Di Usia Berapa Bayi Sudah Boleh Makan Selai Kacang?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/05/2018 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Semakin beranjak besar, Anda harus mulai mengenalkan macam-macam jenis makanan untuk anak. Salah satu yang bisa Anda coba kenalkan adalah selai kacang. Rasanya yang gurih manis mungkin menarik perhatian si kecil. Kandungan proteinnya juga cukup tinggi sehingga mengenyangkan perut. Namun, memberikan selai kacang untuk anak kecil tidak boleh sembarangan. Tekstur lengket selai kacang bisa membuat bayi yang belum cukup umur tersedak. Lantas, di usia berapa ortu membolehkan bayi makan selai kacang?

Kapan sebaiknya bayi makan selai kacang?

Dilansir dari Healthline, The American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology menyarankan orangtua yang ingin mengenalkan selai kacang untuk mulai memberikannya jika bayi sudah berusia 6-8 bulan.

Namun, pastikan si kecil sudah lebih dulu terbiasa makan makanan padat lainnya sebelum berkenalan dengan selai kacang. Pastikan juga bayi tidak menunjukkan alergi kacang.

Bagaimana cara terbaik untuk mengenalkan selai kacang pada bayi?

Sebelum mulai mengenalkan selai kacang untuk bayi, Anda harus pilah-pilih jenis selainya. Pilih selai kacang yang halus, tidak bergerinjil, apalagi memiliki butiran kacang yang besar-besar. Cek di label produk mengenai keterangan “smooth“.

Butiran kacang yang tercampur dalam selai bisa menyebabkan bayi tersedak karena mereka belum bisa mengunyah dengan baik. Kacang, baik dalam bentuk utuh atau potongan, baru boleh diberikan pada anak di atas usia 4 tahun.

Saat pertama kali memberikan bayi makan selai kacang, sebaiknya mulailah dengan setengah sendok teh selai kacang halus. Atau, Anda bisa encerkan teksturnya sedikit dengan air hangat supaya lebih mudah ditelan bayi.

Alternatifnya, Anda bisa campurkan selai kacang yang sudah diencerkan tersebut pada bubur sereal atau bubur biskuit anak sebagai penambah rasa. Pastikan tekstur bubur benar halus merata sehingga tidak menyebabkan bayi tersedak.

Jika si kecil sudah bisa menggenggam benda padat, Anda bisa sajikan biskuit bayi yang telah dicocol selai kacang encer.

Hati-hati gejala alergi kacang

Menurut Food Allergy Research and Education (FARE), kacang merupakan salah satu dari dari delapan makanan utama yang paling sering menyebabkan alergi makanan. Itu sebabnya banyak orangtua lebih memilih untuk menunda memperkenalkan suatu jenis makanan pemicu alergi, hingga bayi beranjak dewasa.

Padahal, cara tersebut tetap tidak mampu untuk mencegah risiko alergi pada si kecil. Sebaliknya, jika Anda ingin mengurangi kemungkinan risiko alergi makanan, sebaiknya kenalkan ia dengan beberapa jenis makanan baru di awal-awal usianya.

Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui apakah buah hati Anda berisiko alergi selai kacang atau tidak? Nah, sebaiknya setelah Anda mengenalkan makanan baru pada si kecil, tunggu sekitar dua sampai tiga hari kemudian bila ingin beralih ke jenis makanan lainnya. Hal ini tidak hanya berlaku untuk selai kacang saja, juga pada setiap makanan baru yang Anda kenalkan pada bayi.

Setiap selesai memberikan si kecil makanan baru, perhatikan apakah ia mengalami reaksi alergi seperti gatal-gatal, kulit kemerahan, atau diare. Jika ini terjadi, sebaiknya hentikan memberikan makanan tersebut untuk sementara waktu, dan segera konsultasikan dengan dokter anak Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Lebih Bervariasi, Begini Cara Membuat Menu Makanan Bayi 7 Bulan

Bayi butuh asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya. Agar tidak gampang bosan, coba buat menu makanan ini untuk bayi usia 7 bulan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 05/04/2020 . 7 menit baca

Ketika Sudah Mulai MPASI, Ini Jadwal Makan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

Meski seharusnya masih masuk masa menyusui, ada beberapa bayi yang mulai MPASI saat belum 6 bulan. Bagaimana pembagian jadwal makan bayi di bawah 6 bulan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 04/04/2020 . 6 menit baca

Panduan Menerapkan Jadwal MPASI Usia 6-24 Bulan Beserta Aturannya

Sejak dini bayi sebaiknya punya jadwal MPASI yang teratur. Agar lebih optimal, ortu perlu tahu seperti apa jadwal makan yang tepat untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . 8 menit baca

Aneka Macam Resep Makanan Bayi yang Sehat dan Menggugah Selera

Menyajikan menu makanan bayi dalam masa MPASI sebenarnya tidak sulit. Berbekal resep ini, mari buat aneka makanan yang sehat dan lezat untuk bayi yuk, Bu!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . 12 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

bayi suka ditiru

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 4 menit baca
kebutuhan lemak untuk bayi

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020 . 7 menit baca
kebutuhan protein bayi

Memahami Kebutuhan Protein Bayi dan Pilihan Sumbernya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . 7 menit baca
rumah aman agar anak bebas bergerak

Tips Membuat Rumah Aman untuk Anak Bebas Bergerak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . 4 menit baca