backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Penting Dicatat, Ini 5 Tanda Bayi Kedinginan dan Pencegahannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 26/07/2023

Penting Dicatat, Ini 5 Tanda Bayi Kedinginan dan Pencegahannya

Tidak seperti orang dewasa, bayi sangat mudah kedinginan. Sebagai orangtua, Anda perlu tahu tanda bayi kedinginan karena kondisi ini bisa jadi peringatan hipotermia yang bisa berbahaya jika dibiarkan. Berikut tanda-tandanya yang perlu diperhatikan!

Apa saja tanda bayi kedinginan?

Berbeda dengan orang dewasa, bayi tidak dapat beradaptasi terhadap perubahan suhu. Ia dapat kehilangan panas dengan cepat, bahkan hingga empat kali lebih cepat daripada orang dewasa. 

Bahkan, bayi baru lahir yang cukup bulan dan sehat mungkin tidak dapat mempertahankan suhu tubuhnya jika lingkungannya terlalu dingin. Akibatnya, bayi mudah kedinginan.

Selain karena kondisi tubuhnya, kurang menggunakan pakaian yang tertutup juga memperbesar risiko si Kecil mengalami kedinginan.

Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah bayi Anda kedinginan atau tidak? Bila bayi kedinginan, umumnya ia akan menunjukkan tanda-tanda berikut ini.

1. Tangan dan kaki terasa dingin

Ketika terpapar udara dingin, pembuluh yang memasok darah ke kulit menyempit. Reaksi ini disebut dengan vasokonstriksi.

Pada kondisi ini, tubuh menurunkan aliran darah ke kulit untuk membantu meminimalkan kehilangan panas dan mempertahankan suhu internal tubuh agar tetap normal. 

Sebagai efeknya, kulit akan terasa dingin. Nah, itulah mengapa bayi yang kedinginan sangat wajar jika terasa dingin pada bagian kaki dan tangannya bila Anda sentuh. 

2. Kulitnya terlihat pucat

Selain kulit yang terasa dingin, kedinginan juga membuat kulit bayi menjadi pucat. Saat tubuh kedinginan, pembuluh darah menyempit dan pasokan darah ke kulit akan menurun.

Peredaran darah yang menurun inilah yang membuat kulit jadi terlihat pucat tak seperti biasanya.

Ini berkebalikan dengan situasi bayi yang mengalami demam. Saat bayi demam, kenaikan suhu tubuh membuat pipinya terlihat kemerahan (flushed).

3. Rewel dan tidak mau makan

Umumnya, bayi menyukai kondisi yang hangat sama seperti di dalam kandungan ibunya. Ketika ia kedinginan, tentu kondisi ini membuat dirinya merasa tidak nyaman.

Akibatnya, si Kecil bisa terus menangis tanpa penyebab yang jelas. Inilah mengapa bayi yang rewel bisa menjadi salah satu tanda si Kecil kedinginan.

Kondisi ini pun bisa membuat bayi tidak mau menyusu atau makan seperti biasanya. Tangisannya ini akan berhenti jika bayi merasa tubuhnya hangat kembali.

4. Sulit bernapas

Jika ciri-ciri bayi kedinginan yang sudah dijelaskan di atas Anda abaikan, hipotermia jadi semakin parah. Pada tahap ini, si Kecil bisa mengalami kesulitan bernapas.

Paparan udara dingin terus-menerus bisa membuat otot-otot di sekitar saluran udara menyempit.

Akibatnya, hal ini menyebabkan napas bayi menjadi pendek, kemudian diikuti dengan detak jantung yang menjadi lebih cepat.

5. Kurang bergerak atau kaku dan diam

Bayi yang terus rewel dalam waktu tertentu tanpa perawatan akan mengalami kelelahan, sehingga ia akan terlihat lebih diam dari biasanya.

Penyempitan pembuluh darah dan asupan oksigen yang tidak mencukupi yang menjadi penyebabnya. 

Selain menjadi lebih diam, ia juga terlihat mengantuk. Pada kondisi yang semakin memburuk, tubuh bayi bisa kaku. 

Cara mengetahui bayi kedinginan

Selain melihat tanda-tanda di atas, Anda bisa mengetahui kondisi bayi kedinginan dengan cara mengukur suhu tubuhnya menggunakan termometer. Normalnya, suhu tubuh bayi ada sekitar 36,5—37º Celsius.

Cara mencegah bayi kedinginan

Melansir situs St. Mary’s Health Care System, bayi kedinginan yang berujung hipotermia berisiko mengalami kadar gula darah rendah, asidosis metabolik, dan penyakit kuning.

Untungnya, kondisi bayi kedinginan ini bisa Anda cegah. Selain lebih waspada dengan tanda atau ciri-ciri bayi kedinginan, ikuti tindakan pencegahannya dengan cara berikut ini.

  • Ketika bayi baru dilahirkan, penting untuk menutupi tubuhnya dengan kain dan memulai ikatan kulit ke kulit (skin to skin) antara ibu dengan si Kecil.
  • Selain selimut, gunakan juga penutup kepala, kaus kaki, sarung tangan, dan perlengkapan bayi lainnya yang dibutuhkan. 
  • Mandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku dan jangan terlalu lama memandikannya.
  • Anda bisa mengoleskan minyak kayu putih atau minyak telon untuk membantu menghangatkan tubuh bayi.
  • Atur suhu kamar bayi sekitar 23—25º Celcius dan tutup jendela pada sore dan malam hari atau ketika kondisi berangin.
  • Sediakan termometer dan pelajari cara mengukur suhu tubuh bayi dengan termometer di rumah.
  • Itulah tanda bayi kedinginan sekaligus tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

    Jika bayi menunjukan tanda kedinginan yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 26/07/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan