Usia Berapa Bayi yang Baru Lahir Diperbolehkan Keluar Rumah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setelah bayi dilahirkan, Anda tentu ingin mengajaknya untuk menikmati udara segar dan pemandangan di luar rumah. Namun, Anda merasa tidak yakin jika si kecil siap untuk diajak pergi keluar rumah. Sebenarnya, umur berapa bayi baru lahir boleh diajak pergi keluar rumah? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Umur berapa bayi baru lahir boleh keluar rumah?

Mengajak bayi baru lahir keluar rumah memang butuh beberapa pertimbangan. Pasalnya, berada di luar rumah memungkinkan bayi terpapar berbagai macam hal, mulai dari sinar matahari, debu, udara yang dingin, maupun kotoran lainnya yang terbawa bersama angin.

Padahal, bayi yang baru lahir belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna. Hal ini tentu akan meningkatkan risiko bayi jatuh sakit. Meski begitu, Anda tak perlu khawatir. Seiring berjalannya waktu, sistem imunnya akan menyesuaikan lingkungan dan semakin kuat sehingga ia bisa Anda ajak bermain keluar rumah.

Menurut John Hopkins Medicine, tidak ada pakem yang saklek mengenai umur yang tepat bagi bayi baru lahir untuk diajak keluar rumah. Namun, beberapa dokter menyarankan untuk menunggu bayi berusia beberapa bulan, yakni sekitar 2 hingga 3 bulan.

Pada usia tersebut, sistem kekebalan tubuh si kecil sudah cukup kuat sehingga Anda tidak perlu khawatir ketika mengajaknya keluar rumah. Meski begitu, bayi yang berusia seminggu atau lebih sudah boleh Anda ajak ke halaman depan rumah untuk berjemur sinar matahari pagi.

Kegiatan di luar rumah ini sangat bermanfaat untuk bayi yang baru lahir. Paparan sinar matahari bisa membantu bayi beradaptasi dengan jam tidurnya sehingga ia jadi lebih baik.

Apabila Anda melahirkan bayi prematur, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dulu dengan dokter mengenai hal ini. Pasalnya, bayi prematur memiliki sistem imun yang jauh lebih lemah dari bayi umumnya.

Boleh ajak bayi keluar rumah, asal….

merawat kulit bayi prematur

Meskipun bayi umur 2 atau 3 bulan sudah diperbolehkan keluar rumah, Anda tetap harus memilih-milih tempat yang jadi tujuan. Akan sangat bijaksana jika Anda menjauhi bayi dari tempat yang berisik, kondisi udaranya tidak sesuai, mengharuskan ia bertemu banyak orang, atau melakukan kontak dengan orang yang sakit.

Suara berisik dan ramai orang bisa membuat bayi merasa tidak nyaman dan aman, sehingga ia bisa menjadi rewel. Sementara, udara yang terlalu panas atau berangin, bisa menimbulkan masalah pada kesehatannya, contohnya biang keringat atau demam.

Pastikan si kecil menjauhi kontak langsung dengan orang-orang yang kondisi tubuhnya sedang tidak sehat. Entah itu, memeluk, berbicara, menggendong, maupun mencium bayi. Ini memberikan peluang bayi terpapar virus maupun bakteri dari orang yang sakit.

Tips aman mengajak bayi keluar rumah

perawatan psoriasis pada bayi

Tidak hanya umur, Anda harus memperhatikan banyak hal jika ingin mengajak bayi keluar rumah. Anda harus memastikan pakaian bayi dapat melindunginya kulitnya dari berbagai hal yang mungkin mengganggu.

Perlu Anda ketahui bahwa kemampuan bayi untuk mengatur suhu internal tubuh tidak sebaik orang dewasa. Jadi, Anda harus memilih pakaian yang sesuai dan rajin mengecek kondisi bayi, apakah ia kedinginan atau kepanasan.

Jangan lupa untuk mengoleskan pelembap, agar kulitnya tidak kering. Pastikan pula Anda memilih pelembap yang diformulasikan khusus untuk bayi baru lahir.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

Bayi Anda sering menangis di malam hari? Atau Anda ingin membangun ikatan yang lebih kuat dengan si kecil? Pijat bayi bisa menjadi jawaban yang Anda cari.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

Sejak bayi baru lahir, kemampuan gerak dan otaknya akan terus berkembang. Sebagai panduan, berikut perkembangan bayi baru lahir yang bisa diamati.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit

Perkembangan Bayi 2 Minggu

Bayi Anda kini sudah memasuki usia 2 minggu. Bagaimana perkembangan bayi 2 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 2 minggu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Perkembangan Bayi 1 Minggu

Bayi Anda kini sudah memasuki usia 1 minggu. Apa saja perkembangan bayi 1 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 1 minggu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya gurita bayi

Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
bayi prematur bertahan hidup

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibodi bayi dari sang ibu

Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
minum antibiotik saat hamil

Amankah Minum Antibiotik Saat Hamil? Ini Penjelasannya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit