4 Cara Memelihara Bakteri Baik, Kunci Penting Bagi Kesehatan Si Kecil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Tidak semua bakteri itu jahat, kok. Anda harus tahu bahwa di dalam tubuh ada berbagai macam bakteri; baik dan juga jahat. Bagi anak yang sangat rentan dengan masalah pencernaan, bakteri baik (probiotik) ini sangat penting untuk kesehatannya. Nah, untuk meningkatkan jumlah probiotik dalam tubuh anak, Anda bisa mengikuti tipsnya berikut ini.

Mengapa bakteri baik sangat diperlukan oleh anak?

Anak cenderung ceroboh dan belum sepenuhnya mengerti mana yang bersih dan kotor. Mereka sering kali memasukkan tangan atau mainan yang belum tentu bersih ke dalam mulut, menggunakan lagi sendok makan yang sudah jatuh, dan sebagainya. Hal tersebut memudahkan bakteri, kuman, dan virus yang jahat memasuki tubuh anak dan menimbulkan berbagai penyakit.

Sistem pencernaan si kecil yang belum sepenuhnya matang dan kekebalan tubuh yang belum juga kuat membuat anak jadi sangat mudah terkena gangguan pencernaan, contohnya diare. Nah, untuk mencegah hal ini, orangtua perlu memahami bahwa jumlah probiotik di dalam usus anak harus ditingkatkan.

Kesehatan usus yang optimal ditandai dengan banyaknya jumlah probiotik pada usus anak. Probiotik ini memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri jahat dengan mendukung sistem kekebalan tubuh. Selain itu, probiotik juga berperan penting untuk metabolisme dan mencerna nutrisi dari makanan yang penting untuk tumbuh kembang anak.

Tips meningkatkan bakteri baik yang sehat untuk saluran cerna anak

Meningkatkan probiotik pada usus anak dapat mencegah berbagai gangguan pencernaan dan mendukung kesehatan tubuh anak secara keseluruhan. Untungnya, cara untuk meningkatkan probiotik tidak sulit, orangtua bisa mengikuti beberapa langkahnya berikut ini.

1. Sediakan makanan yang sehat untuk mikroba di ususnya

pola makan sehat anak berat badan ideal anak

Sebelum meningkatkan jumlah probiotik, menjaga mikroba usus yang sudah ada itu penting. Caranya pilih menu makanan yang kaya akan serat. Makan berserat mencegah mikroba usus yang kelaparan memakan lendir yang melapisi dan melindungi dinding usus.

Ini mencegah terjadinya peradangan yang bisa meningkatkan risiko penyakit radang usus, alergi, atau asma. Anda bisa menyediakan makanan dari sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Jika si kecil sering pilih-pilih makanan, Anda harus mengakalinya dengan membuat variasi menu yang menarik supaya anak tidak bosan dan lebih lahap makan.

2. Sediakan camilan sehat dengan makanan probiotik

jenis yogurt

Yogurt menjadi salah satu makanan yang kaya dengan probiotik. Nah, makanan ini bisa ditambahkan dengan berbagai jenis buah-buahan sehingga cocok untuk jadi camilan sehat si kecil. Namun, Anda harus cermat dalam memilih produk yogurt untuk anak. Yogurt di pasaran sering kali mengandung gula tambahan.

Jadi, sebaiknya pilih yogurt tanpa pemanis tambahan. Rasa manis bisa didapatkan dari buah-buahan yang Anda campurkan atau dengan madu.

3. Jangan melarang anak bermain di luar rumah

Aktivitas utama anak adalah bermain. Mereka bisa bermain di dalam rumah dengan mainannya atau berbaur dengan teman-temannya di halaman rumah, kebun, atau taman. Keduanya sama-sama menguntungkan, bukan hanya untuk mental anak tapi juga mendukung mikroba usus menjadi lebih kuat.

Menurut JAMA Pediatrics, anak yang cenderung bermain tanah seperti berkebun memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Mereka jarang jatuh sakit atau lebih cepat pulih ketika sakit.

Namun, ingatlah walaupun penelitian membuktikan demikian, Anda harus tetap mengawasi anak saat bermain di luar. Biasakan untuk mencuci tangan dan kaki atau mandi setelah bermain di luar rumah.

4. Hindari minum antibiotik jika tidak diperlukan

Setiap kali si kecil sakit, bukan berarti anak membutuhkan antibiotik. Jenis obat ini memang dapat membunuh bakteri, tapi bukan hanya bakteri jahat saja; bakteri baik juga ikut tersingkir. Penggunaan obat-obatan jangka panjang saat masih anak-anak, bisa mengakibatkan risiko ketika dewasa nanti.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Johns hopkins University menemukan adanya hubungan dengan antibiotik dengan berat badan berlebih selama masa anak-anak. Kemungkinan ini terjadi karena antibiotik memberikan pengaruh pada fungsi mikroba di usus.

Jadi, penggunaan antibiotik pada anak harus benar-benar diperhatikan. Dokter akan membantu Anda mempertimbangkan, apakah anak sebaiknya minum antibiotik atau tidak saat sakit.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca