Akankah Gigi Anak yang Hitam dan Keropos Terbawa Sampai Dewasa?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/05/2018
Bagikan sekarang

Sebagai orangtua, Anda tentu ingin si kecil terus tersenyum dengan menunjukkan gigi-gigi kecilnya yang putih bersih. Namun, tidak sedikit anak yang dihadapkan dengan masalah gigi hitam dan keropos. Diam-diam, Anda mungkin dilanda cemas dan takut kondisi ini akan terbawa hingga si kecil beranjak dewasa. Lantas, apa benar gigi keropos pada anak akan terus bertahan seperti itu sampai ia tumbuh dewasa? Cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Kenali berbagai penyebab gigi hitam dan keropos pada anak

Gigi hitam dan gigi keropos adalah dua masalah gigi yang paling umum terjadi pada anak. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya:

  • Tidak menjaga kebersihan gigi. Ketika anak tidak menyikat giginya dengan baik, bakteri dalam mulut akan membentuk plak dan menempel pada gigi. Lama-lama, hal ini akan menyebabkan terjadinya perubahan warna pada gigi anak, dari berwarna kekuningan hingga akhirnya kehitaman.
  • Cedera pada gigi dan gusi. Misalnya si kecil jatuh saat bermain hingga membuat gusi berdarah. Bila darahnya tidak keluar, maka darah akan menggumpal di dalam gusi dan akhirnya memengaruhi warna gigi menjadi biru hingga kehitaman.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu. Perhatikan lagi jenis obat-obatan yang dikonsumsi oleh si kecil. Obat-obatan anak yang mengandung zat besi nyatanya dapat menyebabkan noda pada gigi anak. Tidak hanya itu, konsumsi antibiotik tetrasiklin selama kehamilan atau menyusui juga dapat menyebabkan perubahan warna dan gigi keropos pada anak.
  • Bawaan lahir. Ini biasanya terjadi karena anak terlahir dalam kondisi terlalu banyak bilirubin dalam darahnya, sehingga warna gigi si kecil ikut berubah menjadi kehijauan atau kekuningan.

Untuk memastikan penyebab perubahan warna dan gigi keropos pada anak, segera periksakan ke dokter gigi.

Mungkinkah gigi keropos pada anak akan terbawa hingga dewasa?

Kemungkinan bisa atau tidaknya masalah gigi keropos pada anak berlanjut hingga dewasa tergantung pada jenis giginya, apakah termasuk gigi susu atau gigi permanen. Bila gigi keropos pada anak terjadi pada gigi susu, maka kemungkinan ini tidak akan terbawa hingga si kecil beranjak dewasa karena kelak akan digantikan dengan gigi permanen yang sehat.

Pada dasarnya, gigi susu anak secara bertahap akan tanggal atau copot kemudian digantikan oleh gigi permanen. Gigi susu ini biasanya mulai copot pada usia 6-7 tahun dan berakhir pada usia 11-12 tahun. Gigi susu yang copot akan segera digantikan dengan gigi permanen dalam waktu satu minggu hingga enam bulan.

Nah, fase gigi copot pada anak juga akan terjadi pada bagian gigi yang menghitam atau keropos. Namun bedanya, gigi permanen akan tumbuh lebih lama saat menggantikan gigi yang bermasalah dibandingkan pada gigi susu yang sehat.

Menurut drg. Mary J. Hayes dari Feinberg School of Medicine di Amerika Serikat, masalah gigi hitam dan keropos pada anak tidak hanya menginfeksi satu gigi saja, tetapi juga dapat menginfeksi gigi permanen yang akan muncul. Jika dibiarkan, kondisi ini akan membuat gigi susu copot terlalu dini.

Menurut American Dental Association (ADA), gigi susu yang copot terlalu dini akan menyebabkan gigi permanen tumbuh mendesak gigi susu lainnya. Dengan kata lain, gigi permanen akan tumbuh secara tidak simetris sehingga sulit dibersihkan. Alhasil, gigi permanen tersebut akan rentan mengalami pengeroposan seperti masalah gigi susu sebelumnya.

Sebaliknya, bila gigi hitam atau keropos pada anak termasuk gigi permanen, maka kemungkinan hal ini akan terus terbawa hingga dewasa dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Lantas, bagaimana cara mengatasi masalah gigi keropos pada anak?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, masalah gigi hitam atau gigi keropos pada anak tidak akan terbawa hingga dewasa jika terjadi pada gigi susu. Ini artinya, gigi susu yang rusak akan segera tergantikan dengan gigi permanen yang sehat.

Akan tetapi, sehat atau tidaknya gigi permanen tersebut ada di tangan Anda dan si kecil. Bila Anda dapat membiasakan anak menggosok giginya secara rutin, maka gigi permanen si kecil dijamin akan tetap sehat dan terhindar dari risiko kerusakan.

Untuk mengatasi masalah gigi anak yang telanjur menghitam dan keropos, segera konsultasikan masalah tersebut ke dokter gigi anak. Dokter akan melihat seberapa besar risiko infeksi pada gigi anak. Bila masalah gigi hitam dan keropos pada anak dinilai sudah terlalu parah, dokter mungkin akan melakukan pewarnaan gigi (stain) atau mencabut gigi untuk memutus rantai infeksi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Benarkah Pola Asuh Orangtua Memengaruhi Kesehatan Anak?

Apa yang diajarkan orang tua kepada anak memengaruhi kepribadiannya. Bagaimana dengan kesehatan anak? Apakah pola asuh orangtua memengaruhi kesehatan anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020