backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Apakah Implan Payudara Mempengaruhi Produksi ASI?

Ditinjau secara medis oleh dr. Yusra Firdaus


Ditulis oleh Yuliati Iswandiari · Tanggal diperbarui 02/06/2021

Apakah Implan Payudara Mempengaruhi Produksi ASI?

Memperbesar bentuk dan ukuran payudara dengan bedah plastik atau implan payudara sudah banyak dilakukan oleh wanita yang tidak hanya bernyali besar, tapi juga berpenghasilan besar. Masalahnya, apakah mereka masih bisa memberikan ASI kepada buah hatinya secara normal?

Mengenal anatomi payudara

Sebelum berbicara tentang dampak pemasangan implan payudara,  ada baiknya Anda harus mengenal terlebih dahulu anatomi payudara Anda. Payudara Anda terdiri dari banyak kelenjar air susu alias ’pabrik’ susu, yang tugasnya adalah memproduksi ASI. Nah, ASI yang dihasilkan oleh pabrik susu ini kemudian dialirkan melalui saluran air susu menuju ‘gudang’ penyimpanan susu yang letaknya di daerah sekitar puting atau areola.       

Hebatnya, meski ukuran payudara setiap wanita bisa berbeda-beda, tetapi jumlah kelenjar air susu, saluran, serta volume air susu pada setiap perempuan rata-rata sama saja. Mengapa bisa begitu? Karena yang membuat ukuran payudara berbeda adalah ketebalan lapisan lemak di dalamnya.

Makanya, jangan heran bila perempuan berpayudara kecil bisa menghasilkan ASI sebanyak mereka yang payudaranya besar. Jadi, jika Anda memiliki payudara kecil, hal ini tidak akan berpengaruh pada kemampuan menyusui buah hati Anda.

Letak sayatan implan payudara pengaruhi aliran ASI

Jika ingin memperbesar ukuran payudara, dokter akan memasukkan implan yang terbuat dari silikon atau saline ke dalam payudara, sesuai ukuran yang diinginkan. Letaknya adalah di bawah lapisan lemak dan kelenjar air susu, atau tepat menempel pada otot dada. Jika dilihat dari lokasi pemasangannya, payudara yang telah dipasangi implan juga sebenarnya masih bisa berfungsi mengeluarkan ASI.

Masalah muncul ketika letak sayatan payudara implan mempengaruhi produksi ASI, hal ini terjadi jika sayatan operasi yang menjadi ‘pintu’ untuk memasukkan implan ke dalam payudara dilakukan pada daerah sekitar areola. Pasien yang memilih sayatan dilakukan pada daerah tersebut biasanya beralasan supaya bekas jahitan tersamar warna cokelat areola. Jika sayatan dilakukan di sekitar areola, maka otomatis akan banyak saluran air susu yang terpotong sehingga bisa mengganggu produksi ASI.

Lain halnya jika implan dimasukkan melalui sayatan di daerah lipatan bawah payudara atau daerah ketiak, di mana pemotongan terhadap kelenjar dan saluran air susu bisa diminimalisir. Jika memang demikian, maka mekanisme produksi ASI relatif tidak mengalami masalah, sehingga payudara masih bisa mengeluarkan ASI. Tapi jangan lupa, masih ada kemungkinan saluran air susu terhimpit oleh implan sehingga mempengaruhi proses keluarnya ASI.

Awas: risiko implan bocor

Satu lagi risiko yang amat berbahaya dari prosedur pemasangan implan payudara pada calon ibu menyusui adalah apabila implan tersebut bocor. Meski sejumlah pakar masih meragukan kemungkinan meresapnya silikon ke dalam saluran air susu karena ukuran partikel silikon yang besar, namun risiko air susu tercemar oleh implan yang bocor masih tetap ada. Lebih-lebih, kebocoran implan tidak bisa langsung terdeteksi saat itu juga, melainkan baru ketahuan setelah si empunya payudara menyadari bentuk dadanya yang berubah.

Tidak ada salahnya, jika Anda ingin menjadi seorang ibu dan ingin melakukan implan payudara konsultasikan terlebih dahulu pada dokter dan pertimbangkan secara baik-baik. Apakah hal ini sebanding dengan risiko yang akan Anda alami? Jangan lupa ada push up bra yang bisa Anda gunakan untuk membuat payudara Anda lebih berisi dibandingkan memilih implan payudara yang berisiko.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Yusra Firdaus


Ditulis oleh Yuliati Iswandiari · Tanggal diperbarui 02/06/2021

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan