home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Cara Tepat Menjemur Bayi Anda agar Tetap Aman dan Nyaman

3 Cara Tepat Menjemur Bayi Anda agar Tetap Aman dan Nyaman

Menjemur bayi baru lahir di bawah sinar matahari pagi sudah jadi umum yang biasa dilakukan. Namun tahukah Anda bahwa menjemur bayi tidak bisa sembarang cara? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bayi tetap nyaman.

Perlukah menjemur bayi baru lahir?

menjemur bayi

Biasanya orangtua menjemur bayinya yang baru lahir setiap pagi di depan rumah agar terkena sinar matahari langsung.

Namun sebenarnya, perlukah menjemur bayi baru lahir di bawah sinar matahari setiap pagi?

Dalam sejarah yang ditulis Journal of the American Academy of Dermatology (JAAD), di pertengahan abad ke-19 ditemukan bahwa sinar matahari memiliki efek terapeutik untuk penyakit rickets (kelainan tulang karena vitamin D, kalsium, dan fosfat).

Lalu pada 1958, sinar matahari dipakai sebagai terapi pada bayi kuning. Menjemur bayi selama 10 menit di dalam ruangan dengan sinar matahari dari jendela, bisa membantu terapi pada ikterus neonatorum (bayi kuning) tingkat ringan.

Namun pada 1940 kasus kanker kulit meningkat dan menjadi epidemi di tahun 1970, peneliti sadar bahwa sinar matahari memiliki dampak negatif.

Di sisi lain, mengutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sinar matahari memang penting untuk meningkatkan vitamin D pada kulit.

Namun, pilihan cara untuk terapi yang paling utama dan aman pada bayi kuning yang membutuhkan asupan vitamin D tambahan adalah dengan fototerapi, bukan paparan sinar matahari (menjemur).

Bayi baru lahir perlu terpapar radiasi sinar ultraviolet B (UVB) dalam tingkat yang rendah, untuk dapat memproduksi vitamin D.

Ini karena sebagian besar bayi lahir dengan kadar vitamin D rendah di dalam tubuh

Vitamin D diperlukan tubuh untuk membantu menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. Kedua mineral ini penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Jadi, menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi memang jadi cara sederhana untuk menambah kadar vitamin D dalam tubuh bayi.

Namun yang perlu diingat, ada cara aman menjemur bayi yang perlu dipraktikkan.

Cara menjemur bayi yang tepat

Menjemur bayi di bawah matahari

Menjemur bayi memiliki manfaat untuk kesehatan tulang, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Berikut cara menjemur bayi yang tepat, mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

1. Jemur dalam waktu singkat

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk menjemur bayi di bawah sinar matahari dalam waktu singkat, sekitar 15-20 menit.

Selain itu, waktu menjemur bayi sebaiknya di bawah pukul 10 pagi dan di atas pukul 4 sore.

Ini karena di waktu tersebut, radiasi sinar UVB cenderung rendah. Sebaliknya, pukul 10 pagi sampai 4 sore adalah waktu dengan jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi.

Jika Anda menjemur di waktu tersebut, kulit si kecil justru bisa mengalami kerusakan.

2. Tidak perlu melepas pakaian

Sebagian orang menganggap perlu melepas pakaian bayi ketika akan menjemur, tapi cara itu tidak perlu dilakukan.

Justru IDAI menganjurkan orangtua untuk memakaikan baju, topi, dan tabir surya jika menjemur bayi di bawah matahari langsung.

Meski memakai pakaian, sinar matahari tetap bisa menembus masuk dan memberikan tambahan vitamin D pada tubuh si kecil.

Melepas pakaian si kecil justru bisa meningkatkan risiko penyakit lain, seperti pilek, sampai kanker kulit kulit dan melanoma.

Namun, tidak semua bayi membutuhkan tabir surya. American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan, anak yang berusia di bawah 6 bulan sebaiknya tidak menggunakan tabir surya.

Hal ini disebabkan oleh kulit bayi masih sensitif dan mudah iritasi jika dipakaikan tabir surya.

Oleh karena itu, jika ingin menjemur bayi, sebaiknya di bawah jam 9 pagi atau saat matahari tidak terlalu terik.

Jika si kecil sudah berusia lebih dari 6 bulan dan ingin memakaikan tabir surya sebelum menjemurnya, sebaiknya pilih tabir surya dengan minimal SPF 15 dan oleskan ke bayi 15-20 menit sebelum ke luar.

Ini adalah salah satu cara menjemur bayi yang kerap diabaikan padahal sangat penting diperhatikan.

3. Gunakan kacamata

Sebaiknya, hindari menjemur bayi di bawah sinar matahari langsung tanpa menggunakan pelindung mata.

Pasalnya, sinar matahari dapat mempengaruhi retina mata bayi. Oleh karenanya, pakaikan si kecil kacamata atau pelindung mata agar ia tetap nyaman.

Nah, jika Anda sudah tahu cara menjemur bayi yang benar, jangan lupa untuk dipraktikkan ya!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Menjemur Bayi dengan Tepat. (2015). Retrieved 28 August 2020, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat

(2020). Retrieved 28 August 2020, from https://pediatrics.aappublications.org/content/pediatrics/127/3/588.full.pdf

Roelandts, R. (2002). The history of phototherapy: Something new under the sun?. Journal Of The American Academy Of Dermatology46(6), 926-930. doi: 10.1067/mjd.2002.121354

Sun Safety (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 28 August 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/sun-safety.html

Babies, S. (2016). Sun-Safe Babies – The Skin Cancer Foundation. Retrieved 28 August 2020, from https://www.skincancer.org/blog/sun-safe-babies/

Foto Penulis
Ditulis oleh Riska Herliafifah pada 29/06/2016
x