home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Orangtua Sebaiknya Tidak Menyelimuti Bayi Saat Tidur

Kenapa Orangtua Sebaiknya Tidak Menyelimuti Bayi Saat Tidur

Untuk melindungi bayi dari terpaan angin malam atau dinginnya AC, insting orangtua mungkin memerintahkan Anda segera menyelimuti tubuh si kecil selagi ia tidur. Meski niatnya baik, tapi tahukah Anda ada bahaya yang mengintai keselamatannya kalau bayi tidur pakai selimut?

Membiasakan bayi tidur pakai selimut tingkatkan risiko kematian mendadak

Beragam studi telah menunjukkan bahwa membiasakan menidurkan bayi pakai selimut, meski yang berbahan lembut sekalipun, dapat meningkatkan risiko kematian bayi mendadak alias SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) hingga lima kali lipat, terlepas dari seperti apa posisi tidur bayi saat itu.

Permukaan selimut yang lebar dan tergolong berat dapat menutup wajah bayi sehingga membuatnya kesulitan bernapas. Hal ini sering terjadi ketika bayi menggerak-gerakkan kakinya selama tidur, sehingga besar kemungkinannya selimut menutup wajah atau bahkan mencekiknya dan pada akhirnya bisa meningkatkan risiko bayi mati lemas.

Bantal juga berbahaya untuk bayi

Meski penyebab pasti dari SIDS belum begitu diketahui, para pakar kesehatan anak mewanti-wanti para orangtua untuk menerapkan kebiasaan tidur yang aman bagi bayi. Salah satunya dengan membiarkan bayi tidur sendiri di tempat tidurnya.

Menidurkan bayi di tempat tidur yang sama dengan Anda dan pasangan, atau menghias tempat tidur bayi dengan bantal-bantal, selimut, atau boneka binatang dapat meningkatkan risiko bayi meninggal mendadak (SIDS), entah akibat tertindih tubuh Anda/pasangan atau tercekik bantal dan selimutnya.

Rekomendasi ini dibuat berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh American Academy of Pediatric (APP). Mereka menemukan bahwa setengah dari populasi bayi di Amerika Serikat yang masih tidur bersama orangtua di satu tempat tidur atau tempat tidurnya dihiasi bantal dan pernak-pernik adalah kelompok bayi tang paling tinggi risiko SIDS. Anjuran ini juga diamini oleh tim ahli dari National Infant Sleep Position Study yang melakukan survei pada orangtua terkait tempat tidur bayi dan kebiasaan tidur bayi mereka sejak tahun 1993 sampai 2010.

Lantas, kapan bayi boleh menggunakan selimut dan bantal saat tidur?

Sebaiknya jangan biarkan bayi tidur pakai selimut sampai minimal usianya 12 bulan. Setelah usia 12 bulan umumnya bayi sudah dapat berguling sendiri untuk berganti posisi dan memiliki kontrol motorik tangan yang cukup baik untuk bisa memindahkan selimut dari wajah mereka.

Sedangkan penggunaan bantal pada bayi disarankan saat bayi sudah menginjak usia 2 tahun. Pada usia ini, bayi sudah dirasa mampu bergerak dengan leluasa sehingga jika ada bantal yang menutupi mukanya maka ia sudah bisa menyingkirkannya. Meskipun ada berbagai macam bantal, mulai dari bentuk, warna, dan gambar, tersedia untuk bayi, Anda sebaiknya tetap memilih bantal yang kecil dan datar sehingga dapat menopang lehernya dengan baik.

Pada intinya, pilihan terbaik adalah menempatkan bayi tidur di atas kasur polos tanpa selimut dan bantal, termasuk boneka dan mainan bayi lainnya sampai usia bayi sesuai dengan yang disebutkan di atas. Namun bukan berarti Anda tega membiarkan bayi tidur tanpa selimut dan kedinginan di malam hari. Anda tetap bisa melindungi bayi dengan mengenakannya kantong tidur yang bisa menghangatkan tubuh bayi.

Kantong tidur bayi ini biasanya berupa pakaian panjang yang menutupi seluruh bagian tubuh, termasuk tangan dan kaki. Pakaian ini lebih aman karena tidak akan menutupi wajah ketika bayi bergerak-gerak saat tidur.

Berikut ini beberapa rekomendasi dari AAP agar bayi Anda bisa tidur dengan nyaman di rumah:

  • Hindari penggunaan keranjang khusus bayi yang dilengkapi dengan bumper cot (bantalan untuk melapisi dinding keranjang bayi), sleep positioner, matras khusus, atau hal lain yang sering diklaim bisa mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak. AAP berpendapat bahwa perangkat tersebut tidak hanya gagal melindungi bayi Anda, namun juga meningkatkan risiko bayi Anda tercekik atau sesak napas saat menggunakannya.
  • Posisikan tidur bayi dalam keadaan posisi telentang dan selalu awasi pergerakkannya.
  • Jangan membawa bayi Anda tidur di sofa atau di kursi karena bisa berbahaya jika Anda ikut tertidur. Ini sama halnya untuk tidak menyusui bayi saat Anda mengantuk.
  • Jauhkan bayi dari asap rokok ataupun polusi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Blankets are Dangerus for Babies: Mom Warns Parents on Facebook After Child’s Death – http://www.medicaldaily.com/why-blankets-are-dangerous-babies-mom-warns-parents-facebook-after-childs-419908 diakses pada 15 November 2017

When Can My Baby Sleep With Blanket – https://www.babycenter.com/404_when-can-my-baby-sleep-with-a-blanket_1368444.bc diakses pada 15 November 2017

American Academy of Pediatrics Announces New Safe Sleep Recommendations to Protect Against SIDS, Sleep-Related Infant Deaths – https://www.aap.org/en-us/about-the-aap/aap-press-room/pages/american-academy-of-pediatrics-announces-new-safe-sleep-recommendations-to-protect-against-sids.aspx diakses pada 15 November 2017

 


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 18/11/2017
x