home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Induksi Laktasi, Saat Ibu Bisa Merangsang Produksi ASI Tanpa Hamil

Apa itu induksi laktasi?|Kondisi yang membuat ibu perlu induksi laktasi|Cara induksi laktasi|Hal yang memengaruhi produksi ASI saat induksi laktasi|Hal yang ibu lakukan saat induksi laktasi tidak berhasil
Induksi Laktasi, Saat Ibu Bisa Merangsang Produksi ASI Tanpa Hamil

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan. Hal ini sering menjadi kekhawatiran para ibu adopsi atau ibu yang memiliki bayi tanpa hamil sebelumnya. Bagaimana cara menyusui secara langsung meski belum pernah hamil? Tenang dulu, ada metode bernama induksi laktasi. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu induksi laktasi?

Mengutip dari La Leche League USA, induksi laktasi adalah proses merangsang produksi ASI pada wanita yang ingin menyusui bayi tanpa kehamilan.

Pada dasarnya, tubuh bisa memproduksi ASI tanpa pernah hamil atau melahirkan sebelumnya. Namun, ibu tetap membutuhkan proses untuk merangsang ASI agar bisa keluar dari payudara.

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), proses laktasi melibatkan unsur hormonal.

Umumnya, ibu yang sedang mengandung mulai memproduksi ASI saat hamil 16 minggu.

Saat bayi lahir dan mengisap puting payudara ibu, isapan tersebut mengirim sinyal hipofisis pada bagian otak.

Sinyal hipofifsis akan mengeluarkan hormon prolaktin yang masuk ke dalam aliran darah. Kemudian refleks prolaktin berperan dalam menjaga produksi ASI.

Kondisi yang membuat ibu perlu induksi laktasi

cara membangunkan bayi untuk menyusui

Berdasarkan penjelasan dari situs resmi University of Vermont, ada beberapa kondisi yang membuat wanita perlu melakukan induksi laktasi, seperti:

  • mengadopsi anak,
  • pasangan sesama jenis (lesbian),
  • ibu yang terpisah dengan bayi,
  • ibu pengganti, dan
  • kondisi darurat (bencana alam).

Mengutip dari IDAI, meski induksi laktasi bisa ibu lakukan, biasanya wanita yang tidak hamil sebelumnya tidak bisa memproduksi kolostrum.

Walau begitu, total protein dan imunoglobulin pada ibu yang hamil dan tidak, tetap sama pada hari ke lima setelah menyusui.

Cara induksi laktasi

tips pompa asi di tempat umum

Memproduksi ASI pada wanita yang tidak hamil sebelumnya dilakukan dengan mengosongkan payudara.

Dalam hal ini ada tiga tahap, menyusui, memompa, atau memerah dengan tangan.

Ketiga teknik ini bisa ibu barengi dengan penggunaan berbagai obat-obatan, suplemen, atau jamu untuk meningkatkan produksi ASI.

Mengutip dari La Leche League USA, Jack Newman, Konsultan Laktasi Bersertifikat Internasional, membagi proses induksi laktasi menjadi tiga tahap.

1. Mempersiapkan payudara untuk menyusui

Bagaimana tubuh memproduksi ASI? Mengingat tidak pernah hamil sebelumnya, Anda perlu mempersiapkan payudara untuk menyusui karena tubuh tidak memproduksi hormon kehamilan.

Hormon kehamilan ini berfungsi dalam memproduksi hormon prolaktin (hormon menyusui).

Untuk mempersiapkan payudara, ibu bisa melakukan terapi hormon untuk mengembangkan jaringan kelenjar payudara.

Mengutip dari Mayo Clinic, petugas kesehatan akan meresepkan terapi hormon berupa penambah hormon estrogen dan progesteron untuk meniru efek kehamilan.

Selain itu, petugas medis juga akan memberikan galactagogue yang mampu meningkatkan produksi ASI secara alami.

Terapi ini ibu lakukan selama beberapa bulan dan berhenti saat dua bulan menjelang menyusui bayi. Ini ibu lakukan untuk mendorong produksi ASI dan melepas hormon prolaktin.

2. Memproduksi ASI sebelum bayi lahir

Pada ibu yang tidak hamil sebelumnya, produksi ASI akan lebih lambat daripada ibu yang hamil.

Biasanya, produksi ASI pada proses induksi laktasi akan meningkat saat 3-5 hari setelah kelahiran bayi.

Beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk meningkatkan produksi ASI sebelum bayi lahir yaitu:

Memompa ASI saat payudara dalam keadaan kosong dan tidak ada rangsangan hormon prolaktin mungkin akan terasa menyakitkan.

Lakukan secara perlahan dan tidak perlu terburu-buru. Setiap satu sesi memompa ASI, lakukan selama 5-10 menit.

Setelah merasa nyaman, bisa ibu tingkatkan menjadi 15-20 menit. Rutinitas ini perlu ibu lakukan sampai mulai menyusu bayi yang ibu adopsi.

3. Menyusui bayi secara langsung

Ini adalah saat yang paling penting dalam proses induksi laktasi, ibu bisa langsung menyusui bayi secara langsung.

Setelah berbagai latihan yang ibu lakukan untuk meningkatkan produksi ASI, kini bisa ibu praktikkan pada si kecil.

ASI akan mulai keluar dalam waktu 6-8 minggu sejak mulai proses induksi laktasi. Jadi, bila ibu sudah melakukan proses induksi 6 minggu yang lalu, ASI sudah mulai keluar.

Hal yang memengaruhi produksi ASI saat induksi laktasi

anemia pada ibu menyusui

Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan saat melakukan induksi laktasi. Mulai dari faktor yang berhubungan dengan bayi sampai ibu.

Berikut hal-hal yang memengaruhi keberhasilan induksi laktasi, mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Keinginan bayi untuk menyusu

Induksi laktasi bisa berhasil bila bayi segera menyusu saat payudara sudah mendekat. Awalnya bayi pasti membutuhkan bantuan untuk mencari perlekatan payudara yang benar.

Namun, ketika bayi menolak untuk menyusu di fase awal, ini adalah masalah menyusui yang wajar dan sering terjadi.

Ini karena bayi masih kesulitan untuk melekat pada payudara dan butuh bantuan tenaga kesehatan.

Ibu tidak perlu khawatir akan hal ini. Susui bayi sesering mungkin agar ia terlatih dan terbiasa menyusu secara langsung.

Usia bayi

Induksi laktasi akan lebih mudah ibu lakukan saat bayi baru lahir sampai usianya kurang dari 8 minggu.

Pasalnya, saat usia bayi masih sangat muda, ia melatih diri untuk lebih dekat dengan ibunya sehingga pembiasaan menyusu dari payudara ibu lebih mudah.

Kondisi payudara ibu

Induksi laktasi bisa berjalan dengan tidak lancar bila ada infeksi, luka, atau bentuk puting payudara ibu yang rata (flat nipple).

Namun, bukan berarti ibu tidak bisa menyusui bayi secara langsung. Ibu bisa menyembuhkan infeksi atau perawatan puting payudara terlebih dahulu dengan konselor laktasi.

Seiring berjalannya waktu, ibu bisa menyusui si kecil kembali.

Kemampuan ibu berinteraksi dengan bayi

Mencoba menyusui bayi yang bukan dari dalam kandungan sendiri, mungkin membuat perasaan ibu kurang dekat.

Namun, kemampuan ibu berinteraksi dengan bayi juga bisa memengaruhi keberhasilan induksi laktasi.

Meski bukan anak kandung, bila ibu memberikan rasa kasih sayang terhadap bayi, ia akan merasakan hal yang sama. Si kecil akan merasa ibu sangat menyayangi dan membutuhkannya.

Rutin skin-to-skin

Kontak kulit dengan bayi (skin to skin) meski tidak sedang menyusu bisa meningkatkan keberhasilan induksi laktasi.

Ibu bisa mencoba metode kangguru dengan menempatkan bayi di atas dada, lalu tidur bersama.

Lakukan ini saat siang atau malam hari, dekap tubuh si kecil agar bayi merasa nyaman dan aman dekat ibu.

Hal yang ibu lakukan saat induksi laktasi tidak berhasil

manfaat menyusui pasca operasi caesar

Mungkin ibu merasa kecewa saat semua usaha untuk menyusui bayi secara langsung sudah ibu lakukan,tetapi tidak ada yang berhasil.

Hindari memaksa bayi untuk menyusu karena akan membuatnya trauma dan tidak nyaman.

Ibu bisa mencari donor ASI atau susu formula dan memberikannya pada bayi dengan alat bantu.

Mengutip dari IDAI, ibu bisa menggunakan alat bantu berupa pipa nasogastrik yang berhubungan dengan cangkir. Lalu, sisi lainnya bisa ibu tempelkan di payudara.

Ibu bisa mengontrol aliran susu dengan menaikkan dan merendahkan cangkir saat bayi menyusu.

Sebenarnya, produksi ASI yang ibu hasilkan dari induksi laktasi tidak sebanyak ibu yang mengalami kehamilan. Ini karena ibu yang melakukan induksi laktasi tidak mendapat pengaruh hormon kehamilan.

Namun, ibu tetap bisa rutin memerah ASI dan menyusui si kecil untuk mendapat hasil yang cukup.

Tidak perlu berkecil hati bila produksi ASI terasa sedikit, ibu masih bisa memberikan gizi dan nutrisi bayi dari donor ASI atau susu formula.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

IDAI | Relaktasi dan Induksi Laktasi. (2021). Retrieved 5 April 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/relaktasi-dan-induksi-laktasi

La Leche League International. (2021). Retrieved 5 April 2021, from https://www.llli.org/breastfeeding-without-giving-birth-2/#:~:text=The%20only%20necessary%20component%20to,a%20variety%20of%20manual%20techniques.

The Protocols for Inducing Lactation and Maximizing Milk Production: The Accelerated Protocol . Canadian Breastfeeding Foundation . Fondation canadienne de l’allaitement. (2021). Retrieved 5 April 2021, from https://www.canadianbreastfeedingfoundation.org/induced/accelerated_protocol.shtml

Induced Lactation and Relactation – La Leche League USA. (2021). Retrieved 5 April 2021, from https://lllusa.org/induced-lactation-and-relactation/

Exclusive breastfeeding for six months best for babies everywhere. (2011). Retrieved 5 April 2021, from https://www.who.int/news/item/15-01-2011-exclusive-breastfeeding-for-six-months-best-for-babies-everywhere

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 14/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x