backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Mengulik Fakta Menarik Seputar Pediatri dan Tugasnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 09/12/2022

Mengulik Fakta Menarik Seputar Pediatri dan Tugasnya

Seperti yang Anda ketahui, kebutuhan medis orang dewasa berbeda dengan anak-anak. Itulah alasan ketika anak sakit dianjurkan untuk periksa ke dokter pediatri.

Pediatri sendiri adalah cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan bayi dan anak. Lantas, apakah dokter pediatri berbeda dengan dokter anak? Cari tahu jawaban dan berbagai fakta menarik seputar pediatri di bawah ini.

Apa itu pediatri?

mengobati jerawat bayi

Pediatri adalah spesialis medis yang berhubungan dengan kesehatan fisik, emosional, dan sosial anak-anak.

Kata pediatri berarti penyembuh anak-anak yang berasal dari Yunani Kuno, yakni Pais adalah anak dan Iatros berarti dokter atau penyembuh.

Pediatri termasuk spesialisasi kedokteran yang relatif baru dan mulai berkembang pada pertengahan abad ke-19 oleh Abraham Jacobi (1830-1919) dikenal sebagai bapak pediatri.

Dokter yang mengambil spesialis ilmu pediatri juga disebut sebagai dokter anak.

Sementara, dokter anak adalah dokter yang memberikan perawatan medis kepada anak sejak lahir hingga dewasa awal.

Keduanya sama-sama mengkhususkan diri dalam mendiagnosis dan mengobati masalah yang berkaitan dengan bayi, anak-anak, dan remaja sejak lahir sampai dengan usia 18 tahun.

Meski begitu, terkait penetapan batasan usia atas untuk perawatan anak sebenarnya telah dihilangkan oleh Academy of Pediatrics pada tahun 2017.

Penghapusan batasan usia pada perawatan anak ini dilakukan karena menurutnya transisi ke perawatan orang dewasa harus spesifik untuk kebutuhan pasien, bukan sembarang angka.

Memutuskan kapan seorang anak siap untuk menemui dokter penyakit dalam atau dokter khusus orang dewasa lainnya sebaiknya ditentukan oleh kondisi pasien atau keluarganya dan dokter anak.

Beberapa dokter anak bekerja dalam praktik umum. Sementara itu, dokter anak lainnya memilih mengkhususkan diri dalam merawat anak-anak dengan kondisi kesehatan tertentu.

Namun demikian, IDAI sendiri masih membatasi cakupan usia anak dari usia 0—18 tahun.

Apa saja tugas seorang pediatri?

Pediatri memiliki tugas dan tanggung jawab yang cukup luas. Dokter pediatri melakukan segalanya mulai dari melakukan pemeriksaan bayi dengan baik hingga mengelola kondisi medis kronis.

Bukan hanya melakukan pemeriksaan medis, tetapi juga memberikan layanan kesehatan preventif atau pencegahan untuk anak yang sehat.

Seorang dokter anak bertugas untuk mengelola kesehatan fisik, mental, dan emosional anak-anak di bawah asuhannya pada setiap tahap perkembangan, baik dalam keadaan sakit maupun sehat.

Secara umum, berikut ini beberapa tugas dan tanggung jawab pediatri yang perlu Anda ketahui.

  • Melakukan pemeriksaan fisik secara teratur.
  • Memberikan vaksinasi pada anak.
  • Mengobati cedera, termasuk patah tulang dan dislokasi.
  • Meresepkan obat-obatan, seperti pereda nyeri dan antibiotik.
  • Memberikan saran kesehatan umum.
  • Mendiagnosis dan mengobati berbagai kondisi medis.
  • Merujuk atau menghubungkan keluarga dengan dokter spesialis anak lainnya, jika diperlukan.

Dokter spesialis pediatri memperoleh pendidikan atau pelatihan tambahan dalam perawatan khusus dan prosedur diagnostik.

Misalnya, seorang spesialis jantung anak (kardiolog) harus memiliki pengetahuan dan pengalaman tingkat lanjut untuk menangani kondisi jantung pada anak.

Mereka mungkin juga telah melakukan pelatihan dan berbagai jenis tes atau prosedur jantung.

Berbeda dengan dokter anak perawatan umum yang mungkin tidak membutuhkan kualifikasi atau keahlian khusus untuk mengobati kondisi medis yang kompleks.

Ia dapat merujuk pasien ke dokter spesialis anak yang sesuai dengan hasil pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Tujuan ilmu pediatri dan kondisi yang ditangani

pemeriksaan kembung pada bayi

Tujuan utama ilmu pediatri adalah untuk mengurangi angka kematian bayi dan anak.

Selain itu, dokter yang mengambil spesialis pediatri akan berupaya untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular, mendorong penerapan gaya hidup sehat agar terbebas dari penyakit, dan membantu meringankan kondisi kronis yang dialami oleh anak-anak.

Mengutip situs Health Direct, dokter anak akan mendiagnosis dan mengobati bayi, anak-anak, dan remaja dengan beberapa kondisi di bawah ini:

  • kanker,
  • kelainan genetik, seperti cystic fibrosis dan Down syndrome,
  • disabilitas seperti palsi serebral,
  • keterlambatan perkembangan,
  • penyakit kronis seperti diabetes,
  • penyakit menular seperti meningitis,
  • asma dan alergi, dan
  • gangguan spektrum autisme.

Lama waktu untuk menjadi dokter anak

Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi dokter anak, maka harus menempuh pendidikan kurang lebih selama sembilan tahun yang terdiri 5 tahun untuk pendidikan dokter umum dan 4 tahun untuk pendidikan spesialis anak.

Menurut American Board of Pediatrics, seseorang yang ingin menjadi dokter anak harus menyelesaikan residensi tiga tahun di pediatri setelah lulus dari sekolah kedokteran dan mendapatkan lisensi negara.

Setelah residensi, dokter anak mungkin akan mengikuti pelatihan tambahan di bidang khusus atau mereka bisa mulai berlatih langsung menangani pasien.

Semua dokter anak harus memiliki setidaknya 12.000 hingga 14.000 jam terbang dalam merawat langsung pasien selama pendidikan.

Beberapa dokter anak ada yang mengambil pendidikan tambahan untuk menjadi pediatri spesialis perawatan khusus dan diagnostik.

Dokter anak bersertifikat harus lulus tes kompetensi dan berkomitmen untuk menjalani pendidikan profesional berkelanjutan yang ketat.

Macam-macam subspesialis pediatri

dokter gigi anak

Beberapa dokter anak harus menghabiskan setidaknya dua sampai enam tahun pelatihan di subspesialisasi.

Contoh subspesialisasi pediatri meliputi berikut ini.

  • Onkologi: Pengobatan kanker anak.
  • Neurologi: Gangguan otak dan sistem saraf pada kanak-kanak.
  • THT : Pemeriksaan masalah telinga, hidung, tenggorokan, dan leher yang dialami anak.
  • Neonatologi: Penanganan bayi lahir prematur.
  • Alergi dan imunologi: Pemeriksaan makanan anak-anak, alergi lingkungan, dan masalah dengan sistem kekebalan tubuh atau imun anak.
  • Kedokteran rehabilitatif: Terapi fisik dan okupasi untuk anak-anak
  • Kardiologi: Pemeriksaan kondisi jantung pada kanak-kanak.

Alasan harus melakukan kunjungan ke pediatri

Dokter anak akan memastikan perkembangan si Kecil berada pada jalur yang tepat. Ia akan merekomendasikan anak Anda untuk mendapatkan vaksin agar terlindungi dari penyakit infeksi.

Dengan melakukan kunjungan ke dokter anak, Anda juga memiliki kesempatan untuk berkonsultasi dan menanyakan segala bentuk kekhawatiran yang selama ini ada di dalam benak Anda terkait kesehatan si Kecil.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 09/12/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan