3 Ciri-Ciri ASI Perah Basi yang Perlu Ibu Menyusui Ketahui

    3 Ciri-Ciri ASI Perah Basi yang Perlu Ibu Menyusui Ketahui

    Memompa ASI adalah salah satu cara untuk memperbanyak produksi ASI. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memompa ASI, mulai dari cara menyimpan ASI perah, kualitas ASI, sampai tanda ASI perah (ASIP) basi. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan seputar ciri-ciri ASI basi yang harus para ibu waspadai.

    Apa saja ciri-ciri ASI basi?

    cara menyimpan ASI

    American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan ASI perah yang disimpan pada suhu ruang sebaiknya langsung bayi minum sebelum 4 jam.

    Sementara itu, ASI yang Anda simpan di kulkas bagian bawah bisa bertahan selama 24 jam.

    Namun, bila Anda menyimpannya di freezer dengan suhu kurang dari -18 derajat Celcius, ASI perah bisa bertahan 6- 1 2 bulan.

    Lalu, bagaimana ciri-ciri ASI perah basi? Berikut beberapa tanda yang perlu ibu menyusui perhatikan.

    1. ASI menggumpal

    Pada dasarnya, ASI perah yang Anda simpan dalam kantong atau botol akan terbagi menjadi dua lapisan.

    Lapisan atas berwarna putih kekuningan dan kental, sedangkan lapisan bawah berwarna putih bening dengan tekstur ASI encer.

    Kondisi ASI yang menggumpal dengan warna susu kekuningan masih termasuk wajar atau belum basi. Pada ASI yang masih bagus, gumpalan ASI ini bisa tercampur saat Anda menggoyangkan botol atau kantong ASI-nya.

    Namun, perhatikan kalau ASI masih menggumpal walau Anda sudah mencairkan dan mengaduknya. Ini menjadi tanda ASI perah sudah basi dan tidak bisa Anda berikan pada bayi.

    2. Rasa dan baunya asam

    Ciri ASI rusak, yakni memiliki bau dan aroma seperti susu sapi yang segar. Namun terkadang, ada juga jenis ASI yang mengeluarkan aroma seperti sabun dan ini adalah wajar.

    Mengutip dari La Leche League International, aroma seperti sabun ini karena kandungan lipase atau enzim yang tinggi dalam ASI.

    Enzim lipase berperan penting dalam pencernaan bayi. Namun, Anda perlu waspada kalau bau dan rasa ASI sudah asam seperti aroma susu sapi yang sudah kedaluwarsa.

    Ini adalah ciri-ciri ASI perah yang sudah basi dan jangan diberikan kepada bayi karena bahaya.

    3. Warnanya tidak putih

    Warna ASI perah umumnya berbeda saat sudah Anda simpan dalam kulkas dan beku. Warnanya menjadi putih, kekuningan, dan kebiruan karena kandungan lemak dalam ASI.

    Namun, Anda perlu waspada kalau warna ASI sudah tidak putih kekuningan lagi saat mencairkannya. Hal ini bisa menjadi tanda dan ciri ASI perah basi.

    Tanda ASI perah basi adalah warna susu yang kemerahan dan ada gumpalan berwarna putih pada susu. Sebaiknya segera buang bila ASI memiliki tanda-tanda tersebut, ya, Bu!

    Apa bahaya bayi minum ASI perah basi?

    Bagaimana bila Anda tidak sengaja memberikan asi basi pada bayi? Bila Anda merasa ASI memiliki ciri-ciri sudah rusak atau basi, sebaiknya hentikan pemberiannya pada bayi.

    Pasalnya, ASI yang sudah basi bisa memicu keracunan makanan pada anak bayi. Sementara itu, keracunan makanan (dalam hal ini ASI) bisa terjadi karena bakteri yang berkembang dalam susu.

    Beberapa efek bayi setelah minum ASI basi yaitu:

    Pada kasus yang sangat jarang, bayi yang mengalami keracunan ASI bisa mengalami kesulitan bernapas.

    Perlu Anda Ingat

    ASI tidak boleh disimpan di pintu lemari es karena fluktuasi suhu yang lebih rentan naik atau turun saat pintu dibuka.

    Tips mencegah ASI agar tidak basi

    Selain mengetahui cara menyimpan ASI perah, termasuk berapa lama waktu penyimpanannya, ada sejumlah tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah ASI agar tidak basi, seperti berikut ini.

    • Cuci tangan sebelum memeras dan menyimpan ASI eksklusif untuk memperkecil kemungkinan bakteri tumbuh di susu yang disimpan.
    • Gunakan wadah yang bersih atau steril untuk menyimpan ASI perah. Pastikan wadah terbuat dari kaca atau plastik dan memiliki tutup yang rapat.
    • Beri label dengan jelas pada wadah ASI dengan tanggal penyimpanan.
    • Tempatkan wadah ASI di bagian lemari es atau freezer yang suhunya paling dingin.
    • Jangan pernah mencairkan atau memanaskan ASI dalam microwave karena dapat menghancurkan nutrisi dan menghilangkan manfaat ASI.
    • Jika ingin menyimpan ASI ke dalam lemari es, lakukan sesegera mungkin setelah memerah untuk menjaga kualitas ASI.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 22/08/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan