backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Wajib Tahu! Ini Pencegahan Gigi Berlubang agar Tidak Membahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Diva Mosaik Lintang · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

    Wajib Tahu! Ini Pencegahan Gigi Berlubang agar Tidak Membahayakan Kesehatan

    Gigi berlubang masih menjadi salah satu masalah umum yang menyerang kesehatan gigi. Meski demikian, kondisi ini tidak boleh diremehkan dan harus dicegah sejak dini agar tidak memicu masalah kesehatan lainnya. Lantas, apa saja langkah pencegahan gigi berlubang yang bisa dilakukan? Ini ulasannya.

    Mengapa pencegahan gigi berlubang penting?

    Perlu Anda ketahui bahwa masalah gigi berlubang memiliki keterkaitan dengan kondisi kesehatan lainnya.

    Salah satu alasannya, karena gusi yang bengkak dan terluka akibat masalah gigi berlubang dapat menjadi jalan bagi bakteri mulut untuk memasuki aliran darah.

    Perlu Anda Ketahui

    Mengutip laman Harvard Health Publishing, bakteri yang masuk ke aliran darah dapat terbawa ke jantung dan menyebabkan infeksi pada otot bagian dalam jantung, sehingga ini bisa memicu risiko komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

    Dalam kasus yang parah,kerusakan gigi dapat berpengaruh terhadap fungsi organ lain seperti jantung dan otak.

    Itulah sebabnya, penting bagi Anda untuk melakukan pencegahan gigi berlubang sejak dini, guna menurunkan risiko ancaman penyakit lainnya yang disebabkan gigi berlubang.

    Beberapa langkah pencegahannya pun tidaklah sulit dan bisa Anda mulai dari yang paling sederhana, seperti menggunakan pasta gigi berfluoride untuk mencegah gigi berlubang.

    Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi gigi gratis terlebih dahulu di sini untuk mendapatkan solusi yang lebih tepat dari tenaga medis profesional.

    8 pencegahan gigi berlubang agar tidak membahayakan kesehatan

    Guna menghindari berbagai risiko permasalahan yang disebabkan gigi berlubang, Anda dapat melakukan sejumlah langkah pencegahan gigi berlubang berikut ini.

    1. Rutin menyikat gigi

    Tentu hal ini sudah bukan jadi rahasia lagi, karena menyikat gigi secara rutin adalah elemen paling dasar yang perlu Anda lakukan dalam melakukan pencegahan gigi berlubang.

    Semua orang, tanpa memandang usia, wajib membiasakan diri menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi dan malam menjelang tidur.

    Bahkan, Anda juga bisa menyikat gigi 30 hingga 60 menit setelah makan atau mengonsumsi makanan manis agar mineral di dalam gigi tidak ikut larut.

    Hal ini juga bertujuan untuk membersihkan, serta menghilangkan sisa makanan yang menempel di gigi dan di dalam mulut agar tidak memicu pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang.

    Pastikan juga Anda menyikat gigi minimal 2 menit untuk setiap sesinya agar kebersihan mulut dan gigi bisa lebih maksimal.

    2. Biasakan menggunakan benang gigi

    Apakah Anda terbiasa membersihkan sela-sela gigi memakai benang gigi atau dental floss? Mungkin benda ini kurang familiar dibanding tusuk gigi.

    Padahal, penggunaan benang gigi juga diperlukan untuk membersihkan sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi.

    Anda bisa menggunakan dental floss minimal 1 kali sehari setelah menyikat gigi untuk mendapatkan hasil yang optimal.

    Pastikan Anda memperhatikan penggunaan benang gigi agar tidak menyebabkan gusi berdarah akibat gesekan yang tidak tepat.

    Perhatikan lilitan benang di bagian ujungnya pada ibu jari dan jari telunjuk, dan usahakan untuk menggesek dental floss di sela-sela gigi secara perlahan.

    3. Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah

    Tahukah Anda, makanan seperti sayur dan buah juga turut membantu mencegah timbulnya gigi berlubang?

    Hal ini dikarenakan sayur dan buah dapat meningkatkan produksi air liur yang mampu menetralkan asam sisa makanan di mulut penyebab berbagai masalah gigi, sekaligus menekan pertumbuhan bakteri di dalam mulut.

    Selain itu, tekstur sayur dan buah juga dapat membantu mengikis plak dan sisa makanan membandel di sela gigi yang bisa membusuk dan menyebabkan gigi berlubang.

    4. Membatasi konsumsi makanan manis

    Makanan dan minuman manis memiliki kandungan gula tinggi yang dapat mempercepat terbentuknya lubang pada gigi. Makanan manis juga cenderung mudah menempel pada gigi.

    Jika terus dibiarkan, bakteri akan mengubah sisa-sisa makanan manis di dalam gigi menjadi asam yang dapat merusak lapisan enamel gigi. Akibatnya, gigi jadi rentan menghitam dan berlubang.

    Dengan membatasi makanan dan minuman manis, Anda dapat membantu mencegah risiko ini terjadi.

    Anda juga disarankan untuk berkumur dan menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan manis guna membersihkan sisa makanan yang menempel di gigi.

    5. Perbanyak konsumsi air putih

    Meski terkesan sederhana, ternyata memperbanyak konsumsi air putih juga dapat menjadi salah satu langkah pencegahan gigi berlubang.

    Air yang Anda konsumsi bermanfaat untuk membersihkan sisa-sisa makanan di dalam mulut yang menjadi tempat tumbuh dan berkembang biak bakteri penyebab gigi berlubang.

    Tak hanya itu, mengonsumsi air putih juga dapat meningkatkan produksi air liur yang dapat menekan asam dan bakteri di dalam mulut.

    6. Periksa ke dokter gigi secara rutin

    Sebagian besar kasus gigi berlubang bermula dari adanya plak yang telah lama tidak dibersihkan. 

    Oleh sebab itu, biasakan untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali guna menghilangkan plak-plak membandel yang sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi atau berkumur.

    Memeriksakan gigi ke dokter juga dapat membantu mendeteksi adanya lubang gigi serta masalah lainnya seperti karang gigi.

    Dengan begitu, dokter gigi akan memberikan perawatan yang tepat dan sesuai kondisi Anda.

    Namun, jika Anda merasa sulit menyempatkan waktu untuk pergi ke dokter, tak perlu bingung lagi karena sekarang Anda bisa konsultasi dokter gigi gratis via Whatsapp.

    Anda bisa kontak melalui Whatsapp Tanya Dokter Gigi by Pepsodent di nomor 0878-8876-8880.

    7. Pilih sikat gigi yang tepat

    Pemilihan sikat gigi yang tepat dapat membantu memaksimalkan proses pembersihan area mulut saat Anda menyikat gigi.

    Perlu Anda ketahui, tidak semua sikat gigi memiliki bulu yang cukup halus untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi paling dalam.

    Oleh karena itu, pastikan Anda memilih sikat gigi berbulu lembut dan memiliki bentuk kepala sikat yang kecil dan pas dengan ukuran rongga mulut, sehingga menyikat gigi bisa dilakukan secara maksimal.

    Anda bisa pilih sikat gigi Pepsodent Nanosoft Sensitive dengan bulu sikat 0.01mm yang 20x lebih lembut efektif hilangkan 4 lapis plak dan merawat gusi secara lembut.

    8. Gunakan pasta gigi yang tepat

    Sama halnya dengan sikat gigi, pemilihan pasta gigi juga sangat berpengaruh dalam hal pencegahan gigi berlubang.

    Hal ini dikarenakan kandungan di dalam pasta gigi, harus yang bisa membersihkan plak pada gigi dan menghambat tumbuhnya bakteri di dalam mulut yang dapat memicu gigi berlubang.

    Namun, tidak sembarang kandungan dalam pasta gigi. Anda harus memastikan adanya kandungan fluoride di di dalam pasta gigi yang digunakan.

    Flouride adalah senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang. Kandungan fluoride juga berfungsi untuk memperkuat enamel gigi agar tidak mudah rusak karena terkikis senyawa asam dan plak di dalam mulut.

    Pilih Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang yang mengandung formula double action dengan diperkaya mikro kalsium aktif dan pro-fluoride kompleks untuk memberikan perlindungan terbaik di siang dan malam hari.

    Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang bantu melawan kuman/bakteri dan beri perlindungan maksimal karena dua kali lebih efektif dalam memperbaiki lubang kecil tak kasat mata sebelum berkembang menjadi gigi berlubang.

    Anda dan keluarga pun jadi lebih maksimal dalam melakukan pencegahan gigi berlubang. Mari lakukan berbagai langkah pencegahan gigi berlubang sejak dini sebelum terlambat!

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Diva Mosaik Lintang · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan