home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

3 Ciri-Ciri ASI Perah Basi yang Perlu Ibu Menyusui Ketahui

3 Ciri-Ciri ASI Perah Basi yang Perlu Ibu Menyusui Ketahui

Memompa ASI sadalah salah satu cara untuk memperbanyak produksi ASI. Ada beberapa hal yang perlu ibu perhatikan saat memompa ASI, mulai dari cara menyimpan ASI perah, kualitas ASI, sampai tanda ASI perah (ASIP) basi. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan seputar ciri ASI basi yang harus ibu waspadai.

Apa saja ciri ASI basi?

donor asi

Berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP), ASI perah yang ibu simpan pada suhu ruang sebaiknya langsung bayi minum sebelum 4 jam.

Sementara itu, ASI yang ibu simpan di kulkas bagian bawah bisa bertahan selama 24 jam.

Namun, bila ibu menyimpannya di freezer dengan suhu kurang dari -18 derajat celcius, ASI perah bisa bertahan 6-12 bulan.

Lalu, bagaimana ciri ASI perah basi? Berikut beberapa tanda yang perlu ibu amati.

1. ASI menggumpal

Pada dasarnya, ASI perah yang ibu simpan dalam kantong atau botol akan terbagi menjadi dua lapisan.

Lapisan atas berwarna putih kekuningan dan kental, sedangkan lapisan bawah berwarna putih bening dengan tekstur ASI encer.

Kondisi ASI yang menggumpal dengan warna susu kekuningan masih termasuk wajar. ASI yang sehat adalah gumpalan ASI bisa tercampur saat ibu menggoyangkan.

Namun, perhatikan kalau ASI masih menggumpal walau ibu sudah mencairkan dan mengaduknya. Ini menjadi ciri ASI perah ibu sudah basi dan tidak bisa ibu berikan pada bayi.

2. Rasa dan baunya asam

ASI memiliki bau dan aroma seperti susu sapi yang segar. Namun terkadang,ada juga jenis ASI yang mengeluarkan aroma seperti sabun dan ini adalah wajar.

Mengutip dari La Leche League International, aroma seperti sabun ini karena kandungan lipase atau enzim yang tinggi dalam ASI.

Enzim lipase berperan penting dalam pencernaan bayi. Namun, ibu perlu waspada kalau bau dan rasa ASI sudah asam seperti aroma susu sapi yang sudah kedaluwarsa.

Ini adalah ciri ASI perah yang sudah basi.

3. Warnanya tidak putih

Mengutip dari Kids Health, warna ASI perah memang berbeda saat sudah ibu simpan dalam kulkas dan beku.

Warnanya menjadi putih, kekuningan, dan kebiruan karena kandungan lemak dalam ASI.

Ibu perlu waspada kalau warna ASI sudah tidak putih kekuningan lagi saat mencairkannya. Hal ini bisa menjadi tanda dan ciri ASI perah basi.

Tanda ASI perah basi adalah warna susu yang kemerahan dan ada gumpalan berwarna putih pada susu. Sebaiknya segera buang bila ASI perah memiliki tanda-tanda tersebut, ya, Bu!

Apa efek bila bayi minum ASI perah basi?

galaktosemia

Bagaimana bila ibu tidak sengaja memberikannya pada bayi? Bila ibu merasa ASI memiliki ciri sudah basi, sebaiknya hentikan pemberiannya pada bayi.

Pasalnya, ASI yang sudah basi bisa memicu keracunan makanan pada bayi. Mengutip dari Kids Health, keracunan makanan (dalam hal ini ASI) bisa karena bakteri yang berkembang dalam susu.

Beberapa efek bayi setelah minum ASI basi yaitu:

Pada kasus yang sangat jarang, bayi yang mengalami keracunan ASI bisa mengalami kesulitan bernapas.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Milk Issues | La Leche League International. (2021). Retrieved 7 April 2021, from https://www.llli.org/breastfeeding-info/milk-issues/

12 Things You Can Do With Leftover Breast Milk — Milkology®. (2020). Retrieved 7 April 2021, from https://milkology.org/content/what-to-do-with-leftover-breast-milk

Proper Storage and Preparation of Breast Milk. (2021). Retrieved 7 April 2021, from https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm

Tips for Freezing & Refrigerating Breast Milk. (2021). Retrieved 7 April 2021, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Storing-and-Preparing-Expressed-Breast-Milk.aspx

IDAI | Memerah ASI. (2021). Retrieved 7 April 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/memerah-asi

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita