan, ia tidak hanya akan mengalami pertumbuhan payudara saja. Namun, perubahan fisik lainnya adalah ukuran pinggul serta paha yang membesar, juga timbulnya jerawat di wajah.

Sementara untuk remaja laki-laki, selain tinggi dan berat badan, perubahan suara yang semakin rendah merupakan ciri khas.

Apabila perempuan mengalami menstruasi, di usia ini pun remaja laki-laki juga bisa mengalami mimpi basah pertama kalinya.

Tidak hanya itu saja, keduanya juga masih mengalami perubahan fisik seperti produksi keringat berlebih serta tumbuhnya rambut atau bulu halus di area tertentu.

Perkembangan kognitif

Semakin bertambahnya usia, perkembangan otak anak juga meningkat yang tentu saja akan memengaruhi cara berpikir atau perkembangan kognitifnya.

Di usia ini, orangtua juga perlu memahami apabila masih terdapat perbedaan cara berpikir antara remaja dengan orang dewasa.

Hal ini karena peran lobus frontal yang masih belum berkembang secara maksimal. Area tersebut merupakan tempat pengambilan keputusan, mengontrol sifat impulsif, serta mempertimbangkan berbagai pilihan yang ada.

Berikut beberapa perkembangan kognitif anak di usia 14 tahun:

  • Mengembangkan kemampuan berpikir.
  • Mempertanyakan aturan disekitarnya.
  • Mulai berpikir tujuan jangka panjang.
  • Mencoba belajar menyelesaikan masalah.
  • Dapat memilih apa yang disukai dan tidak disukai.
  • Terkadang mulai memicu perdebatan.

Bisa dikatakan bahwa pemikiran remaja secara umum masih tergolong abstrak. Hal ini dikarenakan di usia ini ia mengalami perubahan mood cukup sering.

Maka dari itu, ada kemungkinan anak mulai mempertanyakan hal-hal yang sudah menjadi aturan di keluarga atau kehidupan sosial pada umumnya.

Peran orang tua di sini adalah untuk menjelaskan agar anak bisa memahami pola pikir orang di sekitarnya sehingga tidak keluar dari batasan.

Sebagai contoh ketika ia mempertanyakan kenapa tidak boleh pulang terlalu malam padahal menurutnya ia sudah bisa menjaga diri.

Anda bisa memberi pemahaman bahwa kedisiplinan itu penting, apalagi kalau esok hari harus sekolah. Pulang tepat waktu itu penting agar bisa beristirahat dengan cukup jadi tubuh tidak terasa capek.

Lalu, ada kemungkinan anak mulai tertarik dengan kegiatan lainnya seperti olahraga, menyamyi, bermain musik, dan semacamnya.

Berikan dukungan sekaligus berkomunikasi agar ia bisa menceritakan tentang hal yang digemarinya. Hal ini juga bertujuan agar Anda dan anak mempunyai kesamaan persepsi.

Perkembangan psikologis di usia 14 tahun

Pada perkembangan psikologi remaja, Anda perlu mengetahui bagaimana sisi emosional juga sosial anak di usia 14 tahun. Anda tidak perlu heran atau khawatir ketika ia memperlihatkan sikap seperti mengetahui apapun di dunia ini.

Berikut beberapa perubahan serta perkembangan psikologis pada anak usia 14 tahun yang mungkin bisa terjadi.

  • Perubahan suasana hati yang tidak menentu.
  • Seringkali keluar dari batasan dan ingin memperlihatkan kemandirian.
  • Memilih untuk tidak mempunyai pemikiran yang sama dengan orangtua.
  • Menyediakan banyak waktu dengan teman sebaya.

Perkembangan emosional

Hal yang cukup terlihat dari anak usia 14 tahun yaitu memiliki perubahan suasana hati yang tidak menentu. Apalagi jika melihat sikapnya dengan orang dewasa seperti guru atau orangtua.

Ada kemungkinan ia memilih untuk adu pendapat karena merasa paling benar.

Anda juga perlu mengetahui apabila kebanyakan remaja merasa dirinya lebih baik dibandingkan siapapun. Namun, dengan perlahan pula anak akan menyadari sikapnya tersebut pantas atau tidak untuk dilakukan.

Hal lain yang sebaiknya sudah dipersiapkan orangtua adalah ketika anak sudah memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Berikan edukasi seks yang tepat sehingga anak tahu batasan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Perkembangan sosial

Walaupun di masa perkembangan usia 14 tahun ini remaja akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman, ia cenderung menyaring pertemanannya.

Sebagian anak akan berusaha keras untuk menentukan teman dengan kepribadian seperti apa yang akan cocok dengannya.

Biasanya ia akan berteman dengan orang yang dianggap cocok dalam hal obrolan, fashion, atau bahkan idola.

Di fase ini, anak juga cenderung sudah sangat mengikuti perkembangan yang terjadi di media sosial.

Biasanya anak mulai tertarik membuat akun di beberapa media sosial dan akan sibuk dengan ponsel pintarnya.

Di tahap ini, Anda tetap perlu memberikan pemahaman bahwa asyik di media sosial boleh saja asal tahu waktu, alias kapan harus tidur, belajar, makan, dan lainnya.

Perkembangan bahasa

Di usia 14 tahun, perkembangan bahasa anak cenderung sudah lengkap dan fasih. Biasanya, di usia ini daftar kosakata yang diketahui seputar buku yang ia baca, program acara yang ditonton, dan bahasa pergaulan sehari-hari.

Jadi, semakin banyak dan beragam buku yang ia baca, semakin bertambah pula kosakata yang mungkin tak pernah didengar sebelumnya.

Tips dalam membantu perkembangan anak 14 tahun

Walaupun sikap anak di usia ini seperti acuh tak acuh, ia masih sangat memerlukan peran orangtua di dalam hidupnya.

Pasalnya, anak tetap membutuhkan sudut pandang lain saat ia memutuskan sesuatu atau dalam bersikap dan tentu saja butuh bimbingan dalam hal lainnya.

Maka dari itu, berikut adalah hal yang Anda bisa dilakukan sebagai orangtua:

1. Perhatikan waktu beristirahat

Ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh remaja baik di sekolah maupun di luar. Agar kesehatannya tetap terjaga, ia perlu waktu beristirahat yang cukup..

Setidaknya, pastikan anak Anda tidur 9 hingga 10 jam dalam sehari. Hal ini dilakukan agar mencegah terjadinya gangguan tidur juga bisa fokus di sekolah keesokan harinya.

2. Dukung kegiatan yang digemari

Setiap anak mempunyai preferensi aktivitas yang ia gemari. Namun, dibutuhkan pula dukungan dari orangtua agar ia semakin mengasah kemampuannya.

Walaupun tidak sesuai dengan keinginan Anda, biarkan ia menjadi diri sendiri di perkembangan anak usia 14 tahun ini.

Pasalnya, memaksa anak untuk mengikuti apa yang Anda harapkan juga tidak baik untuk perkembangan psikologi remaja.

3. Berikan edukasi seks serta pergaulan sosial

Seiring dengan masa puber yang terus berjalan, bukan hal aneh ketika anak mulai menyukai lawan jenisnya.

Anak berhak tahu mengenai edukasi seks yang tepat. Baik mengenai hubungan fisik dengan lawan jenis, risiko penularan penyakit menular seksual, dan lain-lainnya.

Di umur ini pula ada kemungkinan ia mencoba mencari tahu mengenai alkohol maupun rokok sebagai pengaruh dari lingkungan dan memuaskan rasa penasarannya.

Untuk itu, Anda perlu memberikan pemahaman pada anak mengenai bahaya dan efeknya terhadap kesehatan jika ia mencoba untuk minum alkohol atau merokok.

4. Saling menerima pendapat

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pada perkembangan anak umur 14 tahun ini, ada kemungkinan anak memiliki pandangan sendiri mengenai hal apapun.

Sebagai orangtua, hargai pendapatnya walaupun Anda merasa tidak setuju. Bangun komunikasi dengan saling memberikan pandangan sehingga ada keterbukaan.

Misalnya, ketika anak mempunyai kritik terhadap film yang sangat Anda sukai. Dengarkan pendapatnya terlebih dahulu sehingga Anda tahu seperti apa pemikirannya.

Lalu, Anda bisa menambahkan bahwa perbedaan pendapat itu merupakan hal yang wajar sekaligus menambahkan bahwa setiap orang harus bisa menerima kritik dari orang lain.

5. Berikan asupan makanan yang tepat

Sama seperti di masa anak-anak, remaja juga membutuhkan asupan nutrisi yang tepat.

Apalagi, di masa ini tumbuh kembangnya masih terus berjalan. Sediakan beragam makanan yang bisa memenuhi kebutuhan gizinya mulai dari sayur, buah, serta sumber lemak sehat.

Berikan juga sumber kalsium seperti susu karena di usia ini berat badannya masih terus bertambah.

Selanjutnya, bagaimana perkembangan anak di usia 15 tahun?

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Your Child’s Checkup: 14 Years (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 22 June 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/checkup-14yrs.html

The Growing Child: Adolescent 13 to 18 Years. (2020). Retrieved 22 June 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-growing-child-adolescent-13-to-18-years

Signs of Normal Physical, Social & Emotional Development Teens 13-18. (2018). Retrieved 22 June 2020, from https://www.thewholechild.org/parent-resources/age-13-18/signs-of-normal-development-stages-ages-13-18/

Emotional and Social Development, Ages 11 to 14 Years | CS Mott Children’s Hospital | Michigan Medicine. (2020). Retrieved 22 June 2020, from https://www.mottchildren.org/health-library/te7262

Growth & Development: 12-21 Years | Riley Children’s Health. (2020). Retrieved 22 June 2020, from https://www.rileychildrens.org/health-info/growth-development-12-21-years

Positive Parenting Tips for Healthy Child Development. (2020). Retrieved 22 June 2020, from https://www.risas.org/images/clientid_147/Positive_Parenting_12_-_14_year_olds.pdf

Stages of Adolescence. (2020). Retrieved 22 June 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/teen/Pages/Stages-of-Adolescence.aspx

Developmental Milestones for High-Schoolers. (2020). Retrieved 22 June 2020, from https://www.understood.org/en/learning-thinking-differences/signs-symptoms/developmental-milestones/developmental-milestones-for-typical-high-schoolers

Cara Bijak Menyikapi Pandangan Anak yang Berbeda | Sahabat Keluarga. (2020). Retrieved 15 September 2020, from https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=249900575

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x