Cara Mencegah Penularan Hepatitis Pada Bayi Jika Ibu Terinfeksi Hepatitis Saat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Total penderita hepatitis B di Indonesia tahun 2007 mencapai 13 juta jiwa. Angka ini membuat Indonesia menempati peringkat kedua setelah Myanmar sebagai negara dengan kasus hepatitis tertinggi se-Asia Tenggara, mengutip data terbitan Kementerian Kesehatan RI tahun 2012. Ibu hamil yang terinfeksi HBV bisa menularkan virus ke bayinya selama proses persalinan. Bagaimana cara mencegah penularan hepatitis pada bayi yang baru lahir, jika ibu punya hepatitis saat hamil?

Apa itu hepatitis B?

Hepatitis B adalah infeksi hati menular yang disebabkan oleh virus HBV. Virus hepatitis B (HBV) ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya yang terkontaminasi virus. Didiagnosis positif hepatitis B berarti Anda mungkin membawa virus HBV dalam tubuh untuk sepanjang sisa hidup Anda, yang bisa menyebabkan masalah hati serius.

Dalam beberapa kasus, tidak ada gejala yang tampak pada pasien dengan infeksi Hepatitis B, bahkan mereka bisa tidak tahu bahwa mereka menderita penyakit tersebut. Sedangkan dalam kasus lainnya, pasien mengalami gejala mirip flu biasa, yang dibarengi dengan menguningnya kulit dan mata mereka. Satu-satunya cara untuk mendeteksi infeksi Hepatitis B adalah dengan menjalani tes darah.

Apa pengaruhnya hepatitis pada bayi jika ibu terinfeksi saat hamil?

Bayi dalam kandungan pada umumnya tidak terpengaruh oleh virus hepatitis milik ibunya selama kehamilan. Namun, bayi Anda bisa terinfeksi saat lahir, jika ibu positif memiliki virusnya. Biasanya, penyakit ini diteruskan ke anak yang terkena paparan darah dan cairan vagina ibu selama proses persalinan. Ini dapat terjadi dalam persalinan normal maupun operasi caesar.

Infeksi virus hepatitis B bisa berdampak parah pada bayi. Mungkin ada beberapa peningkatan risiko tertentu saat persalinan, seperti bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat rendah (BBLR), atau kelainan anatomi dan fungsi tubuh bayi (terutama pada infeksi hepatitis B kronis). Hal itu bisa mengancam nyawa mereka.

Apabila anak terinfeksi virus hepatitis B semasa bayi dan tidak divaksin sesegera mungkin, sebagian besar kasusnya akan berlanjut menjadi kronis. Hepatitis kronis inilah yang bisa berakibat buruk pada kesehatan anak di kemudian hari, yaitu berupa kerusakan hati (sirosis) dan kadang kanker hati (terutama jika disertai infeksi virus hepatitis C). Ia juga bisa menularkan infeksi tersebut ke anggota keluarga dan orang lain di masa depan.

Cara mencegah penularan hepatitis pada bayi

1. Rutin cek kesehatan Anda selama kehamilan

Jika Anda didiagnosis positif hepatitis saat hamil, konsultasikan dengan dokter spesialis hati atau dokter kandungan Anda. Dokter biasanya menyarankan Anda untuk tes darah untuk mendeteksi keberadaan virus hepatitis dalam tubuh, dan apakah penyakit tersebut akut atau kronis. Dokter juga mungkin ingin mengambil sampel jaringan hati untuk diperiksa (biopsi) untuk menentukan apakah Anda mengalami kerusakan hati.

Tes darah bisa membantu dokter memulai pengobatan dengan obat antivirus atau menganjurkan perubahan gaya hidup yang bisa memperlambat proses kerusakan hati. Obat antivirus diresepkan untuk diminum selama kehamilan Anda jika dibutuhkan. Obat tersebut dapat mengurangi virus dalam tubuh dan risiko infeksi bayi Anda saat kelahiran.

Ini dianjurkan karena infeksi HBV seringnya mulai merusak hati sebelum menimbulkan tanda-tanda dan gejala.

2. Vaksin bayi Anda

Semua bayi baru lahir harus langsung menerima imunisasi pertama terhadap virus hepatitis B di ruang persalinan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar semua bayi menerima vaksin, terlepas dari kondisinya. Jika bayi lahir dari ibu yang positif hepatitis, immunoglobulin HBIG juga akan diberikan dalam 12 jam pertama kelahiran sebagai “amunisi” tambahan untuk mencegah hepatitis pada bayi.

Jika tidak bisa diberikan saat itu, vaksin harus diberikan dalam waktu 2 bulan setelah kelahiran. Dosis yang tersisa diberikan dalam 6-18 bulan ke depan. Bayi yang diberi vaksin serta HBIG memiliki lebih dari 90% peluang untuk terlindungi dari infeksi hepatitis B seumur hidupnya.

Jika bayi baru lahir Anda tidak menerima dosis HBIG di 12 jam pertama setelah kelahirannya, Anda harus memastikan bahwa ia akan menerimanya saat berusia satu bulan. Dosis vaksin ketiga harus diterima bayi Anda pada usia enam bulan untuk memastikan perlindungan sepenuhnya. Ia juga akan ditawarkan dosis booster dengan vaksinasi pra-sekolah pada sekitar usia 3 tahun dan 4 bulan. Ketiga suntikan HBV diperlukan untuk perlindungan seumur hidup.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Selain mengonsumsi obat, Anda yang memiliki sakit maag juga perlu mengubah pola makan dengan memilah-milah jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk kuku

6 Makanan untuk Membuat Kuku Kuat dan Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
pasca operasi usus buntu

Semua Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setelah Jalani Operasi Usus Buntu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit